Kategori
Sains

Fakta Sains tentang Sejarah Penemuan Kemoterapi

Fakta Sains tentang Sejarah Penemuan Kemoterapi

Fakta Sains tentang Sejarah Penemuan Kemoterapi, – Sejarah kemoterapi menarik untuk disimak. Kemoterapi mulai dilirik sebagai salah satu modalitas terapi sejak awal permulaan abad ke-20. Akan tetapi, pada beberapa dekade awal, belum ada obat kemoterapi yang digunakan untuk pengobatan kanker.

Sampai ketika dalam pengamatan dimana ketika teknik bedah dan radiasi mendominasi terapi kanker. Pada tahun 1960-an didapatkan bahwa dengan teknik paling radikal pun. Tingkat kesembuhan tidak lebih dari 33%. Hal ini dikarenakan adanya mikrometastasis dari sel kanker.

Secara sederhana, kemoterapi dapat diartikan sebagai pengobatan yang digunakan untuk melawan sel-sel kanker. Menurut laman medis Cancer, pengobatan kemoterapi merupakan salah satu cara yang paling efektif. Untuk mencegah agar sel-sel kanker tidak kembali tumbuh dan membelah secara liar.

Hippocrates merupakan tokoh Yunani kuno yang menemukan pengobatan cikal bakal kemoterapi pada era Sebelum Masehi

Tentu saja, dunia medis saat ini juga harus berterima kasih kepada Hippocrates, seorang tokoh medis. Dokter, sekaligus ilmuwan yang sangat terkenal pada zamannya di tanah Yunani. Hippocrates memang keturunan dari keluarga terpandang. Ayahnya adalah seorang dokter sekaligus pendeta yang cukup disegani di Yunani pada kala itu.

Hippocrates merupakan tokoh yang dianggap sebagai Bapak Kedokteran dunia karena memang kontribusinya pada dunia medis cukuplah besar dan signifikan. Seperti dicatat dalam laman sains NCBI, untuk pertama kalinya, Hippocrates menemukan metode pengobatan dalam melawan tumor dan kanker. Bahkan, beberapa metode yang digunakan oleh Hippocrates masih digunakan hingga saat ini.

Dokter yang ada di era 460-370 Sebelum Masehi tersebut menemukan bahwa salah satu penyebab kanker adalah berlebihnya cairan empedu hitam yang bisa terjadi pada tubuh manusia. Pada saat itu, tindakan medis berupa pembedahan masih menjadi salah satu alternatif yang dianggap paling efektif untuk mengatasi masalah pada kesehatan.

Tulisan-tulisan karya Hippocrates juga membawa pencerahan bagi kebanyakan warga Yunani yang kala itu masih percaya bahwa penyakit diakibatkan oleh kutukan atau takhayul. Mayoritas tulisan-tulisannya berisi tentang teknik-teknik pengobatan medis dan juga tentang obat-obatan yang menjadi cikal bakal untuk digunakan pada pengobatan modern.

Sifat-sifat sel kanker mulai digagas oleh Ibnu Sina pada abad ke-10

Jurnal ilmiah yang dicatat dalam laman Galen Medical Journal menjelaskan bahwa Ibnu Sina pernah menulis mengenai beberapa sifat kanker yang dapat menyebar ke berbagai sel tubuh lainnya. Dalam pandangan dokter yang ada di era 980-1037 tersebut, kanker dapat menyebar ke organ tubuh lainnya meskipun sumber kanker sudah diatasi sebelumnya.

Pada kasus kanker payudara, misalnya, bisa saja sel kanker juga menyebar ke organ tubuh lainnya meskipun sumber kanker di payudara tersebut sudah diatasi sebelumnya. Pembelahan sel kanker ini tentu saja menjadi kerumitan tersendiri bagi dokter dan pasien pada umumnya.

