Kategori
Kimia

Bahan Kimia Berbahaya yang Sering Ada di dalam Rumah

Bahan Kimia Berbahaya yang Sering Ada di dalam Rumah – Bahan kimia yang berpotensi berbahaya dapat ditemukan di mana saja, bahkan di setiap sudut di rumah. Menurut http://jeoleuro.com/ Jika tidak disimpan atau digunakan dengan benar, produk ini dapat menyebabkan masalah kesehatan ringan hingga serius.

hati hati bahan kimia berbahaya ini kerap ditemukan dalam produk rumah tangga 1625111571 - Bahan Kimia Berbahaya yang Sering Ada di dalam RumahKira-kira, apakah bahan kimia ini dan apa saja bahaya yang mungkin ditimbulkan? Mari kita cari tahu jawabannya lewat pembahasan berikut ini.

1. Bisphenol A

Bisphenol A atau BPA adalah bahan kimia yang biasa ditemukan dalam plastik, seperti botol dan food container atau wadah penyimpan makanan. Dilansir Mayo Clinic, bahan kimia ini dikaitkan dengan risiko penyakit arteri koroner, peningkatan tekanan darah, dan masalah dengan perkembangan reproduksi perempuan.

Melansir dari https://116.193.191.130/ Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengatakan bahwa BPA aman bagi manusia, tetapi sebenarnya hal ini ditentang oleh komunitas ilmiah. Untuk menghindari paparan BPA, kamu harus menghentikan memasukkan wadah makanan berbahan dasar plastik ke dalam microwave, mengurangi konsumsi makanan kalengan, dan mengganti wadah plastik dengan alternatif, seperti kaca atau stainless steel.

2. Ftalat

Ftalat adalah bahan kimia dalam keluarga plasticizer yang membuat plastik tahan lama dan fleksibel. Sebenarnya, ftalat dilarang digunakan dalam mainan dan produk anak-anak, tetapi bahan kimia ini terus digunakan dalam manufaktur dan memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan.

Menurut data dari IHS Markit, ftalat menyumbang 65 persen dari konsumsi plasticizer dunia. Paparan ftalat dikaitkan dengan sejumlah masalah reproduksi, seperti penurunan fungsi reproduksi, obesitas, attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), asma, diabetes, dan kanker payudara.

3. Pestisida

Pestisida biasa ditemukan pada buah-buahan, sayuran, hingga susu. Digunakan sebagai pembunuh gulma, tetapi bisa bersifat racun bagi manusia.

Penelitian dalam jurnal The Lancet tahun 2015 menunjukkan bahwa paparan pestisida tertentu dapat menyebabkan kanker, seperti leukemia dan limfoma non-Hodgkin. Pestisida juga telah dikaitkan dengan risiko autisme pada bayi dan ADHD pada anak-anak dan remaja. Untuk menghindari paparan pestisida, ada baiknya kamu beralih ke makanan organik.

4. Bleaching

Produk bleaching dalam rumah tangga mengandung bahan kimia yang disebut natrium hipoklorit. Dijelaskan dalam laman Cleveland Clinic, cairan dan uap pemutih klorin dapat mengiritasi kulit, mata, hidung, dan tenggorokan. Dermatitis dapat terjadi akibat kontak langsung dengan kulit. Apabila tertelan, ini dapat menyebabkan cedera esofagus, iritasi lambung, mual, dan muntah yang berkepanjangan.

Ingatlah untuk tidak mencampur pemutih klorin dengan produk pembersih rumah tangga lainnya dan terutama dengan amonia. Sebab, melakukan hal ini dapat menyebabkan berbagai jenis gas beracun dilepaskan, yang dapat menyebabkan masalah pernapasan yang sangat serius.

5. Asbes

Asbes adalah mineral yang tahan terhadap panas dan korosi kimia dan dapat dicampur dengan bahan lain untuk memperkuatnya. Bahan bangunan modern mungkin mengandung asbes hingga satu persen, sedangkan bangunan tua cenderung mengandung asbes dalam persentase yang lebih tinggi.

Dilansir Green America, serat asbes dapat terhirup dan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan peradangan, jaringan parut, penyakit pernapasan, dan kanker. Meskipun sampai saat ini penggunaan abses tidak dilarang, tetapi ada baiknya kamu mempertimbangkan untuk menggunakan material yang lain karena begitu asbes rusak, debu asbes akan beterbangan dan terhirup yang menyebabkan masalah kesehatan.

