Kategori
Sains

Fakta Menarik Mengenai Matahari

Fakta Menarik Mengenai Matahari

Fakta Menarik Mengenai Matahari, – Matahari adalah benda antariksa yang sangat menarik, sekaligus menakutkan dan misterius. Di Tata Surya kita, Matahari adalah obyek paling besar.

Tapi tahukah Anda? kalau ada ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari Matahari kita. Selain berwarna kuning, ternyata Matahari juga memiliki banyak warna, loh. Penasaran kan apa saja fakta menarik dari sang Surya kita? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Matahari itu adalah bintang

Dlansir https://christian-mommies.com, Jika selama ini Anda berpikir kalau bintang hanya dapat dilihat pada malam hari saja, eitss. Faktanya Matahari merupakan bintang juga di alam semesta ini. Mengapa Matahari disebut bintang? Bintang merupakan objek luar angkasa yang memancarkan cahayanya sendiri.

Bintang memancarkan cahayanya sendiri karena adanya proses reaksi fusi di dalam intinya, proses yang sangat ekstrem ini ‘memaksa’ empat atom hidrogen bersatu untuk menjadi satu atom helium. Jadi, Matahari adalah satu-satunya bintang di siang hari!

2. Bukan bola api, melainkan bola plasma

Pernahkah Anda memikirkan bagaimana bisa Matahari ‘terbakar’ di ruang angkasa yang di mana tentunya kita tahu kalau di sana tidak ada udara untuk api dapat menyala? Lebih baik jangan dipikirkan lagi, deh.

Matahari bukanlah bola api melainkan bola gas dalam bentuk plasma yang sangat panas, komposisinya kebanyakan terdiri dari 70 persen hidrogen dan 28 persen helium. Suhu permukaan Matahari sendiri mencapai 5.778 derajat celcius.

3. Pernah dianggap mengelilingi Bumi

Pada zaman dulu orang-orang masih percaya bahwa Matahari mengelilingi Bumi, dengan kata lain Bumi adalah pusat orbit Matahari.

Masa-masa itu dimulai ketika dua orang cerdas dari bangsa Yunani kuno bernama Plato dan Aristoteles pada abad ke-4 SM memperkenalkan pemikiran geosentrisme.

Dalam astronomi geosentris adalah suatu model yang menggambarkan kalau Bumi adalah pusat dari alam semesta. Matahari, Bulan beserta planet-planet semuanya mengelilingi Bumi dalam bentuk lingkaran.

Meskipun begitu, kita sangatlah beruntung dengan para ilmuwan-ilmuwan hebat pada masa lalu seperti Aristarchus of Samos, Johannes Kepler dan Sir Issac Newton yang telah membuktikan secara ilmiah kalau Bumi itu bukanlah pusat alam semesta.

4. Cahaya butuh 8 menit untuk sampai ke Matahari

Satu-satunya hal tercepat di alam semesta yang diketahui hingga saat ini adalah cahaya, para saintis biasanya lebih suka menyebutnya “foton” atau partikel cahaya. Saking cepatnya cahaya ini, bahkan kita bisa mengunjungi Bulan hanya dalam waktu 1.3 detik saja.

Berapa kecepatannya? Yaitu sekitar 299 792 458 m/s, bulatkan saja menjadi 300 juta m/s. Dengan jarak Bumi-Matahari 1 SA (Satuan Astronomi) atau 149.6 juta kilometer, cahaya dapat menempuh jarak sebesar itu hanya dalam waktu 8.3 detik.

Wahana antariksa nirawak tercepat buatan manusia saat ini adalah Parker Solar Probe yang memiliki kecepatan rata-rata 192.222 m/s, butuh waktu lebih dari 1 minggu untuk pergi ke Matahari dari Bumi.

5. Evolusi menjadi raksasa merah

Untuk saat ini Matahari masih menyimpan stok energi untuk reaksi fusinya setidaknya untuk 5 miliar tahun ke depan. Saat ini Matahari sedang berada pada fase stabil.

Komposisi utamanya adalah hidrogen yang suatu saat nanti Matahari akan kehabisan komposisinya. Saat itu terjadi, lapisan terluar Matahari mulai mengembang luar biasa.

Lapisan terluarnya akan membesar bahkan kemungkinan dapat mencapai orbit Bumi. Ada kemungkinan kehidupan di Bumi saat itu sudah punah akibat panas yang luar biasa. Bisa dikatakan Matahari adalah monster bagi Bumi kita di kemudian hari.

6. Butuh 230 juta tahun untuk mengelilingi galaksi

Setiap bintang yang kita lihat dengan mata telanjang di langit malam merupakan bintang-bintang yang berada pada sebuah galaksi bernama Bima Sakti atau Milky Way. Bintang-bintang ini memiliki waktu orbit dan jarak ke pusat galaksi yang berbeda-beda.

Matahari kita membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk menyelesaikan orbitnya, sedangkan jaraknya sendiri dari pusat galaksi itu sekitar 25.000 tahun cahaya. Matahari sendiri berada pada salah satu lengan galaksi yang bernama Orion.

