Kategori
Sains

5 Alasan Sains Ungkap bahwa Mamalia Lebih Cerdas dari Kelas Lainnya

5 Alasan Sains Ungkap bahwa Mamalia Lebih Cerdas dari Kelas Lainnya – Secara umum, mamalia bisa di artikan sebagai kelompok atau golongan organisme biologis vertebrata yang memiliki kelenjar susu. Organisme betina dari kelas mamalia akan menghasilkan susu untuk sumber makanan bagi anak-anaknya. Bukan hanya hewan, kelas mamalia juga mencakup manusia karena dalam taksonomi biologi, manusia masuk dalam filum Chordata dan ordo Primata.

Pengertian Mamalia Klasifikasi dan Contoh Kumpulan Hewan Mamalia - 5 Alasan Sains Ungkap bahwa Mamalia Lebih Cerdas dari Kelas Lainnya

Berikut ini adalah alasan sains menyebut mamalia adalah mahluk yang lebih cerdas di banding burung,ikan , dan lain-lain.

1. Mamalia berevolusi sejak ratusan juta tahun lalu

Yang pertama di lansir dari http://jeoleuro.com/ Evolusi sudah tidak terbantahkan lagi dalam dunia keilmuan biologi dan biomolekuler. Secara umum, evolusi bisa diartikan sebagai perubahan mikro (frekuensi alel) dan makro (fisik) yang bisa terjadi dalam sebuah populasi dalam rentang waktu yang sangat lama. Evolusi juga tidak pernah menyatakan bahwa manusia berasal dari kera. Sebaliknya, justru manusia di pisahkan dalam genus tersendiri, yakni Homo.

Untuk evolusi yang terjadi pada mamalia membutuhkan waktu yang sangat panjang dan kompleks. Bahkan, seperti di ulas dalam laman Nature, kelas mamalia sudah mulai bertransisi sejak 185 juta tahun lalu dan berdampingan dengan kelas reptil dinosaurus.

2. Sama-sama berevolusi, mamalia lebih menggunakan otaknya ketimbang ototnya

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan, terbukti bahwa mamalia lebih menggunakan kemampuan otaknya ketimbang ototnya. Hewan mamalia yang hanya sebesar kucing rumahan sanggup bertahan hidup dari ganasnya alam selama jutaan tahun. Hal ini sudah di konfirmasi melalui bukti-bukti fosil yang di kumpulkan oleh ilmuwan, dicatat dalam Smithsonian Magazine.

Kebiasaan purba dari mamalia yang selalu menggunakan kinerja otaknya rupanya membentuk sebuah transisi evolusi yang baru, yakni organisme biologis yang cerdas meskipun tidak di dukung dengan tubuh yang besar dan kuat. Munculnya ordo primata dalam golongan mamalia adalah salah satu bukti kuat bahwa kecerdasan sanggup berevolusi dari waktu ke waktu.

3. Kapasitas otak mamalia lebih besar

Setelah kita paham mengenai alasan pada poin 1 dan 2 di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa otak mamalia pada akhirnya yang akan mengalami perkembangan lebih baik daripada organisme lainnya di dunia. Sebuah jurnal sains yang di terbitkan dalam Science Advance mengungkap bahwa reptil di nosaurus tidak memiliki kapasitas otak sebesar mamalia, padahal ukuran tubuh mereka sangat besar dan kuat.

Kita bisa melihat bagaimana manusia (homo sapiens), simpanse, lumba-lumba, paus, kelelawar, anjing, kucing, dan jenis mamalia lainnya bisa melakukan interaksi dan tugas kompleks lebih baik di bandingkan dengan kelas organisme lainnya seperti ikan, reptil, burung, amfibi, serangga, dan vermis (kelompok cacing).

4. Meski tidak semuanya, mamalia terbiasa hidup secara berkelompok

Manusia, simpanse, lumba-lumba, serigala, kelelawar, gajah, singa, paus pembunuh, dan lain sebagainya adalah deretan mamalia yang hidupnya berkelompok dan bersifat sosial. Ada beberapa golongan mamalia soliter atau penyendiri seperti harimau, citah, koala, dan badak hitam. Namun, jumlah mereka masih jauh lebih sedikit ketimbang mamalia sosial.

Dengan bersatu dan bekerja sama, mamalia bisa saling menjaga dan mencari makan bersama-sama. Hal itu tentu saja meminimalkan risiko serangan predator lainnya. Satu lagi, dengan hidup berkelompok, kecerdasan mereka akan berkembang lebih baik.

5. Konsep “survival of the fittest” bisa diterapkan oleh mamalia

Yang terakhir menurut http://icilachine.com Survival of the fittest adalah konsep evolusi yang mengacu pada seberapa adaptif organisme dalam menghadapi ganasnya alam. Sejarah sudah membuktikan bahwa ukuran dan kekuatan fisik bukanlah faktor dominan yang bisa di gunakan untuk menghadapi ganasnya alam. Jika organisme tidak siap untuk bertahan, maka mereka harus mengalami seleksi alam.

Meskipun terdengar sederhana, ada banyak populasi makhluk hidup yang harus punah akibat seleksi alam. Dinosaurus yang sangat kuat bisa punah karena memang mereka tidak fit atau adaptif di alam liar. Berbeda dengan hewan-hewan kecil lainnya, misalnya mamalia. Dengan tubuh yang relatif kecil, di tambah dengan kecerdasan yang luar biasa, mereka bisa menjadi penyintas di alam liar.

Kategori
Sains

Langkah Mudah Belajar Sains dan Matematika Lebih Efektif

Langkah Mudah Belajar Sains dan Matematika Lebih Efektif – Dalam mempelajari matematika kamu dituntut untuk berpikir secara runtut atau sistematis. Kamu tidak akan bisa menerapkan rumus phytagoras untuk mencari sisi miring segitiga siku-siku tanpa memahami apa itu akar, apa itu kuadrat. Kamu tidak akan mengerti akar kuadrat kecuali kamu mengetahui tentang perkalian dan pembagian, begitu seterusnya.

