Kategori
Kimia

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya – Laman berita BBC memberitakan bahwa ledakan dahsyat yang terjadi di Kota Beirut, Lebanon, telah menewaskan sedikitnya 135 korban jiwa dan 4.000 orang luka-luka. Otoritas Lebanon menyatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh 2.750 ton zat kimia amonium nitrat yang kemungkinan disimpan secara tidak aman di sebuah gudang penyimpanan.

Amonium nitrat sendiri merupakan zat kimia yang biasanya berupa kristal putih padat yang dapat dengan mudah larut secara alami. Selain digunakan untuk pupuk kimia, zat kimia ini juga dapat digunakan sebagai bahan bakar minyak. Dan juga bahan peledak yang digunakan untuk keperluan pertambangan dan industri.

Tentu saja selain amonium nitrat masih banyak lagi zat-zat kimia yang berbahaya dan wajib diperlakukan secara khusus. Nah, untuk menambah pengetahuan kamu, gak ada salahnya kali ini belajar tentang simbol-simbol zat kimiawi berbahaya.

1. Mudah meledak (explosive)

Simbol kimia seperti gambar di atas merupakan simbol kimia yang artinya bahan mudah meledak. Bisa juga maksudnya sebagai zat kimia yang dapat memicu ledakan. Ledakan yang dihasilkan mungkin bisa disebabkan oleh banyak sebab. Misalnya guncangan, suhu, benturan, percikan api, dan sebab lain seperti reaksi kimia.

Melansir dari Agen IDN Poker Menurut laman sains Britannica, setidaknya ada dua jenis zat kimia yang mudah meledak. Kedua jenis tersebut adalah bahan peledak (zat kimia yang memang digunakan untuk meledakkan) dan bahan peledak rendah (zat kimia yang bisa meledak akibat penyebab tertentu).

Contoh zat-zat kimia yang sangat mudah meledak adalah zat kimia termasuk di dalamnya nuklir, TNT (Trinitrotoluena), bubuk mesiu, aziroazide azide, amonium nitrat, nitroselulosa, dan bahan-bahan kimiawi lainnya yang memang digunakan untuk keperluan peledakan. Bahan kimia jenis ini harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Salah sedikit saja, dampaknya bisa sangat fatal.

2. Mudah terbakar (flammable)

Ada juga zat kimia yang mudah terbakar. Biasanya, zat kimiawi macam ini dapat terbakar akibat beberapa penyebab yang bahkan dianggap sepele. Laman sains NCBI mencatat beberapa jenis zat kimia mudah terbakar, di antaranya acetone, butanol, etanol, alkohol, metanol, propanol, dan masih banyak lagi.

Harus diperhatikan bahwa dari sekian banyak zat kimia yang mudah terbakar, beberapa di antaranya juga dapat menyebabkan ledakan. Karena biasanya berwujud cairan, zat kimia mudah terbakar tersebut harus berada dalam wadah yang aman dan tidak mudah terkontaminasi dengan panas atau api.

3. Mudah teroksidasi (oxidizing)

Jika kamu melihat gambar seperti di atas, itu artinya zat kimia yang mudah teroksidasi atau mudah menguap dan dapat menimbulkan ledakan. Oksidasi dapat terjadi akibat reaksi kimia yang terjadi pada saat zat kimia bersinggungan langsung dengan udara, panas, percikan api, dan senyawa kimiawi lainnya.

Seperti dicatat dalam laman Brandeis University, beberapa zat kimia yang mudah teroksidasi di antaranya hidrogen peroksida, kalium perklorat, sodium perklorat, dan lain sebagainya. Tempatkan bahan-bahan kimia tersebut di tempat yang aman dan terhindar dari suhu panas.

4. Zat kimia beracun (toxic)

Seperti dicatat dalam laman sains ThoughtCo, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS. Zat kimia beracun dapat diartikan seluruh bahan atau zat kimia yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan dan tubuh organisme yang melakukan kontak dengan zat tersebut.

Biasanya, zat kimia beracun akan menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan manusia jika terhirup, tertelan, atau diserap oleh kulit. Karena sifatnya yang dianggap berbahaya secara umum, jenis zat beracun ini juga sangat banyak, di antaranya merkuri klorida, arsen triklorida, dan bahkan zat-zat lain yang ada di sekitar kita seperti asap kendaraan, detergen, cairan pembersih, dan lain sebagainya.

