Kategori
Sains

Istilah Sains yang Berhubungan dengan Gravitasi

Istilah Sains yang Berhubungan dengan Gravitasi

Istilah Sains yang Berhubungan dengan Gravitasi, – Apakah kamu suka membaca atau menonton tayangan sains tentang astronomi?

Jika ya, pasti kamu sering mendengar tentang istilah-istilah astronomi yang familier, seperti kecepatan cahaya, Ledakan Dahsyat, gravitasi, lubang hitam, dan lubang cacing.

Seperti dikutip https://mamiya-usa.com, Gravitasi juga membuat kita dapat berada di permukaan Bumi tanpa hambatan karena pada dasarnya gaya gravitasi akan menarik objek kecil kepada objek yang lebih besar.

Bayangkan jika Bumi tidak memiliki gravitasi, pastinya kita semua akan melayang di udara, bahkan akan memengaruhi kesehatan kita.

1. Massa benda

Mungkin masih ada banyak orang yang menggunakan istilah massa sebagai pengganti berat sebuah benda. Namun, anggapan tersebut rupanya sangat keliru. Pasalnya, massa dan berat itu sangat berbeda.

Massa dapat diartikan sebagai sifat dan isi dari sebuah objek atau partikel dan itu akan selalu sama di mana pun.

Nah, konsep dan hakikatnya sudah sangat berbeda dengan berat, bukan? Sementara, berat merupakan suatu ukuran yang dihasilkan akibat pengaruh gaya tarik gravitasi terhadap sebuah objek atau partikel.

Setiap objek yang kamu lihat, seperti meja, kursi, batu, dan apa pun itu, pasti memiliki massa. Objek dan partikel yang memiliki massa juga pasti memiliki gaya gravitasinya masing-masing.

Jadi, bukan hanya planet yang memiliki gaya gravitasi, melainkan semua objek benda yang dapat kamu lihat pun juga memiliki gaya gravitasinya masing-masing. Perhitungan massa juga berbeda dengan berat.

Jika beratmu di Bumi 100 kg, misalnya, di Bulan beratmu hanya 16 kg. Hal ini dapat terjadi karena berat manusia dipengaruhi oleh besarnya gravitasi sebuah planet.

Secara sederhana, massa tubuh berarti segala sesuatu yang ada di tubuh kita, mulai dari cairan, organ tubuh, kerangka tubuh, dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana? Sudah paham dengan istilah massa, bukan? Di sini, kamu juga mengetahui bahwa ternyata massa dan berat adalah dua hal yang sangat berbeda.

2. Relativitas

Pernah mendengar tentang relativitas? Atau mungkin kamu pernah membaca mengenai relativitas? Ya, teori relativitas adalah sebuah teori yang dulu pernah digagas oleh Albert Einstein.

Dalam teorinya tersebut, ia menyatakan bahwa semua hukum fisika di alam akan berlaku sama di mana pun dan kapan pun.

Terus, apa hubungannya antara relativitas dengan gravitasi? Space dalam lamannya menjelaskan bahwa relativitas berkaitan erat dengan gravitasi dan akan memengaruhi keaadan ruang dan waktu yang ada.

Ini menarik mengingat gagasan Isaac Newton mengenai hukum gravitasi tidak memasukkan lengkungan ruang waktu sebagai variabelnya.

Sepintas, relativitas hanya bersifat imajiner. Namun, saat ini sudah ada banyak teknologi yang menggunakan relativitas sebagai landasan dasarnya.

Mulai dari GPS, satelit, transportasi, hingga nuklir, semuanya menggunakan dasar-dasar relativitas yang dulu pernah digagas oleh Einstein.

3. Lubang hitam

Lubang hitam atau black hole adalah istilah sains yang merujuk pada sebuah lubang masif di alam semesta yang memiliki kekuatan gravitasi yang sangat besar.

Saking kuatnya gravitasi tersebut, cahaya bahkan juga akan tertarik ke dalam lubang hitam. Hingga saat ini, sebetulnya ilmuwan masih belum dapat menjelaskan lubang hitam secara detail.

Laman NASA mencatat bahwa ada banyak lubang hitam yang tersebar di alam semesta. Ada yang berukuran sangat kecil, ada juga yang ukurannya sangat besar hingga tampak dominan di tengah galaksi.

Namun perlu diingat bahwa lubang hitam yang berukuran kecil pun memiliki massa yang sangat masif dan dapat menarik objek-objek di sekitarnya.

Mengapa lubang hitam memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat? Ilmuwan memperkirakan hal tersebut dapat terjadi karena lubang hitam dulunya merupakan bekas dari kematian bintang besar yang akhirnya menimbulkan sebuah kekuatan tarik menarik yang luar biasa besar.

Lubang hitam yang berukuran besar biasanya memiliki massa yang sangat besar, diperkirakan bisa mencapai 4 juta kali massa Matahari kita. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana lubang hitam dapat menarik dan mengisap segala objek luar angkasa di sekitarnya.

Sayangnya, hingga kini ilmuwan belum mengetahui dengan pasti apa yang ada di dalam lubang hitam tersebut.

4. Dilatasi waktu

Pada dasarnya, dilatasi merupakan transformasi atau perubahan geometri (ilmu ukur) yang didapatkan dari hasil penghitungan pada skala tertentu.

Lantas, bagaimana dengan dilatasi waktu? Secara sederhana, dilatasi waktu dapat diartikan sebagai perubahan jeda yang terjadi antara satu zona dengan zona lainnya akibat pengaruh gravitasi.

Seperti ditulis dalam Scientific American, istilah dilatasi waktu memang sudah dapat dibuktikan melalui rumusan relativitas Einstein dan hasilnya dapat dikalkulasi dengan teknologi saat ini.

Contoh dari dilatasi waktu adalah perubahan waktu relatif antara waktu Bumi dengan waktu di luar angkasa.

Seorang astronaut yang telah lama bekerja di luar angkasa sejatinya memiliki usia yang lebih lambat (muda) dibandingkan dengan usia manusia di Bumi.

Namun, perbedaan atau jeda waktu tersebut sangatlah kecil, yakni hanya dalam hitungan mikro detik. Perbedaan mendasar ini diakibatkan oleh gaya gravitasi yang dialami oleh manusia.

Jadi, Einstein lagi-lagi membuktikan bahwa meskipun selalu berlaku sama di mana saja, hukum fisika tersebut juga akan bersifat relatif dari sudut pandang orang lain.