5f2e01edefd6c - Langkah Mudah Belajar Sains dan Matematika Lebih Efektif

Merangkum dari http://jeoleuro.com/ Jika mengibaratkan sebagai pohon, untuk menguasai ilmu matematika dan sains kamu harus mengerti akarnya terlebih dahulu sebelum memahami batang, dahan, ranting dan buahnya. Tapi, yang menarik dari matematika adalah kalau kamu sudah mengerti konsep dasarnya, kamu bisa menurunkan sendiri konsep-konsep berikutnya.

1. Gunakan dua mode berpikir secara bergantian

Pikirkan seseorang umumnya memiliki dua mode, yaitu focus thinking dan diffused thinking. Menurut  mamiya-usa.com Biasanya seseorang menggunakan focus thinking untuk menyelesaikan sebuah permasalahan seperti saat sedang belajar dengan memfokuskan pada pola-pola tertentu untuk menyingkirkan hal-hal lain yang tidak berkaitan. Sedangkan dalam mode yang kedua, yang dilihat adalah gambaran besarnya.

2. Potong materi pelajaran menjadi konsep-konsep kecil

Salah satu cara efektif untuk mengingat sesuatu adalah dengan memilahnya ke dalam kelompok-kelompok kecil. Kamu bisa membagi sebuah konsep yang rumit ke dalam konsep-konsep yang sederhana. Ingat konsep-konsep sederhana tersebut dan hubungan satu sama lainnya dalam membentuk konsep yang lebih besar. Pada saat kamu berusaha untuk memahami atau menghafalkan konsep tersebut, lakukan tanpa melihat buku terlebih dahulu. Kamu boleh melihat catatan jika kamu sudah benar-benar lupa. Lakukan hal ini secara berulang-ulang setiap kali kamu mempelajari konsep yang baru untuk memastikannya sudah tersimpan dalam memorimu.

3. Gunakan teknik hafalan seru

Menghafalkan rumus, urutan atau angka-angka konstanta bisa jadi sangat membosankan. Kamu bisa cara-cara yang seru agar hal-hal tersebut lebih mudah untuk dihafalkan. Contohnya seperti menggunakan pemisalan atau analogi yang membawa konsep materi kepada apa yang di alami dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kamu bisa juga cerita, lagu atau menyingkat hirup depan dari kata-kata yang ingin di hafalkan. Misalnya, seperti pada unsur-unsur golongan satu pada tabel periodik kimia yang bisa kamu buat jadi sebuah cerita, “(He)ru (Li)(Na) (K)awin (Rb)i (Cs) (Fr)ustasi.

4. Latihan soal

Latihan soal adalah sebuah cara untuk mengetahui apakah kamu sudah menguasai sebuah materi atau belum. Perlu di sertai dengan evaluasi supaya kamu tahu pada bagian mana kamu belum memahami materi. Tapi, hati-hati jika kamu menggunakan latihan soal yang di sertai kunci jawaban, jangan melihatnya lebih dulu sebelum kamu coba menyelesaikan soal tersebut. Kamu juga harus paham, mengapa jawabannya seperti itu saat melihat hasil pembahasannya.

5. Belajar selagi fresh

Kalau kamu ingin mempelajari konsep yang baru atau mengerjakan PR yang sulit, ada baiknya kamu kerjakan di pagi hari saat energi mentalmu masih banyak. Jika nanti mentalmu sudah lelah dan soalnya cukup sulit, kamu tentu akan membutuhkan istirahat dan malah beralih bermain game.

Kategori
Sains

Dua Fakta yang Jarang Di ketahui tentang ‘Zaman Es Kecil’, Apa Saja?

Dua Fakta yang Jarang Di ketahui tentang ‘Zaman Es Kecil’, Apa Saja?

300px Pieter Bruegel the Elder   Hunters in the Snow %28Winter%29   Google Art Project - Dua Fakta yang Jarang Di ketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?

Kalian semua pasti pernah mendengar tentang zaman es yang terjadi pada jutaan sampai puluhan ribu tahun yang lalu. Sayangnya, hanya sedikit yang tahu tentang “little ice age” atau “zaman es kecil” yang terjadi beberapa abad lalu. Singkatnya, zaman es kecil adalah periode dingin yang berlangsung setelah “Periode Hangat” di Abad Pertengahan.

Melansir dari jeoleuro.com, istilah ini di perkenalkan oleh François E. Matthes pada tahun 1939. Hampir sama dengan zaman es, perubahan iklim yang fenomenal ini menyebabkan penurunan suhu di seluruh dunia. Pada saat itu, sungai dan laut membeku, orang-orang mati kelaparan, serta perluasan gletser menghancurkan beberapa kota yang ada di utara bumi.

Artikel ini akan membahas beberapa fakta tentang periode waktu yang jarang di dengar ini. Di kutip dari canadagooseoutletcheap.us.com/, berikut ini penjabarannya.

1. Penyebab utamanya masih belum di ketahui

pertama menurut Environmental History Resources, zaman es kecil berlangsung selama lebih dari 500 tahun (sekitar 1300 sampai 1850). Selama masa ini, ada dua periode yang sangat dingin, yang satu berlangsung dari 1300 hingga akhir 1400-an, dan yang lainnya mulai dari 1645 hingga pertengahan 1800-an.

Selama periode ini, suhu musim dingin rata-rata di Eropa dan Amerika Utara menjadi sekitar 2 derajat Celsius, jauh lebih dingin daripada suhu rata-rata di masa sekarang ini. Cuaca dingin itu sampai membuat Laut Baltik membeku dan es dari Arktik meluas ke wilayah yang ada di sekitarnya.

Selama 310 tahun, tidak ada kapal yang bisa berlayar ke Greenland. Banyak sungai besar di Eropa dan Amerika Utara juga membeku dengan hujan salju lebat yang berlangsung hingga musim semi. Bahkan, periode ini sampai membuat rakyat Inggris mengadakan “pameran es” di Sungai Thames selama musim dingin.

Ada banyak teori berbeda tentang pemicu zaman es kecil. Beberapa ilmuwan menyebut kurangnya bintik matahari selama periode ini, yang dalam prosesnya mengurangi radiasi matahari. Sehingga membuat suhu permukaan bumi menjadi lebih dingin.

