Kategori
Kimia

Pemeran Utama Bagi Seluruh Reaksi Kimia

Fakta Enzim, Pemeran Utama Bagi Seluruh Reaksi Kimia di Tubuh

Pemeran Utama Bagi Seluruh Reaksi Kimia – Enzim merupakan protein globular. Yang umumnya berfungsi sebagai biokatalis pada semua proses kimia dalam mahluk hidup.

Tahukah kamu bahwa setiap hari terjadi proses pembentukan dan pemecahan senyawa di dalam tubuh yang tidak terhitung banyaknya atau dikenal juga dengan istilah reaksi kimia organis. Proses ini bisa terjadi dikarenakan adanya Agen S128 protein yang dinamakan dengan Enzim di dalam tubuh kita.

Enzim berperan besar dalam mempercepat suatu reaksi kimia organik hingga beberapa ratus kali lebih cepat. Bahkan, apabila tidak ada Enzim maka suatu reaksi bisa saja tidak akan pernah terjadi sama sekali. Hal ini membuat Enzim menjadi penting untuk dipelajari oleh para peneliti agar Enzim dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.

Pada artikel kali ini, jeoleuro.com akan membahas fakta-fakta seputar Enzim yang mungkin saja belum kamu ketahui. Silahkan disimak baik-baik!

Bekerja sebagai katalis

Enzim bekerja dengan mempercepat suatu reaksi kimia atau istilahnya disebut katalis. Senyawa awal yang bereaksi dengan Enzim disebut sebagai substrat, dimana substrat ini akan diubah menjadi produk. Enzim mampu mempercepat terjadinya suatu reaksi dengan menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan sehingga reaksi pun dapat terjadi dengan lebih cepat.

Meskipun Enzim harus berikatan dengan substrat terlebih dahulu untuk bekerja, Enzim tidak akan mengalami perubahan struktur sehingga untuk mengubah banyak substrat hanya dibutuhkan Enzim dalam jumlah sedikit karena Enzim tersebut dapat digunakan berkali-kali (kecuali jika mengalami kerusakan).

Agar Enzim dapat bekerja dengan optimal, maka dibutuhkan kondisi lingkungan yang optimal juga untuk Enzim bekerja. Kondisi lingkungan ini meliputi suhu, pH, dan berbagai faktor lainnya. Kondisi lingkungan ini juga berbeda-beda untuk tiap Enzim sehingga analisa tiap Enzim secara mendalam diperlukan.

Enzim Menurunkan Energi yang diperlukan Untuk Aktifasi

Telah diteliti sejak tahun 1700-an

Penelitian awal mengenai Enzim dimulai dari diketahuinya kemampuan cairan lambung untuk mencerna daging pada tahun 1700-an. Kemudian, para peneliti juga mengetahui kemampuan dari air ludah untuk mengubah pati menjadi glukosa, tetapi penjelasan lengkap mengenai fenomena ini belumlah diketahui dengan pasti.

Barulah pada tahun 1878, seorang peneliti asal Jerman bernama Wilhelm Kuhne menggunakan istilah Enzim untuk pertama kali. Enzim dari kata Enzyme dalam bahasa Yunani berarti “isi bahan pengembang” yang merujuk pada ragi karena fungsi ragi adalah mengembangkan roti.

Namun, istilah Enzim baru dipopulerkan Eduard Buchner setelah dia mampu memfermentasi gula menggunakan sel ragi yang sudah mati. Hal ini membuktikan bahwa bukan sel ragi yang berperan penting dalam proses fermentasi, melainkan senyawa yang dihasilkannya yaitu Enzim. Penemuan ini pun mengantarkan Eduard Buchner memperoleh hadiah Nobel.

Dipengaruhi kelainan genetik

Untuk membahas poin ini, kita perlu terlebih dahulu memahami proses terbentuknya Enzim. Seperti yang kita ketahui bahwa Enzim terbuat dari protein (meskipun tidak semua), sehingga produksinya dalam tubuh pun dipengaruhi oleh materi genetik kita, yaitu DNA.

DNA menjadi cetak biru bagi produksi semua protein dalam tubuh kita, salah satunya adalah produksi Enzim. Oleh karena itu, jika DNA seseorang mengalami mutasi atau abnormalitas maka bisa saja mempengaruhi produksi Enzim seseorang. Produksi Enzim tersebut dapat berkurang, tidak ada sama sekali, atau bahkan jadi berlebihan.

Salah satu contohnya adalah penyakit Hers Disease, dimana penderitanya tidak mampu menghasilkan Enzim liver phosphorylase untuk memecah glikogen dalam hati menjadi gula darah. Defisiensi Enzim ini menyebabkan akumulasi glikogen dalam hati secara abnormal dan rendahnya gula darah sehingga bisa menyebabkan penyakit lain seperti Hipoglikemia.

Nah, jadi itulah fakta mengenai molekul Enzim di dalam tubuh kita. Enzim memegang peranan penting bagi seluruh reaksi kimia organik di dalam tubuh kita, tanpa Enzim mungkin kita tidak akan bisa hidup normal dan sehat seperti saat ini. Sekian untuk artikel kali ini dan terima kasih sudah membaca!