Sampai di sini, tentunya kamu sudah lebih mengerti mengenai bagaimana gravitasi itu dapat memengaruhi kita, bukan?

5. Gaya

Pada akhirnya, pembahasan sampai pada hakikat dari gravitasi itu sendiri, yakni gaya. Dalam dunia sains, terutama fisika, gaya dapat diartikan sebagai interaksi yang bersifat keseluruhan dari sebuah objek fisik dan berakibat pada perubahan dari objek tersebut.

Perubahan dapat berupa perpindahan (gerakan), tekanan, maupun perubahan-perubahan lainnya yang dapat diamati secara empiris.

Macam-macam gaya dalam fisika adalah gaya gravitasi, gaya magnet, gaya listrik, gaya pegas, gaya gesek, dan lain sebagainya. Di alam semesta, gravitasi diklasifikasikan sebagai salah satu gaya fundamental terbesar di alam.

Keempat gaya fundamental itu adalah gaya inti kuat, gaya inti lemah, gaya elektromagnetik, dan gaya gravitasi.

Keempat gaya fundamental tersebut membentuk sebuah kekuatan besar yang akhirnya dapat memunculkan alam semesta melalui Big Bang atau Ledakan Besar.

Ada beberapa klaim mengenai gaya fundamental kelima, namun klaim tersebut tidak valid dan sudah disanggah oleh banyak ilmuwan dunia.

***

Itulah beberapa istilah sains yang berkaitan erat dengan gravitasi. Nah, bagaimana? Ternyata, mempelajari fisika dengan cara yang sederhana cukup menarik, bukan? Semoga dapat memperkaya wawasan kamu, ya!

Kategori
Sains

Ledakan Besar yang Terjadi di Luar Angkasa

Ledakan Besar yang Terjadi di Luar Angkasa

Ledakan Besar yang Terjadi di Luar Angkasa, – Para peneliti di International Centre for Radio Astronomy Research telah menemukan ledakan terbesar yang pernah diamati di alam semesta sejak Big Bang.

Dirangkum dari laman Daftar Joker123, Di zaman modern ini, ada beberapa ledakan hebat di alam semesta yang masih sanggup dideteksi oleh teknologi manusia dari Bumi. Yuk, kita selidiki seperti apa ledakan-ledakan di luar angkasa tersebut.

1. Ledakan di Bulan

x 1 e8e10bd055025af76d0b0a72dabd4af9 - Ledakan Besar yang Terjadi di Luar AngkasaBulan adalah satelit alam milik Bumi yang ternyata sering mendapatkan hantaman dari berbagai macam batuan luar angkasa. Biasanya, batuan angkasa yang menabrak Bulan berukuran kecil.

Namun, dalam beberapa kasus, Bulan juga mengalami tabrakan dan sampai mengakibatkan ledakan yang pada akhirnya menciptakan kawah berukuran besar.

2. Ledakan pada Nebula Kepiting

z 2 03e7e868021aa64e62c69998a57d2ed9 - Ledakan Besar yang Terjadi di Luar AngkasaAda sebuah nebula yang terletak 6.500 tahun cahaya dari Bumi bernama Nebula Kepiting. Dinamakan “Kepiting” karena nebula tersebut sepintas mirip dengan cangkang kepiting yang terbalik.

Pencitraan tersebut muncul karena pengamatan dilakukan dengan teleskop dari Bumi dan banyak pengamat yang menamakan demikian. Namun, sejatinya Nebula Kepiting adalah kumpulan gas dan puing-puing bekas ledakan bintang yang sangat masif.

3. Ledakan di sekitar atmosfer Bumi

z 1 a139d5a253b7428556c0a87f81aabe44 - Ledakan Besar yang Terjadi di Luar AngkasaPada 2013 lalu, Bumi pernah mengalami ledakan cukup kuat yang terjadi di sekitar atmosfer, seperti ditulis dalam Scientific American.

Ledakan tersebut terjadi 25 kilometer di atas permukaan laut. Ledakan udara ini terjadi akibat hantaman meteor yang meluncur cepat di wilayah udara Chelyabinsk, Rusia.

4. Ledakan sinar gama

z cover 8f3570b84154537ae9e1cb4c36c1f510 - Ledakan Besar yang Terjadi di Luar AngkasaLedakan sinar gama atau gamma juga pernah terjadi secara masif di luar angkasa. Laman Space mencatat bahwa ledakan gama merupakan salah satu jenis ledakan angkasa yang sangat besar.

Radiasinya diyakini mampu menghancurkan objek-objek angkasa yang ada dalam radius ledakan tersebut.

5. Ledakan nova

z 5 30742c8c5e49357e3be08e1836bc5e05 - Ledakan Besar yang Terjadi di Luar AngkasaPada 2018, beberapa ilmuwan NASA juga mendeteksi adanya ledakan hebat yang dinamakan ledakan nova. Ledakan ini mampu menghasilkan 100 ribu kali lipat kekuatan energi Matahari yang dirasakan oleh Bumi.

Ledakan nova tersebut dideteksi dari sebuah zona berjarak 13 ribu tahun cahaya di konstelasi Carina.

Uniknya, ledakan nova cukup sering dijumpai dan dapat dideteksi dengan baik menggunakan teleskop luar angkasa. Ledakan nova berasal dari sistem bintang yang tidak stabil dan pada saatnya akan mengeluarkan hidrogen secara masif.

***

Itulah beberapa ledakan hebat yang terjadi di luar angkasa dan masih dapat diamati di zaman modern saat ini. Gak kebayang kalau ledakan superhebat terjadi di tata surya kita, pastinya planet-planet di sekitarnya bakal hancur!

Kategori
Sains

Alasan Sains Mengapa Pluto Tidak Lagi Dianggap Planet

Alasan Sains Mengapa Pluto Tidak Lagi Dianggap Planet

Alasan Sains Mengapa Pluto Tidak Lagi Dianggap Planet – Mungkin kamu tahu bahwa Pluto dulunya sempat dianggap sebagai salah satu planet di tata surya kita. Namun, saat ini Pluto tidak lagi dianggap planet karena beberapa alasan. Faktanya, status Pluto yang awalnya dianggap planet dapat diturunkan menjadi objek luar angkasa lainnya.

