Kategori
Sains

Fakta Sains tentang Kekuatan Fundamental Alam Semesta!

Fakta Sains tentang Kekuatan Fundamental Alam Semesta!

Fakta Sains tentang Kekuatan Fundamental Alam Semesta! – Selama beberapa dekade, manusia mengetahui keberadaan kekuatan fundamental unsur-unsur yang membuat alam semesta bisa bertahan, yakni: gravitasi, elektromagnetisme, dan gaya nuklir, baik lemah maupun yang kuat, yang menyatukan atom-atom.

Mengkutip dari laman https://slot-online.games, Nah, jika Anda penasaran dengan kekuatan besar yang ada di alam semesta tersebut, Anda bisa menyimak artikel berikut ini. Inilah beberapa fakta ilmiah mengenai kekuatan fundamental alam semesta.

1. Apa itu kekuatan fundamental alam semesta?

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kekuatan fundamental alam semesta itu? Secara sederhana, kekuatan atau gaya fundamental alam semesta dapat diartikan sebagai kekuatan dasar yang membentuk, mengatur, menjaga, dan melestarikan semua materi yang terbentuk di alam semesta. Alam semesta memiliki empat kekuatan besar dan keempatnya merupakan perwakilan dari semua gaya mutlak yang ada di alam.

Dengan kata lain, kekuatan fundamental alam semesta adalah kekuatan terbesar yang ada di alam semesta dan bertanggung jawab terhadap keberadaan alam semesta itu sendiri. Kekuatan fundamental biasa disebut juga sebagai gaya fundamental atau interaksi fundamental alam.

Ilmuwan meyakini bahwa kekuatan-kekuatan alam semesta tersebut telah ada pada awal-awal pembentukan alam semesta, yakni Big Bang atau Ledakan Dahsyat. Nah, tentu ada pertanyaan, dari mana ilmuwan mengetahui fakta tentang kekuatan fundamental alam tersebut? Atau apakah benar bahwa kekuatan fundamental tersebut hanya terdiri dari empat kekuatan saja?

Secara mendasar, fisika bisa menjawabnya berdasarkan bukti empiris, bahkan melalui aksioma. Apa itu aksioma? Dalam sains, aksioma adalah kebenaran yang bisa disaksikan tanpa harus dibuktikan. Nah, fisika sebagai cabang sains bertugas untuk mengumpulkan bukti-bukti yang ada di alam. Baru setelah itu, dilakukan studi dan penelitian mengapa bukti-bukti tersebut ada.

Disimpulkan bahwa hingga saat ini dinyatakan atau terbukti valid bahwa alam semesta memiliki empat kekuatan fundamental. Namun, sains selalu terbuka terhadap bukti dan teori yang baru—yang tentu saja harus diuji valid atau tidaknya. Yuk, kita kupas satu per satu mengenai empat kekuatan besar di alam semesta ini melalui poin-poin berikut.

2. Kekuatan fundamental pertama: gravitasi

Tentu Anda gak asing dengan kata gravitasi, bukan? Faktanya, gravitasi merupakan salah satu kekuatan fundamental di alam semesta meskipun bukan yang terbesar. Gravitasi merupakan gaya atau kekuatan yang memiliki sifat unik, yakni tarik menarik pada semua partikel yang memiliki massa.

Dengan kata lain, gravitasi akan memengaruhi apa pun yang ada di sekitarnya karena memang secara fundamental. Gaya tersebut bersifat mutlak terhadap partikel bermassa. Bukan hanya planet, semua objek benda yang bisa Anda lihat dan sentuh memiliki gaya gravitasinya masing-masing dengan tingkat kekuatan yang berbeda-beda bergantung pada massanya.

Nah, karena gaya gravitasi bekerja pada semua materi di alam, secara langsung kekuatan tersebut juga akan menjaga supaya objek di alam semesta dapat bekerja sesuai dengan hukum fisika yang berlaku, misalnya, pergerakan planet dan bintang. Planet-planet di tata surya akan selalu bergerak mengelilingi Matahari karena terikat dengan gaya gravitasi Matahari sebagai objek terbesar di tata surya.