5. Korosif (corrosive)

Zat kimia yang bersifat korosif artinya zat tersebut dapat merusak jaringan hidup biologis. Namun, tidak menutup kemungkinan sifat korosif juga bisa merusak benda-benda mati seperti besi atau logam lainnya. Zat kimia dengan simbol seperti ini bisa sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh manusia, hewan, dan tanaman.

Jauhkan zat-zat kimia ini dari tempat yang mudah dijangkau. Jika ingin berinteraksi dengan zat kimia yang bersifat korosif. Sebaiknya bekali diri dengan pakaian laboratorium dan kacamata yang tahan terhadap dampak korosif dari senyawa kimia tersebut. Beberapa zat kimia yang bersifat korosif adalah belerang oksida, klorin, dan jenis-jenis air keras lainnya.

Kategori
Science Chemistry

Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan Artinya, – Ledakan dahsyat yang terjadi di Kota Beirut, Lebanon, pada Selasa, telah menewaskan sedikitnya 135 korban jiwa dan 4.000 orang luka-luka.

Otoritas Lebanon menyatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh 2.750 ton zat kimia amonium nitrat yang kemungkinan disimpan secara tidak aman di sebuah gudang penyimpanan.

Amonium nitrat sendiri merupakan zat kimia yang biasanya berupa kristal putih padat yang dapat dengan mudah larut secara alami.

Selain digunakan untuk pupuk kimia, zat kimia ini juga dapat digunakan sebagai bahan bakar minyak dan bahan peledak yang digunakan untuk keperluan pertambangan dan industri.

Tentu saja selain amonium nitrat masih banyak lagi zat-zat kimia yang berbahaya dan wajib diperlakukan secara khusus. Nah, untuk menambah pengetahuan kamu, gak ada salahnya kali ini belajar tentang simbol-simbol zat kimiawi berbahaya. Apa saja, ya? Yuk, disimak!

1. Mudah Meledak (explosive)

zz cover 19a05f37f1fb9f690920ef84ad3b3590 - Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan ArtinyaSimbol kimia seperti gambar di atas merupakan simbol kimia yang artinya bahan mudah meledak. Bisa juga maksudnya sebagai zat kimia yang dapat memicu ledakan.

Ledakan yang dihasilkan mungkin bisa disebabkan oleh banyak sebab, misalnya guncangan, suhu, benturan, percikan api, dan sebab lain seperti reaksi kimia.

Menurut laman sains Britannica, setidaknya ada dua jenis zat kimia yang mudah meledak. Kedua jenis tersebut adalah bahan peledak (zat kimia yang memang digunakan untuk meledakkan) dan bahan peledak rendah (zat kimia yang bisa meledak akibat penyebab tertentu).

Contoh zat-zat kimia yang sangat mudah meledak adalah zat kimia termasuk di dalamnya nuklir, TNT (Trinitrotoluena), bubuk mesiu, aziroazide azide, amonium nitrat, nitroselulos. Dan bahan-bahan kimiawi lainnya yang memang digunakan untuk keperluan peledakan.

Bahan kimia jenis ini harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Salah sedikit saja, dampaknya bisa sangat fatal.

2. Mudah Teroksidasi (oxidizing)

z 3 oks 3a63ae58f7cab9fe325d1dcead80abfb - Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan ArtinyaJika kamu melihat gambar seperti di atas, itu artinya zat kimia yang mudah teroksidasi atau mudah menguap dan dapat menimbulkan ledakan.

Oksidasi dapat terjadi akibat reaksi kimia yang terjadi pada saat zat kimia bersinggungan langsung dengan udara, panas, percikan api, dan senyawa kimiawi lainnya.

Seperti dicatat dalam laman Brandeis University, beberapa zat kimia yang mudah teroksidasi di antaranya hidrogen peroksida, kalium perklorat, sodium perklorat, dan lain sebagainya.

Tempatkan bahan-bahan kimia tersebut di tempat yang aman dan terhindar dari suhu panas.