The International Astronomical Union telah menurunkan status Pluto menjadi nonplanet pada 2006 lalu, seperti dicatat dalam laman Library of Congress. Sejak saat itu, oleh ilmuwan, Pluto dinamakan dwarf planet atau planet kerdil (planet katai).

1. Pluto tidak dapat membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya

Salah satu alasan mengapa Pluto tidak lagi dianggap planet karena Pluto tidak memiliki sifat “pembersih” yang dihasilkan dari orbitnya. Selain harus berbentuk bulat dan mengorbit pada bintang terbesar, planet harus dapat membersihkan lingkungan di sekitar orbit yang ia lalui.

Apa maksudnya “membersihkan lingkungan” pada orbit planet? Begini, kamu bisa membayangkan sebuah planet yang terus bergerak mengelilingi Matahari. Nah, dalam setiap orbit planet-planet tersebut, seharusnya kekuatan gravitasi planet itu akan membersihkan segala macam benda atau objek yang ada dalam lintasan orbit planet tersebut.

Melansir dari Sbobet Casino Syarat mutlak tersebut dinamakan “dominasi orbital”, yakni sebuah kriteria khusus yang harus ada pada setiap planet di tata surya kita. Dengan dominasi orbital tadi, sebuah planet dapat menjadi objek angkasa dengan gravitasi dominan dalam jalur orbitnya sendiri. Tidak boleh ada objek lainnya di sekitar planet, kecuali satelit alam atau bulan.

2. Jarak Pluto terhadap Matahari terlalu jauh

Sejak 1930 hingga 2006, Pluto masih dianggap planet meskipun lokasinya sangat jauh dari Matahari. Namun, penelitian yang dilakukan pada 2005 dan 2006 lalu membuktikan bahwa jarak antara sebuah objek angkasa terhadap bintang terbesarnya rupanya akan memengaruhi kondisi dari objek itu sendiri.

NASA dalam lamannya menjelaskan bahwa jarak antara Pluto dan Matahari adalah sebesar 39,5 unit astronomi (AU) dan itu sekitar 40 kali lebih jauh dibandingkan jarak Bumi dan Matahari. Jika dikonversi dalam kilometer akan menghasilkan angka sebesar 6 miliar kilometer.

Jarak jauh tersebut sangat berpengaruh pada model dan gerak orbital Pluto. Bahkan, saking jauhnya, Pluto memiliki jenis orbital elips yang sangat renggang. Para ahli, meskipun tidak semuanya, telah sepakat bahwa Neptunus adalah planet terjauh di tata surya kita. Dulunya, rekor ini dipegang oleh Pluto sebagai planet kesembilan.

3. Ukuran Pluto terlalu kecil untuk dianggap sebagai sebuah planet

Terlepas dari keadaan orbitnya yang aneh, Pluto memang sudah selayaknya tidak disebut sebagai planet. Pasalnya, ukuran Pluto sangat kecil dan timpang jika dibandingkan dengan planet-planet lainnya. Oke, memang ukuran Pluto tidak kecil-kecil amat, namun jika kamu belajar mengenai astronomi, kamu akan tahu bahwa ukuran Pluto memang tidak sebanding dengan planet normal lainnya.

Bahkan, Pluto memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang Bulan. Ya, dicatat dalam Universe Today, diameter Pluto hanya mencapai 2.390 km dan itu adalah ukuran dari 70 persen Bulan atau 18 persen ukuran Bumi. Persoalan ukuran sebuah objek angkasa memang sempat menjadi perdebatan ilmiah di antara kalangan akademisi.

4. Pembentukan awal Pluto yang berbeda dengan pembentukan planet pada umumnya

Pluto memang berbentuk bulat dan bergerak mengelilingi Matahari. Namun, kedua hal itu belum cukup untuk mengukuhkan Pluto menjadi sebuah planet dalam tata surya kita. Kemungkinan besar, pada zaman dulu, pembentukan Pluto tidaklah sama dengan pembentukan awal-awal planet di tata surya kita, seperti diulas dalam laman Space.

Sekitar 4,6 miliar tahun lalu, tata surya hanyalah kumpulan gas dan awan debu yang dikenal sebagai nebula. Gaya gravitasi yang cukup masif meruntuhkan dan melekatkan objek-objek angkasa menjadi sebuah bintang besar di tengah nebula bernama Matahari. Nah, dengan adanya Matahari, partikel lainnya juga mulai berkumpul dan berputar membentuk bulatan objek angkasa lainnya.

5. Kekuatan gravitasi Pluto tidak cukup kuat untuk disamakan dengan gravitasi minimal dari sebuah planet

Delapan planet yang ada di tata surya kita merupakan objek luar angkasa yang memiliki kekuatan gravitasi yang cukup untuk dianggap planet. Ya, gravitasi merupakan salah satu syarat mutlak atau tolok ukur bagi sebuah klasifikasi objek di alam semesta. Gravitasi besar biasanya dimiliki oleh bintang dan lubang hitam atau black hole.

Planet dengan massa yang lebih kecil akan memiliki gravitasi yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan kekuatan gravitasi pada bintang dan lubang hitam. Namun, khusus untuk Pluto, kekuatan gravitasinya memang tidak cukup untuk disejajarkan dengan kekuatan gravitasi minimal sebuah planet secara umum.

NASA mencatat bahwa kekuatan gravitasi Pluto hanya satu per lima belas dibandingkan dengan kekuatan gravitasi Bumi. Jadi, jika berat badan kita di Bumi 75 kg, di Pluto berat badan kita menjadi 5 kg. Kecilnya kekuatan gravitasi Pluto memang tidak memungkinkan baginya untuk dianggap planet.

Kategori
Kimia

Zat Kimia Sunscreen Buat Terumbu Karang Rusak

Zat Kimia Sunscreen Buat Terumbu Karang Rusak

Zat Kimia Sunscreen Buat Terumbu Karang Rusak, – Saat menyelam, menggunakan tabir surya (sunscreen) menjadi wajib dilakukan. Maklumlah, sinar matahari di laut sangat panas dan berisiko membuat kulit wajah terbakar. Namun demikian, bijaklah menggunakan tabir surya saat menyelam.

Dilansir dari laman Agen Judi Bola, Untuk itu, dalam upaya mendukung pelestarian biomarine laut di Indonesia, Komunitas Female Divers melakukan kegiatan membersihkan sampah di dalam laut dan menanam terumbu karang lewat kegiatan bertajuk ‘Lestari Lautku’.