Yang lain mengklaim kalau serangkaian letusan gunung berapi besar-besaran pada saat itu menjadi penyebabnya. Mereka berpendapat kalau letusan gunung berapi membuat partikel kecil yang di sebut aerosol memasuki udara. Aerosol ini memantulkan kembali radiasi matahari dari atmosfer bumi ke luar angkasa.

Sebenarnya, masih ada banyak teori tentang terjadinya zaman es kecil. Jika mengingat para ilmuwan dan sejarawan masih terus memperdebatkannya hingga hari ini.

2. Gletser yang meluas menghancurkan kota-kota di utara bumi

yang kedua saat iklim semakin mendingin, salah satu efek paling signifikan yang terjadi adalah peningkatan gletser. Tentunya, hal ini sangat kontras dengan iklim yang memanas saat ini. Yang justru menyebabkan pencairan gletser di seluruh dunia.

Selama zaman es kecil, sebagian gletser juga muncul di daerah Mediterania. Yang justru biasanya hangat termasuk Albania, Spanyol, Yunani, Turki, dan bahkan Maroko. Ada bukti kalau peningkatan gletser di wilayah Pegunungan Alpen dan Skandinavia benar-benar menghancurkan kota-kota yang ada di sana.

Kategori
Sains

Teori Sains yang Dikoreksi oleh Teori Sains Lainnya Apa Saja

Teori Sains yang Di koreksi oleh Teori Sains Lainnya Apa Saja

Teori Sains yang Di koreksi oleh Teori Sains Lainnya Apa Saja – Teori sains adalah sebuah gagasan atau hipotesa ilmiah yang telah mengalami pengujian berulang kali dan hasilnya nyaris selalu sama. Sebelum sebuah gagasan di naikkan sebagai teori, maka gagasan tersebut harus di mulai dari penelitian, uji coba, studi, pembentukan model, hingga hipotesis. Sudah sedemikian ketatnya prosedur yang di lakukan untuk menggagas sebuah teori, toh nyatanya masih ada beberapa teori sains yang akhirnya harus di koreksi.

024015800 1425014884 universe timeline - Teori Sains yang Dikoreksi oleh Teori Sains Lainnya Apa Saja

Teori geosentris yang akhirnya  Mengkoreksi oleh teori heliosentris

Sebuah gagasan teori yang menyatakan bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta. Teori ini dalam mengagas oleh seorang astronom asal Yunani bernama Claudius Ptolemaeus dan Aristoteles. Bukan hanya seorang astronom, Claudius juga seorang ahli fisika dan matematika yang cukup di segani pada zamannya. Begitu juga dengan Aristoteles, di mana ia adalah seorang filsuf besar Yunani dan murid dari Plato. Namun, sains tentunya sangat terbuka dengan segala macam pembaharuan.

Sempat di lakukan dalam dunia medis lobotomi akhirnya di gantikan dengan obat-obatan yang lebih manusiawi

Melansir dari http://freedomclothingcollective.com/ dalam dunia kedokteran, teori lobotomi merupakan salah satu teori yang mungkin sangat dikenal, terutama dalam bidang penyembuhan penyakit otak. Mulai dari ayan, gangguan jiwa, dan halusinasi, dulunya di obati dengan cara lobotomi. Yang akan mencatat dalam Live Science, teori lobotomi di kemukakan oleh seorang dokter asal Swiss. Dokter bernama Gottlieb Burkhardt tersebut menilai bahwa gangguan jiwa dan halusinasi dapat di obati dengan cara melubangi kepala pasien. Praktik ini masih juga lakukan di dunia medis, namun saat para ilmuwan menemukan teori baru tentang pengobatan kejiwaan melalui metode obat antidepresan dan psikotropika.

Teori big bang secara tidak langsung merevisi teori kabut nebula

Immanuel Kant dan Piere Simon de Laplace pernah menggagas sebuah teori tentang pembentukan alam semesta, yakni teori kabut nebula. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta terbentuk dari sebuah kabut nebula yang sangat panas dan akhirnya dapat membentuk objek-objek angkasa. Namun, teori ini masih memiliki banyak celah dan mengundang banyak perdebatan yang tak terjawab.

Kategori
Sains

Alasan Sains Mengapa Seseorang Bisa Takut Naik Pesawat Terbang

Alasan Sains Mengapa Seseorang Bisa Takut Naik Pesawat Terbang

Alasan Sains Mengapa Seseorang Bisa Takut Naik Pesawat Terbang – Di awal tahun ini, kita kembali berduka karena sebuah musibah terjadi, yakni jatuhnya pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta–Pontianak. Menurut berita yang ditulis oleh IDN Times pada hari yang sama, pesawat dengan nomor penerbangan SJY 182 ini diduga mengalami kecelakaan dan jatuh di laut sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Meskipun pesawat terbang masih termasuk moda transportasi paling aman di dunia nyatanya.

5d7a070032efd - Alasan Sains Mengapa Seseorang Bisa Takut Naik Pesawat Terbang

Aviophobia

Melansir dari http://thesunshineundergroundofficial.com/  menurut laman Medical News Today, ada sebuah fobia atau ketakutan berlebih terhadap pesawat terbang, yakni aviophobia. Fobia ini merupakan ketakutan seseorang untuk terbang atau menggunakan pesawat terbang. Secara umum, fobia terbang ini menjadi salah satu penyebab yang paling umum mengapa seseorang takut untuk menggunakan pesawat terbang. Biasanya, dalam tingkatan yang parah, penderita bisa berkeringat deras, gemetar, mual, pusing yang parah, hingga pingsan.
Pengaruh media

Ketakutan akan sesuatu bisa di dapat dari mana saja, salah satunya media. Beberapa media memang kerap memberitakan mengenai kecelakaan pesawat terbang secara berlebihan, bahkan sampai membuat trauma orang lain. Laman Anxiety Coach mencatat bahwa media bisa membentuk seseorang menjadi pribadi yang mudah cemas akan sesuatu.