Dengan adanya gravitasi, pergerakan orbit sebuah planet dapat terjadi secara teratur tanpa bertabrakan dengan planet-planet lainnya. Bayangkan saja jika tiba-tiba gravitasi hilang dari alam semesta, pastinya susunan planet, bulan, dan bintang akan berantakan dan menimbulkan kehancuran alam semesta.

3. Kekuatan fundamental kedua: gaya inti lemah

Dalam partikel mikroskopik tersebut terdapat tiga partikel lainnya yang jauh lebih kecil lagi, yakni elektron, proton, dan neutron. Nah, supaya masing-masing dari partikel neutron dan proton tadi bisa terus stabil, dibutuhkan sebuah kekuatan yang dapat menjaga mereka secara otomatis dan berkala.

Yup, kekuatan tersebut adalah kekuatan fundamental alam semesta kedua yang bernama gaya inti lemah. Tak bisa dibayangkan jika kestabilan neutron dan proton terganggu. Pastinya akan terjadi ledakan atau fusi nuklir di alam semesta yang akan menghancurkan alam semesta secara masif.

Perlu diingat bahwa setiap objek atau benda di alam semesta pasti terbentuk dari gabungan partikel atom. Gaya inti lemah memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan dengan gaya gravitasi, tetapi dalam rentang jarak yang sangat pendek. Kekuatan fundamental ini merupakan kekuatan yang bertanggung jawab menjadi penyebab radiasi di alam semesta.

Bukti keberadaan gaya inti lemah sudah pernah diteliti oleh seorang fisikawan asal Italia bernama Enrico Fermi pada 1933 lalu. Dalam studinya yang mendalam, ia dapat menyimpulkan dan menjawab bagaimana peluruhan beta dalam atom dapat terjadi. Rupanya, ada pengaruh dari gaya inti lemah yang memang bertanggung jawab terhadap proses peluruhan yang terjadi dalam sel atom.

4. Kekuatan fundamental ketiga: elektromagnetik

Secara sederhana, elektromagnetik merupakan gaya yang saling menarik dan menolak antara partikel yang memiliki muatan positif dan negatif, dicatat dalam Science Alert. Dengan kata lain, kekuatan fundamental elektromagnetik merupakan kekuatan yang ada pada partikel-partikel yang bermuatan listrik.

Nah, uniknya, jika kita kembali melihat diagram atom di poin nomor tiga di atas, gaya elektromagnetik rupanya menjaga agar elektron dan proton tetap bersama-sama dalam atom tanpa adanya gesekan. Partikel-partikel tersebut bisa bekerja dan bergerak secara teratur dan harmonis berkat gaya elektromagnetik tadi.

Bahkan, fenomena sehari-hari yang bisa kita lihat dan saksikan merupakan fenomena yang dihasilkan akibat pengaruh kekuatan elektromagnetik. Jika Anda bisa merasakan hangatnya cahaya Matahari, itu karena adanya gaya elektromagnetik yang terjadi antara tubuhmu dengan partikel cahaya Matahari meskipun tanpa Anda sadari.

Saking besarnya peran dari elektromagnetik di alam semesta, bisa dikatakan bahwa gaya elektromagnetik selalu ada dan memengaruhi kekuatan fundamental alam semesta lainnya, kecuali gravitasi. Reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi dalam tubuh organisme juga merupakan unsur elektromagnetik yang terjadi tanpa disadari. Jadi, tak bisa dibayangkan bagaimana alam semesta jika kehilangan gaya elektromagnetiknya.

5. Kekuatan fundamental keempat: gaya inti kuat

Gaya inti kuat atau nuklir kuat merupakan kekuatan fundamental terkuat di alam semesta. Untuk lebih memahaminya, coba lihat kembali diagram atom pada poin tiga di atas. Nah, di sana ada sebuah bungkus inti atom yang dinamakan nukleus atau nucleus. Pastinya, harus ada kekuatan yang menjaga neutron dan proton untuk tetap berada dalam nukleus, bukan?

