Kategori
Science Chemistry

Alasan Sains Ini Membuktikan Perempuan Lebih Unggul dari Laki-laki

Alasan Sains Ini Membuktikan Perempuan Lebih Unggul dari Laki-laki

Alasan Sains Ini Membuktikan Perempuan Lebih Unggul dari Laki-laki – Lelaki biarpun dewasa secara fisik, Namun pada dasarnya laki-laki adalah seorang bayi. Kata-kata tersebut bisa benar dan bisa juga salah. Faktanya, laki-laki memang lebih rewel dibandingkan dengan perempuan, lho. Bahkan, mayoritas laki-laki tidak bisa melakukan tugas secara multitasking.

Bagaimana sains memandang hal tersebut?  Yuk, kita lihat ulasan Daftar Kiss918 berikut ini.

1. Dari seluruh kehidupan organisme di Bumi, perempuan memang memiliki kekuatan dan pengaruh yang lebih besar dibanding laki-laki 

Jawabnya karena evolusi. Yup, salah satu jawaban sains mengenai hal ini adalah evolusi yang terjadi pada semua spesies makhluk hidup di Bumi.

Dalam sebuah koloni hewan, misalnya, maka ratu akan memimpin koloni tersebut. Memang, dalam beberapa kasus, ada juga raja yang memimpin sebuah koloni, misalnya rayap. Namun, tetap saja ratu rayap memiliki kuasa yang lebih besar.

Jalur evolusi lebih dulu meletakkan status perempuan sebagai Mother of Nature atau Ibu Alam. Ini bukan hanya slogan semata, melainkan memang betul-betul hasil dari seleksi alam.

Komodo betina, misalnya, bisa bereproduksi tanpa kehadiran komodo jantan. Reproduksi ini dinamakan partenogenesis, sebuah cara reproduksi yang langka karena hanya memiliki DNA tunggal dari induk betinanya saja. Hewan-hewan seperti kutu, lebah, beberapa jenis reptil, ikan, dan burung jenis tertentu juga dapat melakukan reproduksi partenogenesis.

2. Mayoritas anak laki-laki akan lebih dekat pada ibunya 

Meskipun tidak mutlak 100 persen, kebanyakan anak laki-laki pada dasarnya adalah “anak mama” alias lebih dekat pada ibunya dibandingkan dengan ayahnya. Menurut beberapa pakar, anak laki-laki lebih dekat pada ibunya karena memang mereka lebih terikat secara emosional, seperti ditulis dalam Scary Mommy.

Hal ini wajar secara psikologis. Bahkan, pada saat anak laki-laki tersebut telah dewasa dan berkeluarga, ia tetap saja masih berlaku manja terhadap ibunya. Sifat perempuan yang selalu ingin melindungi anak-anaknya inilah yang menjadikannya sangat dikagumi oleh anak-anaknya.

3. Laki-laki lebih rewel? Bagaimana penjelasan sains? 

Sejak bayi, memang laki-laki lebih rewel dibandingkan dengan perempuan. Bahkan, laman Psychology Today menjelaskan bahwa laki-laki memiliki perkembangan emosional yang lebih lambat dibandingkan dengan perempuan.

Jika perempuan remaja pada umumnya telah mencapai kematangan fisik dan emosional, laki-laki remaja justru baru belajar bagaimana ia menjadi seorang laki-laki dalam lingkungan sosialnya.

Dengan kata lain, secara mental, memang perempuan jauh lebih tangguh dibanding dengan laki-laki. So, sains membuktikan bahwa laki-laki memang lebih bersifat kekanak-kanakan ketimbang perempuan.

4. Fisik perempuan lebih tahan sakit dibandingkan dengan laki-laki 

Sains menyatakan bahwa sebetulnya fisik perempuan itu jauh lebih tahan sakit dibandingkan dengan fisik laki-laki. Jika pada umumnya laki-laki selalu rewel pada saat ia sakit, dengan tingkat sakit yang lebih tinggi, perempuan dapat menahannya dengan sangat baik.

