Kategori
Sains

Kejadian Aneh di Luar Angkasa

Kejadian Aneh di Luar Angkasa

Kejadian Aneh di Luar Angkasa, – Di dalam alam semesta, masih banyak fakta maupun hal aneh yang mungkin kita tidak ketahui hingga menjadikannya sebuah misteri, termasuk objek-objek aneh di luar angkasa.

Namun, saat menghabiskan waktu di luar angkasa inilah, hal-hal aneh bisa terjadi. Berdasarkan kesaksian para angkasawan/wati yang telah menghabiskan beberapa waktunya di luar angkasa, inilah kejadian aneh bin ajaib yang masih menjadi tanda tanya di benak mereka.

1. Siapa yang mengetuk kapsul Yang Liwei?!

Pada 2003, Yang Liwei menjadi astronaut pertama dari Tiongkok yang diberangkatkan oleh Badan Administrasi Antariksa Nasional Tiongkok (CNSA). Menakjubkan, bukan?

Pengalaman yang menakjubkan tersebut tiba-tiba berubah mencekam! Berdiam di kapsul yang sempit dan dikelilingi oleh kehampaan luar angkasa, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu kapsul!

2. Bola hijau misterius mengejar Gordon Cooper

Dikutip http://downloadjoker123.org, Saat mengelilingi Bumi sebanyak 22 orbit pada 1963, astronaut AS, Gordon Cooper, memberi tahu stasiun antariksa di Muchea, Australia, bahwa ada objek berupa bola berwarna hijau yang menghampiri kapsulnya. Bahkan, stasiun Muchea pun menangkap keberadaan objek hijau tersebut lewat radarnya.

3. Vladimir Kovalyonok melihat UFO meledak

Sebelum pensiun pada 1984, Mayjen. Vladimir Kovalyonok adalah salah satu awak di stasiun luar angkasa Rusia, Salyut VI pada 1981. Selama 217 hari menetap di luar angkasa, ia sempat melihat UFO!

Naas, sebelum diabadikan, UFO tersebut meledak! Setelah meledak, Kovalyonok mengatakan UFO tersebut terpecah menjadi dua bagian yang serupa dengan barbel. Kaget, ia langsung melaporkannya ke stasiun antariksa di Bumi.

4. Belut antariksa Franklin Story Musgrave

Terkenal sebagai astronaut dengan 6 gelar pendidikan, Franklin Story Musgrave, mengatakan bahwa saat ia berada di luar angkasa, ia melihat sebuah “selang” seperti belut yang tengah terbang. Bukan cuma sekali, ia melihatnya hingga dua kali di dua kesempatan berbeda!

5. Penampakan UFO tertangkap kosmonaut di Mir

Saat tengah menjalani misi antariksa di stasiun luar angkasa Rusia, Mir, pada 1991, kosmonaut Musa Manarov beruntung dan berhasil merekam penampakan UFO yang tengah terbang di kegelapan luar angkasa!

Terbang menjauhi Mir, Manarov mengatakan tak ada bagian yang lepas dari stasiun luar angkasa tersebut dan ragu kalau benda tersebut adalah sampah luar angkasa.

6. Cahaya yang terbang sangat cepat

Saat tahun terakhirnya di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2005, Leroy Chiao menjadi saksi saat sebuah cahaya aneh meluncur melewatinya saat tengah mengerjakan sesuatu di ISS.

“Saya melihat barisan cahaya yang menyerupai tanda centang terbalik terbang melewati saya. Sangat aneh,” kata Chiao kepada The Huffington Post pada 2014.

7. Kobaran api yang tidak menyala di luar angkasa

Sekadar penjelasan, api berkobar setelah gas panas menarik oksigen. Jadi, tanpa oksigen, harusnya api tidak menyala bukan?

Ternyata, manusia masih perlu waktu untuk memahami cara kerja alam di luar angkasa. Pada 2009 – 2012, astronaut NASA melangsungkan percobaan menyalakan api di ISS dalam projek bertajuk “FLame Extinguishment Experiment (FLEX)”.

“Di luar angkasa, difusi molekul menarik oksigen ke nyala api dan pembakaran menjauh dari nyala api dengan kecepatan 100 kali lebih lambat daripada aliran apung di Bumi,” papar Dan Dietrich, ilmuwan proyek FLEX di Pusat Penelitian Glenn NASA di Ohio.

8. Lampu diskotik luar angkasa

Saat misi Apollo 11 pada 1969, para astronaut AS melihat lampu berkilauan dengan mata kepala mereka sendiri! Astronaut di proyek Apollo 12 dan 13 diperingatkan soal hal tersebut dan mereka pun mengalaminya.

Malah, mereka bisa tetap melihat cahaya tersebut dengan mata terpejam! Akhirnya, NASA pun melakukan penelitian mengenai penglihatan tersebut selama dua tahun lewat 4 misi Apollo 14 – 17.