3. Korosif (corrosive)

zz 5 7effdf44a2d1b88f0b9b4cf6b7aaf3c1 - Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan ArtinyaZat kimia yang bersifat korosif artinya zat tersebut dapat merusak jaringan hidup biologis. Namun, tidak menutup kemungkinan sifat korosif juga bisa merusak benda-benda mati seperti besi atau logam lainnya. Zat kimia dengan simbol seperti ini bisa sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh manusia, hewan, dan tanaman.

Jauhkan zat-zat kimia ini dari tempat yang mudah dijangkau. Jika ingin berinteraksi dengan zat kimia yang bersifat korosif, sebaiknya bekali diri dengan pakaian laboratorium dan kacamata yang tahan terhadap dampak korosif dari senyawa kimia tersebut.

Beberapa zat kimia yang bersifat korosif adalah belerang oksida, klorin, dan jenis-jenis air keras lainnya.

4. Mudah Terbakar (flammable)

zz 2 4cc2ca5a1459084bb6feba7bfe0f0582 - Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan ArtinyaAda juga zat kimia yang mudah terbakar. Biasanya, zat kimiawi macam ini dapat terbakar akibat beberapa penyebab yang bahkan dianggap sepele.

Beberapa jenis zat kimia mudah terbakar, di antaranya acetone, butanol, etanol, alkohol, metanol, propanol, dan masih banyak lagi.

Harus diperhatikan bahwa dari sekian banyak zat kimia yang mudah terbakar, beberapa di antaranya juga dapat menyebabkan ledakan.

Karena biasanya berwujud cairan, zat kimia mudah terbakar tersebut harus berada dalam wadah yang aman dan tidak mudah terkontaminasi dengan panas atau api.

5. Zat Kimia Beracun (toxic)

zz 4 2512aabe052035871b4997a52d3b9ce5 - Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan ArtinyaSeperti dicatat dalam laman sains ThoughtCo, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS, zat kimia beracun dapat diartikan seluruh bahan atau zat kimia yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan dan tubuh organisme yang melakukan kontak dengan zat tersebut.

Biasanya, zat kimia beracun akan menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan manusia jika terhirup, tertelan, atau diserap oleh kulit.

Karena sifatnya yang dianggap berbahaya secara umum, jenis zat beracun ini juga sangat banyak, di antaranya merkuri klorida, arsen triklorida, dan bahkan zat-zat lain yang ada di sekitar kita seperti asap kendaraan, detergen, cairan pembersih, dan lain sebagainya.

6. Zat Kimia Menimbulkan Iritasi (harmful irritant)

zz 6 cfa2337e6ddd16bdd9e46fc2d8ed9cb3 - Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan ArtinyaSecara umum, simbol kimia di atas menunjuk pada zat kimia berbahaya yang terdiri dari dua golongan umum, yakni zat berbahaya yang dapat terhirup.

Dan masuk melalui mulut (biasanya disimbolkan dengan gambar Xn) dan zat berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi melalui selaput lendir dan kulit (biasanya disimbolkan dengan gambar Xi).

Beberapa zat kimia yang termasuk dalam golongan ini adalah piridina, amonia, dan benzoil klorida. Pada dasarnya, zat-zat kimia alami yang banyak terdapat di alam juga bisa mengakibatkan iritasi dan bahkan alergi, seperti serbuk bunga. Namun, zat-zat kimia lebih berpotensi menimbulkan bahaya iritasi yang lebih intens dan masif.

7. Zat Berbahaya Bagi Lingkungan (dangeorus for enviromental)

zz 7 01e31dc05454b9c2613a8f41640afe5d - Ini 7 Simbol Bahan Kimia dan ArtinyaBahan kimia yang memiliki gambar seperti di atas berarti dianggap berbahaya bagi lingkungan dan akan merusak habitat tertentu.

Membuang dan melepas zat kimia ini ke perairan, darat, hutan, dan ke semua tempat di alam bebas, sangat dilarang karena menyebabkan kerusakan ekosistem lingkungan hidup.

Beberapa contoh dari zat-zat kimia ini, di antaranya petroleum bensin, timah klorida, tetraklorometana, dan zat-zat kimia lainnya yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan.

Itu sebabnya, zat kimia yang tidak dapat diurai di alam biasanya harus diolah atau didaur ulang menjadi senyawa yang bersifat netral.

