Kategori
Sains

Fakta Sains tentang Golongan Darah Manusia

Fakta Sains tentang Golongan Darah Manusia – Manusia memiliki tipe dan jenis darah yang berbeda-beda. Perbedaan jenis darah tersebut digolongkan ke dalam sebuah klasifikasi yang dinamakan golongan darah atau blood type. Secara umum, menurut http://jeoleuro.com/ golongan darah manusia dibagi menjadi 4 jenis, yakni A, B, AB, dan O.

2222650193 - Fakta Sains tentang Golongan Darah Manusia

Namun, jika diteliti lebih lanjut, golongan-golongan darah tersebut masih dibagi lagi berdasarkan rhesus (Rh) darahnya. Bahkan, ada jenis golongan darah yang dinilai sangat langka dan nyaris dianggap tidak ada. Yuk, kita ungkap fakta mengenai golongan darah manusia.

1. Sejarah pembagian golongan darah

Dilansir Britannica, pada awalnya seorang dokter asal Inggris bernama William Harvey menemukan sistem peredaran darah tertutup yang diamati dari hewan. Melansir dari https://103.55.38.71/ Ia menerbitkan tesis mengenai sirkulasi darah pada 1628 dan membuka peluang pada eksperimen transfusi darah pertama yang dilakukan pada hewan di tahun 1665.

Lalu pada 1667, ilmuwan bernama Richard Lower melakukan riset transfusi darah dari domba ke tubuh manusia. Selanjutnya, studi mengenai darah manusia berlanjut di Jerman pada 1875 oleh Profesor Leonard Landois. Ilmuwan Jerman tersebut mengungkap bahwa kegagalan transfusi diakibatkan oleh penggumpalan darah akibat perbedaan jenis darah.

Pada akhirnya, tepatnya 1901, ilmuwan Amerika bernama Karl Landsteiner menemukan bahwa darah manusia memiliki antigen, antibodi, dan senyawa khusus yang berlainan satu sama lain. Ia mengelompokkan beberapa jenis darah tersebut menjadi 4 golongan darah utama, yakni A, B, AB, dan O.

2. Golongan darah diklasifikasikan ke dalam kelompok yang lebih detail

Ternyata, golongan darah masih dibagi lagi berdasarnya rhesus darahnya. Menurut laman National Health Service, masing-masing dari empat jenis golongan darah yang ada memiliki Rh positif dan Rh negatif. Tujuan pengenalan klasifikasi ini untuk mengetahui antigen dalam darah manusia. Nah, apa yang dimaksud dengan rhesus darah?

Secara sederhana, rhesus (Rh) bisa diartikan sebagai protein yang menjadi antigen dan terdapat di permukaan sel darah merah. Jika darah seseorang memiliki faktor Rh, maka darahnya mengandung rhesus positif. Namun, jika tidak, maka golongan darah orang tersebut dikelompokkan sebagai rhesus negatif.

3. Golongan darah O+ menjadi yang terbanyak dan AB- menjadi yang paling langka

Dalam klasifikasi umum, golongan darah O+ menjadi golongan darah mayoritas di dunia dengan jumlah sebanyak 37 persen dari populasi, dicatat dalam American Red Cross. Sementara, golongan darah AB- menjadi jenis golongan darah paling sedikit, yakni 0,36 persen dari total populasi dunia.

Masih dalam laman yang sama, golongan darah pada anak juga sangat dipengaruhi dari golongan darah kedua orang tuanya. Ayah bergolongan darah O dan ibu bergolongan darah AB, misalnya, maka akan melahirkan anak dengan golongan darah A atau B. Oh ya, golongan darah O juga dianggap sebagai pendonor universal.

4. Pembagian golongan darah akan meminimalkan inkompatibilitas ABO

Dalam kasus darurat, golongan darah O bisa diberikan kepada orang dengan golongan darah berbeda. Itu sebabnya, golongan darah O dianggap sebagai pendonor universal. Di lain sisi, orang dengan golongan darah AB dianggap sebagai penerima universal karena bisa menerima darah dari golongan darah mana pun.

Akan tetapi, cara paling aman dan ideal dalam transfusi darah harus tetap dilakukan oleh golongan darah yang sama, baik itu pendonor maupun penerima. Jika transfusi darah dilakukan sembarangan, bisa berdampak fatal pada penerima karena sistem antibodi di tubuhnya bereaksi secara berlebihan.