Acara ini sendiri berlangsung di kawasan Pulau Pramuka, salah satu pulau utama di daerah Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Umum Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I) dan juga perwakilan dari Komunitas Female Divers, Mimi Amilia, menjelaskan, saat ini tingkat pencemaran laut akibat sampah dan kerusakan terumbu karang di Indonesia sudah mencapai titik krisis dan memprihatinkan.

“Selain disebabkan penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab dan pencemaran sampah di laut, perubahan iklim global yang memicu pengasaman dan pemanasan lautan juga semakin memperburuk kondisi terumbu karang. Sekitar 82 persen wilayah terumbu karang di Indonesia terancam rusak,” kata Mimi.

Satu di Antara Banyak Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

Banyak hal yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang di lautan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan bom ikan atau pukat saat menangkap ikan, pencemaran sampah laut, hingga perubahan iklim global.

Tapi siapa sangka, ada dua zat kimia yang kerap digunakan oleh beberapa produk sunscreen yang ternyata dapat memberikan kontribusi kerusakan terumbu karang.

“Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa pencemaran terumbu karang bisa juga diperburuk oleh kandungan zat kimia oxybenzone. Dan octinoxate, yang sering terdapat dalam produk sunscreen. Dengan kerjasama bersama komunitas Female Divers, kami ingin mengedukasi konsumen untuk memilih produk sunscreen yang tidak mengandung oxybenzone. Dan octinoxate,” kata Brand Manager Nivea Body, Sun and Crème, Firda Wanda.

Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Environmental Contamination and Toxicology di tahun 2015 lalu, oxybenzone. Dan octinoxate memiliki berbagai dampak negatif bagi terumbu karang. Seperti tingkat mortalitas pertumbuhan karang, pemutihan karang, serta kerusakan genetika terhadap karang dan organisme lain.

Selain itu, kedua zat kimia tersebut juga berpotensi menyebabkan feminisasi ikan jantan. Dan meningkatkan penyakit reproduktif beragam jenis hewan laut, selain merubah perilaku neurologis beragam jenis ikan.

Untuk itu pihaknya berusaha meniadakan penggunaan dua zat kimia tersebut dalam semua produk sunscreen mereka berlaku efektif pada Januari 2021 nanti.

“Kami ingin mengajak konsumen untuk turut aktif mendukung upaya pelestarian laut. Seperti yang digerakkan komunitas Female Divers ini, dengan memilih produk sunscreen yang aman bagi terumbu karang. Dan turut berdisiplin menjaga kebersihan laut,” tutupnya.

Kategori
Kimia

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya – Laman berita BBC memberitakan bahwa ledakan dahsyat yang terjadi di Kota Beirut, Lebanon, telah menewaskan sedikitnya 135 korban jiwa dan 4.000 orang luka-luka. Otoritas Lebanon menyatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh 2.750 ton zat kimia amonium nitrat yang kemungkinan disimpan secara tidak aman di sebuah gudang penyimpanan.

Amonium nitrat sendiri merupakan zat kimia yang biasanya berupa kristal putih padat yang dapat dengan mudah larut secara alami. Selain digunakan untuk pupuk kimia, zat kimia ini juga dapat digunakan sebagai bahan bakar minyak. Dan juga bahan peledak yang digunakan untuk keperluan pertambangan dan industri.

Tentu saja selain amonium nitrat masih banyak lagi zat-zat kimia yang berbahaya dan wajib diperlakukan secara khusus. Nah, untuk menambah pengetahuan kamu, gak ada salahnya kali ini belajar tentang simbol-simbol zat kimiawi berbahaya.

1. Mudah meledak (explosive)

Simbol kimia seperti gambar di atas merupakan simbol kimia yang artinya bahan mudah meledak. Bisa juga maksudnya sebagai zat kimia yang dapat memicu ledakan. Ledakan yang dihasilkan mungkin bisa disebabkan oleh banyak sebab. Misalnya guncangan, suhu, benturan, percikan api, dan sebab lain seperti reaksi kimia.

Melansir dari Agen IDN Poker Menurut laman sains Britannica, setidaknya ada dua jenis zat kimia yang mudah meledak. Kedua jenis tersebut adalah bahan peledak (zat kimia yang memang digunakan untuk meledakkan) dan bahan peledak rendah (zat kimia yang bisa meledak akibat penyebab tertentu).

Contoh zat-zat kimia yang sangat mudah meledak adalah zat kimia termasuk di dalamnya nuklir, TNT (Trinitrotoluena), bubuk mesiu, aziroazide azide, amonium nitrat, nitroselulosa, dan bahan-bahan kimiawi lainnya yang memang digunakan untuk keperluan peledakan. Bahan kimia jenis ini harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Salah sedikit saja, dampaknya bisa sangat fatal.

2. Mudah terbakar (flammable)

Ada juga zat kimia yang mudah terbakar. Biasanya, zat kimiawi macam ini dapat terbakar akibat beberapa penyebab yang bahkan dianggap sepele. Laman sains NCBI mencatat beberapa jenis zat kimia mudah terbakar, di antaranya acetone, butanol, etanol, alkohol, metanol, propanol, dan masih banyak lagi.

Harus diperhatikan bahwa dari sekian banyak zat kimia yang mudah terbakar, beberapa di antaranya juga dapat menyebabkan ledakan. Karena biasanya berwujud cairan, zat kimia mudah terbakar tersebut harus berada dalam wadah yang aman dan tidak mudah terkontaminasi dengan panas atau api.

3. Mudah teroksidasi (oxidizing)

Jika kamu melihat gambar seperti di atas, itu artinya zat kimia yang mudah teroksidasi atau mudah menguap dan dapat menimbulkan ledakan. Oksidasi dapat terjadi akibat reaksi kimia yang terjadi pada saat zat kimia bersinggungan langsung dengan udara, panas, percikan api, dan senyawa kimiawi lainnya.

Seperti dicatat dalam laman Brandeis University, beberapa zat kimia yang mudah teroksidasi di antaranya hidrogen peroksida, kalium perklorat, sodium perklorat, dan lain sebagainya. Tempatkan bahan-bahan kimia tersebut di tempat yang aman dan terhindar dari suhu panas.

4. Zat kimia beracun (toxic)

Seperti dicatat dalam laman sains ThoughtCo, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS. Zat kimia beracun dapat diartikan seluruh bahan atau zat kimia yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan dan tubuh organisme yang melakukan kontak dengan zat tersebut.