***

Itulah beberapa simbol bahan kimia berbahaya yang menggambarkan sifat dari zat kimia tersebut. Semoga artikel sains kali ini dapat menambah wawasan kamu, ya!

Kategori
Science Chemistry

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water – Berdasarkan Tap Water Database, sebuah kompilasi dari 28 juta air yang diteliti di Amerika Serikat, sebagian besar mengandung bahan kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Meski dinyatakan legal, kontaminasi zat tersebut erat kaitannya dengan masalah kesehatan, seperti kanker hingga keterbelakangan mental. Salah satu racun yang terdeteksi adalah hexavalent chromium, carcinogen yang populer berkat film Erin Brockovich.

Menurut data yang dihimpun oleh EWG, 77 persen Daftar 918Kiss air minum penduduk Amerika mengandung hexavalent chromium tinggi dibanding dengan batas aman yang diperkirakan oleh para ilmuwan.

Chloroform, hasil dari klorin dan desinfektan lain ditemukan pada 46 negara berbeda. Zat kimia tersebut dikaitkan dengan kanker dan gangguan perkembangan janin.

Tap water terasa praktis karena kita bisa meminum air langsung dari keran untuk menghilangkan rasa haus. Selain itu, tap water juga digemari karena kita tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk meminum air.

Namun, ternyata ada bahaya tersembunyi di balik tap water! Seberapa berbahaya dan apa akan mengganggu kesehatan kita?

1. Berpotensi mengandung fluoride

Alasan pertama yang harus dipertimbangkan adalah potensi kandungan fluoride di dalam tap water. Kandungan fluoride bisa membahayakan apabila dikonsumsi dalam jumlah besar.

Penelitian membuktikan bahwa fluoride dapat mengganggu fungsi normal sistem endokrin di tubuh. Alhasil, kelenjar tiroid kita akan bermasalah nantinya.

2. Bisa jadi, ada kandungan timbal di tap water!

Selain itu, timbal juga kerap ditemukan di dalam tap water. Timbal memiliki sifat yang sangat beracun dan membahayakan organ tubuh kita. Ada implikasi negatif akibat meminum air yang mengandung timbal, seperti menyebabkan autisme, tuli dan ketidakmampuan belajar pada janin yang dikandung oleh ibu hamil. Scary, isn’t it?

3. Waspadai kandungan arsenik di dalam tap water, ya!

Zat kimia berbahaya banyak ditemukan di tap water, salah satunya adalah arsenik. Penelitian menunjukkan bahwa keracunan arsenik bisa menyebabkan diare, sakit perut bahkan kematian. Selain itu, arsenik juga dikaitkan dengan kanker kulit, kanker paru-paru dan kanker kandung kemih. Duh, semakin ngeri!

4. Mengandung partikel plastik berukuran kecil

Dari 159 sampel tap water, 83 persen ditemukan mengandung partikel plastik, ungkap peneliti dari University of Minnesota dan State University of New York. Sampel tap water dikoleksi dari beberapa negara sekaligus, seperti di Kampala (Uganda), New Delhi (India), Jakarta (Indonesia), Quito (Ekuador) dan lain sebagainya, jelas laman Hindustan Times.

Mayoritas partikel yang ditemukan berukuran mulai dari 0,1-5 mm. Kisarannya adalah 0-57 partikel per liter air. Penelitian itu menyebut bahwa kepadatan plastik tertinggi ditemukan di Amerika Utara dan kepadatan terendah ditemukan di 7 negara di benua Eropa. Tentunya, partikel plastik ini bisa membahayakan kesehatan manusia!

5. Ada kandungan tembaga di dalam tap water?

Tahukah kamu bahwa tembaga juga ditemukan di dalam tap water? Keberadaan tembaga ini akibat partikel pipa yang mengelupas, lalu terbawa aliran air ke tap water yang kita minum.

Tingkat tembaga yang tinggi ditandai dari berubahnya warna pipa menjadi biru-hijau. Tembaga memiliki efek buruk bagi kesehatan, yakni dapat menyebabkan anemia, kerusakan hati dan ginjal, tegas laman Business Insider.

Nah, itulah bahan kimia berbahaya yang ditemukan di dalam tap water. Sayang sekali, padahal tap water sangat bermanfaat, ya!