Yup, kekuatan penjaga itu dinamakan gaya inti kuat. Tugas utamanya memang menjaga supaya neutron dan proton tetap bekerja secara harmonis dan bertahan dalam nukleus di dalam sebuah partikel atom. Itu sebabnya, gaya inti kuat dianggap sebagai gaya fundamental terkuat di alam semesta.

Gaya inti kuat hanya dialami oleh quark alias partikel kecil yang menjaga keseimbangan inti atom. Meskipun sangat mikroskopik, gaya inti kuat memiliki pengaruh yang sangat signifikan di alam semesta. Dengan tugasnya mengatur keseimbangan inti atom, kekuatan fundamental yang satu ini juga secara langsung dianggap sebagai pengatur keseimbangan dari alam semesta.

Jika gaya inti kuat musnah, neutron dan proton akan bertabrakan dan menimbulkan sebuah reaksi berantai yang akan menghancurkan atom hingga alam semesta itu sendiri. Jadi, supaya alam semesta tetap seimbang dengan hukum fisikanya, gaya inti kuat harus tetap ada sebagai kekuatan fundamental terkuat di alam semesta.

***

Nah, bagaimana? Cukup menarik belajar fisika di hari ini, kan? Oh ya, hingga saat ini alam semesta masih diketahui memiliki empat kekuatan fundamental. Ada beberapa klaim yang menyatakan bahwa kekuatan kelima ditemukan, tapi ternyata hal tersebut hanya hoaks dan tanpa dukungan bukti valid.

Semoga artikel sains kali ini bisa menambah sekaligus memperkaya wawasan Anda di bidang fisika, ya!

Kategori
Sains

Tingkatan Struktur dan Ruang Lingkup dalam Alam Semesta

Tingkatan Struktur dan Ruang Lingkup dalam Alam Semesta

Tingkatan Struktur dan Ruang Lingkup dalam Alam Semesta, – Alam semesta adalah seluruh ruang waktu kontinu tempat kita berada, dengan energi dan materi yang dimilikinya.

Bahkan, usaha untuk memahami pengertian alam semesta dalam lingkup ini pada skala terbesar yang memungkinkan, ada pada kosmologi, ilmu pengetahuan yang berkembang dari fisika dan astronomi.

Dikutip https://maxbetresmi.com, Ada beberapa tingkatan ruang lingkup dalam alam semesta, mulai dari objek-objek kecil hingga gugusan besar yang luasnya mustahil untuk dijelajahi. Nah, tentunya Anda penasaran dengan penjelasannya, bukan? Yuk, sama-sama belajar astronomi.

1. Objek angkasa

Tingkatan paling kecil di alam semesta tentu saja objek angkasa, seperti batuan angkasa, planet, bulan, bintang, dan lain sebagainya. Ada beberapa partikel mikroskopik yang bahkan keberadaannya selalu ada di sekitar kita seperti atom. Menurut laman NASA, objek angkasa seperti asteroid adalah objek yang banyak ditemukan di dalam sebuah gugusan tata surya.

2. Tata surya

Tata surya adalah kelompok atau gugusan terkecil yang ada di alam semesta. Dalam sebuah tata surya, ada beberapa objek angkasa seperti planet, bulan, bintang, batuan angkasa, dan mungkin objek angkasa lainnya yang masih terikat dengan gravitasi dari bintang terbesar.

3. Galaksi

Dalam sebuah galaksi, ada miliaran tata surya dan objek angkasa lainnya. Galaksi yang menampung tata surya kita dinamakan Galaksi Bimasakti atau Milky Way. Menurut National Geographic, bahkan sebuah galaksi bisa terdiri dari triliunan bintang yang disatukan dengan gravitasi.

4. Supergugus

Supergugus atau supercluster adalah gabungan dari tiga atau banyak galaksi. Memang, sulit membayangkan betapa luas dan masifnya supergugus itu. Sebuah galaksi saja mampu menampung ratusan triliun bintang, apalagi supergugus yang jelas memiliki ukuran lebih besar ketimbang galaksi.