9. Christopher Cassidy melihat UFO

Saat tengah berada di ISS pada 2013, astronaut Christopher Cassidy melihat sesosok UFO melintas! Tak tinggal diam, Cassidy langsung menghubungi pusat kendali di Bumi untuk melaporkan penampakan tersebut.

Setelah melihat video tersebut, NASA mengatakan bahwa yang Cassidy lihat adalah selimut modul ISS dari Rusia, Zvezda. Namun, apakah betul begitu?

10. Kunang-kunang luar angkasa

Menerbangkan wahana antariksa Friendship 7 dalam misi Mercury-Atlas pada 1962, astronaut AS, John Glenn, melihat hal aneh lewat jendelanya. Percaya atau tidak, Glenn juga melihat cahaya-cahaya kecil yang terlihat seperti “kunang-kunang”.

Butuh setidaknya setahun bagi NASA untuk mengetahui “kunang-kunang tersebut”, yang mereka kira adalah kerusakan sistem pada wahana Glenn.

Ternyata, kunang-kunang tersebut adalah tetesan air yang membeku dan pecah dari jendela Glenn mengikuti pergerakan Friendship 7.

***

Apakah ada kehidupan dan makhluk lain di luar Bumi? Masih menjadi rahasia yang perlu dicari tahu!

Kategori
Sains

Planet Kerdil yang Tinggal di Tata Surya

Planet Kerdil yang Tinggal di Tata Surya

Planet Kerdil yang Tinggal di Tata Surya, – Planet kerdil selain Pluto memang benar-benar ada. Hal ini memang sudah diteliti sejak dulu. Ternyata beberapa planet kerdil tersebut berada di kawasan tata surya Bima Sakti. Penemuan ini pun tidak hanya berjumlah satu, kurang lebih ada 5 planet.

Tapi Anda tenang aja, meski sudah turun pangkat, Pluto enggak akan pernah kesepian kok! Selain Pluto, Tata Surya kita juga memiliki beberapa benda langit yang juga dikategorikan sebagai planet kerdil, apa aja?

1. Ceres

Dikutip http://poker88asia.info, Kebanyakan dari kita mungkin mengenal Ceres sebagai asteroid di Tata Surya. Tapi tahukah Anda , kalau Ceres juga memiliki pangkat dobel sebagai planet kerdil? Dibandingkan dengan Pluto yang berada jauh dibelakang, Ceres merupakan planet kerdil terdekat dari Bumi.

Ceres sendiri tinggal di sabuk asteroid yang ada diantara Mars dan Jupiter yang hanya berjarak sekitar 414 juta km dari matahari. Dan berbeda dari tetangga asteroid lainnya, Ceres memiliki bentuk hampir bulat layaknya planet. Namun untuk ukuran, Ceres hanya memiliki diameter 950 km dan massa 0,015 persen dari massa Bumi.

Karena ukurannya itu, para ahli kemudian sepakat menjadikan Ceres sebagai planet kerdil untuk menemani Pluto.

2. Eris

Kalau ada yang bertanya, siapa biang kerok dalam penurunan pangkat Pluto, maka Eris adalah jawabannya. Eris ditemukan pada tahun 2005, dan memiliki ukuran sekitar 2.300 sampai 2.400 km atau 27 persen lebih besar dari Pluto. Bukan hanya itu, Eris juga memiliki satelit alami yang bernama Dysmonia.

Dengan penemuan ini, para astronom terpaksa memilih satu di antara dua pilihan. Pertama menjadikan Eris sebagai planet kesepuluh, dan yang kedua meninjau ulang status Pluto. Pada akhirnya, para astronom lebih memilih mengorbankan Pluto dengan menjadikannya planet kerdil bersama Eris.

Pilihan ini diambil karena planet kerdil Eris memiliki orbit yang tidak menentu. Orbit Eris memang lebih besar dari Pluto, bahkan Eris membutuhkan 557 tahun untuk memutari matahari. Tapi di sisi lain, orbitnya juga memotong orbit Pluto bahkan Neptunus.

3. Pluto

Seperti yang Anda tahu, Pluto ditemukan oleh seorang gadis berusia 11 tahun, bernama Venetia Burney tahun 1930. Awalnya Pluto merupakan planet, tapi pada Agustus 2006, statusnya diturunkan jadi planet kerdil. Meski statusnya sudah turun, tapi jangan salah, Pluto juga memiliki satelit yang mengitarinya.

Bukan satu, melainkan lima satelit yaitu Charon, Nix, Hydra, Styx, dan Kerberos. Dengan diameter sekitar 2.370 km dan jarak 5,9 miliar km, dulu Pluto merupakan planet terkecil dan terjauh dari matahari. Saking jauhnya, cahaya matahari bahkan membutuhkan waktu 5,5 jam untuk bisa sampai ke Pluto.

4. Makemake

Ceres bukan satu-satunya planet kerdil yang tinggal di sabuk Kuiper. Selain Ceres, planet kerdil Makemake juga tinggal di perbatasan Jupiter dan Mars. Makemake pertama kali ditemukan pada 31 Maret 2005 lalu. Yang unik dari planet kerdil satu ini adalah namanya.

