Kategori
Science Chemistry

Senjata Kimia Populer Paling Mematikan Zaman Dulu

Senjata Kimia Populer Paling Mematikan Zaman Dulu

Senjata Kimia Populer Paling Mematikan Zaman Dulu, – Senjata kimiawi adalah senjata yang mengerikan. Sering kali senjata macam ini tidak langsung membunuh lawannya, namun menyiksanya terlebih dahulu dengan kematian yang perlahan.

Beberapa contoh senjata kimiawi adalah gas beracun.

Ternyata kalau kamu mau mencari tahu, senjata kimiawi pun sudah hadir sejak jauh di masa lampau. Bentuknya memang berbeda, namun keefektifannya tetap serupa: menyiksa mereka yang terkena infeksinya.

Berikut ini adalah beberapa bentuk senjata kimiawi di zaman kuno.

Mata panah beracun

Sejak zaman Romawi dan Yunani kuno hingga suku-suku pedalaman di zaman sekarang, senjata kimiawi sudah diaplikasikan dengan sangat efektif.

Cukup dengan mengambil dari hewan atau tumbuhan beracun dan melumurinya ke mata panah dengan dosis tertentu, mereka yang terpanah akan merasakan derita dari infeksi racun tersebut.

Pedang beracun

Bukan hanya mata panah saja yang diolesi racun, tetapi juga mata pedang. Dengan mengoleskan kepada bisa ular, mereka yang terkena sabetan pedang ini.

Baik luka besar maupun kecil, akan merasakan sensasi mati rasa, merasakan rasa sakit, lalu kulitnya menjadi dingin dan muntah-muntah.

Panah api

Alternatif lain dari panah beracun. Cukup dengan melilitkan mata panah dengan tanaman yang mudah terbakar dan membakarnya dengan api, maka terciptalah panah yang bisa membakar segala sesuatu yang bisa disentuhnya.

Ketimbang melukai seseorang, panah api ditujukan untuk membuat kacau situasi medan perang hingga lawan kebingungan.

Melempar mayat

Senjata ini akan sedikit tidak masuk akal jika menggunakan cara berpikir zaman sekarang, namun melemparkan mayat menggunakan katapel oleh orang Mongol. Pada abad ke-14, penyakit pes menyerang orang Eropa dan orang Mongol memahami hal ini.

Mereka pun menggunakan mayat-mayat yang terinfeksi penyakit pes itu untuk dilemparkan kembali dengan tujuan penyakit tersebut makin merebak.

Bom sarang lebah

Kamu tahu sendiri kan betapa mengerikannya sarang lebah itu? Orang zaman dahulu pun demikian. Malahan mereka bisa memanfaatkan kengerian itu dan menjadikannya sebagai bom sendiri.

Dengan melemparkannya ke target, sarang lebah akan hancur dan membuat lebah di dalamnya marah hingga menyengat orang di area tersebut.

Bom kalajengking

Seperti sarang lebah, kalajengking pun pernah dijadikan bom. Kalajengking tersebut dikumpulkan menjadi satu dalam suatu pundi, lalu dilemparkan ke area lawan.

Serangga-serangga itu nantinya akan masuk ke sudut-sudut terkecil benteng dan menyengat di situasi yang tak terkirakan.

Mengontaminasi air

Praktik ini sangat tidak manusiawi karena tidak memandang bulu umur dan jenis kelamin korban. Cukup dengan mengontaminasi sumber air minum orang banyak, semua yang meminumnya akan keracunan.

Ini bukan sesuatu yang mengejutkan di zaman dulu demi memenangkan perang.

Madu beracun

Pada 401 sebelum masehi, ada kisah di mana suatu batalion prajurit yang memakan madu tiba-tiba pingsan karena sesak napas dan meninggal setelahnya.

Ternyata madu yang dimakan itu adalah madu beracun yang dikumpulkan lebah dengan mengekstrak madu dari bunga beracun. Senjata ini terbilang efektif dan digunakan beberapa kali dalam peperangan.

Api Yunani

Ini adalah senjata kimiawi dahsyat yang pernah diperkenalkan pada zaman kuno. Dengan menggunakan kapal, api tersebut akan disemburkan dari dalam kapal tersebut seperti pelontar api.

Bisa diibaratkan ini adalah bom napalm di masa itu, namun api Yunani hanya menjadi konsep teknologi peperangan yang gagal dikembangkan.

Debu kapur

Siapa yang tidak kaget jika debu kapur bisa melukai seseorang? Orang-orang Tionghoa kuno memasangkan senjata ini di kereta kuda dan saat berlari dengan kencang, debu kapur itu disebar.

Dengan bantuan angin, jangkauannya menjadi luas dan menyebabkan mata orang pedih hingga sesak napas.

***

Jangan membayangkan senjata kimiawi ini digunakannya seperti apa. Bisa-bisa apa yang dilakukan senjata ini jauh lebih mengerikan daripada senjata kimiawi di zaman sekarang.

Tidak salah jika perang akhirnya mendapatkan peraturan dan tidak memperbolehkan keterlibatan senjata kimiawi di dalamnya.