5. Alam semesta

Gambar titik-titik di atas merupakan cahaya dari galaksi yang ada di alam semesta kita. Jadi, dengan kata lain, struktur atau ruang lingkup terbesar di alam semesta adalah alam semesta itu sendiri. Tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah galaksi yang ada di alam semesta kita.

***

Itulah tingkatan struktur dan ruang lingkup yang ada di alam semesta. Bagaimana? Sulit dibayangkan seberapa luas alam semesta itu, bukan?

Kategori
Sains

Fakta Sains tentang Kelahiran dan Kematian Bintang

Fakta Sains tentang Kelahiran dan Kematian Bintang

Fakta Sains tentang Kelahiran dan Kematian Bintang, – Analisa baru pada isotop besi dalam meteorit yang dilakukan ilmuwan baru-baru ini mengungkap bagaimana kelahiran Bumi di tata surya ini. Pada masa-masa awal tata surya, ternyata bayi Bumi membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat untuk terbentuk.

Nah, salah satu objek alam semesta yang sangat unik dan bisa kita pelajari adalah bintang. Apa itu bintang? Bagaimana proses kelahiran dan kematian bintang di alam semesta?

Yuk, kita sama-sama belajar mengenai bintang, objek angkasa yang berkelap-kelip.

1. Apa itu bintang?

Dilansir https://christian-mommies.com, Seperti dicatat dalam laman NASA, bintang dapat diartikan sebagai objek astronomi yang mewakili elemen penyusun dasar dari berbagai gugusan semesta seperti tata surya dan galaksi. Karena sifatnya sebagai penyusun gugusan semesta, bintang juga berjumlah sangat banyak dengan berbagai macam ukuran, sifat, jenis, dan karakternya.

Bintang terbesar dalam tata surya kita adalah Matahari. Karena ukurannya yang cukup masif, hal tersebut cukup untuk membentuk massa dan kekuatan gravitasi untuk menjaga planet-planet di sekitarnya supaya tetap bergerak mengelilingi Matahari secara teratur.

Jika dinilai dari segi ukurannya, ada banyak bintang di alam semesta yang memiliki ukuran jauh lebih besar ketimbang Matahari.

Sifat dan karakter bintang sangat berbeda dengan planet, meskipun terkadang masih ada banyak orang yang menyamakan keduanya.

Perbedaan mendasarnya adalah pada kemampuan objek dalam memancarkan cahaya, seperti diulas dalam National Geographic. Bintang adalah objek angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri, sedangkan planet tidak.

Jika dilihat dari Bumi di malam hari, bintang dan planet juga memiliki ciri khas yang berbeda namun agak mirip. Bintang, jika dilihat di malam hari, cahayanya akan terlihat berkelap-kelip.

Sedangkan, cahaya planet akan terlihat statis (tidak berkelip) dan kabur. Nah, rupanya planet dapat memantulkan cahaya dari cahaya bintang di sekitarnya, misalnya Matahari.

Tidak diketahui ada berapa banyak jumlah bintang di alam semesta. Kemungkinan jumlahnya memang mustahil untuk dihitung mengingat luas alam semesta yang nyaris tanpa batas.

Bahkan, ilmuwan dan akademisi menganggap bahwa jumlah bintang bisa mendominasi di alam semesta, jauh lebih banyak ketimbang planet dan objek semesta lainnya.

2. Proses kelahiran bintang

Bintang yang ada di alam semesta mengawali hidupnya dengan proses kelahiran. Bagaimana sebuah bintang dilahirkan? Kelahiran sebuah bintang melibatkan reaksi fusi, yakni reaksi yang melibatkan atom-atom di bawah tekanan tertentu yang menyebabkan nukleusnya mengalami reaksi dahsyat.

Dengan kata lain, kelahiran bintang melibatkan sebuah reaksi termonuklir di bagian inti calon bintang. Meskipun ada reaksi dari partikel-partikel lainnya, namun jika tidak cukup kuat untuk membentuk reaksi fusi atau termonuklir, maka bintang tak akan terbentuk. Itu sebabnya gaya gravitasi menjadi kunci dari pembentukan bintang.