Memiliki pengalaman buruk dengan pesawat terbang

Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Ya, pepatah itu memang benar adanya. Itu sebabnya, ada banyak orang yang mungkin akan mengalami trauma jika mereka pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan dengan pesawat terbang. Mungkin di masa lalu mereka pernah mengalami turbulensi hebat yang cukup menakutkan.

Ilmuwan bernama Dave Carbonell, Ph.D. menyatakan bahwa kasus-kasus ketakutan berlebih saat terbang bisa di akibatkan pengalaman buruk di masa lalu yang terakumulasi menjadi sebuah trauma dalam pikiran seseorang.

Memiliki ketakutan akan ketinggian

Mungkin ada banyak orang di dunia ini yang takut akan ketinggian. Namun, takut dalam batasan wajar adalah hal normal. Akan tetapi, ketakutan ekstrem pada ketinggian (acrophobia) bisa mengganggu hidup seseorang jika ia akan menggunakan pesawat terbang sebagai moda transportasinya.

Kategori
Sains

2 Teori Sains yang Dikoreksi oleh Teori Sains Lainnya, Apa Saja?

2 Teori Sains yang Dikoreksi oleh Teori Sains Lainnya, Apa Saja?

2 Teori Sains yang D’koreksi oleh Teori Sains Lainnya, Apa Saja? – Teori sains adalah sebuah gagasan atau hipotesa ilmiah yang telah mengalami pengujian berulang kali dan hasilnya nyaris selalu sama. Sebelum sebuah gagasan menaikkan sebagai teori, maka gagasan tersebut harus mulai dari penelitian, uji coba dan pembentukan model, hingga hipotesis.

Sudah sedemikian ketatnya prosedur yang terbuat untuk menggagas sebuah teori, toh nyatanya masih ada beberapa teori sains yang akhirnya harus d’koreksi. Teori-teori sains itu d’revisi oleh teori sains baru yang lebih valid.

1. Teori geosentris yang akhirnya dikoreksi oleh teori heliosentris

Melansir dari https://aeacap.org/ teori geosentris adalah sebuah gagasan teori yang menyatakan bahwa Bumi merupakan pusat alam semesta.

Bukan hanya seorang astronom, Claudius juga seorang ahli fisika dan matematika yang cukup terkenal pada zamannya. Begitu juga dengan Aristoteles, ia adalah seorang filsuf besar Yunani dan murid dari Plato.

Namun, sains tentunya sangat terbuka dengan segala macam pembaharuan. Teori geosentris atau geosentrisme tidak lagi menggunakan sebagai pijakan sains setelah muncul teori baru yang lebih valid, yakni teori heliosentris.

2. Sempat dilakukan dalam dunia medis, lobotomi akhirnya digantikan dengan obat-obatan yang lebih manusiawi

Dalam dunia kedokteran, teori lobotomi merupakan salah satu teori yang mungkin sangat terkenal, terutama dalam bidang penyembuhan penyakit otak. Mulai dari ayan, gangguan jiwa, dan halusinasi, dulunya mengobati dengan cara lobotomi.

Tercatat dalam Live Science, teori lobotomi d’kemukakan oleh seorang dokter asal Swiss pada 1880 silam. Dokter bernama Gottlieb Burkhardt tersebut menilai bahwa gangguan jiwa dan halusinasi dapat terobati dengan cara melubangi kepala pasien.

Praktik ini masih berjalan pada dunia medis hingga 1950-an, saat para ilmuwan menemukan teori baru tentang pengobatan kejiwaan melalui metode obat antidepresan dan psikotropika.

Hingga kasus lobotomi terhentikan, paling rendah ada sekitar 50.000 praktik lobotomi di Amerika Serikat. Bagi kebanyakan pasien, lobotomi justru membawa dampak yang lebih buruk, yakni menurunnya kemampuan pasien dalam melakukan sesuatu.

Kategori
Sains

Fakta Sains tentang Kekuatan Fundamental Alam Semesta!

Fakta Sains tentang Kekuatan Fundamental Alam Semesta!

Fakta Sains tentang Kekuatan Fundamental Alam Semesta! – Selama beberapa dekade, manusia mengetahui keberadaan kekuatan fundamental unsur-unsur yang membuat alam semesta bisa bertahan, yakni: gravitasi, elektromagnetisme, dan gaya nuklir, baik lemah maupun yang kuat, yang menyatukan atom-atom.

Mengkutip dari laman https://slot-online.games, Nah, jika Anda penasaran dengan kekuatan besar yang ada di alam semesta tersebut, Anda bisa menyimak artikel berikut ini. Inilah beberapa fakta ilmiah mengenai kekuatan fundamental alam semesta.

1. Apa itu kekuatan fundamental alam semesta?

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kekuatan fundamental alam semesta itu? Secara sederhana, kekuatan atau gaya fundamental alam semesta dapat diartikan sebagai kekuatan dasar yang membentuk, mengatur, menjaga, dan melestarikan semua materi yang terbentuk di alam semesta. Alam semesta memiliki empat kekuatan besar dan keempatnya merupakan perwakilan dari semua gaya mutlak yang ada di alam.

Dengan kata lain, kekuatan fundamental alam semesta adalah kekuatan terbesar yang ada di alam semesta dan bertanggung jawab terhadap keberadaan alam semesta itu sendiri. Kekuatan fundamental biasa disebut juga sebagai gaya fundamental atau interaksi fundamental alam.

Ilmuwan meyakini bahwa kekuatan-kekuatan alam semesta tersebut telah ada pada awal-awal pembentukan alam semesta, yakni Big Bang atau Ledakan Dahsyat. Nah, tentu ada pertanyaan, dari mana ilmuwan mengetahui fakta tentang kekuatan fundamental alam tersebut? Atau apakah benar bahwa kekuatan fundamental tersebut hanya terdiri dari empat kekuatan saja?

Secara mendasar, fisika bisa menjawabnya berdasarkan bukti empiris, bahkan melalui aksioma. Apa itu aksioma? Dalam sains, aksioma adalah kebenaran yang bisa disaksikan tanpa harus dibuktikan. Nah, fisika sebagai cabang sains bertugas untuk mengumpulkan bukti-bukti yang ada di alam. Baru setelah itu, dilakukan studi dan penelitian mengapa bukti-bukti tersebut ada.