Biasanya, zat kimia beracun akan menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan manusia jika terhirup, tertelan, atau diserap oleh kulit. Karena sifatnya yang dianggap berbahaya secara umum, jenis zat beracun ini juga sangat banyak, di antaranya merkuri klorida, arsen triklorida, dan bahkan zat-zat lain yang ada di sekitar kita seperti asap kendaraan, detergen, cairan pembersih, dan lain sebagainya.

5. Korosif (corrosive)

Zat kimia yang bersifat korosif artinya zat tersebut dapat merusak jaringan hidup biologis. Namun, tidak menutup kemungkinan sifat korosif juga bisa merusak benda-benda mati seperti besi atau logam lainnya. Zat kimia dengan simbol seperti ini bisa sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh manusia, hewan, dan tanaman.

Jauhkan zat-zat kimia ini dari tempat yang mudah dijangkau. Jika ingin berinteraksi dengan zat kimia yang bersifat korosif. Sebaiknya bekali diri dengan pakaian laboratorium dan kacamata yang tahan terhadap dampak korosif dari senyawa kimia tersebut. Beberapa zat kimia yang bersifat korosif adalah belerang oksida, klorin, dan jenis-jenis air keras lainnya.

Kategori
Sains

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati

Gambaran Ilmiah Kondisi Bumi jika Matahari Mati, – Temuan menarik dijumpai para astronom University of Warwick, Inggris saat memindai langit menggunakan Gran Telescopio Canarias yang berada di La Palma, Canary Island.

Mereka menemukan keberadaan sebuah puing arkeologi galaksi. Fragmen — yang sebagian besar tersusun dari besi, nikel, dan logam itu — adalah sisa dari inti planet tak dikenal, yang sudah hancur.

Material planetesimal tersebut kini mengorbit bekas bintangnya, SDSS J122859.93+104032.9, yang sekarang menjadi katai putih (white dwarf). Fragmen itu mengorbit sekali dalam 123 menit atau sekitar 2 jam. Sementara, jaraknya sekitar 410 tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Virgo.

Melansir IDN Poker 88 Asia, Semua yang diciptakan pasti akan mati, cepat atau lambat. Hal ini juga berlaku pada salah satu energi terbesar di alam semesta, yaitu Matahari. Pusat tata surya tersebut diprediksi akan mati setidaknya tujuh hingga delapan miliar tahun dari sekarang.

Memang masih sangat lama, bahkan kemungkinan besar kita tidak akan menyaksikan proses sekaratnya sang surya.

Para ilmuwan memperkirakan, ukuran diameter fragmen tersebut antara 1 mil hingga ratusan mil. Material itu cukup padat, untuk lolos dari kehancuran akibat ledakan dan evolusi lanjutan dari bintang yang sedang menuju kematiannya itu.

Matahari akan menjadi bintang merah raksasa sebelum mati

Sebelum melihat kemungkinan-kemungkinan lainnya, kita harus tahu bagaimana proses kematian Matahari terlebih dulu. Layaknya bintang lain, Matahari yang mati akan menyusut menjadi nebula atau bintang putih kerdil yang ukurannya lebih kecil dari Bumi.

Namun yang harus membuat kita khawatir bukanlah fase tersebut. Sebelum menyusut, Matahari akan memuai dan membuatnya menjadi bintang merah raksasa. Massa gas dan debu yang dikeluarkannya sebelum mati akan membentuk selubung di luar angkasa. Selubung ini sangat besar dan bahkan bisa mencapai setengah massa bintang tersebut.

Dalam tahap ini, Matahari seakan sedang “menghabiskan baterainya”. Ia menjadi sangat berbahaya bagi planet yang mengitarinya. Merkurius hingga Mars akan masuk ke dalam selubung api tersebut. Benar, Bumi juga “dilahap” oleh si bintang merah raksasa. Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya?

Suhu Bumi sangat panas hingga lautan menguap

Fase Matahari berubah menjadi bintang merah raksasa terjadi setidaknya selama lima juta tahun. Di waktu tersebut, Bumi yang telah masuk ke dalam selubung Matahari akan semakin kacau.

Suhu menjadi sangat panas dan bahkan bisa membuat kulit terbakar. Saking panasnya lautan akan menguap menjadi hidrogen dan oksigen. Lambat laun, air di planet kita pun habis dan kehidupan manusia semakin sulit.

Atmosfer kemudian akan menebal dan dipenuhi oleh kedua komponen dari lautan tersebut. Strukturnya pun berubah hingga Bumi mirip seperti Venus. Di tahap ini, Bumi sudah tak layak lagi untuk ditinggali. Manusia kemungkinan besar akan mati. Namun jika teknologi sudah memadai, kita bisa pindah ke planet lain.

Kategori
Sains

Mumi Misterius Berusia 2.500 Tahun Ditemukan

Mumi Misterius Berusia 2.500 Tahun Ditemukan

Mumi Misterius Berusia 2.500 Tahun Ditemukan, – Mesir dianggap sebagai tanah kuno, di mana penuh peninggalan tersembunyi dari peradaban masa lalu. Fakta ini menjadi sumber daya tarik bagi mereka yang memiliki minat di bidang arkeologi.

13 peti mati yang belum dibuka ditemukan di dalam sumur sedalam hampir 40 kaki (12 meter), di Mesir. Diduga peti misterius itu berisi mumi manusia yang telah disegel di dalamnya selama lebih dari 2.500 tahun.

Dikutip dari laman IDN Poker 88 Asia, Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengatakan peti-peti tersebut ditemukan dalam keadaan bertumpuk. Dan terlihat terawat dengan sangat baik, Hal itu terlihat dari bagaiman detail desain. Dan warna asli peti tersebut masih terlihat jelas.

Arkeolog menemukannya di situs kuno Mesir, Saqqara, yang terletak sekitar 20 mil di selatan ibu kota Mesir, tempat landmark Step Pyramid berada.

Peti itu diyakini sebagai yang hasil penemuan tertua di dunia yang diharapkan nantinya bisa membuat lebih banyak penemuan di tempat tersebut. .

Dalam sebuah posting Twitter, Khaled El-Enany, menteri pariwisata dan barang antik Mesir, mengatakan itu adalah “perasaan yang tak terlukiskan ketika Anda menyaksikan penemuan arkeologi baru.”