Gaya gravitasi akan menekan partikel atom dalam gumpalan gas sampai reaksi fusi terbentuk. Jika gravitasi cukup kuat untuk menekan gaya dari dalam dan luar secara seimbang, maka pembentukan bintang akan tetap stabil. Nah, dari mana partikel-pertikel pembentuk bintang berasal? Partikel tersebut berasal dari awan nebula.

Awan nebula merupakan kumpulan gas yang sangat masif dan berjarak beberapa tahun cahaya. Partikel-partikel dalam awan nebula dapat membentuk banyak bintang jika gaya gravitasi cukup untuk membentuk reaksi fusi atau termonuklir. Nah, Anda sudah paham bagaimana bintang itu terbentuk, ‘kan?

3. Berapa usia bintang?

Bintang di alam semesta bisa berusia sangat lama. Bahkan, ada banyak bintang purba yang usianya sangat tua nyaris menyamai usia alam semesta itu sendiri. Kebanyakan bintang di alam semesta berusia 1 – 10 miliar tahun dan banyak di antara mereka yang sudah mulai memasuki fase akhir dari kehidupannya.

Ada sedikit bintang yang usianya menyamai alam semesta, yakni lebih dari 13 miliar tahun. Bagaimana usia bintang didapatkan? Ditulis dalam Scientific American, para ilmuwan dan ahli astronomi dapat mengukur usia sekelompok bintang dalam sebuah gugusan tertentu. Mengukur usia sekelompok bintang jauh lebih mudah ketimbang mengukur usia satu buah bintang.

Hal tersebut dimungkinkan karena sekelompok bintang yang terdapat dalam sebuah gugusan yang sama biasanya memiliki usia yang sama pula. Dengan data, analisa, dan pengamatan sebuah bintang melalui teleskop luar angkasa, didapatkan angka-angka matematis untuk menyimpulkan berapa kira-kira usia kelompok bintang yang sedang diamati tersebut.

Bahkan, dengan teknologi penghitungan yang lebih baik, ilmuwan dapat memperoleh data dan diagram mengenai keberadaan bintang-bintang yang ada pada gugusan klaster tertentu. Data dan diagram tersebut didapatkan dari teleskop luar angkasa Hubble yang selama ini sudah sering digunakan untuk menangkap objek jauh di alam semesta.

4. Ada bintang yang usianya lebih tua ketimbang usia alam semesta. Benarkah?

Konon katanya ada sebuah bintang besar yang usianya lebih tua dari alam semesta itu sendiri. Bintang tersebut bernama Methuselah atau HD 140283. Nama Methuselah sendiri diambil dari Alkitab dan dianggap sebagai salah satu tokoh dengan usia terpanjang di Bumi, yakni 969 tahun.

Bintang Methuselah berada di Konstelasi Libra dan berjarak sekitar 190 tahun cahaya dari Bumi, seperti dicatat dalam laman Space. Pada tahun 2000 lalu, beberapa ilmuwan dan akademisi meneliti mengenai bintang tersebut menggunakan satelit Hipparcos milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Hasilnya sungguh mengejutkan karena bintang yang diamati tersebut memiliki usia 16 miliar tahun.

Bagaimana mungkin sebuah bintang besar dapat memiliki usia yang jauh lebih tua ketimbang alam semesta itu sendiri? Jika usia alam semesta adalah 13,8 miliar tahun, itu berarti ada selisih sebesar 2,2 miliar tahun dengan bintang Methuselah. Beberapa ilmuwan lainnya menyatakan bahwa selisih usia yang begitu jauh harus dihitung ulang karena tidak mungkin ada bintang yang jauh lebih tua dibanding dengan alam semesta.

Apalagi bintang tersebut juga mengandung helium, hidrogen, dan zat besi yang seharusnya partikel-partikel tersebut baru ada setelah alam semesta terbentuk. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa salah satu ketidakpastian penghitungan yang dilakukan di masa lalu ada pada letak dan jarak presisi dari bintang tersebut.