Bukan hanya itu, perempuan yang melalui siklus menstruasi juga biasanya mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman. Ini berlangsung setiap bulan sampai fase menopause. Tidak dapat dibayangkan bagaimana jika laki-laki yang mengalami itu semua. Pasalnya, laki-laki memang tidak didesain untuk menerima rasa sakit yang luar biasa pada tubuhnya.

5. Perempuan lebih cerdas dibandingkan laki-laki 

Tidak perlu menjadi seorang yang dominan untuk membuktikan bahwa ia adalah orang cerdas. Begitu juga bagi perempuan di tengah-tengah dominasi laki-laki. Toh, nyatanya memang perempuan lebih cerdas ketimbang laki-laki.

 Sifat keibuan yang mengayomi dan jauh dari kekerasan ada di sebagian besar pelajar perempuan. Sedangkan, pada pelajar laki-laki, mereka cenderung kekanak-kanakan dan tak mau kalah sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka tidak memiliki kecerdasan emosional sebaik perempuan.

Begitu juga dalam hal pekerjaan, perempuan bisa melakukan banyak tugas pada waktu yang bersamaan karena mereka dibekali dengan otak yang dapat merespons sesuatu lebih cepat. Hal ini berbeda dengan laki-laki yang tidak dapat melakukan multitasking karena otak mereka merespons sesuatu dengan lambat.

Kategori
Science Chemistry

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water – Berdasarkan Tap Water Database, sebuah kompilasi dari 28 juta air yang diteliti di Amerika Serikat, sebagian besar mengandung bahan kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Meski dinyatakan legal, kontaminasi zat tersebut erat kaitannya dengan masalah kesehatan, seperti kanker hingga keterbelakangan mental. Salah satu racun yang terdeteksi adalah hexavalent chromium, carcinogen yang populer berkat film Erin Brockovich.

Menurut data yang dihimpun oleh EWG, 77 persen Daftar 918Kiss air minum penduduk Amerika mengandung hexavalent chromium tinggi dibanding dengan batas aman yang diperkirakan oleh para ilmuwan.

Chloroform, hasil dari klorin dan desinfektan lain ditemukan pada 46 negara berbeda. Zat kimia tersebut dikaitkan dengan kanker dan gangguan perkembangan janin.

Tap water terasa praktis karena kita bisa meminum air langsung dari keran untuk menghilangkan rasa haus. Selain itu, tap water juga digemari karena kita tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk meminum air.

Namun, ternyata ada bahaya tersembunyi di balik tap water! Seberapa berbahaya dan apa akan mengganggu kesehatan kita?

1. Berpotensi mengandung fluoride

Alasan pertama yang harus dipertimbangkan adalah potensi kandungan fluoride di dalam tap water. Kandungan fluoride bisa membahayakan apabila dikonsumsi dalam jumlah besar.

Penelitian membuktikan bahwa fluoride dapat mengganggu fungsi normal sistem endokrin di tubuh. Alhasil, kelenjar tiroid kita akan bermasalah nantinya.

2. Bisa jadi, ada kandungan timbal di tap water!

Selain itu, timbal juga kerap ditemukan di dalam tap water. Timbal memiliki sifat yang sangat beracun dan membahayakan organ tubuh kita. Ada implikasi negatif akibat meminum air yang mengandung timbal, seperti menyebabkan autisme, tuli dan ketidakmampuan belajar pada janin yang dikandung oleh ibu hamil. Scary, isn’t it?

3. Waspadai kandungan arsenik di dalam tap water, ya!

Zat kimia berbahaya banyak ditemukan di tap water, salah satunya adalah arsenik. Penelitian menunjukkan bahwa keracunan arsenik bisa menyebabkan diare, sakit perut bahkan kematian. Selain itu, arsenik juga dikaitkan dengan kanker kulit, kanker paru-paru dan kanker kandung kemih. Duh, semakin ngeri!

4. Mengandung partikel plastik berukuran kecil

Dari 159 sampel tap water, 83 persen ditemukan mengandung partikel plastik, ungkap peneliti dari University of Minnesota dan State University of New York. Sampel tap water dikoleksi dari beberapa negara sekaligus, seperti di Kampala (Uganda), New Delhi (India), Jakarta (Indonesia), Quito (Ekuador) dan lain sebagainya, jelas laman Hindustan Times.