Pendekatan-pendekatan dan studi yang dilakukan oleh Ibnu Sina rupanya membawa dampak pada terapi pengobatan kanker meskipun tidak didukung oleh peralatan medis canggih seperti saat ini. Konsep dari Ibnu Sina tersebut dikenal sebagai metastasis kanker (dalam bahasa Yunani berarti penyebaran sel kanker).

Kategori
Kimia Uncategorized

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah – Benzena adalah senyawa kimia organik yang merupakan salah satu komponen dalam minyak bumi. Senyawa kimia ini menjadi salah satu bahan petrokimia yang banyak digunakan di bidang industri. Bahkan, turunan dari benzena kerap digunakan sebagai bahan obat-obatan, produk kecantikan, hingga makanan.

Kabar buruknya, menurut dokter spesialis penyakit dalam RSCM Kencana, dokter Ari Fahrial Syam, zat kimia benzena ini adalah salah satu pemicu penyakit kanker darah.

Namun kita sering tidak sadar dengan keberadaan zat kimia ini, karena benzena memiliki produk turunan dengan berbagai nama lain.

1. Stirena

Stirena adalah produk turunan benzena yang biasa digunakan sebagai pelarut maupun bahan baku industri manufaktur.

Paparan stirena paling banyak lewat pernapasan, karena zat ini bisa terlepas ke udara saat proses produksi industri, emisi kendaraan bermotor, proses pembakaran dan asap rokok.

Meski begitu, stirena juga bisa mencemari perairan jika ada sampah mengandung zat ini dibuang ke sungai.

2. Fenol atau Asam Karbol

Fenol atau asam karbol ini biasa dipakai sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan obat-obatan. Fenol juga kerap digunakan sebagai antiseptik dan disinfektan.

Jadi sadar atau tidak, kita sebenarnya dikepung dengan berbagai bentuk produk mengandung fenol. Daripada khawatir, lebih baik sedikit demi sedikit mulai mengurangi ketergantungan terhadap produk kimia ini.

Untuk obat oles hingga obat pel, kita bisa meraciknya dari gabungan berbagai jenis minyak esensial yang terbuat dari tanaman.

3. Toluena

Nama toluena memang masih asing di telinga awam. Namun bagaimana dengan asam benzoat. Toluena adalah salah satu pelarut dan bahan baku pembuatan asam benzoat.

Dan zat kimia ini banyak banget dipakai untuk bahan pengawet makanan dan minuman.

Jadi lebih baik mulai sekarang bulatkan tekad untuk makan makanan yang fresh dan mengurangi konsumsi makanan kemasan.

4. Anilin

Wanita yang hobi mewarnai rambut, harus sering mengecek kandungan pewarna rambut yang digunakan nih.

Karena senyawa organik anilin kerap digunakan di produk pewarna rambut. Selain bisa menyerap di kulit kepala, senyawa aromatik ini juga bisa masuk ke tubuh jika terhirup.

Jadi, jika belum terlihat banyak uban di rambut, sebaiknya minimalisir penggunaan pewarna rambut. Kalau ingin terlihat trendi, masih bisa kok menggunakan pewarna rambut alami yang lebih aman.

5. Asam salisilat

Ini senyawa kimia ini paling banyak digunakan untuk kepentingan medis dan kecantikan. Mulai dari obat sakit kepala, salep anti jamur, shampoo, sabun hingga bedak, minyak wangi dan make up.

Kalau belum bisa menghindari semua produknya, setidaknya harus sudah mulai dikurangi sedikit demi sedikit.

Karena residu yang tertinggal di dalam tubuh tidak hanya berpotensi menimbulkan penyakit kanker darah, tapi juga bisa memengaruhi kinerja hormon reproduksi.

Tentunya, semua produk yang mengandung benzena ini sudah diukur kadar aman untuk digunakan atau dikonsumsi.

Kategori
Science Chemistry

Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Zat Kimia Pemicu Kanker Darah, – Benzena adalah senyawa kimia organik yang merupakan salah satu komponen dalam minyak bumi. Senyawa kimia ini menjadi salah satu bahan petrokimia yang banyak digunakan di bidang industri.

