Kategori
Kimia

Merek Pfizer Vaksinasi Berbayar Kimia Farma

Merek Pfizer Vaksinasi Berbayar Kimia Farma

Pelaksanaan program vaksin gotong royong individu atau vaksin berbayar resmi tunda oleh PT Kimia Farma. Namun, Merek Pfizer Vaksinasi Berbayar Kimia Farma membuat sejumlah warga terlambat mengetahui informasi tentang penundaan tersebut Menurut http://jeoleuro.com/.

Merek Pfizer Vaksinasi Berbayar Kimia Farma - Merek Pfizer Vaksinasi Berbayar Kimia Farma

Maka temui ke Apotek Kimia Farma, Jalan Raya Sultan Hasanudin, Blok M, Jakarta Selatan, keduanya mengaku ingin ikut vaksinasi berbayar. Namun, mereka menolak menggunakan vaksin merek Sinovac. Kalau yang gratis banyaknya Sinovac ya. Kita gak mau Sinovac tapi sampai tunda. Kita maunya Pfizer atau Astrazaneca.

Melansir dari https://103.55.37.28/ informasi saja, dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 19 Tahun 2021, menjelaskan mengenai jenis vaksin untuk program vaksinasi COVID-19 berbayar. Dalam beleid itu, vaksin yang menggunakan untuk vaksinasi berbayar adalah vaksin produksi Sinopharm.

Sejumlah warga kecewa vaksinasi berbayar

Masih tempat yang sama, Pieter, mengaku kecewa dengan penundaan vaksinasi berbayar ini. Pria yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok itu mengaku ingin mengikuti program vaksinasi berbayar lantaran mendapat perintah dari atasan ke perusahaannya.

“Saya mau dapat vaksin secepatnya karena kesuruh atasan. Maka baca berita harusnya buka tapi gak ada. Saya akan cari yang lain supaya bisa cepat dapat vaksin,” ucap Pieter. Senada dengan Pieter, pasangan suami-istri asal Cikini bernama Ahmad Badila dan Fitri, juga mendapat arahan dari pimpinannya.

“Karena buat perlindungan diri sendiri. Penting banget sekarang ini. Saya juga mau kalau ada yang gratis dibanding yang berbayar. Tapi sekarang butuh cepat,” kata Fitri. Maka tapi bagi saya pribadi tidak masalah mau yang gratis atau bayar. Saya kerja ke sektor perkebunan. Kalau ikut vaksin ini nanti membayar sama kantor,” kata Badila menambahkan.

Penundaan vaksin berbayar Kimia Farma

Ganti mengatakan, salah satu alasan penundaaan ini karena besarnya animo serta banyaknya pertanyaan yang masuk kepada Kimia Farma. Ini membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi Vaksinasi Gotong Royong Individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” ujarnya.

“Terima kasih atas pemahaman para pelanggan serta animo untuk bersama-sama mendorong tercapainya kekebalan komunal (herd immunity) yang lebih cepat ke Indonesia,” Ganti menambahkan.

Epidemolog kritik vaksin berbayar oleh Kimia Farma

Kebijakan pemerintah yang menyediakan vaksin berbayar dalam label vaksin gotong royong (VGR) menuai beragam kritikan, salah satunya dari Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono.

Pandu mengungkapkan vaksin adalah public health good yang seharusnya dijamin oleh negara. Maka menyayangkan tengah pandemik dan susahnya masyarakat mengakses vaksin ada yang mengeruk keuntungan.