Disimpulkan bahwa hingga saat ini dinyatakan atau terbukti valid bahwa alam semesta memiliki empat kekuatan fundamental. Namun, sains selalu terbuka terhadap bukti dan teori yang baru—yang tentu saja harus diuji valid atau tidaknya. Yuk, kita kupas satu per satu mengenai empat kekuatan besar di alam semesta ini melalui poin-poin berikut.

2. Kekuatan fundamental pertama: gravitasi

Tentu Anda gak asing dengan kata gravitasi, bukan? Faktanya, gravitasi merupakan salah satu kekuatan fundamental di alam semesta meskipun bukan yang terbesar. Gravitasi merupakan gaya atau kekuatan yang memiliki sifat unik, yakni tarik menarik pada semua partikel yang memiliki massa.

Dengan kata lain, gravitasi akan memengaruhi apa pun yang ada di sekitarnya karena memang secara fundamental. Gaya tersebut bersifat mutlak terhadap partikel bermassa. Bukan hanya planet, semua objek benda yang bisa Anda lihat dan sentuh memiliki gaya gravitasinya masing-masing dengan tingkat kekuatan yang berbeda-beda bergantung pada massanya.

Nah, karena gaya gravitasi bekerja pada semua materi di alam, secara langsung kekuatan tersebut juga akan menjaga supaya objek di alam semesta dapat bekerja sesuai dengan hukum fisika yang berlaku, misalnya, pergerakan planet dan bintang. Planet-planet di tata surya akan selalu bergerak mengelilingi Matahari karena terikat dengan gaya gravitasi Matahari sebagai objek terbesar di tata surya.

Dengan adanya gravitasi, pergerakan orbit sebuah planet dapat terjadi secara teratur tanpa bertabrakan dengan planet-planet lainnya. Bayangkan saja jika tiba-tiba gravitasi hilang dari alam semesta, pastinya susunan planet, bulan, dan bintang akan berantakan dan menimbulkan kehancuran alam semesta.

3. Kekuatan fundamental kedua: gaya inti lemah

Dalam partikel mikroskopik tersebut terdapat tiga partikel lainnya yang jauh lebih kecil lagi, yakni elektron, proton, dan neutron. Nah, supaya masing-masing dari partikel neutron dan proton tadi bisa terus stabil, dibutuhkan sebuah kekuatan yang dapat menjaga mereka secara otomatis dan berkala.

Yup, kekuatan tersebut adalah kekuatan fundamental alam semesta kedua yang bernama gaya inti lemah. Tak bisa dibayangkan jika kestabilan neutron dan proton terganggu. Pastinya akan terjadi ledakan atau fusi nuklir di alam semesta yang akan menghancurkan alam semesta secara masif.

Perlu diingat bahwa setiap objek atau benda di alam semesta pasti terbentuk dari gabungan partikel atom. Gaya inti lemah memiliki kekuatan yang lebih kuat dibandingkan dengan gaya gravitasi, tetapi dalam rentang jarak yang sangat pendek. Kekuatan fundamental ini merupakan kekuatan yang bertanggung jawab menjadi penyebab radiasi di alam semesta.

Bukti keberadaan gaya inti lemah sudah pernah diteliti oleh seorang fisikawan asal Italia bernama Enrico Fermi pada 1933 lalu. Dalam studinya yang mendalam, ia dapat menyimpulkan dan menjawab bagaimana peluruhan beta dalam atom dapat terjadi. Rupanya, ada pengaruh dari gaya inti lemah yang memang bertanggung jawab terhadap proses peluruhan yang terjadi dalam sel atom.

4. Kekuatan fundamental ketiga: elektromagnetik

Secara sederhana, elektromagnetik merupakan gaya yang saling menarik dan menolak antara partikel yang memiliki muatan positif dan negatif, dicatat dalam Science Alert. Dengan kata lain, kekuatan fundamental elektromagnetik merupakan kekuatan yang ada pada partikel-partikel yang bermuatan listrik.

Nah, uniknya, jika kita kembali melihat diagram atom di poin nomor tiga di atas, gaya elektromagnetik rupanya menjaga agar elektron dan proton tetap bersama-sama dalam atom tanpa adanya gesekan. Partikel-partikel tersebut bisa bekerja dan bergerak secara teratur dan harmonis berkat gaya elektromagnetik tadi.

Bahkan, fenomena sehari-hari yang bisa kita lihat dan saksikan merupakan fenomena yang dihasilkan akibat pengaruh kekuatan elektromagnetik. Jika Anda bisa merasakan hangatnya cahaya Matahari, itu karena adanya gaya elektromagnetik yang terjadi antara tubuhmu dengan partikel cahaya Matahari meskipun tanpa Anda sadari.

Saking besarnya peran dari elektromagnetik di alam semesta, bisa dikatakan bahwa gaya elektromagnetik selalu ada dan memengaruhi kekuatan fundamental alam semesta lainnya, kecuali gravitasi. Reaksi-reaksi kimiawi yang terjadi dalam tubuh organisme juga merupakan unsur elektromagnetik yang terjadi tanpa disadari. Jadi, tak bisa dibayangkan bagaimana alam semesta jika kehilangan gaya elektromagnetiknya.

5. Kekuatan fundamental keempat: gaya inti kuat

Gaya inti kuat atau nuklir kuat merupakan kekuatan fundamental terkuat di alam semesta. Untuk lebih memahaminya, coba lihat kembali diagram atom pada poin tiga di atas. Nah, di sana ada sebuah bungkus inti atom yang dinamakan nukleus atau nucleus. Pastinya, harus ada kekuatan yang menjaga neutron dan proton untuk tetap berada dalam nukleus, bukan?

Yup, kekuatan penjaga itu dinamakan gaya inti kuat. Tugas utamanya memang menjaga supaya neutron dan proton tetap bekerja secara harmonis dan bertahan dalam nukleus di dalam sebuah partikel atom. Itu sebabnya, gaya inti kuat dianggap sebagai gaya fundamental terkuat di alam semesta.