Kategori
Science Chemistry

Kimia Berbahaya di dalam Tap Water

Ketahui Bahan Kimia Berbahaya yang Ditemukan di dalam Tap Water

Kimia Berbahaya di dalam Tap Water – Air keran di pemukiman, tak semua steril dari racun yang berbahaya bagi tubuh. EWG mengidentifikasi ada 250 penyuplai yang airnya terkontaminasi, 160 diantaranya digunakan tanpa batas.

Bagi kamu yang tinggal di kota-kota besar, tidaklah sulit untuk menemukan tap water di beberapa sudut kota. Tap water terasa praktis karena kita bisa meminum air langsung dari keran untuk menghilangkan rasa haus. Selain itu, tap water juga digemari karena kita tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk meminum air.

Namun, ternyata ada bahaya tersembunyi di balik tap water! Seberapa berbahaya dan apa akan mengganggu kesehatan kita? Let’s find the answer here!

1. Terdapat kandungan klorin di dalamnya

Tahukah kamu bahwa klorin juga ditemukan di air dalam fasilitas tap water? Klorin memiliki efek negatif, seperti merusak fungsi normal sistem pernapasan, menyebabkan mual, muntah, koma bahkan kematian! Menurut US Council of Environmental Quality, risiko kanker akan meningkat hingga 93 persen pada orang yang meminum air dengan kandungan klorin di dalamnya.

2. Ada kemungkinan tap water mengandung merkuri

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kandungan merkuri pada air di tap water. Sama seperti timbal, merkuri juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa merkuri bisa menyebabkan atrofi otot, sakit kepala, kecacatan kognitif dan ruam kulit.

3. Ada pula kandungan perklorat di dalamnya

Masih banyak lagi bahan kimia yang ditemukan di dalam tap water. Yakni perklorat, bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan roket, kembang api dan flare. Namun, akan membahayakan bila diminum oleh manusia karena bisa menyebabkan kerusakan tiroid, paru-paru, komplikasi organ dalam dan anemia aplastik.

4. Bisa jadi, mengandung berbagai zat radioaktif!

Waspadai, karena ditemukan zat radioaktif di dalam tap water! Zat ini antara lain adalah uranium, radium, thorium dan radon. Tap water yang mengandung radium ditemukan di Texas, AS. Padahal, paparan radium dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan kanker tulang, kanker paru-paru, kulit, hati, ginjal, lambung dan tiroid, ungkap laman Business Insider. Wah, serem banget!

5. Berdasarkan penelitian, ada kandungan dioksin di tap water!

Terakhir, ditemukan kandungan dioksin pada fasilitas tap water. Ini adalah racun berbahaya yang dilepaskan selama proses pembakaran, seperti asap pada kebakaran hutan atau rokok. Dioksin memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan manusia dan menyebabkan kerusakan sistem reproduksi, sistem saraf, endokrin dan sistem imun kita.

Nah, itulah beberapa bahan kimia berbahaya yang ditemukan di dalam tap water. Sayang sekali, padahal tap water sangat bermanfaat, ya!

Kategori
Kimia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia – Ilmu pengetahuan seperti ilmu kimia telah memberikan kita banyak pengetahuan yang sangat berharga.

Dengan mempelajari kimia, kita bisa mengenal unsur-unsur dan senyawa kimia sekaligus memanfaatkannya sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit.

Tapi di balik itu, ternyata ada beragam zat kimia yang sangat berbahaya jika kamu terpapar olehnya. Ini dia 5 zat yang paling mematikan bagi manusia.

  • Botulinum Toxin A

Racun Botulinum, yang juga dikenal sebagai Clostridium Botulinum, dikenal sebagai zat paling mematikan di dunia. Hanya 1 gram dari zat ini dapat membunuh 14.000 manusia jika ditelan atau 8,3 juta manusia apabila disuntikkan! Daftar IDN Poker 99

Botulinum mengacaukan komunikasi antara sel saraf dan sel otot, kemudian secara bertahap melumpuhkan korban dan akhirnya terjadi kegagalan sistem pernafasan.

Namun, botulinum dalam dosis yang sangat kecil dapat digunakan untuk mengobati kejang otot dan keringat berlebihan dan melumpuhkan otot yang menyebabkan keriput.

