Kategori
Science Chemistry

Hakikat Ilmu Kimia

Hakikat Ilmu Kimia

Hakikat Ilmu Kimia, – Jika mendengar istilah reaksi kimia, apa yang ada di benak kamu? Pasti menyeramkan, berbahaya, rumit, atau justru menyenangkan?

Tidak semua orang suka dengan kimia. Hal itu disebabkan oleh adanya zat-zat kimia yang sering diidentikkan dengan zat-zat beracun atau berbahaya.

Dikutip http://bobsledsong.com, meskipun demikian, hampir seluruh produk yang manusia gunakan saat ini melibatkan reaksi kimia dalamnya, misalnya saja parfum, sabun, detergen, obat-obatan, pembakaran LPG. Dan masih banyak lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk tahu lebih dalam tentang ilmu kimia atau hakikat ilmu kimia.  Pembahasan selengkapnya mengenai hakikat ilmu kimia bisa kamu temukan pada artikel ini. Check this out!

Pengertian Ilmu Kimia

Ilmu Kimia adalah bagian dari IPA yang fokus pada pembahasan tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya. Apa maksudnya susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi?

  • Susunan materi

Maksud dari Susunan materi adalah tentang unsur, senyawa, dan campuran.

  1. Unsur adalah zat paling sederhana yang sudah tidak bisa bagi lagi, contohnya Na, H, O, Fe, dan C.
  2. Senyawa adalah zat yang terbentuk dari gabungan beberapa unsur dengan perbandingan tertentu. Contoh senyawa adalah CO2, H2O, dan CaCO3.
  3. Campuran adalah gabungan antara dua zat atau lebih mana sifat penyusunnya tidak berubah. Contoh campuran adalah larutan gula, susu, air kanji, dan sebagainya.
  • Struktur materi

Struktur materi menjelaskan tentang ikatan yang terjadi antaratom sampai terbentuk molekul unsur, molekul senyawa, atau ion.

  1. Contoh molekul unsur adalah O2, N2, H2, dan P4.
  2. Contoh ion adalah Na+, Cl, dan Ca2+.
  3. Contoh molekul senyawa adalah CO2, H2O, dan CaCO3.
  • Sifat materi

Sifat materi yang dimaksud lebih mengarah ke sifat-sifat kimia suatu zat, misalnya mudah terbakar, mudah mengalami korosi, mudah bereaksi dengan zat lain, dan sebagainya.

  • Perubahan materi

Perubahan materi dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, contohnya lilin yang dibakar, es mencair, dan sebagainya.
  2. Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru akibat adanya reaksi kimia, contohnya besi berkarat, kayu dibakar menjadi abu, dan nasi menjadi basi.
Prinsip Dasar Hakikat Ilmu Kimia

Prinsip dasar yang menjadi acuan perkembangan ilmu Kimia adalah adanya perubahan bentuk atau susunan partikel menjadi bentuk lain dengan sifat yang berbeda.

Contohnya zat A reaksikan dengan zat B, reaksi antara keduanya pasti menghasilkan zat baru, sebut saja zat C, yang mana sifat zat C ini berbeda dengan sifat zat A maupun B.

Ruang Lingkup Kimia

Ruang lingkup Kimia meliputi susunan, struktur, sifat, serta perubahan materi dan yang menyertainya. Secara umum, perbedaan kimia menjadi dua, yaitu kimia deskriptif dan kimia teoritis.

  1. Kimia deskriptif adalah ilmu Kimia yang dapat melalui pengamatan sifat zat.
  2. Kimia teoritis adalah ilmu kimia yang membahas tentang materi. Adapun contoh Kimia teoritis adalah sebagai berikut.
  3. Kimia Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara Kimia dan Fisika. Bahasan dalam Kimia Fisika adalah zat secara makroskopis, atomik, maupun subatomik tinjauan berdasarkan hukum-hukum dalam Fisika.
  4. Kimia Organik adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, dan komposisi senyawa organik.
  5. Kimia anorganik adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur, sifat, dan komposisi senyawa anorganik.
  6. Kimia Analitik adalah ilmu yang mempelajari tentang kandungan suatu zat.
  7. Kimia Lingkungan adalah ilmu yang mempelajari tentang dampak pencemaran lingkungan, metode penghitungan kadar pencemaran, dan sebagainya.
  8. Biokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang materi-materi dalam proses metabolisme tubuh.
Metode Ilmiah

Penting bagi ilmuwan untuk memahami metode ilmiah yang baik dan benar. Gagasan yang mereka usulkan hanya bisa terjawab melalui metode ilmiah. Adapun langkah-langkah yang harus lakukan dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut.

  1. Merumuskan masalah dengan cara fokus pada bahasan tertentu atau tema tertentu.
  2. Mengkaji teori atau penelitian sebelumnya yang bertujuan untuk menghindari tumpang tindih penelitian.
  3. Mengajukan hipotesis bertujuan untuk mendapatkan kesimpulan sementara berdasarkan analisis.
  4. Melakukan eksperimen untuk menguji hipotesis.
  5. Mengumpulkan data.
  6. Mengolah dan menganalisis data-data hasil penelitian.
  7. Membuat kesimpulan.
  8. Melaporkan hasil penelitian dalam bentuk laporan ilmiah.

Seluruh produk yang biasa kamu gunakan juga tidak akan lepas dari Kimia, contohnya kosmetik. Belajar Kimia akan jauh lebih mudah jika imbangi dengan seringnya berlatih mengerjakan soal.