Kategori
Science Chemistry

Anda Harus Tahu Prinsip dan Karakter Sains

Anda Harus Tahu Prinsip dan Karakter Sains

Anda Harus Tahu Prinsip dan Karakter Sains, – Sains atau science diambil dari kata scientia, sebuah kata latin yang bermakna pengetahuan. Pada dasarnya, sains merupakan keilmuan alam yang dapat diamati, diteliti, dan dirumuskan melalui sebuah pengamatan dan penalaran.

Jadi, seluruh objek atau materi fisik dan nonfisik yang ada di alam semesta, yang dapat dijabarkan melalui pemikiran, maka hal tersebut sudah termasuk sains.

Materi fisik dapat berupa semua benda-benda yang dapat kita lihat di mana saja, termasuk objek terjauh di alam semesta seperti bintang, galaksi, dan lain sebagainya.

Sedangkan, nonfisik merupakan pikiran, psikologi, energi, dan Daftar SBOBET WAP segala hal yang tak tampak oleh indra namun dapat dijabarkan ke dalam sebuah rumusan ilmiah.

Nah, rupanya sains memiliki beberapa prinsip dan karakter, lho. Karakter dan prinsip tersebut memang diperlukan untuk memisahkan antara sains dengan kaidah keilmuan yang lain. Kira-kira apa saja, ya? Yuk, belajar tentang sains.

1. Sains harus rasional

Jurnal sains berjudul Rationality and Science yang pernah diterbitkan oleh Oxford University mencatat bahwa sains dan rasionalitas adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Itu sebabnya sains bisa didapatkan melalui pemikiran yang menggunakan nalar secara logis. Prinsip dan karakter ini juga menjadikan sains sebagai sebuah kaidah keilmuan yang pasti, alias bukan takhayul.

Rasionalitas merupakan aspek sentral yang dijadikan pijakan dalam dunia sains. Pertanyaan-pertanyaan yang ada di alam, baik di sekitar kita maupun di alam semesta, harus dicari jawabannya serasional mungkin.

Sebab, pada dasarnya, sains harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara ilmiah.

2. Sains harus bersifat akumulatif

Harus Anda ketahui bahwa hipotesa dan teori sains itu bisa saja salah, meskipun digagas oleh seorang ilmuwan besar. Itu sebabnya sains harus dapat bersifat akumulatif.

Artinya, sains harus terbuka dengan segala kemungkinan yang ada. Teori atau hipotesa terbaru harus bisa menyempurnakan teori dan hipotesa sains yang lama.

Pasti Anda tahu tentang teori relativitas yang terkenal dari Einstein, bukan? Nah, teori tersebut secara tidak langsung telah menyempurnakan teori sebelumnya, yakni teori yang digagas oleh Isaac Newton.

Bukan berarti Newton salah, namun dalam perkembangannya, ada beberapa hal yang harus ditambahkan untuk menambal lubang-lubang yang sebelumnya tidak terjawab.

3. Sains harus objektif

Objektif berarti sesuai dengan fakta tanpa dipengaruhi oleh pandangan pribadi. Dalam hal ini, sains tidak boleh menutupi fakta yang ada, apalagi sampai mengubah fakta-fakta di lapangan.

Jika pun ada pendapat atau pandangan pribadi, maka pendapat tersebut juga harus didasarkan pada prinsip dan karakter sains yang ada.

Bagaimana cara mempertahankan supaya sains tetap objektif? Laman Stanford mencatat bahwa objektivitas dapat dihasilkan dari komitmen para ilmuwan yang harus selalu jujur dalam mencari dan mengemukakan data-data empiris.

Perdebatan mungkin bisa muncul dalam dunia sains, namun nilai-nilai dan prinsip objektivitas akan membawa pada sebuah kesimpulan sahih yang dapat dipertanggung jawabkan.

4. Sains juga wajib bersikap netral dan tidak politis

Dalam hal prinsip, sains harus dapat menunjukkan bahwa segala yang digagas olehnya adalah netral dan murni ilmu pengetahuan.

Sains bukanlah sebuah keilmuan yang dapat dijadikan propaganda politis bagi siapa pun. Itu sebabnya sains wajib bersikap netral dan tidak bersifat politis terhadap siapa atau apapun.

Sikap netral dibutuhkan supaya kesimpulan yang digagas dalam sebuah penelitian tidak bersifat bias, serta tidak condong memihak pada satu sisi saja.

Itu sebabnya, sangat jarang para ilmuwan melibatkan dirinya dalam sebuah pusaran politik karena pada dasarnya mereka adalah peneliti yang dituntut untuk netral.

5. Sains harus dapat dibuktikan secara empiris

Selain rasional dan objektif, sains juga harus dapat dibuktikan secara empiris. Pembuktian ini hanya bisa didapatkan melalui pengamatan, eksperimen, studi, dan penelitian yang mendalam akan suatu hal.

Setelah pengamatan empiris tersebut dilakukan, maka seorang ilmuwan dapat membentuk sebuah model dasar yang bisa dijadikan panduan dalam membuat hipotesis.

Laman sains Live Science menulis bahwa semua teori dan hipotesis sains yang ada di dunia ini harus melalui sebuah tahapan pembuktian empiris.

Itu sebabnya, penelitian dan studi mendalam wajib dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui dan menyimpulkan tentang sebuah pertanyaan ilmiah.

Tanpa pembuktian empiris, sains akan cenderung sulit untuk diterima dan bahkan bisa dituduh sebagai bagian dari pseudosains (ilmu semu).

***

Itulah dasar dalam prinsip dan karakter sains yang harus Anda ketahui. Bagaimana? Apa Anda juga tertarik mempelajari sains lebih dalam lagi?