Selain itu, reaksi nuklir dan fusi yang terjadi pada bintang Methuselah di masa lalu juga kemungkinan tidak dihitung secara tepat. Penghitungan reaksi fusi yang terjadi pada bintang di masa lalu sangat penting untuk dipelajari guna mendapatkan patokan usia yang sesungguhnya. Studi terbaru menyatakan bahwa usia bintang Methuselah adalah 14 miliar tahun.

Bagaimanapun usia bintang Methuselah masih cukup terpaut jauh dengan usia alam semesta. Tapi ilmuwan tetap yakin bahwa usia yang sesungguhnya adalah sama dengan alam semesta itu sendiri dan adanya selisih usia dalam rentang yang cukup jauh bisa diakibatkan oleh ketidakakuratan data.

5. Proses kematian bintang

Bagaimana proses kematian dari bintang? Bintang dapat mati jika sudah kehabisan bahan bakar nuklirnya. Biasanya, bintang dengan massa yang sangat besar akan menghabiskan bahan bakarnya dengan cepat. Begitu bahan bakarnya habis, bintang tersebut meledak menjadi supernova.

Setelah bintang meledak menjadi ledakan supernova, zona tersebut akan ada sisa-sisa dari bintang hancur tersebut yang bernama bintang neutron (inti bintang yang runtuh). Jika massanya cukup besar, biasanya bintang mati akan membentuk sebuah black hole atau lubang hitam.

Itu sebabnya, lubang hitam memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat dan bahkan dapat mengisap cahaya. Bintang-bintang yang hanya berukuran Matahari biasanya hanya menjalani proses kematian yang biasa saja. Biasanya, bintang mati dengan ukuran kecil akan menjadi sebuah raksasa merah, yakni hasil dari penggabungan helium pada inti bintang. Inti dari bintang mati ukuran kecil akan tetap sebagai katai putih yang dapat bertahan miliaran tahun atau mungkin selamanya.

Namun, jika bintang mati tersebut memiliki ukuran massa puluhan atau bahkan jutaan kali Matahari, maka bintang tersebut akan menjadi sebuah ledakan supernova yang suatu saat akan menjadi lubang hitam dengan gaya gravitasi yang luar biasa masif. Proses kematian bintang alam semesta sudah terjadi sejak zaman purba dan ledakannya baru terlihat pada saat ini.

***

Itulah beberapa fakta sains mengenai kelahiran dan kematian dari bintang yang ada pada alam semesta. Semoga dapat menambah dan memperkaya wawasan Anda, ya!

Kategori
Science Chemistry

Galaksi Terbesar yang Diketahui

Galaksi Terbesar yang Diketahui

Galaksi Terbesar yang Diketahui, – Jika Anda merasa galaksi Bima Sakti sudah berukuran cukup besar, tunggu sampai Anda melihat galaksi satu ini: UGC 2885. UGC 2885 kerap disebut Godzilla Galaxy, atau “The King of Galaxies”. Sampai saat ini Godzilla Galaxy adalah galaksi terbesar di seluruh jagat raya.

Memandangi bintang di langit malam dengan teleskop adalah kepuasan sendiri bagi segelintir orang. Dari langit Bumi yang tercemar oleh polusi, beruntung jika kita bisa melihat bintang dan planet yang mendampingi Bumi mengelilingi Matahari.

Selain bintang, planet, dan komet, ada satu objek astronomi yang kerap diburu: galaksi. Pemandangan galaksi yang indah diburu dengan susah payah saking jauhnya dari Bumi.

IC 1101: Galaksi terbesar namun sedang sekarat yang diketahui umat manusia

Galaksi terbesar di daftar ini dan diketahui oleh umat manusia adalah galaksi IC 1101. Ditemukan oleh astronomer/komposer Britania Raya, Frederick William Herschel I, pada 1790, IC 1101 terletak di pusat klaster Abell 2029 (A2029), konstelasi Virgo yang jaraknya 1,045 miliar tahun cahaya dari Bumi!