  • Ricin

Ditemukan dalam minyak jarak, ricin adalah zat protein beracun yang menimbulkan kerusakan pada ribosom, pembangun protein pada sel.

Hasilnya adalah kerusakan parah pada organ-organ penting tubuh. Hanya satu miligram ricin cukup untuk membunuh orang dewasa jika dihirup atau tertelan, menyebabkan banyak negara menyelidiki penggunaannya sebagai senjata biologis.

  • Sianida

Baik dihirup atau tertelan, sianida adalah salah satu zat beracun dengan aksi tercepat yang diketahui, membuat korbannya mati dalam hitungan menit.

Gas hidrogen sianida dan natrium padat atau potasium sianida sangat beracun, mencegah sel-sel tubuh menggunakan oksigen dan membuat jantung dan otak berhenti bekerja.

Beberapa biji buah juga mengandung sianida dan sejumlah kecil hidrogen sianida ditemukan dalam asap knalpot kendaraan.

  • Asbestos

Asbestos adalah nama yang diberikan pada beberapa mineral berbeda yang memiliki satu ciri umum: ikatan kristal yang berserat. Dapat ditemukan dengan harga yang terjangkau, asbestos merupakan bahan bangunan yang populer sampai efek mematikannya terungkap.

Apabila terhirup berkali-kali, serat asbestos dapat menumpuk di paru-paru dan menyebabkan penyakit mematikan seperti asbestosis, radang paru-paru, dan kanker.

Berbeda dengan zat – zat lainnya, Asbestos dapat memakan waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun untuk membunuh seseorang. Meskipun begitu, zat ini tetaplah sangat mematikan dan membuatnya sebagai “racun lambat” yang paling mengerikan bagi manusia.

  • Karbon Monoksida

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat beracun yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar organik yang tidak sempurna, seperti batubara, diesel, kayu dan lain – lain. Ini adalah salah satu gas beracun utama yang ditemukan di dalam asap kendaraan.

Zat ini mempengaruhi kapasitas pembawa oksigen dalam darah dengan mengikat protein hemoglobin. Jika seseorang terkena paparan dengan konsentrasi karbon monoksida 1,28%, korban akan kehilangan kesadaran setelah 2-3 kali nafas dan mati dalam waktu kurang dari 3 menit.

Kategori
Kimia

Kimia Berbahaya dalam Vape

Kimia Berbahaya dalam Vape

Kimia Berbahaya dalam Vape – Penny Lukito Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut akan segera mengusulkan larangan penggunaan vape atau rokok elektrik. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya melalui revisi PP Nomor 109 tahun 2012.

Penny mengungkapkan, ada beberapa fakta ilmiah yang sudah ditemukan BPOM sekaligus menjadi dasar usulan pelarangan. Ditemukan beberapa kimia mulai dari nikotin, propilen glikol, perisa, logam, karbonil, tobacco specific nitrosamines (TSNAs), hingga diethylene glycol (DEG).

Mari kita cek dampak buruk dari bahan kimia tersebut!

1. Nikotin

Nikotin adalah zat kimia yang bisa ditemukan dalam berbagai produk tembakau. Menurut analisa studi yang dipublikasi dalam Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology paparannya secara langsung dapat menyebabkan iritasi, sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, mual, hingga meningkatkan metabolisme tubuh. Berbagai studi juga melihat efek nikotin terhadap otak bisa menyebabkan kanker dan kecanduan.

2. Propilen glikol

Dikutip dari situs resmi BPOM, propilen glikol adalah senyawa kimia yang diizinkan dipakai sebagai bahan tambahan pangan (BTP). Hanya saja penggunaannya harus sesuai dengan aturan asupan harian yang dapat diterima atau acceptable daily intake (ADI).

Menurut Healthline propilen glikol punya kadar toksisitas rendah oleh karena itu banyak dipakai di makanan hingga kosmetik. Namun bila dikonsumsi di luar batas wajar, laporan yang dipublikasi dalam jurnal Investigative Medicine High Impact Case Reports 2015 menyebut senyawa kimia ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

3. Perisa

Tidak dijelaskan pasti perisa apa yang ditemukan oleh BPOM dalam produk vape yang ditelitinya. Namun ada laporan dalam penelitian lain di jurnal Scientific Reports 2019 bahwa perasa dalam vape bisa memengaruhi sel epitel di paru-paru.