7. Matahari memiliki banyak warna

Alasan mengapa Matahari terlihat putih di siang bolong lalu terlihat jingga kekuningan saat terbit maupun terbenam adalah karena Matahari memancarkan seluruh spektrum pada cahaya tampak. Mulai dari panjang gelombang 400 – 700 nanometer.

Atmosfer juga berperan terhadap perubahan warna pada Matahari. Saat di pagi hari cahaya Matahari harus melalui atmosfer yang tebal untuk sampai ke mata kita, sehingga hanya spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang tinggi (merah – kuning) saja yang dapat sampai ke mata kita.

Jika Matahari sudah berada di atas kepala maka semua spektrum cahaya tampak dapat mengenai mata kita sekaligus, pencampuran dari merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu membuat Matahari tampak berwarna putih.

8. Iklim Bumi bergantung pada matahari

Matahari adalah energi kehidupan kita di Bumi, cahayanya dimanfaatkan oleh banyak makhluk hidup di Bumi terutama tumbuh-tumbuhan.

Tidak hanya itu, perannya sangatlah penting terhadap perubahan iklim. Menurut NASA Matahari memiliki peran penting terhadap perubahan cuaca, iklim, arus laut bahkan pembentukan aurora juga dipengaruhi oleh angin Matahari.

***

Itulah beberapa fakta menarik dari sang surya kita, Bumi hanyalah budak dari Matahari yang tanpanya tentunya tidak mungkin ada kehidupan seperti sekarang ini. Matahari akan terus bersinar setidaknya untuk 5 miliar tahun ke depan.

Kategori
Sains

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati, – Temuan menarik dijumpai para astronom University of Warwick, Inggris saat memindai langit menggunakan Gran Telescopio Canarias yang berada di La Palma, Canary Island.

Mereka menemukan keberadaan sebuah puing arkeologi galaksi. Fragmen — yang sebagian besar tersusun dari besi, nikel, dan logam itu — adalah sisa dari inti planet tak dikenal, yang sudah hancur.

Material planetesimal tersebut kini mengorbit bekas bintangnya, SDSS J122859.93+104032.9, yang sekarang menjadi katai putih (white dwarf). Fragmen itu mengorbit sekali dalam 123 menit atau sekitar 2 jam. Sementara, jaraknya sekitar 410 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Virgo.

Melansir IDN Poker 88 Asia, Semua yang diciptakan pasti akan mati, cepat atau lambat. Hal ini juga berlaku pada salah satu energi terbesar di alam semesta, yaitu Matahari. Pusat tata surya tersebut diprediksi akan mati setidaknya tujuh hingga delapan miliar tahun dari sekarang.

Memang masih sangat lama, bahkan kemungkinan besar kita tidak akan menyaksikan proses sekaratnya sang surya.

Para ilmuwan memperkirakan, ukuran diameter fragmen tersebut antara 1 mil hingga ratusan mil. Material itu cukup padat, untuk lolos dari kehancuran akibat ledakan dan evolusi lanjutan dari bintang yang sedang menuju kematiannya itu.

Matahari akan menjadi bintang merah raksasa sebelum mati

Sebelum melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya, kita harus tahu bagaimana proses kematian Matahari terlebih dulu. Layaknya bintang lain, Matahari yang mati akan menyusut menjadi nebula atau bintang putih kerdil yang ukurannya lebih kecil dari Bumi.

Namun yang harus membuat kita khawatir bukanlah fase tersebut. Sebelum menyusut, Matahari akan memuai dan membuatnya menjadi bintang merah raksasa. Massa gas dan debu yang dikeluarkannya sebelum mati akan membentuk selubung di luar angkasa. Selubung ini sangat besar dan bahkan bisa mencapai setengah massa bintang tersebut.

Dalam tahap ini, Matahari seakan sedang “menghabiskan baterainya”. Ia menjadi sangat berbahaya bagi planet yang mengitarinya. Merkurius hingga Mars akan masuk ke dalam selubung api tersebut. Benar, Bumi juga “dilahap” oleh si bintang merah raksasa. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

Suhu Bumi sangat panas hingga lautan menguap

Fase Matahari berubah menjadi bintang merah raksasa terjadi setidaknya selama lima juta tahun. Di waktu tersebut, Bumi yang telah masuk ke dalam selubung Matahari akan semakin kacau.

Suhu menjadi sangat panas dan bahkan bisa membuat kulit terbakar. Saking panasnya lautan akan menguap menjadi hidrogen dan oksigen. Lambat laun, air di planet kita pun habis dan kehidupan manusia semakin sulit.

Atmosfer kemudian akan menebal dan dipenuhi oleh kedua komponen dari lautan tersebut. Strukturnya pun berubah hingga Bumi mirip seperti Venus. Di tahap ini, Bumi sudah tak layak lagi untuk ditinggali. Manusia kemungkinan besar akan mati. Namun jika teknologi sudah memadai, kita bisa pindah ke planet lain.