Kategori
Sains

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati, – Temuan menarik dijumpai para astronom University of Warwick, Inggris saat memindai langit menggunakan Gran Telescopio Canarias yang berada di La Palma, Canary Island.

Mereka menemukan keberadaan sebuah puing arkeologi galaksi. Fragmen — yang sebagian besar tersusun dari besi, nikel, dan logam itu — adalah sisa dari inti planet tak dikenal, yang sudah hancur.

Material planetesimal tersebut kini mengorbit bekas bintangnya, SDSS J122859.93+104032.9, yang sekarang menjadi katai putih (white dwarf). Fragmen itu mengorbit sekali dalam 123 menit atau sekitar 2 jam. Sementara, jaraknya sekitar 410 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Virgo.

Melansir IDN Poker 88 Asia, Semua yang diciptakan pasti akan mati, cepat atau lambat. Hal ini juga berlaku pada salah satu energi terbesar di alam semesta, yaitu Matahari. Pusat tata surya tersebut diprediksi akan mati setidaknya tujuh hingga delapan miliar tahun dari sekarang.

Memang masih sangat lama, bahkan kemungkinan besar kita tidak akan menyaksikan proses sekaratnya sang surya.

Para ilmuwan memperkirakan, ukuran diameter fragmen tersebut antara 1 mil hingga ratusan mil. Material itu cukup padat, untuk lolos dari kehancuran akibat ledakan dan evolusi lanjutan dari bintang yang sedang menuju kematiannya itu.

Matahari akan menjadi bintang merah raksasa sebelum mati

Sebelum melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya, kita harus tahu bagaimana proses kematian Matahari terlebih dulu. Layaknya bintang lain, Matahari yang mati akan menyusut menjadi nebula atau bintang putih kerdil yang ukurannya lebih kecil dari Bumi.

Namun yang harus membuat kita khawatir bukanlah fase tersebut. Sebelum menyusut, Matahari akan memuai dan membuatnya menjadi bintang merah raksasa. Massa gas dan debu yang dikeluarkannya sebelum mati akan membentuk selubung di luar angkasa. Selubung ini sangat besar dan bahkan bisa mencapai setengah massa bintang tersebut.

Dalam tahap ini, Matahari seakan sedang “menghabiskan baterainya”. Ia menjadi sangat berbahaya bagi planet yang mengitarinya. Merkurius hingga Mars akan masuk ke dalam selubung api tersebut. Benar, Bumi juga “dilahap” oleh si bintang merah raksasa. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

Suhu Bumi sangat panas hingga lautan menguap

Fase Matahari berubah menjadi bintang merah raksasa terjadi setidaknya selama lima juta tahun. Di waktu tersebut, Bumi yang telah masuk ke dalam selubung Matahari akan semakin kacau.

Suhu menjadi sangat panas dan bahkan bisa membuat kulit terbakar. Saking panasnya lautan akan menguap menjadi hidrogen dan oksigen. Lambat laun, air di planet kita pun habis dan kehidupan manusia semakin sulit.

Atmosfer kemudian akan menebal dan dipenuhi oleh kedua komponen dari lautan tersebut. Strukturnya pun berubah hingga Bumi mirip seperti Venus. Di tahap ini, Bumi sudah tak layak lagi untuk ditinggali. Manusia kemungkinan besar akan mati. Namun jika teknologi sudah memadai, kita bisa pindah ke planet lain.