Kategori
Science Chemistry

Teori yang digantikan Teori Sains Lainnya

Teori Sains yang Dikoreksi oleh Teori Sains Lainnya, Apa Saja?

Teori yang digantikan Teori Sains Lainnya – Sebuah teori digantikan ketika sebuah konsensus ilmiah. Pernah menerimanya secara luas, tetapi sains saat ini menganggapnya sebagai tidak memadai, tidak lengkap, atau dibantah (yaitu, salah).

Sudah sedemikian ketatnya prosedur yang dilakukan untuk menggagas sebuah teori, toh nyatanya masih ada beberapa teori sains yang akhirnya harus dikoreksi. Teori-teori sains itu direvisi oleh teori sains baru yang lebih valid.

Nah, kira-kira teori sains apa saja ya, yang pernah dikoreksi oleh teori sains yang lebih baru? Mengapa teori yang baru bisa menggantikannya? Yuk, disimak!

Sempat dilakukan dalam dunia medis, lobotomi akhirnya digantikan dengan obat-obatan yang lebih manusiawi

Dalam dunia kedokteran, teori lobotomi merupakan salah satu teori yang mungkin sangat dikenal, terutama dalam bidang penyembuhan penyakit otak. Mulai dari ayan, gangguan jiwa, dan halusinasi, dulunya diobati dengan cara lobotomi.

Praktik ini masih dilakukan di dunia medis hingga 1950-an, di saat para ilmuwan menemukan teori baru tentang pengobatan kejiwaan melalui metode obat antidepresan dan psikotropika.

Hingga kasus lobotomi dihentikan, sedikitnya ada sekitar 50.000 praktik lobotomi dilakukan di Amerika Serikat. Bagi kebanyakan pasien, lobotomi justru membawa dampak yang lebih buruk, yakni menurunnya kemampuan pasien dalam melakukan sesuatu.

Teori fisi juga dipatahkan oleh teori lainnya, yakni teori tubrukan besar

Bagaimana asal mula Bulan terbentuk? Pada era 1800-an sebuah teori tentang pembentukan Bulan pernah digagas oleh George Darwin. Teori yang dinamakan teori fisi ini menyatakan bahwa Bulan terbentuk akibat hempasan dari planet Bumi.

Hempasan tersebut terjadi karena Bumi pada saat itu berputar sangat cepat dan melontarkan bagian besarnya ke luar Bumi, yang akhirnya menjadi Bulan. Namun, teori ini memiliki banyak kelemahan.

Pembentukan Bulan di masa purba juga terjadi hampir bersamaan dengan pembentukan Bumi. Akibat tubrukan besar tersebut, unsur-unsur Bulan menjadi tidak sama dengan unsur planet Bumi. Namun, apakah kejadian tersebut melibatkan bagian Mars atau Venus, itu yang masih diteliti oleh para ilmuwan.

Sebuah Teori atau Ide ditemukan Tidak Berdasar dan dibuang Begitu Saja

Teori geosentris yang akhirnya dikoreksi oleh teori heliosentris

Teori geosentris adalah sebuah gagasan teori yang menyatakan bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta. Teori ini digagas oleh seorang astronom asal Yunani bernama Claudius Ptolemaeus dan Aristoteles.

Bukan hanya seorang astronom, Claudius juga seorang ahli fisika dan matematika yang cukup disegani pada zamannya. Begitu juga dengan Aristoteles, di mana ia adalah seorang filsuf besar Yunani dan murid dari Plato.

Namun, terbukti hingga kini, bahwa Bumi memang bukanlah pusat dari Tata Surya. Faktanya, Bumi hanyalah planet yang sama dengan planet-planet lainnya yang mengelilingi Matahari sebagai bintang terbesar di Tata Surya.

Itulah beberapa teori sains yang pernah direvisi oleh teori sains lainnya. Semoga artikel kali ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kamu, ya!