Berwarna kuning keemasan, IC 1101 kaya akan kandungan baja. Memiliki radius seluas 2 juta tahun cahaya, galaksi berbentuk eliptis ini berukuran 50 kali lebih besar dari Bima Sakti! Sebagai perbandingan, diameter Bima Sakti hanya seluas 100.000 tahun cahaya, sementara IC 1101? 5,5 juta tahun cahaya dari ujung ke ujung! Bahkan, lingkaran cahaya IC 1101 memancar 2 juta tahun cahaya dari pusat galaksi.

Menurut estimasi laman Space, IC 1101 juga 2.000 kali lebih berat dari Bima Sakti. Selain menjadi rumah salah satu lubang hitam supermasif terbesar dalam sejarah astronomi, IC 1101 juga mencakup banyak bintang. Dibandingkan Bima Sakti yang mencakup 200 – 400 miliar bintang, IC 1101 memiliki 100 triliun! Silau, men!

Sayangnya, IC 1101 dikategorikan sebagai galaksi yang sedang sekarat. Hal tersebut terlihat dari kecepatan lahirnya bintang baru di IC 1101 yang lebih lamban dibandingkan Bima Sakti. Satu-satunya cara bagi IC 1101 agar bisa tetap bersinar adalah dengan “memakan” galaksi lain. Tenang saja, Bima Sakti bukan sasarannya.

3C 348 (Hercules A): Paling terang dan berat di kelasnya

Berada di konstelasi Hercules, galaksi terbesar ke-2 dipegang oleh 3C 348 atau Hercules A. Tak terlihat dari Bumi, Hercules A berjarak 2,1 miliar tahun cahaya.

Pada 2012, teleskop Hubble mendeteksi sebuah galaksi kecil terlihat tengah “dimakan” oleh Hercules A. Formasi Hercules A memperlihatkan dua pancaran kosmik dari pusatnya yang tak kasat mata dan hanya terdeteksi melalui sinyal radio.

Galaksi eliptis ini pertama kali diidentifikasikan sebagai 3C 348 oleh astronomer dari University of Cambridge yang tergabung dalam Radio Astronomy Group (sekarang Cavendish Astrophysics Group). Radio Astronomy Group kemudian memasukkan Hercules A ke dalam Third Cambridge Catalogue of Radio Sources (3C) sebagai objek ke-348.

Paling terang dan berat di konstelasi Hercules, NASA mencatatkan bahwa Hercules A memancarkan daya dalam bentuk panjang gelombang radio yang hampir satu miliar kali lebih kuat daripada Matahari!

Selain itu, Hercules A juga memiliki massa 1.000 kali lebih berat dari Bima Sakti. Galaksi ini juga memiliki lubang hitam dengan massa solar 2.5 miliar, 1.000 kali lebih berat dibandingkan Bima Sakti.

Kategori
Sains

Misteri Objek Alam Semesta

Misteri Objek Alam Semesta

Misteri Objek Alam Semesta – Alam semesta adalah ruangan yang sangat besar dengan berbagai objek unik di dalamnya. Di ruangan super besar yang kita huni ini terdiri dari berbagai benda langit, di antaranya planet, bintang, galaksi, dan lainnya.

Dari seluruh benda langit yang ada, terdapat objek yang masih menjadi menjadi misteri yang belum terpecahkan oleh para peneliti. Inilah misteri objek langit tersebut. Check it!

Cincin Haumea

haumea ring iaa 7842b1a9ce464ed7eaba7230df406e3b - Misteri Objek Alam Semesta

Planet kecil Haumea, planet yang mengorbit di The Kuiper Belt yang ada di luar Neptunus menunjukkan hal yang tidak biasa.

Tetiba planet ini memanjang, memiliki dua bulan, dan hanya membutuhkan empat jam saja untuk menunjukkan satu rotasi. Tentu saja ini memperlihatkan jika Haumea menjadi obyek langit paling cepat di tata surya.

