Kategori
Sains

5 Alasan Sains Ungkap bahwa Mamalia Lebih Cerdas dari Kelas Lainnya

5 Alasan Sains Ungkap bahwa Mamalia Lebih Cerdas dari Kelas Lainnya – Secara umum, mamalia bisa di artikan sebagai kelompok atau golongan organisme biologis vertebrata yang memiliki kelenjar susu. Organisme betina dari kelas mamalia akan menghasilkan susu untuk sumber makanan bagi anak-anaknya. Bukan hanya hewan, kelas mamalia juga mencakup manusia karena dalam taksonomi biologi, manusia masuk dalam filum Chordata dan ordo Primata.

Pengertian Mamalia Klasifikasi dan Contoh Kumpulan Hewan Mamalia - 5 Alasan Sains Ungkap bahwa Mamalia Lebih Cerdas dari Kelas Lainnya

Berikut ini adalah alasan sains menyebut mamalia adalah mahluk yang lebih cerdas di banding burung,ikan , dan lain-lain.

1. Mamalia berevolusi sejak ratusan juta tahun lalu

Yang pertama di lansir dari http://jeoleuro.com/ Evolusi sudah tidak terbantahkan lagi dalam dunia keilmuan biologi dan biomolekuler. Secara umum, evolusi bisa diartikan sebagai perubahan mikro (frekuensi alel) dan makro (fisik) yang bisa terjadi dalam sebuah populasi dalam rentang waktu yang sangat lama. Evolusi juga tidak pernah menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Sebaliknya, justru manusia di pisahkan dalam genus tersendiri, yakni Homo.

Untuk evolusi yang terjadi pada mamalia membutuhkan waktu yang sangat panjang dan kompleks. Bahkan, seperti di ulas dalam laman Nature, kelas mamalia sudah mulai bertransisi sejak 185 juta tahun lalu dan berdampingan dengan kelas reptil dinosaurus.

2. Sama-sama berevolusi, mamalia lebih menggunakan otaknya ketimbang ototnya

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan, terbukti bahwa mamalia lebih menggunakan kemampuan otaknya ketimbang ototnya. Hewan mamalia yang hanya sebesar kucing rumahan sanggup bertahan hidup dari ganasnya alam selama jutaan tahun. Hal ini sudah di konfirmasi melalui bukti-bukti fosil yang di kumpulkan oleh ilmuwan, dicatat dalam Smithsonian Magazine.

Kebiasaan purba dari mamalia yang selalu menggunakan kinerja otaknya rupanya membentuk sebuah transisi evolusi yang baru, yakni organisme biologis yang cerdas meskipun tidak di dukung dengan tubuh yang besar dan kuat. Munculnya ordo primata dalam golongan mamalia adalah salah satu bukti kuat bahwa kecerdasan sanggup berevolusi dari waktu ke waktu.

3. Kapasitas otak mamalia lebih besar

Setelah kita paham mengenai alasan pada poin 1 dan 2 di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa otak mamalia pada akhirnya yang akan mengalami perkembangan lebih baik daripada organisme lainnya di dunia. Sebuah jurnal sains yang di terbitkan dalam Science Advance mengungkap bahwa reptil di nosaurus tidak memiliki kapasitas otak sebesar mamalia, padahal ukuran tubuh mereka sangat besar dan kuat.

Kita bisa melihat bagaimana manusia (homo sapiens), simpanse, lumba-lumba, paus, kelelawar, anjing, kucing, dan jenis mamalia lainnya bisa melakukan interaksi dan tugas kompleks lebih baik di bandingkan dengan kelas organisme lainnya seperti ikan, reptil, burung, amfibi, serangga, dan vermis (kelompok cacing).

4. Meski tidak semuanya, mamalia terbiasa hidup secara berkelompok

Manusia, simpanse, lumba-lumba, serigala, kelelawar, gajah, singa, paus pembunuh, dan lain sebagainya adalah deretan mamalia yang hidupnya berkelompok dan bersifat sosial. Ada beberapa golongan mamalia soliter atau penyendiri seperti harimau, citah, koala, dan badak hitam. Namun, jumlah mereka masih jauh lebih sedikit ketimbang mamalia sosial.

Dengan bersatu dan bekerja sama, mamalia bisa saling menjaga dan mencari makan bersama-sama. Hal itu tentu saja meminimalkan risiko serangan predator lainnya. Satu lagi, dengan hidup berkelompok, kecerdasan mereka akan berkembang lebih baik.