Beda dengan kebiasaan para astronom yang menggunakan nama para dewa Romawi atau Yunani Kuno, nama Makemake sendiri diambil dari nama dewa kesuburan dalam kepercayaan suku Rapa Nui yang merupakan suku asli pulau Paskah.

Faktanya, Makemake memang ditemukan beberapa hari setelah Paskah yang membuatnya cocok dengan nama tersebut.

5. Haumea

Setelah Ceres, Eris, Pluto, dan Makemake, kita juga memiliki Haumea yang menjadi planet kerdil kelima sekaligus planet kerdil terakhir di Tata Surya. Haumea pertama kali ditemukan tahun 2003 lalu di sabuk Kuiper bersama dengan dua satelit alaminya, namun statusnya sebagai planet kerdil baru diresmikan pada tahun 2008 lalu.

Berbeda dengan planet kerdil lain di Tata Surya, Haumea tidak berbentuk bulat atau hampir bulat seperti Ceres. Alih-alih bulat, planet kerdil ini memiliki bentuk seperti cerutu. Selain itu Haumea juga merupakan salah satu benda langit besar yang berputar paling cepat di Tata Surya kita.

Tata Surya kita bukan hanya dihuni oleh matahari dan planet-planet besar, melainkan juga benda langit lainnya, termasuk planet kerdil. Planet kerdil sendiri adalah benda langit yang berputar mengelilingi matahari, memiliki gravitasinya sendiri, namun bukan satelit dari planet lain.

Kategori
Sains

Jika Asteroid Menghantam Bumi Manusia Bisa Selamat?

Jika Asteroid Menghantam Bumi Manusia Bisa Selamat?

Jika Asteroid Menghantam Bumi Manusia Bisa Selamat? – Film-film fiksi ilmiah tentang asteroid yang bertabrakan dengan Bumi memang mengesankan.

Berbagai berita tentang asteroid yang nyaris mendekati Bumi kita juga selalu membuat penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi jika asteroid menabrak Bumi?

Dilansir https://christian-mommies.com, Kira-kira apa yang akan terjadi pada kehidupan kita jika Bumi ditabrak oleh asteroid besar? Bisakah kita selamat? Berikut ini gambarannya menurut sains!

1. Salah satu asteroid terbesar di tata surya berdiameter 939 kilometer

Asteroid, benda langit yang disebut sebagai planet minor ini memiliki besar dan berat yang beragam. Biasanya sebuah batuan langit bisa disebut asteroid jika mereka memiliki diameter minimal 1 meter. Sementara yang terbesar bisa mencapai 939 kilometer. Ialah Ceres yang berada di sabuk asteroid tata surya.

Jika asteroid berukuran kecil memasuki atmosfer, dampak yang mereka berikan tidaklah besar. Sebab batuan tersebut akan terbakar di udara dan tampak seperti meteor dari Bumi. Namun bagaimana dengan asteroid yang berukuran besar?

2. Hantaman asteroid bisa menghasilkan ledakan seperti bom atom

Salah satu asteroid besar yang berada di dekat Bumi adalah 1997XF11. Ia berukuran sekitar 700 meter hingga 1,4 kilometer. Jaraknya pun tak jauh, yaitu sekitar 930 ribu kilometer dari planet kita. Banyak ilmuwan yang memprediksi bahwa asteroid ini akan melintas dekat pada tahun 2028 mendatang dengan kecepatan 48.300 kilometer per jam.

Mari kita berandai-andai, apa yang sekiranya akan terjadi jika 1997XF11 menghantam Bumi? Ada beberapa skenario yang mungkin terjadi. Pertama, ketika asteroid tersebut terpecah berkeping-keping saat bergesekan dengan atmosfer.

Jika hal ini yang terjadi, satu keping dari 1997XF11 diprediksi berukuran sekitar satu rumah (3-5 meter) saat mendarat di daratan. Dengan kecepatannya, puing asteroid ini bisa menghasilkan ledakan berkekuatan 20 kiloton. Ini setara dengan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.

Semua bangunan yang berada dalam radius 800 meter pasti akan hancur. Makhluk hidup yang ada di sekitarnya kemungkinan besar akan mati. Tak hanya itu, Semua benda berbahan kayu dalam radius 2,4 kilometer juga akan hangus tak bersisa.

3. Hantaman asteroid yang setara bom nuklir akan membuat satu wilayah menjadi kota mati

Lalu bagaimana jika puing asteroid yang sampai ke Bumi lebih besar dari itu? Misalnya 60 meter atau lebih. Tentu kerusakan yang dihasilkan jauh lebih besar.

Menurut laporan laman How Stuff Works, asteroid sebesar itu mampu menghasilkan ledakan berkekuatan 25 hingga 50 megaton. Ini setara dengan ledakan bom nuklir, lho.

