Kategori
Kimia

Zat Kimia Sunscreen Buat Terumbu Karang Rusak

Zat Kimia Sunscreen Buat Terumbu Karang Rusak

Zat Kimia Sunscreen Buat Terumbu Karang Rusak, – Saat menyelam, menggunakan tabir surya (sunscreen) menjadi wajib dilakukan. Maklumlah, sinar matahari di laut sangat panas dan berisiko membuat kulit wajah terbakar. Namun demikian, bijaklah menggunakan tabir surya saat menyelam.

Dilansir dari laman Agen Judi Bola, Untuk itu, dalam upaya mendukung pelestarian biomarine laut di Indonesia, Komunitas Female Divers melakukan kegiatan membersihkan sampah di dalam laut dan menanam terumbu karang lewat kegiatan bertajuk ‘Lestari Lautku’.

Acara ini sendiri berlangsung di kawasan Pulau Pramuka, salah satu pulau utama di daerah Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Umum Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I) dan juga perwakilan dari Komunitas Female Divers, Mimi Amilia, menjelaskan, saat ini tingkat pencemaran laut akibat sampah dan kerusakan terumbu karang di Indonesia sudah mencapai titik krisis dan memprihatinkan.

“Selain disebabkan penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab dan pencemaran sampah di laut, perubahan iklim global yang memicu pengasaman dan pemanasan lautan juga semakin memperburuk kondisi terumbu karang. Sekitar 82 persen wilayah terumbu karang di Indonesia terancam rusak,” kata Mimi.

Satu di Antara Banyak Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

Banyak hal yang dapat menyebabkan kerusakan terumbu karang di lautan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan bom ikan atau pukat saat menangkap ikan, pencemaran sampah laut, hingga perubahan iklim global.

Tapi siapa sangka, ada dua zat kimia yang kerap digunakan oleh beberapa produk sunscreen yang ternyata dapat memberikan kontribusi kerusakan terumbu karang.

“Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa pencemaran terumbu karang bisa juga diperburuk oleh kandungan zat kimia oxybenzone. Dan octinoxate, yang sering terdapat dalam produk sunscreen. Dengan kerjasama bersama komunitas Female Divers, kami ingin mengedukasi konsumen untuk memilih produk sunscreen yang tidak mengandung oxybenzone. Dan octinoxate,” kata Brand Manager Nivea Body, Sun and Crème, Firda Wanda.

Berdasarkan sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Environmental Contamination and Toxicology di tahun 2015 lalu, oxybenzone. Dan octinoxate memiliki berbagai dampak negatif bagi terumbu karang. Seperti tingkat mortalitas pertumbuhan karang, pemutihan karang, serta kerusakan genetika terhadap karang dan organisme lain.

Selain itu, kedua zat kimia tersebut juga berpotensi menyebabkan feminisasi ikan jantan. Dan meningkatkan penyakit reproduktif beragam jenis hewan laut, selain merubah perilaku neurologis beragam jenis ikan.

Untuk itu pihaknya berusaha meniadakan penggunaan dua zat kimia tersebut dalam semua produk sunscreen mereka berlaku efektif pada Januari 2021 nanti.

“Kami ingin mengajak konsumen untuk turut aktif mendukung upaya pelestarian laut. Seperti yang digerakkan komunitas Female Divers ini, dengan memilih produk sunscreen yang aman bagi terumbu karang. Dan turut berdisiplin menjaga kebersihan laut,” tutupnya.

Kategori
Kimia

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya

5 Simbol Bahan Kimia dan Artinya – Laman berita BBC memberitakan bahwa ledakan dahsyat yang terjadi di Kota Beirut, Lebanon, telah menewaskan sedikitnya 135 korban jiwa dan 4.000 orang luka-luka. Otoritas Lebanon menyatakan bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh 2.750 ton zat kimia amonium nitrat yang kemungkinan disimpan secara tidak aman di sebuah gudang penyimpanan.

Amonium nitrat sendiri merupakan zat kimia yang biasanya berupa kristal putih padat yang dapat dengan mudah larut secara alami. Selain digunakan untuk pupuk kimia, zat kimia ini juga dapat digunakan sebagai bahan bakar minyak. Dan juga bahan peledak yang digunakan untuk keperluan pertambangan dan industri.

Tentu saja selain amonium nitrat masih banyak lagi zat-zat kimia yang berbahaya dan wajib diperlakukan secara khusus. Nah, untuk menambah pengetahuan kamu, gak ada salahnya kali ini belajar tentang simbol-simbol zat kimiawi berbahaya.