“Studi baru kami menunjukkan bahwa bahan kimia ini dapat merusak silia, garis pertahanan pertama di paru-paru dengan mengubah ekspresi gen yang terkait dengan produksi dan fungsi silia,” jelas professor genetika lingkungan dan patofisiologi, Quan Lu dikutip dari Daily Mail.

4. Tobacco specific nitrosamine

Tobacco-specific nitrosamines dalam laporan di jurnal Carcinogenesis 1988 dideskripsikan sebagai kelompok senyawa karsinogen (penyebab kanker) yang ada di produk tembakau. Senyawa ini dihasilkan oleh nikotin dan alkaloid dari tembakau.

5. Karbonil

Karbonil adalah senyawa yang dihasilkan ketika liquid vape dipanaskan berubah menjadi uap. Menurut peneliti di Masonic Cancer Center, University of Minnesota, senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan pada DNA. Hal yang sama disebut peneliti juga bisa ditemukan pada perokok biasa.

6. Diethylene glycol

Diethylene glycol atau DEG adalah senyawa tidak berwarna, tidak berbau, yang memiliki rasa manis. Biasanya senyawa ini dipakai pada cairan antibeku, oli rem, rokok, hingga obat-obatan. Bila dikonsumsi sembarangan DEG dapat menyebabkan keracunan yang bisa berujung pada gagal ginjal.

Kategori
Kimia

Otak Manusia Ternyata Bisa Produksi Bahan Kimia Seperti Ganja

Ganja atau Marijuana merupakan salah satu psikotropika, yang masuk dalam narkoba golongan satu. Artinya, di Indonesia ganja hanya boleh digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, bukan sebagai terapi, karena punya potensi tinggi menyebabkan ketergantungan.

Baca Juga: Perubahan kimia yang terjadi pada benda disekitar kita

Lalu kenapa bisa otak memproduksi bahan kimia mirip dengan ganja?

Dilansir dari uclahealth.org, sudah hampir 30 tahun yang lalu peneliti menemukan bahwa otak memproduksi bahan kimia sejenis ganja, yang disebut endocannabinoid.

Dalam investigasi taksonomi mengungkapkan bahwa sistem endocannabinoid terbilang sangat tua, telah berkembang lebih dari 500 juta tahun yang lalu. Selain itu, bahan kimia ini bisa ditemukan di semua vertebrata, mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi, ikan, dan lainnya. Semuanya menghasilkan endocannabinoid.

Otak Manusia Memproduksi Bahan Kimia Ganja?

Diawal penelitian menunjukkan reseptor endocannabinoid cuma ada di otak dan saraf. Tapi para ilmuwan kemudian menemukan bahwa reseptor tersebut ada di seluruh tubuh, termasuk kulit, sel kekebalan, tulang, jaringan lemak, hati, pankreas, otot kerangka, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan saluran pencernaan.

Kita sekarang tahu sistem endocannabinoid terlibat dalam berbagai proses, termasuk rasa sakit, ingatan, suasana hati, nafsu makan, stres, tidur, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan fungsi reproduksi.

Endocannabinoid bisa dibilang merupakan salah satu molekul pemberi sinyal yang paling luas dan serbaguna yang dikenal manusia.

Daniele Piomelli, profesor farmakologi dan Direktur Pusat Penemuan Obat di Fakultas Kedokteran University of California, Irvine (UCI). Dan rekannya, telah menemukan bahwa endocannabinoid berperan penting dalam nyeri yang disebabkan oleh stres.

“Studi ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa bahan kimia seperti ganja alami di otak punya kaitan dengan penekanan rasa sakit,” ujar Piomelli.

Cannabinoid alami tubuh berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas. Seperti rasa sakit, kegelisahan dan nafsu makan, sehingga cannabinoid (kandungan aktif dalam ganja) menjadi target yang menarik untuk pengembangan obat.

Obat berbasis cannabinoid pun digunakan untuk mengurangi mual dan merangsang nafsu makan pada pasien kanker dan AIDS.

Baca Juga: Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains

Tes baru-baru ini juga menunjukkan cannabinoid efektif dalam membantu penanganan penderita sindrom Tourette dan beberapa gejala sklerosis.