5. Konsep “survival of the fittest” bisa diterapkan oleh mamalia

Yang terakhir menurut http://icilachine.com Survival of the fittest adalah konsep evolusi yang mengacu pada seberapa adaptif organisme dalam menghadapi ganasnya alam. Sejarah sudah membuktikan bahwa ukuran dan kekuatan fisik bukanlah faktor dominan yang bisa di gunakan untuk menghadapi ganasnya alam. Jika organisme tidak siap untuk bertahan, maka mereka harus mengalami seleksi alam.

Meskipun terdengar sederhana, ada banyak populasi makhluk hidup yang harus punah akibat seleksi alam. Dinosaurus yang sangat kuat bisa punah karena memang mereka tidak fit atau adaptif di alam liar. Berbeda dengan hewan-hewan kecil lainnya, misalnya mamalia. Dengan tubuh yang relatif kecil, di tambah dengan kecerdasan yang luar biasa, mereka bisa menjadi penyintas di alam liar.

Kategori
Sains

Beberapa Hewan Ini Sanggup Hidup di Lingkungan yang Ekstrem

Beberapa Hewan Ini Sanggup Hidup di Lingkungan yang Ekstrem

Beberapa Hewan Ini Sanggup Hidup di Lingkungan yang Ekstrem, – Memang tidak semua orang bisa beradaptasi dengan baik dengan suhu dingin yang ekstrem. Apalagi bagi mereka yang tinggal di negara dua musim. Namun tahukah Anda bahwa ada hewan yang bisa beradaptasi dengan baik di suhu dingin yang ekstrem?

Ya, di dunia ini ada beberapa hewan yang mampu hidup dan bertahan dengan baik di suhu ekstrem.

Apa definisi hewan yang kuat menurut kamu? Hewan yang punya badan besar seperti gajah? Atau hewan bertaring tajam seperti singa, dan buaya yang bisa memburu mangsa dengan cepat? Tidak dipungkiri, ketiga hewan di atas memang kuat. Tapi kadang, kekuatan tidak melulu soal fisik.

Biasanya sebagian besar amfibi cukup sensitif terhadap dingin, tapi katak kayu berbeda. Ketika merespon udara dingin, tubuh katak kayu akan membanjiri tubuhnya dengan krioprotektan yang membantu menjaga agar katak tidak membeku. Lalu menumpuk urea di jaringan hati mereka untuk mengubah glikogen menjadi glukosa.

Beruang air atau tardigrade

Meski namanya beruang air, tapi hewan ini sebenarnya bukan beruang. Disebut beruang air, karena bentuknya memang mirip beruang jika kamu melihatnya melalui mikroskop elektron. Beruang air atau yang juga dikenal dengan nama tartigrade adalah hewan super mungil dengan panjang 0,04 inchi.

Hewan ini ada di mana-mana, dan memiliki lebih dari 1.200 spesies. Tapi yang luar biasa dari hewan ini bukanlah jumlahnya yang banyak, melainkan kemampuan mereka bertahan hidup. Tardigrade bisa hidup tanpa makan dan minum selama beberapa dekade.

Kehebatan lainnya, tardigrade juga bisa hidup di suhu super dingin -273 derajat celcius atau suhu super panas 150 derajat celcius. Saking kuatnya, para astronom NASA bahkan pernah mengirim hewan super mungil ini ke luar angkasa, dan kembali dalam keadaan hidup.

Cacing Pompeii

Ada banyak hal yang aneh dari cacing ini. Pertama, adalah namanya. Karena nama cacing ini terinspirasi dari sebuah kota besar yang hancur karena letusan gunung Vesuvius, yaitu Pompeii. Namun tidak seperti warga kota Pompeii yang berubah jadi batu, cacing Pompeii justru sangat kuat menahan panas.

Percaya atau tidak, di saat tangan manusia melepuh karena suhu 80 derajat celcius, cacing Pompeii justru bertahan tanpa kepanasan. Rahasianya ternyata adalah bakteri misterius yang menyelimuti tubuhnya, membuat cacing terlindung dari logam berat yang dihasilkan oleh ventilasi hidrotermal di dasar Pasifik.

Beruang kutub

Tidak seperti tiga hewan di awal yang berukuran mini, beruang kutub jelas merupakan raksasa. Beruang jantan bisa mencapai panjang tiga meter dengan berat 600 kg. Beda dengan beruang hitam, beruang kutub hidup di Arktik, di mana suhu rata-rata bisa mencapai -29 derajat fahrenheit selama musim dingin karena matahari tidak pernah terbit.

Karena tinggal di tempat super dingin, hewan raksasa ini dianugerahi dengan bulu super tebal yang berfungsi sebagai mantel. Seolah belum cukup, beruang kutub juga memiliki lapisan lemak setebal 4,5 inci di bawah kulitnya agar mereka tetap hangat bahkan di suhu yang sanggup membuat manusia membeku kedinginan.