1. Mudah meledak (explosive)

Simbol kimia seperti gambar di atas merupakan simbol kimia yang artinya bahan mudah meledak. Bisa juga maksudnya sebagai zat kimia yang dapat memicu ledakan. Ledakan yang dihasilkan mungkin bisa disebabkan oleh banyak sebab. Misalnya guncangan, suhu, benturan, percikan api, dan sebab lain seperti reaksi kimia.

Melansir dari Agen IDN Poker Menurut laman sains Britannica, setidaknya ada dua jenis zat kimia yang mudah meledak. Kedua jenis tersebut adalah bahan peledak (zat kimia yang memang digunakan untuk meledakkan) dan bahan peledak rendah (zat kimia yang bisa meledak akibat penyebab tertentu).

Contoh zat-zat kimia yang sangat mudah meledak adalah zat kimia termasuk di dalamnya nuklir, TNT (Trinitrotoluena), bubuk mesiu, aziroazide azide, amonium nitrat, nitroselulosa, dan bahan-bahan kimiawi lainnya yang memang digunakan untuk keperluan peledakan. Bahan kimia jenis ini harus diperlakukan dengan sangat hati-hati. Salah sedikit saja, dampaknya bisa sangat fatal.

2. Mudah terbakar (flammable)

Ada juga zat kimia yang mudah terbakar. Biasanya, zat kimiawi macam ini dapat terbakar akibat beberapa penyebab yang bahkan dianggap sepele. Laman sains NCBI mencatat beberapa jenis zat kimia mudah terbakar, di antaranya acetone, butanol, etanol, alkohol, metanol, propanol, dan masih banyak lagi.

Harus diperhatikan bahwa dari sekian banyak zat kimia yang mudah terbakar, beberapa di antaranya juga dapat menyebabkan ledakan. Karena biasanya berwujud cairan, zat kimia mudah terbakar tersebut harus berada dalam wadah yang aman dan tidak mudah terkontaminasi dengan panas atau api.

3. Mudah teroksidasi (oxidizing)

Jika kamu melihat gambar seperti di atas, itu artinya zat kimia yang mudah teroksidasi atau mudah menguap dan dapat menimbulkan ledakan. Oksidasi dapat terjadi akibat reaksi kimia yang terjadi pada saat zat kimia bersinggungan langsung dengan udara, panas, percikan api, dan senyawa kimiawi lainnya.

Seperti dicatat dalam laman Brandeis University, beberapa zat kimia yang mudah teroksidasi di antaranya hidrogen peroksida, kalium perklorat, sodium perklorat, dan lain sebagainya. Tempatkan bahan-bahan kimia tersebut di tempat yang aman dan terhindar dari suhu panas.

4. Zat kimia beracun (toxic)

Seperti dicatat dalam laman sains ThoughtCo, menurut Badan Perlindungan Lingkungan AS. Zat kimia beracun dapat diartikan seluruh bahan atau zat kimia yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan dan tubuh organisme yang melakukan kontak dengan zat tersebut.

Biasanya, zat kimia beracun akan menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan manusia jika terhirup, tertelan, atau diserap oleh kulit. Karena sifatnya yang dianggap berbahaya secara umum, jenis zat beracun ini juga sangat banyak, di antaranya merkuri klorida, arsen triklorida, dan bahkan zat-zat lain yang ada di sekitar kita seperti asap kendaraan, detergen, cairan pembersih, dan lain sebagainya.

5. Korosif (corrosive)

Zat kimia yang bersifat korosif artinya zat tersebut dapat merusak jaringan hidup biologis. Namun, tidak menutup kemungkinan sifat korosif juga bisa merusak benda-benda mati seperti besi atau logam lainnya. Zat kimia dengan simbol seperti ini bisa sangat berbahaya jika terkena bagian tubuh manusia, hewan, dan tanaman.

Jauhkan zat-zat kimia ini dari tempat yang mudah dijangkau. Jika ingin berinteraksi dengan zat kimia yang bersifat korosif. Sebaiknya bekali diri dengan pakaian laboratorium dan kacamata yang tahan terhadap dampak korosif dari senyawa kimia tersebut. Beberapa zat kimia yang bersifat korosif adalah belerang oksida, klorin, dan jenis-jenis air keras lainnya.

Kategori
Kimia Uncategorized

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah

Nama Lain Benzena Zat Kimia Pemicu Kanker Darah – Benzena adalah senyawa kimia organik yang merupakan salah satu komponen dalam minyak bumi. Senyawa kimia ini menjadi salah satu bahan petrokimia yang banyak digunakan di bidang industri. Bahkan, turunan dari benzena kerap digunakan sebagai bahan obat-obatan, produk kecantikan, hingga makanan.

Kabar buruknya, menurut dokter spesialis penyakit dalam RSCM Kencana, dokter Ari Fahrial Syam, zat kimia benzena ini adalah salah satu pemicu penyakit kanker darah.

