Kategori
Kimia Uncategorized

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah – Benzena adalah senyawa kimia organik yang merupakan salah satu komponen dalam minyak bumi. Senyawa kimia ini menjadi salah satu bahan petrokimia yang banyak digunakan di bidang industri. Bahkan, turunan dari benzena kerap digunakan sebagai bahan obat-obatan, produk kecantikan, hingga makanan.

Kabar buruknya, menurut dokter spesialis penyakit dalam RSCM Kencana, dokter Ari Fahrial Syam, zat kimia benzena ini adalah salah satu pemicu penyakit kanker darah.

Namun kita sering tidak sadar dengan keberadaan zat kimia ini, karena benzena memiliki produk turunan dengan berbagai nama lain.

1. Stirena

Stirena adalah produk turunan benzena yang biasa digunakan sebagai pelarut maupun bahan baku industri manufaktur.

Paparan stirena paling banyak lewat pernapasan, karena zat ini bisa terlepas ke udara saat proses produksi industri, emisi kendaraan bermotor, proses pembakaran dan asap rokok.

Meski begitu, stirena juga bisa mencemari perairan jika ada sampah mengandung zat ini dibuang ke sungai.

2. Fenol atau Asam Karbol

Fenol atau asam karbol ini biasa dipakai sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan obat-obatan. Fenol juga kerap digunakan sebagai antiseptik dan disinfektan.

Jadi sadar atau tidak, kita sebenarnya dikepung dengan berbagai bentuk produk mengandung fenol. Daripada khawatir, lebih baik sedikit demi sedikit mulai mengurangi ketergantungan terhadap produk kimia ini.

Untuk obat oles hingga obat pel, kita bisa meraciknya dari gabungan berbagai jenis minyak esensial yang terbuat dari tanaman.

3. Toluena

Nama toluena memang masih asing di telinga awam. Namun bagaimana dengan asam benzoat. Toluena adalah salah satu pelarut dan bahan baku pembuatan asam benzoat.

Dan zat kimia ini banyak banget dipakai untuk bahan pengawet makanan dan minuman.

Jadi lebih baik mulai sekarang bulatkan tekad untuk makan makanan yang fresh dan mengurangi konsumsi makanan kemasan.

4. Anilin

Wanita yang hobi mewarnai rambut, harus sering mengecek kandungan pewarna rambut yang digunakan nih.

Karena senyawa organik anilin kerap digunakan di produk pewarna rambut. Selain bisa menyerap di kulit kepala, senyawa aromatik ini juga bisa masuk ke tubuh jika terhirup.

Jadi, jika belum terlihat banyak uban di rambut, sebaiknya minimalisir penggunaan pewarna rambut. Kalau ingin terlihat trendi, masih bisa kok menggunakan pewarna rambut alami yang lebih aman.

5. Asam salisilat

Ini senyawa kimia ini paling banyak digunakan untuk kepentingan medis dan kecantikan. Mulai dari obat sakit kepala, salep anti jamur, shampoo, sabun hingga bedak, minyak wangi dan make up.

Kalau belum bisa menghindari semua produknya, setidaknya harus sudah mulai dikurangi sedikit demi sedikit.

Karena residu yang tertinggal di dalam tubuh tidak hanya berpotensi menimbulkan penyakit kanker darah, tapi juga bisa memengaruhi kinerja hormon reproduksi.

Tentunya, semua produk yang mengandung benzena ini sudah diukur kadar aman untuk digunakan atau dikonsumsi.