Ditemukan Seminggu Setelah Situs Pariwisata Dibuka

Penemuan itu diketahui terjadi seminggu setelah negara itu membuka kembali situs arkeologi. Dan museumnya untuk pengunjung setelah penutupan total pada Maret akibat pandemi COVID-19.

Penemuan kuno terbaru mengikuti penemuan peti mati lainnya di Saqqara awal tahun ini. Pada bulan April, para arkeolog menemukan empat peti mati berisi mumi, bersamaan dengan lima sarkofagus batu kapur di lubang pemakaman.

Situs pariwisata memang sangat berpengaruh bagi perekonomian di Mesir, yang menerima lebih dari 13,6 juta pengunjung pada 2019. Hal ini menjadi alasan dipekerjakannyalebih dari satu juta di sektor ini.

Kuil Kuno

Temuan terbaru lainnya, yang tidak terkait, adalah sebuah kuil berusia 2.200 tahun yang dihubungkan dengan Firaun Ptolemeus IV, menurut Fox News.

Kuil tersebut didapati oleh sejumlah pekerja proyek drainase limbah di Desa Kom Shakau pada awal September 2019. Situs itu ditemukan ketika mereka sedang mengebor.

Di satu sisi, para ilmuwan mengatakan reruntuhan itu memiliki prasasti yang merujuk pada Ptolemeus IV, serta memiliki dinding dengan gambar beraneka macam burung. Dan binatang di atasnya -Ptolemeus IV adalah firaun dari 222-205 SM.

Sedangkan pada Mei tahun ini, Fox News pun melaporkan penemuan sebuah pemakaman berusia sekitar 4.500 tahun di Giza, tidak jauh dari Kairo.

Termasuk poros pemakaman dan kuburan yang juga berisi mumi pejabat tinggi, tertanggal antara 2465-2323 SM.

Ashraf Mohi dari situs arkeologi Giza Plateau mencatat, pemakaman tersebut digunakan kembali selama periode 664-332 SM. Sebagaimana dibuktikan melalui berbagai artefak yang ada pada lokasi itu, seperti topeng penguburan dan peti mati.

Kategori
Sains

Planet Paling Ekstrem di Alam Semesta

Planet Paling Ekstrem di Alam Semesta

Planet Paling Ekstrem di Alam Semesta – Baru-baru ini para ilmuwan mengumumkan keberadaan sebuah planet terpanas yang pernah ditemukan di dalam sejarah. KELT-9b, nama planet itu bahkan lebih panas dari beberapa bintang di alam semesta.

Tetapi eksplorasi alam semesta yang kini masih berlangsung sebenarnya telah menemukan banyak hal aneh, yang sebelumnya tak terbayangkan oleh para penghuni Bumi.

Dilansir dari laman Agen Judi Bola, Berikut adalah tujuh planet paling ekstrem yang pernah ditemukan manusia dalam sejarah:

1. Planet Terpanas

Penemuan KELT-9b pertama kali dibahas oleh para ilmuwan dalam jurnal Nature pada awal Juni ini. Suhu di permukaannya diperkirakan sekitar 4.300 derajat Celcius, lebih panas dari suhu permukaan sejumlah bintang di alam semesta.

KELT-9b mengorbit bintang induk yang bernama KELT-9. Ukuran bintang ini 2,5 kali lebih besar dibanding Matahari kita dan suhunya sekitar 10.000 derajat Celcius.

KELT-9b sendiri mengorbiti induknya, KELT-9, pada jarak yang jauh lebih dekat dibandingkan dengan jarak antara Merkurius dengan Matahari. Dalam tata surya kita, Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan Matahari.

Jarak antara Merkurius dengan Matahari sekitar 57,9 juta km. Suhu di permukaan Merkurius pada siang hari sekitar 430 derajat Celcius, sementara suhu permukaan Matahari sendiri sekitar 5.500 derajat Celcius.

Saat ini belum diketahui pasti jarak antara KELT-9b dengan induknya, tetapi ia hanya butuh waktu 1,5 hari untuk mengitari KELT-9; bandingkan dengan Merkurius yang butuh 88 hari untuk mengelilingi Matahari.

KELT-9b sendiri adalah tipe planet gas, seperti Yupter.

2. Planet Terdingin

Juga dinamai “Hoth”, nama sebuah planet berpermukaan es dalam film “Star Wars”, OGLE-2005-BLG-390Lb merupakan planet terdingin yang pernah ditemukan manusia di alam semesta.

Suhu di permukaan planet, yang ukurannya 5,5 kali besar Bumi, sekitar -223 derajat Celcius.

Jarak OGLE-2005-BLG-390Lb dari bintang induknya sebenarnya tak begitu jauh. Jika dibandingkan dengan tata surya kita, OGLE-2005-BLG-390Lb kira-kira berada di antara Mars dan Yupiter.

Yang membuatnya lebih dingin adalah induknya sendiri, sebuah bintang kerdil berukuran kecil, dan bersuhu dingin.

OGLE-2005-BLG-390Lb diperkirakan tak memiliki atsmofer, apalagi kehidupan, karena semua gas di sekitar permukaan planet itu membeku.

3. Planet Terbesar

Bintang biasanya berukuran lebih besar dari planet-planet yang mengindukinya. Tak hanya itu, bintang biasanya menyala atau terbakar akibat proses fusi yang dipicu oleh gaya gravitasi besar di intinya.

Matahari kita, misalnya, berkobar-kobar akibat proses fusi yang mengubah hidrogen menjadi helium.

Tetapi ada juga bintang yang disebut “brown dwarf”, yang ukurannya cukup besar untuk memicu proses fusi, tetapi sekaligus tak cukup besar untuk mempertahankan pembakaran tersebut.

Planet DENIS-P J082303.1-491201 b ukurannya sekitar 28,5 kali Yupiter dan merupakan planet terbesar dalam daftar planet-planet yang pernah ditemukan badan antariksa Amerika Serikat (NASA).

Saking besarnya, planet itu bahkan jadi objek perdebatan: apakah ia tergolong sebagai planet atau harus diklasifikasikan sebagai brown star.

Ironisnya, bintang yang menjadi induk J082303.1-491201 b sendiri adalah sebuah brown star.

4. Planet Terkecil

Hanya sedikit lebih besar dari bulan kita dan lebih kecil dari Merkurius, Planet Kepler-37b merupakan planet terkecil di luar tata surya kita yang pernah ditemukan manusia.