Namun kita sering tidak sadar dengan keberadaan zat kimia ini, karena benzena memiliki produk turunan dengan berbagai nama lain.

1. Stirena

Stirena adalah produk turunan benzena yang biasa digunakan sebagai pelarut maupun bahan baku industri manufaktur.

Paparan stirena paling banyak lewat pernapasan, karena zat ini bisa terlepas ke udara saat proses produksi industri, emisi kendaraan bermotor, proses pembakaran dan asap rokok.

Meski begitu, stirena juga bisa mencemari perairan jika ada sampah mengandung zat ini dibuang ke sungai.

2. Fenol atau Asam Karbol

Fenol atau asam karbol ini biasa dipakai sebagai bahan dasar pembuatan plastik dan obat-obatan. Fenol juga kerap digunakan sebagai antiseptik dan disinfektan.

Jadi sadar atau tidak, kita sebenarnya dikepung dengan berbagai bentuk produk mengandung fenol. Daripada khawatir, lebih baik sedikit demi sedikit mulai mengurangi ketergantungan terhadap produk kimia ini.

Untuk obat oles hingga obat pel, kita bisa meraciknya dari gabungan berbagai jenis minyak esensial yang terbuat dari tanaman.

3. Toluena

Nama toluena memang masih asing di telinga awam. Namun bagaimana dengan asam benzoat. Toluena adalah salah satu pelarut dan bahan baku pembuatan asam benzoat.

Dan zat kimia ini banyak banget dipakai untuk bahan pengawet makanan dan minuman.

Jadi lebih baik mulai sekarang bulatkan tekad untuk makan makanan yang fresh dan mengurangi konsumsi makanan kemasan.

4. Anilin

Wanita yang hobi mewarnai rambut, harus sering mengecek kandungan pewarna rambut yang digunakan nih.

Karena senyawa organik anilin kerap digunakan di produk pewarna rambut. Selain bisa menyerap di kulit kepala, senyawa aromatik ini juga bisa masuk ke tubuh jika terhirup.

Jadi, jika belum terlihat banyak uban di rambut, sebaiknya minimalisir penggunaan pewarna rambut. Kalau ingin terlihat trendi, masih bisa kok menggunakan pewarna rambut alami yang lebih aman.

5. Asam salisilat

Ini senyawa kimia ini paling banyak digunakan untuk kepentingan medis dan kecantikan. Mulai dari obat sakit kepala, salep anti jamur, shampoo, sabun hingga bedak, minyak wangi dan make up.

Kalau belum bisa menghindari semua produknya, setidaknya harus sudah mulai dikurangi sedikit demi sedikit.

Karena residu yang tertinggal di dalam tubuh tidak hanya berpotensi menimbulkan penyakit kanker darah, tapi juga bisa memengaruhi kinerja hormon reproduksi.

Tentunya, semua produk yang mengandung benzena ini sudah diukur kadar aman untuk digunakan atau dikonsumsi.

Kategori
Kimia

Farmasi Tertua RI yang Ekspansi ke Mancanegara

Farmasi Tertua RI yang Ekspansi ke Mancanegara

Farmasi Tertua RI yang Ekspansi ke Mancanegara, – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Lestari Priansari Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Kolombia, Claudia Blum de Barberi pada Rabu lalu. Dalam pertemuan secara virtual, dikatakan perusahaan farmasi Kimia Farma akan masuk ke pasar negara Kolombia.

“Dua hari lalu saya secara virtual telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Kolombia. Pertemuan ini bertepatan dengan perayaan 40 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kolombia,” ujar Retno saat press briefing, Jumat.

Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia. Didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1817, nama perusahaan ini pada awalnya adalah NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co.

Berdasarkan kebijaksanaan nasionalisasi atas eks perusahaan Belanda di masa awal kemerdekaan, pada tahun 1958, pemerintah Indonesia melakukan peleburan sejumlah perusahaan farmasi menjadi Perusahaan Negara Farmasi (PNF) Bhinneka Kimia Farma. Pada 16 Agustus 1971, bentuk badan hukum PNF diubah menjadi Perseroan Terbatas. Dengan demikian, nama perusahaan berubah menjadi PT Kimia Farma.

PT Kimia Farma melantai di bursa pada 4 Juli 2001

Dikutip dari laman resmi PT Kimia Farma, perusahaan tersebut kembali mengubah statusnya menjadi perusahaan publik pada 4 Juli 2001. Perseroan telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang kedua bursa telah merger dan kini bernama Bursa Efek Indonesia).

Berbekal pengalaman selama puluhan tahun, Perseroan telah berkembang menjadi perusahaan dengan pelayanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Perseroan kian diperhitungkan kiprahnya dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, khususnya pembangunan kesehatan masyarakat Indonesia.