Seluruh wilayah yang terkena hantaman tersebut pasti akan hancur dan berubah menjadi kota mati seperti Chernobyl. Untungnya, tidak ada zat toksin yang dibawa oleh asteroid. Namun kerusakan akan sulit diperbaiki karena tekstur tanah tak lagi sama dengan sebelumnya.

4. Jika asteroid yang jatuh berukuran 1 kilometer, ledakannya bisa 10 juta kali lipat bom atom

Sekarang kita sampai ke kemungkinan paling buruk, yaitu ketika asteroid tidak terpecah saat sampai di daratan. Benda langit berukuran kurang lebih 1 kilometer tersebut mampu menghasilkan ledakan yang mencapai 1 juta megaton.

Ledakan 10 juta kali lebih kuat daripada bom atom tersebut mampu membumihanguskan wilayah hingga 300 kilometer dari titik radius. Jadi, jika asteroid jatuh di Jakarta, setidaknya seluruh wilayah Jawa Barat hingga sebagian Jawa Tengah hancur karenanya.

Tak perlu tanya bagaimana nasib manusia. Jelas, kemungkinan besar seluruh makhluk hidup yang berada di radius tersebut mati atau terkena cedera berat akibat ledakan yang sungguh hebat.

Bukan hanya itu, wilayah yang terkena hantaman asteroid juga akan menjadi kawah sehingga sulit untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

5. Tak menghancurkan dunia, namun dampaknya bisa dirasakan lintas negara

Walaupun tidak sampai menghancurkan seisi dunia, dampak dari jatuhnya asteroid cukup besar, lho. Debu yang ditimbulkannya bisa menutupi atmosfer sehingga langit di area sekitar dan negara tetangga menjadi gelap.

Angin yang ditimbulkan oleh ledakan juga bisa dirasakan oleh area yang berada di sekitar ledakan. Angin tersebut juga membawa debu, pecahan kaca, pasir, dan batuan yang berbahaya untuk pernapasan.

Ancaman lain dari hantaman asteroid adalah radiasi termal yang berbahaya untuk manusia. Ini sempat terjadi di tahun 1908, ketika asteroid menabrak hutan di Siberia.

6. Bagaimana jika asteroid jatuh di lautan?

Itu tadi kemungkinan yang akan terjadi jika asteroid jatuh di daratan. Lalu bagaimana jika benda langit tersebut jatuh tepat di lautan? Apakah kerusakan yang ditimbulkan seburuk sebelumnya?

Jawabannya bisa iya dan bisa tidak, tergantung pada seberapa jauh letak ledakan dari permukiman manusia. Sebab saat asteroid jatuh di lautan, ia menghasilkan gelombang tinggi yang akan menimbulkan tsunami. Besar dari gelombang tersebut bergantung pada ukuran dan kecepatan asteroid.

Bukan hanya itu, asteroid yang jatuh di lautan juga berpotensi melepaskan uap air yang masif ke atmosfer. Gas tersebut sama buruknya dengan karbon dioksida dalam merusak atmosfer.

7. Untungnya, kemungkinan Bumi dihantam asteroid cukup kecil

Memang benar bahwa jumlah asteroid di sekitar Bumi tidak terhitung. Namun menurut NASA, 90 persennya berukuran kecil, yaitu dengan diameter kurang dari 1 kilometer.

Asteroid tersebut tidak akan memberikan dampak besar jika masuk ke wilayah atmosfer Bumi. Sebab mereka akan terbakar sebelum menyentuh daratan.

Walaupun begitu, Anda tidak boleh menghiraukan 10 persen lainnya. Mereka berukuran cukup besar untuk menghantam dan mendarat di Bumi. Jadi kemungkinan terjadinya bencana karena benda langit tersebut masih ada dan sulit untuk diprediksi.

8. Dengan teknologi baru, tabrakan asteroid dapat diidentifikasi atau bahkan dicegah

Kabar baik berikutnya adalah kita hidup di saat teknologi sudah berkembang sangat pesat. Berbekal hal itu dan pengetahuan akan alam semesta, para ilmuwan dan organisasi yang menekuni antariksa secara rutin memindai area sekitar Bumi. Tujuannya adalah mengidentifikasi benda langit yang berpotensi menabrak planet kita.

Saat ada asteroid yang mencurigakan, para ilmuwan akan memprediksi seberapa besar kerusakan yang akan disebabkannya, berapa waktu yang kita miliki, dan langkah mitigasi apa yang bisa dilakukan. Dengan mempersiapkan diri, kerusakan yang mungkin terjadi bisa diminimalkan.

Opsi lain untuk mencegah tabrakan asteroid bisa dilakukan dengan mengalihkan arah gerak benda langit tersebut. Berikutnya, NASA juga bisa mengirimkan pesawat tanpa awak untuk menabraknya terlebih dahulu agar tidak sampai ke Bumi. Dua opsi terakhir adalah menembakkan sinar laser atau nuklir untuk menghancurkan asteroid.