Sayang, planet yang memiliki permukaan berbatu seperti Bumi itu mengorbit pada jarak yang sangat dekat dengan bintang induknya, bahkan jauh lebih dekat dari jarak Merkurius ke Matahari.

Alhasil ia terlalu panas untuk digenangi air dan karenanya kemungkinan besar tak memiliki kehidupan.

5. Planet Tertua

PSR B1620-26 b dengan usia 12,7 miliar tahun, adalah planet tertua yang diketahui hingga saat ini. Planet gas yang ukurannya 2,5 kali lebih besar dari Yupiter itu hanya “sedikit” lebih tua dari alam semesta, yang usianya kini diperkirakan sudah 13,8 miliar tahun.

PSR B1620-26 b diketahui berinduk pada sepasang bintang: sebuah bintang neutron dan yang lain lagi sebuah “white dwarf” (bintang kerdil putih).

6. Planet Termuda

Planet V830 Tauri b usianya baru 2 juta tahun. Bintang induknya diperkirakan berukuran sama dengan Matahari kita, tetapi punya panjang radiusnya dua kali lipat – itu artinya bintang tersebut belum mencapai bentuk finalnya.

Planet itu, yang berupa bola gas raksasa, diduga masih akan terus bertambah besar, karena akan bertabrakan dengan objek-objek antariksa lain seperti asteroid.

7. Cuaca Terburuk

Berbeda dengan enam planet lainnya yang berada di luar tata surya kita (exoplanet), maka pemegang gelar planet dengan cuara terburuk adalah tetangga kita sendiri: Venus.

Ukuran Venus mirip Bumi, tetapi atmofernya merupakan awan-awan asam sulfur yang sangat berbahaya.

Atmosfer Venus diketahui bergerak mengelilingi planet itu lebih cepat dari rotasi planet itu sendiri. Angin di permukaan Venus diperkirakan berkecepatan 360km/jam, setara dengan angin topan di Bumi. Di kedua kutubnya selalu ditemukan angin siklon bermata ganda.

Atmosfernya diperkirakan 100 kali lebih rapat ketimbang di Bumi dan 95 persennya terdiri dari karbon dioksida. Kondisi ini menyebabkan efek rumah kaca yang menciptakan suhu setara 462 derajat Celcius di permukannya – jauh lebih panas dari permukaan Merkurius yang berada lebih dekat dengan Matahari.

Kategori
Sains

Nama Planet Tata Surya dalam Bahasa Jawa

Nama Planet Tata Surya dalam Bahasa Jawa

Nama Planet Tata Surya dalam Bahasa Jawa, – Sebutan Nama Lain Planet yang akan diulas pada halaman ini merupakan sebutan atau nama lain dari planet – planet yang ada di tata surya. Setidaknya ada delapan planet yang ada dalam tata surya yang mengelilingi matahari. Kedelapan planet tersebut meliputi planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Melansir dari http://dewitogel.live/, Ribuan tahun yang lalu, masyarakat menamai planet-planet di tata surya (kecuali Bumi) berdasarkan nama dewa-dewi Romawi.

Contohnya, Merkurius sebagai planet dengan orbit tercepat di tata surya mendapatkan nama dari dewa perjalanan di mitologi Romawi. Kemudian untuk si planet merah, masyarakat menamainya Mars, dewa perang Romawi.

Tata surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek tersebut juga meliputi delapan planet yang mengelilingi matahari beserta dengan benda langit lainnya seperti asteroid, satelit, dan lain sebagainya. Planet dalam tata surya beredar mengelilingi matahari sesuai dengan garis edarnya yang disebut orbit.

Merkurius: Budha

Sebutan planet Merkurius dalam Bahasa Jawa adalah Budha. Nama ini diambil dari sebutan dewa India. Dalam mitologi, Budha adalah anak hasil perselingkuhan antara Soma (sebutan untuk dewa Bulan) dan Tara (istri Jupiter).

Selain itu, Budha juga dikenal sebagai dewa perniagaan dan pelindung para pedagang. Diketahui bahwa ia memiliki garis keturunan yang sama dengan Pandawa dan Kurawa.

Venus: Shukra

Venus, si bintang kejora dalam Bahasa Jawa dikenal sebagai Shukra atau Sukra. Arti dari nama tersebut adalah terang dan bersih, persis seperti penampilan dari Venus.

Dalam kitab Mahabharata, Shukra bisa membelah dirinya menjadi dua bagian. Satu menjadi dewa dan lainnya menjadi sumber pengetahuan dari para setan. Sangat berbeda dari mitologi Romawi, di mana Venus dikenal sebagai dewi cinta dan kecantikan.

Bumi: Marcapada

Marcapada merupakan sang Bumi yang saat ini kita tinggali. Menurut Bahasa Sansekerta, Marcapada berasal dari kata martya yang artinya “hidup” dan pada yang artinya “tempat”. Tak seperti yang lainnya, nama “Marcapada” tidak didasarkan pada dewa-dewi Hindu.

Sebagai tambahan, Marcapada memiliki satelit bernama Soma. Ia adalah dewa Bulan yang sempat disinggung pada penjelasan di atas.

Mars: Anggara/Mangala

Berikutnya, planet Mars memiliki sebutan Anggara atau Mangala, sang dewa perang dari mitologi Hindu. Asal-usul sebutan ini sebelas dua belas dengan Mars yang juga merupakan dewa perang dalam mitologi Romawi. Digambarkan bahwa Mangala atau Anggara memiliki badan yang berwarna merah, layaknya planet Mars.

Jupiter: Wrahaspati/Brhaspati

Wrahaspati atau Brhaspati adalah sebutan untuk planet Jupiter dalam Bahasa Jawa. Nama ini muncul di berbagai kitab astronomi Sansekerta, seperti Aryabhatiya dan Romaka.

Dalam mitologi, Brhaspati digambarkan sebagai sosok yang bijak, agung, dan bercahaya. Itulah kenapa dewa-dewi sering berguru kepadanya.

Saturnus: Shani/Tumpak

Ada dua versi sebutan Saturnus dalam Bahasa Jawa, yaitu Shani dan Tumpak. Namun yang lebih dikenal adalah Shani. Nama tersebut berasal dari dewa laki-laki yang digambarkan memiliki paras tampan, membawa pedang, dan duduk di atas burung gagak.

Ternyata Shani adalah dewa keadilan dalam agama Hindu yang merupakan pasangan dari dewi Manda. Sosoknya merupakan simbol dari ketaatan spiritual, kedisiplinan, dan pekerja keras.