Gaya inti kuat hanya dialami oleh quark alias partikel kecil yang menjaga keseimbangan inti atom. Meskipun sangat mikroskopik, gaya inti kuat memiliki pengaruh yang sangat signifikan di alam semesta. Dengan tugasnya mengatur keseimbangan inti atom, kekuatan fundamental yang satu ini juga secara langsung dianggap sebagai pengatur keseimbangan dari alam semesta.

Jika gaya inti kuat musnah, neutron dan proton akan bertabrakan dan menimbulkan sebuah reaksi berantai yang akan menghancurkan atom hingga alam semesta itu sendiri. Jadi, supaya alam semesta tetap seimbang dengan hukum fisikanya, gaya inti kuat harus tetap ada sebagai kekuatan fundamental terkuat di alam semesta.

***

Nah, bagaimana? Cukup menarik belajar fisika di hari ini, kan? Oh ya, hingga saat ini alam semesta masih diketahui memiliki empat kekuatan fundamental. Ada beberapa klaim yang menyatakan bahwa kekuatan kelima ditemukan, tapi ternyata hal tersebut hanya hoaks dan tanpa dukungan bukti valid.

Semoga artikel sains kali ini bisa menambah sekaligus memperkaya wawasan Anda di bidang fisika, ya!

Kategori
Sains

Jawaban Sains: Menyingkap Misteri Segitiga Bermuda!

Jawaban Sains: Menyingkap Misteri Segitiga Bermuda!

Jawaban Sains: Menyingkap Misteri Segitiga Bermuda! – Banyak orang yang menghubungkan tragedi ini dengan hal-hal mistis. Bahkan, ada yang percaya bahwa Segitiga Bermuda adalah jalan menuju dunia lain.

Namun, bagaimana sains menanggapi hal tersebut? Apakah kejadian-kejadian aneh di sana memang disebabkan oleh kekuatan supe-rnatural? Apa benar Segitiga Bermuda adalah markas alien?

Dilansir laman https://slotpragmatic.asia, Kali ini sains berusaha menjawab secara gamblang dan objektif sesuai dengan realita yang ada. Yuk, disimak!

1. Ada disinformasi mengenai Segitiga Bermuda yang sudah terlanjur dipercaya banyak orang

Hampir semua ilmuwan dan akademisi sepakat bahwa Segitiga Bermuda tak ubahnya dengan wilayah lain di muka Bumi. Kawasan tersebut merupakan kawasan perairan lepas pantai dengan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Studi juga mengungkap bahwa informasi yang didapatkan mengenai kabar di Segitiga Bermuda juga sangat bervariasi, tergantung media mana yang kita baca. Nah, jika sudah begini, kita akan sangat kesulitan untuk mendapatkan informasi yang benar-benar akurat mengenai kejadian “mistis” yang ada di Segitiga Bermuda.

Bahkan, bukan tidak mungkin terdapat disinformasi dalam hal ini. Penyampaian informasi mengenai Segitiga Bermuda sengaja dibesar-besarkan untuk menarik minat dari banyak orang. Padahal, kalangan ilmuwan justru mendapati hal-hal yang wajar di kawasan berbahaya tersebut.

2. Awal mula munculnya sebutan Segitiga Bermuda

Jika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab atas kehebohan mengenai berita Segitiga Bermuda, maka orang tersebut pastilah Vincent Gaddis, seorang paranormal sekaligus penulis populer mengenai cerita-cerita fiksi dan misteri.

Ia pertama kali menggunakan istilah Bermuda Triangle dalam majalah berjudul Argosy yang diterbitkan pada 1964 lalu di Amerika Serikat.

Nah, rupanya, kesuksesan Vincent dalam meramu cerita fiksi sangat berpengaruh pada ketenaran cerita Segitiga Bermuda yang telah ia ciptakan sebelumnya. Buktinya, seorang fanatik paranormal bernama Charles Berlitz juga sukses menerbitkan buku berjudul The Bermuda Triangle pada 1974.

3. Memang ada beberapa kecelakaan di sana, namun kisah dan jumlahnya terlalu dilebih-lebihkan

Di wilayah Segitiga Bermuda pernah beberapa kali terjadi kecelakaan yang konon katanya misterius dan tak terungkap. Salah satu kejadian misterius adalah hilangnya kapal kargo Amerika Serikat bernama USS Cyclops pada Maret 1918.

Kapal besar tersebut membawa 300 awak kapal dan 10 ribu ton perbekalan di dalamnya. Ya, USS Cyclops tercatat telah dinyatakan tenggelam tanpa panggilan darurat.

Ada juga kisah tentang lenyapnya awak kapal Mary Celeste pada 1872 yang konon bersinggungan dengan hal-hal mistis dan supernatural. Pada 1952 juga pernah diberitakan bahwa penerbangan British York yang mengangkut 33 penumpang menghilang secara misterius di kawasan Segitiga Bermuda.

4. Penjelasan sains mengenai kecelakaan di Segitiga Bermuda

Semua kejadian aneh dan kecelakaan yang terjadi di Segitiga Bermuda dapat dijelaskan secara ilmiah. Salah satu peristiwa yang menghebohkan publik pada era 1800-an adalah hilangnya awak kapal Mary Celeste. Padahal, kapal dalam kondisi utuh dan baik-baik saja. Rupanya, ilmuwan sudah memecahkan misteri yang pernah menghebohkan dunia ada abad ke-19 tersebut.

Seorang ilmuwan dari University College London telah membuat studi dan penelitian yang mendalam mengenai hilangnya awak kapal Mary Celeste. Andrea Sella, seorang doktor sekaligus fisikawan telah bereksperimen mengenai kapal Mary Celeste dan dihasilkan kesimpulan ilmiah bahwa kapal pernah mengalami ledakan uap alkohol.