Bahkan kini, turunan dari benzena kerap digunakan sebagai bahan obat-obatan, produk kecantikan, hingga makanan.

Kabar buruknya, menurut dokter spesialis penyakit dalam RSCM Kencana, dokter Ari Fahrial Syam, zat kimia benzena ini adalah salah satu pemicu penyakit kanker darah.

Namun kita sering tidak sadar dengan keberadaan zat kimia ini, karena benzena memiliki produk turunan dengan berbagai nama lain.

Yuk kita lihat apa saja namanya.

Toluena

Nama toluena memang masih asing di telinga awam. Namun bagaimana dengan asam benzoat. Ya, toluena adalah salah satu pelarut dan bahan baku pembuatan asam benzoat.

Dan zat kimia ini banyak banget dipakai untuk bahan pengawet makanan dan minuman. Jadi lebih baik mulai sekarang bulatkan tekad untuk makan makanan yang fresh dan mengurangi konsumsi makanan kemasan.

Stirena

Stirena adalah produk turunan benzena yang biasa digunakan sebagai pelarut maupun bahan baku industri manufaktur. Paparan stirena paling banyak lewat pernapasan, karena zat ini bisa terlepas ke udara saat proses produksi industri, emisi kendaraan bermotor, proses pembakaran dan asap rokok. Meski begitu, stirena juga bisa mencemari perairan jika ada sampah mengandung zat ini dibuang ke sungai.

Cari terbaik hindari zat ini, jangan terlalu sering keluar rumah dan selalu gunakan masker saat bepergian. Pastikan juga air yang kita minum terjamin kebersihannya.

Anilin

Wanita yang hobi mewarnai rambut, harus sering mengecek kandungan pewarna rambut yang digunakan nih. Karena senyawa organik anilin kerap digunakan di produk pewarna rambut. Selain bisa menyerap di kulit kepala, senyawa aromatik ini juga bisa masuk ke tubuh jika terhirup.

So, kalau belum terlihat banyak uban di rambut, sebaiknya minimalisir penggunaan pewarna rambut. Kalau ingin terlihat trendi, masih bisa kok menggunakan pewarna rambut alami yang lebih aman.

Fenol atau Asam Karbol

Fenol atau asam karbol ini biasa dipakai sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan obat-obatan. Fenol juga kerap digunakan sebagai antiseptik dan disinfektan.

Jadi sadar nggak, kita sebenarnya dikepung dengan berbagai bentuk produk mengandung fenol. Daripada khawatir, lebih baik sedikit demi sedikit mulai mengurangi ketergantungan terhadap produk kimia ini.

Untuk obat oles hingga obat pel, kita bisa meraciknya dari gabungan berbagai jenis minyak esensial yang terbuat dari tanaman. Mengurangi penggunaan plastik wadah makanan atau minuman juga bisa diterapkan.

Asam salisilat

Ini nih senyawa kimia ini paling banyak digunakan untuk kepentingan medis dan kecantikan. Mulai dari obat sakit kepala, salep anti jamur, shampoo, sabun hingga bedak, minyak wangi dan make up.

Kalau belum bisa menghindari semua produknya, setidaknya harus sudah mulai dikurangi sedikit demi sedikit. Karena residu yang tertinggal di dalam tubuh tidak hanya berpotensi menimbulkan penyakit kanker darah, tapi juga bisa memengaruhi kinerja hormon reproduksi.

Tentunya, semua produk yang mengandung benzena ini sudah diukur kadar aman untuk digunakan atau dikonsumsi. Yang berbahaya adalah saat kita gunakan secara berlebihan. Untuk lebih amannya, lebih baik hindari produk kimiawi dan kembali gunakan produk alami.

Selain menyehatkan, kita juga bisa ikut membantu mengerem laju pemanasan global, dengan mengurangi penggunaan produk kimia turunan dari minyak bumi.