Kategori
Sains

Misteri Zaman Purba yang Belum Terungkapkan, Bagaimana Tanggapan Sains?

Misteri Zaman Purba

Misteri Zaman PurbaBumi sudah terbentuk sejak kisaran 4 hingga 4,6 miliar tahun yang lalu. Masa-masa setelahnya, zaman dimana Bumi masih dianggap sangat muda dan purba, ada banyak sekali kejadian yang barangkali tidak dapat dinalarkan oleh sains.

Baca juga : Gerhana Matahari Cincin Tidak Bisa saksikan di Jakarta

Jika saja ada mesin waktu, mungkin para ilmuwan dan ahli Bumi tak akan kesulitan dalam memprediksi apa yang telah terjadi di zaman purba. Namun, toh nyatanya hanya dengan jejak-jejak fosil dan karbon, sains dapat mengungkap sebagian besar dari kejadian-kejadian tersebut.

Nah, kira-kira kejadian apa saja ya yang masih menjadi misteri bagi sains hingga kini? Bagaimana tanggapan sains akan hal tersebut? Yuk, disimak!

Fase Diam Bumi

Seperti dicatat dalam laman Science Alert, Bumi pernah mengalami era atau waktu yang dinamakan Fase Diam. Para ilmuwan masih belum mengetahui dengan detail apa yang sebetulnya terjadi di masa tersebut.

Fase Diam adalah era atau fase yang terjadi di Bumi dan menjadi jeda selama 1 miliar tahun. Fase ini terjadi pada rentang 2,2 miliar tahun lalu dan berakhir sekitar 1 miliar setelahnya. Apa yang terjadi selama 1 miliar tahun tersebut? Sebuah penciptaan makhluk hidupkah?

Para ilmuwan dan ahli geologi hanya bisa memperkirakan bahwa Fase Diam merupakan kondisi di mana oksigen benar-benar melimpah di Bumi. Kala itu planet kita benar-benar dalam keadaan hening dan mungkin saja dalam era tersebut ada sebuah jawaban dari teka-teki tentang asal muasal kehidupan yang belum terungkap.

Zaman yang dinamakan Palaeoproterozoic tersebut menjadi sebuah zaman paling misterius di zaman purba. Bagi sains, ini merupakan teka-teki yang harus dipecahkan, meskipun mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama.

Dari rentang sepanjang 1 miliar tahun tersebut, Fase Diam benar-benar terjadi pada rentang 100 hingga 200 juta tahun. Hal ini terjadi karena aktivitas vulkanik juga diam dan seolah sedang menunggu sesuatu. Apa yang terjadi sebenarnya? Entahlah. Sampai saat ini sains masih mencari jawabannya.

Dari Mana Kehidupan Biologi Berasal?

Teori evolusi memang dapat menjelaskan secara detail mengenai spesiasi dan keragaman makhluk hidup di Bumi. Namun, rupanya sains masih kesulitan menentukan dari mana datangnya kehidupan mula-mula di Bumi.

Ilmuwan memiliki jejak fosil yang menguatkan bahwa awal mula kehidupan di Bumi adalah berupa mikrob atau mikroorganisme kecil yang telah ada 500 juta hingga 2 miliar tahun lalu, seperti ditulis dalam National Geographic.

Dari mikrob tersebut, kehidupan berevolusi makin kompleks dan akhirnya muncul banyak filum dan spesies, tentunya ini terjadi dalam rentang ratusan juta hingga miliaran tahun. Namun tetap saja, dari mana mikrob tersebut bisa ada dan siapa yang memunculkan mikrob itu, sains masih kesulitan melacak jawabannya.

Bahkan, jurnal sains dalam Live Science pernah mencatat bahwa kehidupan di Bumi sudah ada pada 3 miliar tahun lalu, jauh sebelum terjadinya Fase Diam. Bukti-bukti ini ditemukan pada batuan Greenland yang diteliti oleh ilmuwan. Batuan tersebut mengandung fosil cyanobacteria, yakni sejenis mikroorganisme purba yang ada di permukaan Bumi.

Dari mana mikroorganisme tersebut bisa ada di Bumi? Tidak ada yang tahu pasti. Jika Bumi pernah mengalami tumburan dahsyat dengan batuan angkasa, mungkin saja mikroorganisme ada dari luar angkasa. Namun ini pun juga masih buram alias tidak dapat dijawab dengan pasti.

Apakah Homo Sapiens penyebab Punahnya Neanderthal?

Neanderthal adalah kerabat dekat dari manusia modern atau homo sapiens. Secara fisik, Neanderthal terlihat lebih pendek dan berkulit cerah. Bahkan, diyakini jika Neanderthal adalah genus homo yang lebih cerdas dibandingkan dengan homo sapiens purba.

Namun, mengapa Neanderthal punah? Teka-teki dan pertanyaan ini sulit untuk dijawab. Ada pada kisaran waktu 30 hingga 50 ribu tahun lalu, Neanderthal akhirnya punah karena sebab yang misterius.

Laman Nature mencatat bahwa hilangnya Neanderthal merupakan salah satu kepunahan paling menyedihkan yang pernah ada. Bahkan, kepunahan ini disebut sebagai kepunahan sejati, karena pada dasarnya mereka juga manusia–setidaknya, kerabat paling dekat dengan manusia.

Neanderthal sangat berbeda dengan genus homo lainnya, berbeda pula dengan primata pada umumnya. Dari semua jenis primata, hanya Neanderthal yang dapat dikatakan benar-benar mirip dengan manusia homo sapiens.

Mereka berbudaya, berkerabat, memiliki sistem sosial, memiliki akal budi, dan kehidupan mereka juga kompleks mirip dengan manusia modern. Jika kepunahan mereka adalah benar akibat pembantaian yang dilakukan oleh homo sapiens, ini berarti nenek moyang kita adalah generasi pembantai yang mengakibatkan kepunahan dari saudaranya sendiri.

Terkesan jahat? Ya, tentu saja. Tapi itulah kehidupan keras di zaman purba. Bahkan homo cerdas sekelas Neanderthal pun harus punah akibat kalah bersaing dengan saudaranya sendiri, homo sapiens.

Itulah beberapa kejadian atau era zaman purba yang dianggap masih misteri hingga kini. Namun, sains tetap akan mencari jawabannya secara logis berdasarkan data-data empiris. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kamu, ya!