5. Jadi, bagaimana kesimpulannya?

Ada beberapa kesimpulan ilmiah yang mampu menjawab dan menyingkap misteri Segitiga Bermuda yang selama ini dipercaya sebagai wilayah supernatural, yakni:

Kawasan Segitiga Bermuda adalah kawasan yang sama saja dengan kawasan lainnya yang ada di belahan dunia mana pun. Banyak ilmuwan dan akademisi yang sudah mengonfirmasi akan hal ini.Istilah Bermuda Triangle justru dipopulerkan oleh seorang penulis paranormal asal Amerika Serikat pada 1964.

Kejadian dan kecelakaan yang terjadi di Segitiga Bermuda cenderung dibesar-besarkan dan dibumbui oleh media, sehingga mengaburkan beberapa fakta yang ada. Buktinya, jumlah kecelakaan di Segitiga Bermuda masih sangat sedikit dibandingkan jumlah kecelakaan di wilayah lain.

Semua kecelakaan yang terjadi di Segitiga Bermuda dapat dijelaskan secara ilmiah dan mendasar. Semuanya itu juga tidak berkaitan dengan hal-hal mistis sama sekali.

Badai laut juga kerap terjadi dan akan mengakibatkan munculnya gelombang tsunami di tengah lautan lepas. Nyatanya, cuaca ekstrem seperti ini juga sering kali muncul di wilayah -wilayah lautan lainnya. So, belajarlah untuk berpikir cerdas dan kritis. Jangan mudah untuk menyimpulkan sesuatu tanpa data dan kajian ilmiah yang jelas.

***

Itulah beberapa jawaban dan penjelasan dari sains mengenai misteri yang ada di Segitiga Bermuda. Semoga penjelasan sains tadi dapat membuatmu terbuka dan menambah pemahaman baru terhadap objektivitas, ya!

Kategori
Sains

Apa yang Membuatmu Ingin Melakukan Perjalanan Waktu?

Apa yang Membuatmu Ingin Melakukan Perjalanan Waktu?

Apa yang Membuatmu Ingin Melakukan Perjalanan Waktu? – Perdebatan mengenai kemungkinan dilakukannya perjalanan waktu memang menjadi pembahasan sains yang seru sekaligus membingungkan. Secara teori pengetahuan, banyak ilmuwan mengatakan bahwa perjalanan waktu sangat logis dan memungkinkan untuk dilakukan.

Dalam sains, rupanya terdapat beberapa alasan logis mengapa seseorang ingin melakukan perjalanan waktu. Dikutip dari laman http://downloadjoker123.org, Jika boleh berandai-andai, kira-kira alasan ilmiah apa, ya yang bisa membuat seseorang mau melakukan perjalanan waktu yang penuh risiko? Ini lima jawabannya menurut sains. Yuk, disimak!

1. Penasaran dengan kejadian di masa lampau

Ada banyak orang ingin kembali ke masa lalu karena mereka sangat penasaran bagaimana kehidupan di masa lalu itu berjalan. Uniknya, ada sebuah penelitian yang mengungkap bahwa mayoritas dari orang Amerika berusia produktif ingin kembali ke masa lalu.

Nah, dalam studi tersebut tersingkap bahwa sebagian besar orang yang sudah menginjak usia lanjut, justru tidak berminat untuk kembali ke masa lalu. Namun, sebagian besar orang yang berusia produktif justru sangat menginginkannya dengan alasan sangat penasaran bagaimana kehidupan di masa lalu itu.

Sepertinya kalangan usia lanjut atau generasi Baby boomers terbukti memegang teguh prinsip hidup untuk menjalaninya di masa sekarang. Berbeda dengan kalangan Millennials dan Gen Z, di mana mereka sangat antusias terhadap sesuatu yang baru, sekali pun itu tidak masuk akal. Kalau Anda bagaimana? Maukah Anda kembali ke masa lalu?

2. Memperbaiki kesalahan di masa lalu

Kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lampau mungkin masih kita sesali hingga saat ini. Yup, nyatanya tidak mudah untuk melupakan kesalahan yang pernah kita lakukan di masa lalu, apalagi jika kesalahan tersebut merupakan kesalahan fatal. Kira-kira kejadian ini mirip seperti film The Time Machine yang dirilis oleh Warner Bros. Pictures pada 2002 lalu.

Tahukah Anda , bahwa perjalanan waktu – meskipun itu mustahil – merupakan harapan dan angan-angan kuat dari banyak orang di dunia? Ya, National Geographic menjelaskan mengapa hal mustahil tersebut sangat diharapkan oleh semua orang di muka Bumi ini. Selain rasa penasaran manusia terhadap perjalanan waktu, keinginan kuat untuk memperbaiki kesalahan juga menjadi salah satu alasan mengapa manusia tergila-gila dengan mesin waktu.

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa ada banyak orang di dunia ini “tidak” benar-benar hidup di masa sekarang. Banyak dari mereka yang pikiran dan jiwanya melayang entah di zaman apa. Pertanyaannya: Apakah harapan manusia terhadap mesin waktu benar-benar bisa terwujud?

3. Mengubah nasib

Jika ada mesin waktu yang dapat menghubungkan antara lorong masa lalu dengan masa kini, mungkin mesin tersebut sudah dijadikan rebutan oleh banyak orang. Salah satu alasan mereka melakukan perjalanan waktu tentu untuk mengubah nasib mereka di waktu yang berbeda.

Namun, sayangnya hampir semua ilmuwan menyanggah akan hal ini. Jika perjalanan waktu ke masa lalu saja dianggap begitu mustahil, apalagi jika harus mengubah nasib seseorang. Dalam sains, jika beberapa variabel saling berbenturan dan menimbulkan kejadian di luar logika, maka kejadian tersebut masuk dalam kategori paradoks.

Nah, bagaimana menurutmu? Apakah nasib seseorang di masa yang berbeda bisa diubah sesuai dengan keinginannya sendiri? Sepertinya, hal ini masih bersifat rancu karena dianggap mengakali kehidupan. Setidaknya, begitulah anggapan dari banyak ilmuwan di dunia.

4. Mengubah dunia

Bagi sebagian orang yang sangat ambisius, perjalanan waktu bisa digunakan untuk mengubah dunia. Mereka dapat menguasai pasar saham; menang dalam peperangan; menguasai sumber daya alam; dan lain sebagainya yang sesuai dengan cita-cita mereka. Kalangan akademisi justru beranggapan bahwa jika mesin waktu jatuh ke tangan orang-orang seperti itu, maka dunia bisa dalam kekuasaan mereka.