Kimia Farma telah berekspansi ke berbagai negara

Produk-produk Kimia Farma yang mencakup produk obat jadi dan sediaan farmasi serta bahan baku obat seperti Iodine dan Quinine telah merambah Eropa, India, Jepang, Taiwan dan Selandia Baru. Sementara, produk jadi dan kosmetik telah dipasarkan ke Yaman, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Vietnam, Sudan, dan Papua Nugini.

Demikian juga untuk produk-produk herbal yang berasal dari bahan alami juga telah dipersiapkan proses registrasinya untuk memasuki pasar baru. Di antaranya di Filipina, Myanmar, Pakistan, Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain dan Bangladesh.

Produk herbal merupakan target utama korporasi untuk periode mendatang. Sebab, banyak pembeli potensial yang berminat menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan.

Bisnis Kimia Farma merambah perdagangan internasional

Berdasarkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya Nomor AHU-0017895.AH.01.02 Tahun 2020 tanggal 28 Februari 2020 dan Surat Nomor AHU-AH.01.03-0115053 tanggal 28 Februari.

Dalam Akta RUPSLB Nomor 18 tanggal 18 September 2019, terjadi perubahan nama perusahaan. Semula bernama PT Kimia Farma (Persero) Tbk, lalu berubah menjadi PT Kimia Farma Tbk, efektif per tanggal 28 Februari 2020.

Sepanjang perjalanannya, PT. Kimia Farma telah berekspansi. Bisnisnya tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga memasuki tingkat perdagangan internasional.

Kategori
Kimia

Pemeran Utama Bagi Seluruh Reaksi Kimia

Fakta Enzim, Pemeran Utama Bagi Seluruh Reaksi Kimia di Tubuh

Pemeran Utama Bagi Seluruh Reaksi Kimia – Enzim merupakan protein globular. Yang umumnya berfungsi sebagai biokatalis pada semua proses kimia dalam mahluk hidup.

Tahukah kamu bahwa setiap hari terjadi proses pembentukan dan pemecahan senyawa di dalam tubuh yang tidak terhitung banyaknya atau dikenal juga dengan istilah reaksi kimia organis. Proses ini bisa terjadi dikarenakan adanya Agen S128 protein yang dinamakan dengan Enzim di dalam tubuh kita.

Enzim berperan besar dalam mempercepat suatu reaksi kimia organik hingga beberapa ratus kali lebih cepat. Bahkan, apabila tidak ada Enzim maka suatu reaksi bisa saja tidak akan pernah terjadi sama sekali. Hal ini membuat Enzim menjadi penting untuk dipelajari oleh para peneliti agar Enzim dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.

Pada artikel kali ini, jeoleuro.com akan membahas fakta-fakta seputar Enzim yang mungkin saja belum kamu ketahui. Silahkan disimak baik-baik!

Bekerja sebagai katalis

Enzim bekerja dengan mempercepat suatu reaksi kimia atau istilahnya disebut katalis. Senyawa awal yang bereaksi dengan Enzim disebut sebagai substrat, dimana substrat ini akan diubah menjadi produk. Enzim mampu mempercepat terjadinya suatu reaksi dengan menurunkan energi aktivasi yang dibutuhkan sehingga reaksi pun dapat terjadi dengan lebih cepat.

Meskipun Enzim harus berikatan dengan substrat terlebih dahulu untuk bekerja, Enzim tidak akan mengalami perubahan struktur sehingga untuk mengubah banyak substrat hanya dibutuhkan Enzim dalam jumlah sedikit karena Enzim tersebut dapat digunakan berkali-kali (kecuali jika mengalami kerusakan).

Agar Enzim dapat bekerja dengan optimal, maka dibutuhkan kondisi lingkungan yang optimal juga untuk Enzim bekerja. Kondisi lingkungan ini meliputi suhu, pH, dan berbagai faktor lainnya. Kondisi lingkungan ini juga berbeda-beda untuk tiap Enzim sehingga analisa tiap Enzim secara mendalam diperlukan.

Enzim Menurunkan Energi yang diperlukan Untuk Aktifasi

Telah diteliti sejak tahun 1700-an

Penelitian awal mengenai Enzim dimulai dari diketahuinya kemampuan cairan lambung untuk mencerna daging pada tahun 1700-an. Kemudian, para peneliti juga mengetahui kemampuan dari air ludah untuk mengubah pati menjadi glukosa, tetapi penjelasan lengkap mengenai fenomena ini belumlah diketahui dengan pasti.

Barulah pada tahun 1878, seorang peneliti asal Jerman bernama Wilhelm Kuhne menggunakan istilah Enzim untuk pertama kali. Enzim dari kata Enzyme dalam bahasa Yunani berarti “isi bahan pengembang” yang merujuk pada ragi karena fungsi ragi adalah mengembangkan roti.