Kategori
Sains

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati, – Temuan menarik dijumpai para astronom University of Warwick, Inggris saat memindai langit menggunakan Gran Telescopio Canarias yang berada di La Palma, Canary Island.

Mereka menemukan keberadaan sebuah puing arkeologi galaksi. Fragmen — yang sebagian besar tersusun dari besi, nikel, dan logam itu — adalah sisa dari inti planet tak dikenal, yang sudah hancur.

Material planetesimal tersebut kini mengorbit bekas bintangnya, SDSS J122859.93+104032.9, yang sekarang menjadi katai putih (white dwarf). Fragmen itu mengorbit sekali dalam 123 menit atau sekitar 2 jam. Sementara, jaraknya sekitar 410 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Virgo.

Melansir IDN Poker 88 Asia, Semua yang diciptakan pasti akan mati, cepat atau lambat. Hal ini juga berlaku pada salah satu energi terbesar di alam semesta, yaitu Matahari. Pusat tata surya tersebut diprediksi akan mati setidaknya tujuh hingga delapan miliar tahun dari sekarang.

Memang masih sangat lama, bahkan kemungkinan besar kita tidak akan menyaksikan proses sekaratnya sang surya.

Para ilmuwan memperkirakan, ukuran diameter fragmen tersebut antara 1 mil hingga ratusan mil. Material itu cukup padat, untuk lolos dari kehancuran akibat ledakan dan evolusi lanjutan dari bintang yang sedang menuju kematiannya itu.

Matahari akan menjadi bintang merah raksasa sebelum mati

Sebelum melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya, kita harus tahu bagaimana proses kematian Matahari terlebih dulu. Layaknya bintang lain, Matahari yang mati akan menyusut menjadi nebula atau bintang putih kerdil yang ukurannya lebih kecil dari Bumi.

Namun yang harus membuat kita khawatir bukanlah fase tersebut. Sebelum menyusut, Matahari akan memuai dan membuatnya menjadi bintang merah raksasa. Massa gas dan debu yang dikeluarkannya sebelum mati akan membentuk selubung di luar angkasa. Selubung ini sangat besar dan bahkan bisa mencapai setengah massa bintang tersebut.

Dalam tahap ini, Matahari seakan sedang “menghabiskan baterainya”. Ia menjadi sangat berbahaya bagi planet yang mengitarinya. Merkurius hingga Mars akan masuk ke dalam selubung api tersebut. Benar, Bumi juga “dilahap” oleh si bintang merah raksasa. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

Suhu Bumi sangat panas hingga lautan menguap

Fase Matahari berubah menjadi bintang merah raksasa terjadi setidaknya selama lima juta tahun. Di waktu tersebut, Bumi yang telah masuk ke dalam selubung Matahari akan semakin kacau.

Suhu menjadi sangat panas dan bahkan bisa membuat kulit terbakar. Saking panasnya lautan akan menguap menjadi hidrogen dan oksigen. Lambat laun, air di planet kita pun habis dan kehidupan manusia semakin sulit.

Atmosfer kemudian akan menebal dan dipenuhi oleh kedua komponen dari lautan tersebut. Strukturnya pun berubah hingga Bumi mirip seperti Venus. Di tahap ini, Bumi sudah tak layak lagi untuk ditinggali. Manusia kemungkinan besar akan mati. Namun jika teknologi sudah memadai, kita bisa pindah ke planet lain.

Kategori
Sains

Nama Planet Tata Surya dalam Bahasa Jawa

Nama Planet Tata Surya dalam Bahasa Jawa

Nama Planet Tata Surya dalam Bahasa Jawa, – Sebutan Nama Lain Planet yang akan diulas pada halaman ini merupakan sebutan atau nama lain dari planet – planet yang ada di tata surya. Setidaknya ada delapan planet yang ada dalam tata surya yang mengelilingi matahari. Kedelapan planet tersebut meliputi planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Melansir dari http://dewitogel.live/, Ribuan tahun yang lalu, masyarakat menamai planet-planet di tata surya (kecuali Bumi) berdasarkan nama dewa-dewi Romawi.

Contohnya, Merkurius sebagai planet dengan orbit tercepat di tata surya mendapatkan nama dari dewa perjalanan di mitologi Romawi. Kemudian untuk si planet merah, masyarakat menamainya Mars, dewa perang Romawi.

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek tersebut juga meliputi delapan planet yang mengelilingi matahari beserta dengan benda langit lainnya seperti asteroid, satelit, dan lain sebagainya. Planet dalam tata surya beredar mengelilingi matahari sesuai dengan garis edarnya yang disebut orbit.

Merkurius: Budha

Sebutan planet Merkurius dalam Bahasa Jawa adalah Budha. Nama ini diambil dari sebutan dewa India. Dalam mitologi, Budha adalah anak hasil perselingkuhan antara Soma (sebutan untuk dewa Bulan) dan Tara (istri Jupiter).