Uranus: Gunawan/Arun

Ada dua versi nama Uranus dalam Bahasa Jawa dan mitologi Hindu, yaitu Gunawan dan Arun. Tidak ada yang mengetahui asal-usul dan arti nama tersebut karena planet Uranus tidak termasuk dalam sembilan anggota Navagraha (Matahari, Bulan, Mars, Merkurius, Jupiter, Venus, Saturnus, Rahu, dan Ketu). Ini merupakan sebutan untuk benda langit yang memiliki pengaruh dalam hidup di Bumi.

Neptunus: Paramarta

Neptunus sebagai planet terakhir di tata surya disebut juga sebagai Paramarta. Lagi-lagi, tidak ada yang tahu dari mana asal-usul nama tersebut dan di mana posisinya dalam mitologi Hindu. Namun Paramarta memang merupakan sebutan untuk planet kedelapan di tata surya menurut Serat Pananggalan Jawi (1938).

Kategori
Science Chemistry

Ciri-ciri dan Pengertian Sifat Kimia

Ciri-ciri dan Pengertian Sifat Kimia

Ciri-ciri dan Pengertian Sifat Kimia, – Sifat Kimia umumnya merujuk pada sifat suatu materi pada kondisi ambien atau sekitar, yaitu pada suhu kamar, tekanan atmosfer, dan atmosfer beroksigen).

Sifat ini terutama timbul pada reaksi kimia dan hanya dapat dengan mengubah identitas kimiawi suatu zat. berikut ini penjelasan ciri-ciri dan pengertian sifat kimia:

Sifat kimia

Sifat kimia adalah perubahan yang suatu alami benda yang membentuk zat baru. Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru. Sifat kimia antara lain:

  1. Mudah terbakar
  2. Membusuk
  3. Mudah meledak
  4. Berkarat
  5. Beracun
Perhatikan penjelasan berikut ini:

Dilansir dari http://dotdotdot.me, Sifat kimia dapat dari ciri-ciri sifat kimia sebagai berikut:

  • Mudah terbakar

Sifat Kimia yang mudah terbakar adalah sifat mudah atau sulitnya suatu zat terbakar. Dengan mengetahui sifat dari bahan-bahan yang mudah terbakar, kita bisa menggunakan bahan tersebut secara aman. Contoh zat yang mudah terbakar adalah bensin dan kertas.

  • Membusuk

Sifat kimia membusuk terjadi akibat reaksi kimia. Pada makanan atau minuman bisa terjadi reaksi kimia yang mengakibatkan makanan dan minuman membusuk. Dan berubah rasa menjadi asam.

Penyebab pembusukan pada makanan atau masakan adalah mikroorganisme berupa ragi, jamur, atau bakteri.

Ontolosis adalah proses pembusukan makanan disebabkan zat yang terkandung dalam makanan itu sendiri dan adanya reaksi kimia antara zat yang dikandung dalam makanan dengan oksigen di udara.

Pembusukan makanan menyebabkan rusaknya nilai gizi, tekstur, dan rasa makanan. Sehingga tidak layak untuk konsumsi karena berbahaya bagi kesehatan. Contoh nasi dibiarkan berhari-hari bereaksi dengan udara atau susu dibiarkan berhari-hari akan basi dan berubah rasa.

Untuk menghindari proses pembusukan makanan bisa lakukan dengan beberapa teknik, baik teknologi tinggi atau teknologi sederhana. Salah satunya pengawetan makanan, yaitu upaya menahan laju pertumbuhan mikro organisme pada makanan.

Sejumlah teknik standar yang telah dikenal secara umum oleh masyarakat luas antara lain pendinginan, pengasapan, pengalengan, pengeringan, pemanisan, dan pengasinan.

  • Mudah meledak

Sifat kimia mudah meledak karena interaksi zat dengan oksigen alam. Contoh zat yang mudah meledak adalah magnesium, hidrogen, dan natrium.

Ledakan adalah peningkatan dalam volume dan pengeluaran energi dengan cara berbahaya, biasanya dengan pengeluaran suhu tinggi dan penghasilan gas.

Sifat ledakan ada yang alami dan buatan. Contoh ledakan alami adalah letusan gunung berapi. Contoh ledakan buatan adalah bom.

  • Berkarat

Sifat kimia berkarat atau korosi terjadi karena reaksi antara logam dan oksigen pada suatu benda. Benda berkarat sebab terjadi reaksi yang menghasilkan zat jenis baru. Karat atau korosi adalah hasil reaksi oksidasi suatu logam.

Besi mengalami korosi membentuk karat dengan rumus Fe2O3.xH2O. Korosi atau proses pengaratan adalah proses elektro kimia. Pada proses pengaratan, besi (Fe) bertindak sebagai pereduksi dan oksigen (O2) yang terlarut dalam air bertindak sebagai pengoksidasi.

Beberapa cara untuk menanggulangi besi atau logam lain agar tahan dari proses pengaratan antara lain:

  1. Melapisi besi atau logam lainnya dengan cat;
  2. Membuat logam dengan campuran yang serba sama atau homogen ketika pembuatan atau produksi besi atau logam lainnya pada pabrik;
  3. Pada permukaan logam beri oli atau vaselin;
  4. Menghubungkan dengan logam aktif seperti magnesium (Mg) melalui kawat agar yang berkarat adalah magnesiumnya. Melakukan hal ini untuk mencegah berkarat pada tiang listrik besi atau baja. Magnesium ditanam tidak jauh dari tiang listrik;
  5. Melakukan proses galvanisasi dengan cara melapisi logam besi dengan seng tipis atau timah.
  • Beracun

Beberapa zat memiliki sifat kimia racun, seperti insektisida, pestisida, fungisida, herbisida, dan rodentisida. Zat beracun tersebut banyak manusia gunakan  untuk membasmi hama (tikus atau serangga).

Bahan kimia beracun adalah bahan kimia yang dalam jumlah kecil yang juga bisa menimbulkan keracunan pada manusia. Umumnya zat-zat beracun (toksik) masuk lewat pernafasan atau kulit lalu beredar ke seluruh tubuh atau organ-organ tertentu.

Tetapi bisa juga zat-zat racun tersebut berakumulasi, seperti dari golongan pestisida, yaitu organo klorin, organo fosfat, karbamat, arsenik.