Namun, istilah Enzim baru dipopulerkan Eduard Buchner setelah dia mampu memfermentasi gula menggunakan sel ragi yang sudah mati. Hal ini membuktikan bahwa bukan sel ragi yang berperan penting dalam proses fermentasi, melainkan senyawa yang dihasilkannya yaitu Enzim. Penemuan ini pun mengantarkan Eduard Buchner memperoleh hadiah Nobel.

Dipengaruhi kelainan genetik

Untuk membahas poin ini, kita perlu terlebih dahulu memahami proses terbentuknya Enzim. Seperti yang kita ketahui bahwa Enzim terbuat dari protein (meskipun tidak semua), sehingga produksinya dalam tubuh pun dipengaruhi oleh materi genetik kita, yaitu DNA.

DNA menjadi cetak biru bagi produksi semua protein dalam tubuh kita, salah satunya adalah produksi Enzim. Oleh karena itu, jika DNA seseorang mengalami mutasi atau abnormalitas maka bisa saja mempengaruhi produksi Enzim seseorang. Produksi Enzim tersebut dapat berkurang, tidak ada sama sekali, atau bahkan jadi berlebihan.

Salah satu contohnya adalah penyakit Hers Disease, dimana penderitanya tidak mampu menghasilkan Enzim liver phosphorylase untuk memecah glikogen dalam hati menjadi gula darah. Defisiensi Enzim ini menyebabkan akumulasi glikogen dalam hati secara abnormal dan rendahnya gula darah sehingga bisa menyebabkan penyakit lain seperti Hipoglikemia.

Nah, jadi itulah fakta mengenai molekul Enzim di dalam tubuh kita. Enzim memegang peranan penting bagi seluruh reaksi kimia organik di dalam tubuh kita, tanpa Enzim mungkin kita tidak akan bisa hidup normal dan sehat seperti saat ini. Sekian untuk artikel kali ini dan terima kasih sudah membaca!

Kategori
Kimia Sains

Gas Kimia Paling Berbahaya di Dunia

Gas Kimia Paling Berbahaya di Dunia

Gas Kimia Paling Berbahaya di Dunia – Tentara Nazi adalah salah satu pasukan kejam yang tidak kenal takut dan ampun saat melawan musuh. Namun, ada satu hal yang membuat pasukan berani mati ini ketakutan, bukan senjata perang melainkan sebuah zat kimia bernama ‘N-stoff’. Zat kimia itu dianggap sangat berbahaya, dan membuat Nazi batal menggunakannya sebagai senjata.

Beberapa jenis gas kimia yang ada di dunia ini ternyata memiliki dampak mematikan bagi siapa saja yang menghirupnya, termasuk manusia.

Bahkan ada gas yang dapat membunuh manusia dengan sangat cepat.

Arsenik

Dalam tabel periodik, arsenik termasuk unsur kimia dengan nomor 33. Livescience.com menuliskan bahwa arsenik memiliki 33 elektron dan 33 proton dengan lima elektron valensi (dapat membentuk ikatan kimia dengan unsur lainnya) di bagian terluarnya.

Biasanya unsur kimia ini ditemukan di kerak bumi dan tergabung dalam mineral bumi lainnya. Arsenik sangat berbahaya bagi kehidupan, karena dapat mencemari makanan, minuman, dan udara.

Keracunan arsenik bisa sangat menyakitkan dan mematikan bagi manusia. Dalam jumlah yang besar, arsenik dapat menyebabkan kematian secara langsung. Apalagi arsenik merupakan salah satu unsur kimia yang sangat mudah tersublimasi, dari wujud padat bisa berubah ke wujud gas.

Karbon monoksida

Dalam jumlah sedikit karbon monoksida sudah bisa membuatmu sesak napas berat dan dalam jangka panjang akan mengakibatkan kanker paru-paru. Dalam jumlah besar, gas ini akan langsung membunuh siapa saja yang menghirupnya.

Mengapa karbon monoksida dimasukkan sebagai gas mematikan? Sifat gas ini sangat berkaitan dengan hemoglobin dalam tubuh manusia.

Hemoglobin yang secara normal akan mengikat oksigen, jika terpapar dengan karbon monoksida, maka hemoglobin akan melepaskan oksigen dan justru akan mengikat karbon monoksida ke seluruh tubuh, termasuk otak.

Itulah sebabnya mengapa orang yang menghirup karbon monoksida akan meninggal karena kekurangan oksigen. Mati lemas diakibatkan karena otak sudah tidak sanggup bekerja normal akibat tidak adanya pasokan oksigen.

Compound 1080

Nama senyawa ini adalah sodium fluoroacetate, dan sering disebut dengan compound 1080. Gas ini termasuk salah satu gas yang sangat mematikan bagi manusia.