Selain itu, Budha juga dikenal sebagai dewa perniagaan dan pelindung para pedagang. Diketahui bahwa ia memiliki garis keturunan yang sama dengan Pandawa dan Kurawa.

Venus: Shukra

Venus, si bintang kejora dalam Bahasa Jawa dikenal sebagai Shukra atau Sukra. Arti dari nama tersebut adalah terang dan bersih, persis seperti penampilan dari Venus.

Dalam kitab Mahabharata, Shukra bisa membelah dirinya menjadi dua bagian. Satu menjadi dewa dan lainnya menjadi sumber pengetahuan dari para setan. Sangat berbeda dari mitologi Romawi, di mana Venus dikenal sebagai dewi cinta dan kecantikan.

Bumi: Marcapada

Marcapada merupakan sang Bumi yang saat ini kita tinggali. Menurut Bahasa Sansekerta, Marcapada berasal dari kata martya yang artinya “hidup” dan pada yang artinya “tempat”. Tak seperti yang lainnya, nama “Marcapada” tidak didasarkan pada dewa-dewi Hindu.

Sebagai tambahan, Marcapada memiliki satelit bernama Soma. Ia adalah dewa Bulan yang sempat disinggung pada penjelasan di atas.

Mars: Anggara/Mangala

Berikutnya, planet Mars memiliki sebutan Anggara atau Mangala, sang dewa perang dari mitologi Hindu. Asal-usul sebutan ini sebelas dua belas dengan Mars yang juga merupakan dewa perang dalam mitologi Romawi. Digambarkan bahwa Mangala atau Anggara memiliki badan yang berwarna merah, layaknya planet Mars.

Jupiter: Wrahaspati/Brhaspati

Wrahaspati atau Brhaspati adalah sebutan untuk planet Jupiter dalam Bahasa Jawa. Nama ini muncul di berbagai kitab astronomi Sansekerta, seperti Aryabhatiya dan Romaka.

Dalam mitologi, Brhaspati digambarkan sebagai sosok yang bijak, agung, dan bercahaya. Itulah kenapa dewa-dewi sering berguru kepadanya.

Saturnus: Shani/Tumpak

Ada dua versi sebutan Saturnus dalam Bahasa Jawa, yaitu Shani dan Tumpak. Namun yang lebih dikenal adalah Shani. Nama tersebut berasal dari dewa laki-laki yang digambarkan memiliki paras tampan, membawa pedang, dan duduk di atas burung gagak.

Ternyata Shani adalah dewa keadilan dalam agama Hindu yang merupakan pasangan dari dewi Manda. Sosoknya merupakan simbol dari ketaatan spiritual, kedisiplinan, dan pekerja keras.

Uranus: Gunawan/Arun

Ada dua versi nama Uranus dalam Bahasa Jawa dan mitologi Hindu, yaitu Gunawan dan Arun. Tidak ada yang mengetahui asal-usul dan arti nama tersebut karena planet Uranus tidak termasuk dalam sembilan anggota Navagraha (Matahari, Bulan, Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, Saturnus, Rahu, dan Ketu). Ini merupakan sebutan untuk benda langit yang memiliki pengaruh dalam hidup di Bumi.

Neptunus: Paramarta

Neptunus sebagai planet terakhir di tata surya disebut juga sebagai Paramarta. Lagi-lagi, tidak ada yang tahu dari mana asal-usul nama tersebut dan di mana posisinya dalam mitologi Hindu. Namun Paramarta memang merupakan sebutan untuk planet kedelapan di tata surya menurut Serat Pananggalan Jawi (1938).

Kategori
Science Chemistry

Galaksi Terbesar yang Diketahui

Galaksi Terbesar yang Diketahui

Galaksi Terbesar yang Diketahui, – Jika Anda merasa galaksi Bima Sakti sudah berukuran cukup besar, tunggu sampai Anda melihat galaksi satu ini: UGC 2885. UGC 2885 kerap disebut Godzilla Galaxy, atau “The King of Galaxies”. Sampai saat ini Godzilla Galaxy adalah galaksi terbesar di seluruh jagat raya.

Memandangi bintang di langit malam dengan teleskop adalah kepuasan sendiri bagi segelintir orang. Dari langit Bumi yang tercemar oleh polusi, beruntung jika kita bisa melihat bintang dan planet yang mendampingi Bumi mengelilingi Matahari.

Selain bintang, planet, dan komet, ada satu objek astronomi yang kerap diburu: galaksi. Pemandangan galaksi yang indah diburu dengan susah payah saking jauhnya dari Bumi.

IC 1101: Galaksi terbesar namun sedang sekarat yang diketahui umat manusia

Galaksi terbesar di daftar ini dan diketahui oleh umat manusia adalah galaksi IC 1101. Ditemukan oleh astronomer/komposer Britania Raya, Frederick William Herschel I, pada 1790, IC 1101 terletak di pusat klaster Abell 2029 (A2029), konstelasi Virgo yang jaraknya 1,045 miliar tahun cahaya dari Bumi!