Mayoritas partikel yang ditemukan berukuran mulai dari 0,1-5 mm. Kisarannya adalah 0-57 partikel per liter air. Penelitian itu menyebut bahwa kepadatan plastik tertinggi ditemukan di Amerika Utara dan kepadatan terendah ditemukan di 7 negara di benua Eropa. Tentunya, partikel plastik ini bisa membahayakan kesehatan manusia!

5. Ada kandungan tembaga di dalam tap water?

Tahukah kamu bahwa tembaga juga ditemukan di dalam tap water? Keberadaan tembaga ini akibat partikel pipa yang mengelupas, lalu terbawa aliran air ke tap water yang kita minum.

Tingkat tembaga yang tinggi ditandai dari berubahnya warna pipa menjadi biru-hijau. Tembaga memiliki efek buruk bagi kesehatan, yakni dapat menyebabkan anemia, kerusakan hati dan ginjal, tegas laman Business Insider.

Nah, itulah bahan kimia berbahaya yang ditemukan di dalam tap water. Sayang sekali, padahal tap water sangat bermanfaat, ya!

Kategori
Science Chemistry

Kimia Berbahaya di dalam Tap Water

Ketahui Bahan Kimia Berbahaya yang Ditemukan di dalam Tap Water

Kimia Berbahaya di dalam Tap Water – Air keran di pemukiman, tak semua steril dari racun yang berbahaya bagi tubuh. EWG mengidentifikasi ada 250 penyuplai yang airnya terkontaminasi, 160 diantaranya digunakan tanpa batas.

Bagi kamu yang tinggal di kota-kota besar, tidaklah sulit untuk menemukan tap water di beberapa sudut kota. Tap water terasa praktis karena kita bisa meminum air langsung dari keran untuk menghilangkan rasa haus. Selain itu, tap water juga digemari karena kita tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk meminum air.

Namun, ternyata ada bahaya tersembunyi di balik tap water! Seberapa berbahaya dan apa akan mengganggu kesehatan kita? Let’s find the answer here!

1. Terdapat kandungan klorin di dalamnya

Tahukah kamu bahwa klorin juga ditemukan di air dalam fasilitas tap water? Klorin memiliki efek negatif, seperti merusak fungsi normal sistem pernapasan, menyebabkan mual, muntah, koma bahkan kematian! Menurut US Council of Environmental Quality, risiko kanker akan meningkat hingga 93 persen pada orang yang meminum air dengan kandungan klorin di dalamnya.

2. Ada kemungkinan tap water mengandung merkuri

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kandungan merkuri pada air di tap water. Sama seperti timbal, merkuri juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa merkuri bisa menyebabkan atrofi otot, sakit kepala, kecacatan kognitif dan ruam kulit.

3. Ada pula kandungan perklorat di dalamnya

Masih banyak lagi bahan kimia yang ditemukan di dalam tap water. Yakni perklorat, bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan roket, kembang api dan flare. Namun, akan membahayakan bila diminum oleh manusia karena bisa menyebabkan kerusakan tiroid, paru-paru, komplikasi organ dalam dan anemia aplastik.

4. Bisa jadi, mengandung berbagai zat radioaktif!

Waspadai, karena ditemukan zat radioaktif di dalam tap water! Zat ini antara lain adalah uranium, radium, thorium dan radon. Tap water yang mengandung radium ditemukan di Texas, AS. Padahal, paparan radium dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan kanker tulang, kanker paru-paru, kulit, hati, ginjal, lambung dan tiroid, ungkap laman Business Insider. Wah, serem banget!

5. Berdasarkan penelitian, ada kandungan dioksin di tap water!

Terakhir, ditemukan kandungan dioksin pada fasilitas tap water. Ini adalah racun berbahaya yang dilepaskan selama proses pembakaran, seperti asap pada kebakaran hutan atau rokok. Dioksin memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan manusia dan menyebabkan kerusakan sistem reproduksi, sistem saraf, endokrin dan sistem imun kita.

Nah, itulah beberapa bahan kimia berbahaya yang ditemukan di dalam tap water. Sayang sekali, padahal tap water sangat bermanfaat, ya!