Dengan sekali hirup, kepala akan terasa sangat pusing dan pada akhirnya manusia akan mengalami kematian akibat gagal napas. Bahan dasar gas beracun ini sebetulnya dari ekstrak tanaman beracun, di mana racun tanaman biasanya akan berguna untuk melindungi tanaman dari herbivor.

Dengan tujuan awal untuk membunuh hama tikus, gas beracun ini tentu memiliki manfaat bagi banyak orang. Namun jika tidak berhati-hati, gas ini bisa membunuh penggunanya dengan sangat cepat.

Klorin

Klorin merupakan salah satu unsur kimia yang sangat berbahaya bagi siapa saja yang menghirupnya. Unsur kimia dengan nomor atom 17 ini berwarna hijau pucat dan memiliki kepadatan 2,5 kali lipat dibandingkan dengan gas lainnya.

Dalam bentuk gas, klorin bisa sangat beracun dan mematikan. Sedangkan dalam bentuk cair, klorin bisa berguna untuk pemutih dan desinfektan yang sangat efektif membunuh kuman dan bakteri.

Menghirup klorin dalam wujud gas dapat merusak saluran pernapasan, hingga menyebabkan sesak napas, mual, batuk, muntah, dan tak sadarkan diri. Dalam kasus terberat bisa mengakibatkan kematian pada manusia.

Kategori
Kimia

Zat Berbahaya dalam Rokok

Zat Berbahaya dalam Rokok

Zat Berbahaya dalam Rokok – Rokok adalah gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung dengan panjang sekitar 8 – 10 cm. Rokok biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok ini dapat memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan jika mengkonsumsinya. Akan tetapi, dalam rokok terdapat kandungan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Adanya peringatan “dilarang merokok” yang terdapat dibungkus rokok merupakan himbauan agar dapat mengetahui bahaya rokok. Dengan adanya peringatan tersebut maka perlu diketahui dampak negatif atau bahaya dari rokok.

Terdapat sekitar 4000 bahan kimia yang terkandung dalam rokok. Ratusan merupakan zat beracun dan sekitar 70 di dalamnya bersifat kanker.

Bicara soal rokok, manusia dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni para perokok aktif dan orang-orang yang tidak merokok. Memang sering terjadi pro kontra terhadap penggunaan rokok ini.

Orang yang sudah kecanduan merokok, sulit sekali untuk menghentikan kebiasaannya. Namun bukan hal yang mustahil untuk menghentikan kebiasan merokok, selama perokok tersebut benar-benar ingin berhenti merokok, secara perlahan kebiasaan merokoknya akan menghilang.

Bisa juga dengan meminta bantuan para ahli untuk membantu perokok menghentikan kebiasaan tersebut. Seperti yang kita ketahui, rokok memiliki kandungan yang dianggap dapat membahayakan kesehatan manusia.

Tidak hanya bagi perokok, orang-orang yang berada di sekitar orang yang merokok juga bisa terkena dampaknya sebagai perokok pasif. Hal inilah yang menciptakan terjadinya pro kontra mengenai rokok.

Karbon Monoksida

Karbon Monoksida dalam rokok dapat mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga dapat menghalangi pergerakan oksigen ke tubuh. Hal tersebut dapat membuat tubuh cepat lelah. Zat ini sering ditemukan pada asap dari kenalpot mobil atau motor.

Gas Oksidan

Gas Oksidan dalam rokok ini dapat bereaksi dengan oksigen. Adanya gas oksidan pada tubuh mampu lebih meningkatkan resiko stroke serta serangan jantung akibat penggumpalan darah.

Benzene

Zat ini sering dikaitkan dengan berbagai macam jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukemia. Zat benzene dalam rokok ini seperti halnya zat yang ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak yang dapat merusak sel pada tingkat genetik.

Tar

Kandungan Tar dalam rokok ketika seseorang sedang merokok maka kandungan ini kan ikut terhisap. Zat Tar ini akan mengendap pada paru-paru dan berdampak negatif pada kinerja lapisan pada paru-paru. Padahal lapisan tersebut bertugas untuk membersihkan kuman dan hal lainnya dari paru-paru.

Nikotin

Ketika zat nikotin masuk ke dalam tubuh seseorang, zat tersebut dapat mengurangi kadar oksigen yang masuk ke dalam darah. Zat ini mengakibatkan kecanduan bagi para pemakainya serta dapat mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dan mempercepat pembekuan darah yang dapat memicu serangan jantung.

Kategori
Kimia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia – Ilmu pengetahuan seperti ilmu kimia telah memberikan kita banyak pengetahuan yang sangat berharga.

Dengan mempelajari kimia, kita bisa mengenal unsur-unsur dan senyawa kimia sekaligus memanfaatkannya sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit.