Nah, jika memang dana dan ilmu yang disiapkan cukup untuk menciptakan mesin waktu, apakah mungkin perjalanan waktu bisa ada di masa yang akan datang? Fisikawan Paul Davies, dalam bukunya berjudul How to Build a Time Machine menjelaskan bahwa sesuai dengan relativitas Einstein, perjalanan waktu ke masa lalu dan masa depan itu dimungkinkan.

Buku yang ditulis oleh fisikawan asal Inggris tersebut juga menyiratkan bahwa dengan relativitas, sebuah alur perjalanan waktu dapat terbentuk dengan sebuah kemungkinan yang hampir pasti. Namun, dalam perjalanan waktu, dipastikan juga terdapat perubahan dalam dunia ini. Yup, terima atau tidak, dunia akan berubah-ubah tak menentu jika mesin waktu sudah diciptakan.

5. Lari dari kenyataan saat ini

Terdengar berlebihan dan sarkas, ya? Namun, menurut sains hal ini dimungkinkan, lho. Bisa saja seseorang yang sudah tidak tahan dengan kondisinya saat ini, lalu ia berusaha melarikan diri jauh ke masa lalu atau ke masa depan. Faktanya, justru hal seperti inilah yang dianggap berbahaya bagi kehidupan.

Bagaimana jadinya jika seorang penjahat melarikan diri ke zaman yang berbeda? Tentu urusannya akan menjadi semakin pelik dan bisa saja orang-orang mulai menyesali dampak dari keberadaan mesin waktu. Stephen Hawking pernah menjelaskan mengenai studinya tentang ruang dan waktu. Ia menyatakan bahwa jika pun mesin waktu ada, maka akan tercipta dimensi yang berbeda pula dengan dimensi dunia saat ini.

Kesimpulannya bisa terbagi menjadi dua bagian besar. Pertama, dimensi yang berbeda tidak akan menimbulkan efek apa pun bagi dimensi dunia saat ini. Kedua, ketiadaan perbedaan dimensi justru akan merusak apa yang sudah ada sekarang. Nah, jika para ilmuwan saja masih saling berbeda pendapat, ada baiknya Anda tak perlu memusingkan mengenai perjalanan waktu, oke?

Kategori
Sains

Perlahan Ternyata Menjauh dari Bumi

Perlahan Ternyata Menjauh dari Bumi

Perlahan Ternyata Menjauh dari Bumi, – Pada suatu masa jutaan tahun ke depan keturunan kita tidak akan bisa melihat bulan seperti sekarang. Tidak ada lagi fenomena gerhana matahari ataupun bulan total, kecuali dalam jejak rekam sejarah sains.

Dikutip dari laman https://maxbetresmi.com, Lambat, tetapi pasti bulan semakin bergerak menjauh dari bumi. Namun, walau Anda sudah sering melihatnya, seberapa jauhkah Anda mengetahui tentang bulan sendiri?

1. Bulan menjadi benda luar angkasa terdekat dengan bumi

Jaraknya merupakan 384.400 kilometer. Bahkan Merkuri, planet yang diakui bisa paling dekat dengan bumi, punya jarak 41 juta kilometer.

2. Bulan tercipta karena benturan batu yang seukuran Mars

Teorinya, dahulu kala ada batu yang berukuran super raksasa dengan ukuran seperti Mars menabrak bumi. Ini terjadi 4,5 triliun tahun yang lalu.

3. Bulan tidak bisa lepas dari bumi

Dulu gravitasi bumi melambatkan rotasi bulan dan membuat periode orbitnya menjadi stabil. Ini membuat bulan bisa mengulangi fase yang terjadi tiap hari.

4. Ada pohon yang berasal dari bulan

Pada 1971, astronaut Apollo 14 sempat mengambil biji di bulan dan menanamkannya di bumi. Sekarang biji itu sudah menjadi pohon dan tumbuh banyak. Orang-orang menyebutnya sebagai pohon bulan.

5. Sebenarnya bulan punya saudara

Seperti Phobos dan Deimos, bulan di bumi diperkirakan ada dua sebenarnya. Pada 1999, peneliti menemukan asteroid dengan lebar lima kilometer terjebak dalam gravitasi bumi dan menjadi satelit kita. Namanya Cruithne dan berhubung kecil, Anda tidak bisa melihatnya.

6. Kawah di bulan hasil “tonjokan” benda langit

Anda harus tahu kalau ada kawah di bulan di sana. Peneliti melihat ini merupakan hasil benturan batu langit yang diperkirakan terjadi pada 4,1 miliar sampai 3,8 miliar tahun yang lalu.

7. Bulan tidak bulat

Yang Anda lihat hanyalah ilusi optik. Seperti bumi, bulan agak sedikit oval dan malah berbentuk seperti telur.

8. Di sana ada gempa

Pernah satu kali astronaut Apollo mencatat adanya getaran aktif yang terjadi di sana, memastikan adanya gempa bulan. Peneliti beranggapan ini terjadi akibat efek dari gravitasi bumi.

9. Bulan adalah planet (?)

Ukuran bulan lebih besar dari Pluto. Beberapa peneliti malah berpendapat bisa jadi bulan itu lebih mengarah kepada planet ketimbang satelit. Malah ada sebutan untuknya sebagai double planet.

10. Sayonara, bulan

Di poin sebelumnya, dikatakan bahwa bulan tidak bisa lepas dari bumi, bukan? Kenyataannya bulan terus menjauh. Peneliti berpendapat saat kemunculan bulan, jaraknya dengan bumi adalah 22.530 kilometer dan sekarang menjadi sekitar 385 ribu kilometer.

***

Kira-kira apa yang bakal terjadi ketika bulan meninggalkan bumi? Soalnya kan pasang surut air laut juga banyak pengaruhi gravitasi bulan. Siapa yang tahu juga sih, mengingat itu bakal terjadi saat kita sudah tidak ada di dunia ini.