Berwarna kuning keemasan, IC 1101 kaya akan kandungan baja. Memiliki radius seluas 2 juta tahun cahaya, galaksi berbentuk eliptis ini berukuran 50 kali lebih besar dari Bima Sakti! Sebagai perbandingan, diameter Bima Sakti hanya seluas 100.000 tahun cahaya, sementara IC 1101? 5,5 juta tahun cahaya dari ujung ke ujung! Bahkan, lingkaran cahaya IC 1101 memancar 2 juta tahun cahaya dari pusat galaksi.

Menurut estimasi laman Space, IC 1101 juga 2.000 kali lebih berat dari Bima Sakti. Selain menjadi rumah salah satu lubang hitam supermasif terbesar dalam sejarah astronomi, IC 1101 juga mencakup banyak bintang. Dibandingkan Bima Sakti yang mencakup 200 – 400 miliar bintang, IC 1101 memiliki 100 triliun! Silau, men!

Sayangnya, IC 1101 dikategorikan sebagai galaksi yang sedang sekarat. Hal tersebut terlihat dari kecepatan lahirnya bintang baru di IC 1101 yang lebih lamban dibandingkan Bima Sakti. Satu-satunya cara bagi IC 1101 agar bisa tetap bersinar adalah dengan “memakan” galaksi lain. Tenang saja, Bima Sakti bukan sasarannya.

3C 348 (Hercules A): Paling terang dan berat di kelasnya

Berada di konstelasi Hercules, galaksi terbesar ke-2 dipegang oleh 3C 348 atau Hercules A. Tak terlihat dari Bumi, Hercules A berjarak 2,1 miliar tahun cahaya.

Pada 2012, teleskop Hubble mendeteksi sebuah galaksi kecil terlihat tengah “dimakan” oleh Hercules A. Formasi Hercules A memperlihatkan dua pancaran kosmik dari pusatnya yang tak kasat mata dan hanya terdeteksi melalui sinyal radio.

Galaksi eliptis ini pertama kali diidentifikasikan sebagai 3C 348 oleh astronomer dari University of Cambridge yang tergabung dalam Radio Astronomy Group (sekarang Cavendish Astrophysics Group). Radio Astronomy Group kemudian memasukkan Hercules A ke dalam Third Cambridge Catalogue of Radio Sources (3C) sebagai objek ke-348.

Paling terang dan berat di konstelasi Hercules, NASA mencatatkan bahwa Hercules A memancarkan daya dalam bentuk panjang gelombang radio yang hampir satu miliar kali lebih kuat daripada Matahari!

Selain itu, Hercules A juga memiliki massa 1.000 kali lebih berat dari Bima Sakti. Galaksi ini juga memiliki lubang hitam dengan massa solar 2.5 miliar, 1.000 kali lebih berat dibandingkan Bima Sakti.

Kategori
Science Chemistry

Dunia Akan ‘Kiamat’ Berdasarkan Teori Sains

Dunia Akan ‘Kiamat’ Berdasarkan Teori Sains

Dunia Akan ‘Kiamat’ Berdasarkan Teori Sains – Semua makhluk hidup pada suatu saat nanti pasti akan punah pada hari kiamat. Begitu juga dengan umat manusia yang berdiri di puncak rantai makanan. Kiamat sendiri juga sudah dijelaskan di agama-agama.

Namun, bagaimana kiamat akan terjadi melalui sudut pandang Sains? Nah, berikut ini adalah cara dunia atau bumi akan mengalami kiamat berdasarkan Sains.

1. Bertabrakan dengan planet pengembara (Rogue Planet)

niribu e4f45048e90088f4266a9d017c094647 - Dunia Akan 'Kiamat' Berdasarkan Teori SainsPlanet Pengembara adalah jenis planet yang tidak mengorbit bintang manapun. Planet pengembara biasanya hanya melayang sendirian tanpa tujuan di luar angkasa.

Karena itulah ada kemungkinan kalau planet pengembara bisa menabrak planet kita, dan menyebabkan kepunahan makhluk hidup yang ada di bumi termasuk manusia.

2. Ledakan gunung berapi super (super volcano)

1204379 9af0f3ae604d9671bf310a845662da0a - Dunia Akan 'Kiamat' Berdasarkan Teori SainsSudah ada beberapa supervolcano yang meledak dalam catatan sejarah seperti Yellowstone Supervolcano, dan di negara kita sendiri yaitu Toba Supervolcano (sekarang Danau Toba). Jika sebuah supervolcano meledak, maka dampak yang ditimbulkan tidak akan main-main.

Orang yang berada cukup dekat dengan ledakan akan merasakan gendang telinga mereka pecah karena suara yang ditimbulkan. Belum lagi setelah itu cipratan lava dan bebatuan vulkanik yang terlempar bisa membunuh orang-orang.

Abu vulkanik yang ditimbulkan bisa menutupi Bumi sampai bertahun-tahun dan mengakibatkan tanaman tidak bisa berfotosintesis sehingga tidak ada lagi suplai makanan bagi hewan dan juga manusia.