Misteri Haumea tidak sampai di situ, di tahun 2017, Haumea makin memperlihatkan keanehannya. Para astronom melihat cincin yang sangat tipis mengelilingi Haumea. Cincin tersebut diperkirakan hasil tabrakan di masa lalu.

Bintang Taby

pia22081 hires 702x336 119a80f2921f0730090c9865f7085f57 - Misteri Objek Alam Semesta

Tabetha Boyajin, astronom dari Louisiana State University dan teman-temannya pertama kali melihat bintang yang belum diketahui sebelumnya. Kemudian bintang itu disebut KIC 846285 dan dijuluki bintang Taby.

Bintang ini berbeda dengan yang lain, Taby menampilkan keanehan yang masih menjadi misteri. Obyek langit ini sering kali ‘tenggelam’ sehingga tidak terlihat dengan jelas, bahkan beberapa kali hanya terlihat 22 persen saja kecerahannya.

Terdapat beberapa teori hal itu terjadi, seperti megastruktur alien. Namun kini sebagian besar peneliti percaya adanya cincin debu yang tidak normal dan menimbulkan kegelapan pada bintang ini.

Aliran inframerah di luar angkasa

pia20027 hires 7d04ac5be23976b134d5ef1dea20bb8b - Misteri Objek Alam Semesta

Bintang neutron termasuk benda langit yang sangat padat yang terbentuk oleh bintang biasa yang mati. Seringkali, bintang ini mengeluarkan radiasi energi atau gelombang radio yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sinar-X.

Tapi pada September 2018, astronom mendapatkan aliran cahaya inframerah yang panjang. Aliran ini berasal dari bintang neutron dengan jarak 800 tahun cahaya dari planet Bumi.

Hingga saat ini, penjelasan tentang penyebab aliran cahaya tersebut masih belum bisa dipecahkan oleh peneliti.

Misteri sinyal radio

signal 29c15514ab995c75cca95b133932ebd1 - Misteri Objek Alam Semesta

Sejak 2007, peneliti beberapa kali menangkap sinyal radio ultra kuat dan ultra terang hanya dalam beberapa milidetik saja. Kilatan aneh itu dikenal dengan nama Fast Radio Burst (FRBs).

Belum lama ini, ilmuwan bisa menangkap FRBs berulang kali yang melintas enam kali secara berurutan, sinyal kedua yang terlihat bisa mendukung mereka memecahkan misteri ini. Apakah sinyal itu dari alien?

Bulan yang mengelilingi bulan

a side by side shows the similarities between mimas and the death star ef531c6d3d29d7400baa8b8cce7cc631 - Misteri Objek Alam Semesta

Bulan mengelilingi planet adalah hal yang biasa kita dengar. Tapi bagaimana dengan bulan mengelilingi bulan? Moonmoon adalah kejadian bulan yang mengorbit bulan.

Istilah moonmoon ini diberikan netizen yang suka berselancar di dunia maya. Moonmoon juga seringkali disebut moonitos, submoons, moonettes, grandmoons, moonmoons, dan mooon.

Walaupun bulan yang mengeliling bulan masih berupa teori, namun berdasarkan kalkulasi terbaru memperlihatkan tidak ada yang mustahil dari hal ini.

Rogue planet dengan aurora

download c57b126fc4ef6fff2afa35760c45226a - Misteri Objek Alam Semesta

Rogue planet merupakan istilah planet yang melayang di galaksi karena terlempar dari bintang induknya. Hal tersebut terjadi karena adanya gaya gravitasi. Ciri utama dari planet ini terlihat dari obyek langit yang berukuran planet dengan jarak 200 tahun cahaya.

Ciri lainnya adalah cahanya dengan daya magnet yang lebih kuat 200 kali dari Jupiter. Cahaya inilah yang menghasilkan aurora yang sangat terang dan bisa dilihat dengan teleskop radio.

***

Itulah obyek langit yang aneh masih belum dipecahkan misterinya oleh para peneliti. Hingga saat ini, misteri benda langit menjadi sebuah pertanyaan besar yang menggelitik para pecinta ilmu Astronomi. Apakah kamu juga?