Tapi di balik itu, ternyata ada beragam zat kimia yang sangat berbahaya jika kamu terpapar olehnya. Ini dia 5 zat yang paling mematikan bagi manusia.

  • Botulinum Toxin A

Racun Botulinum, yang juga dikenal sebagai Clostridium Botulinum, dikenal sebagai zat paling mematikan di dunia. Hanya 1 gram dari zat ini dapat membunuh 14.000 manusia jika ditelan atau 8,3 juta manusia apabila disuntikkan! Daftar IDN Poker 99

Botulinum mengacaukan komunikasi antara sel saraf dan sel otot, kemudian secara bertahap melumpuhkan korban dan akhirnya terjadi kegagalan sistem pernafasan.

Namun, botulinum dalam dosis yang sangat kecil dapat digunakan untuk mengobati kejang otot dan keringat berlebihan dan melumpuhkan otot yang menyebabkan keriput.

  • Ricin

Ditemukan dalam minyak jarak, ricin adalah zat protein beracun yang menimbulkan kerusakan pada ribosom, pembangun protein pada sel.

Hasilnya adalah kerusakan parah pada organ-organ penting tubuh. Hanya satu miligram ricin cukup untuk membunuh orang dewasa jika dihirup atau tertelan, menyebabkan banyak negara menyelidiki penggunaannya sebagai senjata biologis.

  • Sianida

Baik dihirup atau tertelan, sianida adalah salah satu zat beracun dengan aksi tercepat yang diketahui, membuat korbannya mati dalam hitungan menit.

Gas hidrogen sianida dan natrium padat atau potasium sianida sangat beracun, mencegah sel-sel tubuh menggunakan oksigen dan membuat jantung dan otak berhenti bekerja.

Beberapa biji buah juga mengandung sianida dan sejumlah kecil hidrogen sianida ditemukan dalam asap knalpot kendaraan.

  • Asbestos

Asbestos adalah nama yang diberikan pada beberapa mineral berbeda yang memiliki satu ciri umum: ikatan kristal yang berserat. Dapat ditemukan dengan harga yang terjangkau, asbestos merupakan bahan bangunan yang populer sampai efek mematikannya terungkap.

Apabila terhirup berkali-kali, serat asbestos dapat menumpuk di paru-paru dan menyebabkan penyakit mematikan seperti asbestosis, radang paru-paru, dan kanker.

Berbeda dengan zat – zat lainnya, Asbestos dapat memakan waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun untuk membunuh seseorang. Meskipun begitu, zat ini tetaplah sangat mematikan dan membuatnya sebagai “racun lambat” yang paling mengerikan bagi manusia.

  • Karbon Monoksida

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat beracun yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar organik yang tidak sempurna, seperti batubara, diesel, kayu dan lain – lain. Ini adalah salah satu gas beracun utama yang ditemukan di dalam asap kendaraan.

Zat ini mempengaruhi kapasitas pembawa oksigen dalam darah dengan mengikat protein hemoglobin. Jika seseorang terkena paparan dengan konsentrasi karbon monoksida 1,28%, korban akan kehilangan kesadaran setelah 2-3 kali nafas dan mati dalam waktu kurang dari 3 menit.

Kategori
Kimia

Kimia Berbahaya dalam Vape

Kimia Berbahaya dalam Vape

Kimia Berbahaya dalam Vape – Penny Lukito Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut akan segera mengusulkan larangan penggunaan vape atau rokok elektrik. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya melalui revisi PP Nomor 109 tahun 2012.

Penny mengungkapkan, ada beberapa fakta ilmiah yang sudah ditemukan BPOM sekaligus menjadi dasar usulan pelarangan. Ditemukan beberapa kimia mulai dari nikotin, propilen glikol, perisa, logam, karbonil, tobacco specific nitrosamines (TSNAs), hingga diethylene glycol (DEG).

Mari kita cek dampak buruk dari bahan kimia tersebut!

1. Nikotin

Nikotin adalah zat kimia yang bisa ditemukan dalam berbagai produk tembakau. Menurut analisa studi yang dipublikasi dalam Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology paparannya secara langsung dapat menyebabkan iritasi, sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, mual, hingga meningkatkan metabolisme tubuh. Berbagai studi juga melihat efek nikotin terhadap otak bisa menyebabkan kanker dan kecanduan.

2. Propilen glikol

Dikutip dari situs resmi BPOM, propilen glikol adalah senyawa kimia yang diizinkan dipakai sebagai bahan tambahan pangan (BTP). Hanya saja penggunaannya harus sesuai dengan aturan asupan harian yang dapat diterima atau acceptable daily intake (ADI).