Akibat terbatasnya sinar matahari, Bumi mengalami penurunan suhu dan berpotensi mengalami Zaman Es sampai lebih dari 1 dekade.

3. Asteroid raksasa menabrak bumi

asteroid 1 821944 3cfe582cff61204694c50e1073666cb7 - Dunia Akan 'Kiamat' Berdasarkan Teori SainsTentunya kalian ingat kalau Asteroid merupakan penyebab utama punahnya Dinosaurus. Semisal Asteroid dengan ukuran 10 km jatuh ke bumi, daerah sekitar tempat jatuhnya Asteroid tersebut akan terbakar habis.

Belum lagi nantinya pecahan Asteroid tersebut bisa melambung sangat jauh dan menyebabkan kerusakan skala global. Dan jika Asteroid menabrak Bumi pada bagian perairan seperti laut atau samudra,

maka akan terjadi gempa yang menimbulkan tsunami yang sangat besar dengan gelombang yang sangat banyak.

4. Perang nuklir dan senjata biologi

929334636jpg0 001ae1282b97c623f46eeb6994f0ac46 - Dunia Akan 'Kiamat' Berdasarkan Teori SainsWalaupun kemungkinan bertahan hidup masih lebih tinggi dibandingkan yang lainnya, tetap saja perang nuklir berpotensi membawa manusia pada kepunahan.

Saat ini ada sekitar 20 ribu nuklir siap luncur yang ada di dunia, dengan jumlah terbesar dimiliki US dan Russia.

Dan setidaknya setiap bom nuklir tersebut memiliki kekuatan yang sama atau bahkan lebih kuat dari bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki.

Semisal perang nuklir meledak, maka kota-kota besar akan mengalami hujan nuklir yang membuat para warganya harus mengungsi ke sebuah bunker aman.

Setelah mereka bertahan dari hujan nuklir itu, kondisi di luar bunker akan menjadi sangat berbahaya karena radiasi dari ledakan bom nuklir.

Belum lagi dampak berkepanjangan seperti mutasi genetis pada keturunan misalnya. Dan itu semua masih bisa bertambah buruk dengan digunakannya senjata biologi yang masih belum diketahui kekuatannya dan dampaknya.

5. Tersedot ke dalam black hole (lubang hitam)

supermassive blackhole planet 694e2e35955632addda8e445b5302031 - Dunia Akan 'Kiamat' Berdasarkan Teori SainsBlack Hole merupakan objek yang memiliki gravitasi yang sangat kuat yang bahkan cahaya pun tidak bisa lari darinya. Black Hole terbentuk ketika bintang yang memiliki 8 kali massa Matahari sudah kehabisan bahan bakar dan mengalami ledakan Supernova.

Black Hole tidak terikat oleh bintang manapun karena dia merupakan pusat gravitasi itu sendiri, sehingga ada kemungkinan Black Hole mendatangi Bumi. Apabila Black Hole mendekati Bumi, Black Hole akan menarik Bumi ke dalamnya.

6. Bumi hancur oleh matahari

willearthsur d1afa677a2da8b7e245b3970deb38364 - Dunia Akan 'Kiamat' Berdasarkan Teori SainsBenar, Bumi bisa hancur oleh matahari itu sendiri. Sekitar 5 miliar tahun lagi, Matahari akan memasuki fase “Red Giant” yang merupakan fase evolusi terakhir dari Matahari sebelum kehabisan bahan bakar dan menjadi “White Dwarf”.

Pada fase Red Giant ini, Matahari akan terus bertambah besar sampai akhirnya melahap Merkurius dan Venus dan sampai di dekat Bumi. Akan tetapi, Ilmuwan masih memperdebatkan apakah Bumi akan ikut terlahap Matahari atau tidak.

Mau bagaimanapun, kehidupan di Bumi akan tetap punah karena suhu semakin tinggi dan air di bumi menguap dan pada akhirnya semua makhluk hidup di Bumi akan punah.

Dan semisal Matahari tidak melahap Bumi, kira-kira gambar di atas menggambarkan seperti apa Bumi ketika Matahari berada pada fase Red Giant.

7. Terkena semburan sinar gamma

powerful gamma ray burst grb 190114c scaled b66e6bdc08be34ac7d8f501678e007b9 - Dunia Akan 'Kiamat' Berdasarkan Teori SainsSemburan Sinar Gamma terbentuk ketika suatu bintang dengan massa yang tinggi mengalami peristiwa Supernova. Semburan Sinar Gamma juga bisa terjadi ketika 2 Bintang Neutron bertabrakan dan menjadi satu.

Apabila Semburan Sinar Gamma mengenai Bumi, maka Bumi bisa kehilangan lapisan ozone nya dan menyebabkan manusia terpapar langsung berbagai macam radiasi dari luar angkasa.

Dan lama kelamaan menjadikan Bumi sebagai planet yang tak layak huni. Dan sedikit demi sedikit, manusia akan punah.