Kategori
Kimia Sains

Gas Kimia Paling Berbahaya di Dunia

Gas Kimia Paling Berbahaya di Dunia

Gas Kimia Paling Berbahaya di Dunia – Tentara Nazi adalah salah satu pasukan kejam yang tidak kenal takut dan ampun saat melawan musuh. Namun, ada satu hal yang membuat pasukan berani mati ini ketakutan, bukan senjata perang melainkan sebuah zat kimia bernama ‘N-stoff’. Zat kimia itu dianggap sangat berbahaya, dan membuat Nazi batal menggunakannya sebagai senjata.

Beberapa jenis gas kimia yang ada di dunia ini ternyata memiliki dampak mematikan bagi siapa saja yang menghirupnya, termasuk manusia.

Bahkan ada gas yang dapat membunuh manusia dengan sangat cepat.

Arsenik

Dalam tabel periodik, arsenik termasuk unsur kimia dengan nomor 33. Livescience.com menuliskan bahwa arsenik memiliki 33 elektron dan 33 proton dengan lima elektron valensi (dapat membentuk ikatan kimia dengan unsur lainnya) di bagian terluarnya.

Biasanya unsur kimia ini ditemukan di kerak bumi dan tergabung dalam mineral bumi lainnya. Arsenik sangat berbahaya bagi kehidupan, karena dapat mencemari makanan, minuman, dan udara.

Keracunan arsenik bisa sangat menyakitkan dan mematikan bagi manusia. Dalam jumlah yang besar, arsenik dapat menyebabkan kematian secara langsung. Apalagi arsenik merupakan salah satu unsur kimia yang sangat mudah tersublimasi, dari wujud padat bisa berubah ke wujud gas.

Karbon monoksida

Dalam jumlah sedikit karbon monoksida sudah bisa membuatmu sesak napas berat dan dalam jangka panjang akan mengakibatkan kanker paru-paru. Dalam jumlah besar, gas ini akan langsung membunuh siapa saja yang menghirupnya.

Mengapa karbon monoksida dimasukkan sebagai gas mematikan? Sifat gas ini sangat berkaitan dengan hemoglobin dalam tubuh manusia.

Hemoglobin yang secara normal akan mengikat oksigen, jika terpapar dengan karbon monoksida, maka hemoglobin akan melepaskan oksigen dan justru akan mengikat karbon monoksida ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Itulah sebabnya mengapa orang yang menghirup karbon monoksida akan meninggal karena kekurangan oksigen. Mati lemas diakibatkan karena otak sudah tidak sanggup bekerja normal akibat tidak adanya pasokan oksigen.

Compound 1080

Nama senyawa ini adalah sodium fluoroacetate, dan sering disebut dengan compound 1080. Gas ini termasuk salah satu gas yang sangat mematikan bagi manusia.

Dengan sekali hirup, kepala akan terasa sangat pusing dan pada akhirnya manusia akan mengalami kematian akibat gagal napas. Bahan dasar gas beracun ini sebetulnya dari ekstrak tanaman beracun, di mana racun tanaman biasanya akan berguna untuk melindungi tanaman dari herbivor.

Dengan tujuan awal untuk membunuh hama tikus, gas beracun ini tentu memiliki manfaat bagi banyak orang. Namun jika tidak berhati-hati, gas ini bisa membunuh penggunanya dengan sangat cepat.

Klorin

Klorin merupakan salah satu unsur kimia yang sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Unsur kimia dengan nomor atom 17 ini berwarna hijau pucat dan memiliki kepadatan 2,5 kali lipat dibandingkan dengan gas lainnya.

Dalam bentuk gas, klorin bisa sangat beracun dan mematikan. Sedangkan dalam bentuk cair, klorin bisa berguna untuk pemutih dan desinfektan yang sangat efektif membunuh kuman dan bakteri.

Menghirup klorin dalam wujud gas dapat merusak saluran pernapasan, hingga menyebabkan sesak napas, mual, batuk, muntah, dan tak sadarkan diri. Dalam kasus terberat bisa mengakibatkan kematian pada manusia.