Menurut Healthline propilen glikol punya kadar toksisitas rendah oleh karena itu banyak dipakai di makanan hingga kosmetik. Namun bila dikonsumsi di luar batas wajar, laporan yang dipublikasi dalam jurnal Investigative Medicine High Impact Case Reports 2015 menyebut senyawa kimia ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

3. Perisa

Tidak dijelaskan pasti perisa apa yang ditemukan oleh BPOM dalam produk vape yang ditelitinya. Namun ada laporan dalam penelitian lain di jurnal Scientific Reports 2019 bahwa perasa dalam vape bisa memengaruhi sel epitel di paru-paru.

“Studi baru kami menunjukkan bahwa bahan kimia ini dapat merusak silia, garis pertahanan pertama di paru-paru dengan mengubah ekspresi gen yang terkait dengan produksi dan fungsi silia,” jelas professor genetika lingkungan dan patofisiologi, Quan Lu dikutip dari Daily Mail.

4. Tobacco specific nitrosamine

Tobacco-specific nitrosamines dalam laporan di jurnal Carcinogenesis 1988 dideskripsikan sebagai kelompok senyawa karsinogen (penyebab kanker) yang ada di produk tembakau. Senyawa ini dihasilkan oleh nikotin dan alkaloid dari tembakau.

5. Karbonil

Karbonil adalah senyawa yang dihasilkan ketika liquid vape dipanaskan berubah menjadi uap. Menurut peneliti di Masonic Cancer Center, University of Minnesota, senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan pada DNA. Hal yang sama disebut peneliti juga bisa ditemukan pada perokok biasa.

6. Diethylene glycol

Diethylene glycol atau DEG adalah senyawa tidak berwarna, tidak berbau, yang memiliki rasa manis. Biasanya senyawa ini dipakai pada cairan antibeku, oli rem, rokok, hingga obat-obatan. Bila dikonsumsi sembarangan DEG dapat menyebabkan keracunan yang bisa berujung pada gagal ginjal.

Kategori
Kimia

Otak Manusia Ternyata Bisa Produksi Bahan Kimia Seperti Ganja

Ganja atau Marijuana merupakan salah satu psikotropika, yang masuk dalam narkoba golongan satu. Artinya, di Indonesia ganja hanya boleh digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, bukan sebagai terapi, karena punya potensi tinggi menyebabkan ketergantungan.

Baca Juga: Perubahan kimia yang terjadi pada benda disekitar kita

Lalu kenapa bisa otak memproduksi bahan kimia mirip dengan ganja?

Dilansir dari uclahealth.org, sudah hampir 30 tahun yang lalu peneliti menemukan bahwa otak memproduksi bahan kimia sejenis ganja, yang disebut endocannabinoid.

Dalam investigasi taksonomi mengungkapkan bahwa sistem endocannabinoid terbilang sangat tua, telah berkembang lebih dari 500 juta tahun yang lalu. Selain itu, bahan kimia ini bisa ditemukan di semua vertebrata, mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi, ikan, dan lainnya. Semuanya menghasilkan endocannabinoid.

Otak Manusia Memproduksi Bahan Kimia Ganja?

Diawal penelitian menunjukkan reseptor endocannabinoid cuma ada di otak dan saraf. Tapi para ilmuwan kemudian menemukan bahwa reseptor tersebut ada di seluruh tubuh, termasuk kulit, sel kekebalan, tulang, jaringan lemak, hati, pankreas, otot kerangka, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan saluran pencernaan.

Kita sekarang tahu sistem endocannabinoid terlibat dalam berbagai proses, termasuk rasa sakit, ingatan, suasana hati, nafsu makan, stres, tidur, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan fungsi reproduksi.

Endocannabinoid bisa dibilang merupakan salah satu molekul pemberi sinyal yang paling luas dan serbaguna yang dikenal manusia.

Daniele Piomelli, profesor farmakologi dan Direktur Pusat Penemuan Obat di Fakultas Kedokteran University of California, Irvine (UCI). Dan rekannya, telah menemukan bahwa endocannabinoid berperan penting dalam nyeri yang disebabkan oleh stres.

“Studi ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa bahan kimia seperti ganja alami di otak punya kaitan dengan penekanan rasa sakit,” ujar Piomelli.

Cannabinoid alami tubuh berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas. Seperti rasa sakit, kegelisahan dan nafsu makan, sehingga cannabinoid (kandungan aktif dalam ganja) menjadi target yang menarik untuk pengembangan obat.

Obat berbasis cannabinoid pun digunakan untuk mengurangi mual dan merangsang nafsu makan pada pasien kanker dan AIDS.

Baca Juga: Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains

Tes baru-baru ini juga menunjukkan cannabinoid efektif dalam membantu penanganan penderita sindrom Tourette dan beberapa gejala sklerosis.