Kategori
Sains

Senjata Sains Yang Mematikan Di Dunia

Senjata Mematikan Sains – Saat ini ilmu sains mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi umat manusia. Mulai dari ilmu kedokteran, akademi, penelitian luar angkasa hingga teknologi-teknologi yang membantu kehidupan manusia. Semua itu terjadi berkat rumusan sains.

Baca Juga: 5 Misi Eksplorasi Mars dari Berbagai Negara

Namun tidak semua penemuan sains bisa digunakan untuk perdamaian dunia. Karena beberapa diantaranya lebih sering digunakan untuk tujuan peperangan. Dan salah satu penemuan yang sangat populer adalah senjata-senajta mematikan.

Jadi untuk itu, berikut ini adalah beberapa jenis senjata mematikan yang hadir karena adanya rumusan sains. Penasaran? simak selengkapnya dibawah ini.

1. Senjata Laser

Seperti diberitakan Popular Mechanics, senjata laser yang dipasang di kapal perang USS Portland merupakan salah satu senjata paling mematikan yang dikembangkan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Senjata tersebut dinamakan The Optical Dazzling Interdictor Navy atau ODIN, di mana senjata ini dirancang untuk menghalau rudal dan drone.

Bagaimana senjata laser tersebut bekerja? Laser bisa ada akibat frekuensi yang dihasilkan oleh gelombang cahaya, di mana laser yang digunakan untuk senjata memiliki energi yang cukup besar untuk menghancurkan sebuah objek benda. Laman How Stuff Works menjelaskan bahwa laser dapat ditembakkan dengan rentang jarak yang sangat jauh.

Meskipun bersifat mirip cahaya, namun gelombang laser memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan gelombang cahaya biasa. Laser melepaskan foton atau partikel cahaya yang ditransformasikan menjadi energi berupa panas. Senjata laser yang digunakan saat ini juga sering dikombinasikan dengan beberapa senyawa gas, yakni fluorin, kluorin, argon, dan karbon dioksida.

2. Senjata Kimia

Gas kimia menjadi salah satu senjata mematikan yang terkadang juga digunakan dalam sebuah peperangan. Namun, dari semua senjata kimia yang ada, tidak semuanya bersifat mematikan. Ada beberapa yang dibuat untuk tujuan melumpuhkan dan membutakan sesaat.

Seperti dicatat dalam Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons, senjata perang berupa senjata kimia memiliki banyak jenis. Mulai dari yang alami, di mana biasanya diambil dari kandungan tanaman, sampai senjata biologis mematikan yang dibuat secara sintetis di laboratorium.

Tentu saja pembuatan senjata kimia ini menerapkan sains di bidang kimia dan biologi secara khusus. Biasanya, ilmuwan akan memisahkan beberapa kandungan dan senyawa sesuai dengan kebutuhannya. Dalam beberapa kesempatan, senjata kimia dan biologis telah dilarang penggunaannya untuk keperluan perang. Hal ini akibat dari dampak masif yang ditimbulkan oleh senjata berupa gas dan cairan kimia tersebut.

3. Bom Atom

Senjata nuklir telah menjadi salah satu senjata yang dianggap momok atau menakutkan karena dampaknya yang sangat mematikan. Contoh senjata nuklir yang pernah digunakan dalam peperangan adalah bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada saat Perang Dunia II lalu. Akibatnya, dalam hitungan detik sebuah kota dapat rata dengan tanah beserta dengan seluruh kehidupan di dalamnya.

Seperti ditulis dalam Atomic Heritage, bom atom dibuat berdasarkan ilmu sains di bidang fisika dan kimia, yakni pemisahan inti antara neutron dan nukleus pada partikel atom. Ketika neutron dan nukleus atom bersatu, maka akan terjadi ledakan energi yang sangat dahsyat dan mematikan, bahkan dapat meratakan sebuah kota besar seperti.

Oh ya, bom atom juga tak lepas dari rumusan sains terkenal dari Einstein, yakni E=mc2. Rumusan ini memang menjadi cikal bakal pembuatan teknologi nuklir, termasuk senjata nuklir yang telah dimiliki oleh banyak negara besar di dunia. Tentu saja Einstein tidak mengharapkan bahwa rumusan yang ia gagas digunakan untuk kepentingan perang. Namun, apa daya, saat ini sudah ada banyak negara berlomba dalam membuat senjata nuklir idnplay poker.

4. Senapan Sniper

Senapan sniper adalah sebuah senjata yang digunakan untuk menembak jarak jauh. Laman Small Wars Journal mencatat bahwa seorang sniper atau penembak runduk dapat membunuh tergetnya dengan sangat efektif. Jika senapan laras panjang M14 dan M16 memiliki banyak kesalahan dalam setiap bidikannya, di mana rata-rata ada 200.000 peluru untuk membunuh 1 target, maka sniper hanya membutuhkan rata-rata 1,3 peluru untuk melakukan tugas yang sama.

Tentu saja senapan sniper dan senjata-senjata api lainnya bekerja berdasarkan beberapa teori fisika. Salah satu sistem kerja senjata api mengandalkan prinsip termodinamika. Dalam prinsip tersebut dijelaskan bahwa dengan energi yang kecil dapat menghasilkan sebuah energi atau dampak yang besar. Inilah yang mendasari dibuatnya senjata api.

Dengan sebuah letupan kecil akibat benturan firing pin dengan pangkal peluru, maka dihasilkan sebuah ledakan energi propelan (bahan pendorong) dalam peluru. Nah, akibat ledakan energi ini, sebuah peluru dapat melesat dengan kecepatan 1.000 meter per detik dan menembus objek yang ada di hadapannya.

Baca Juga: Alasan Sains Ini Membuktikan Perempuan Lebih Unggul dari Laki-laki

Itulah tadi beberapa senjata mematikan yang ditemukan karena rumusan sains. Semoga dengan artikel diatas bisa menambah wawasan dan informasi terbaru buat kamu.

Kategori
Kimia

Otak Manusia Ternyata Bisa Produksi Bahan Kimia Seperti Ganja

Ganja atau Marijuana merupakan salah satu psikotropika, yang masuk dalam narkoba golongan satu. Artinya, di Indonesia ganja hanya boleh digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, bukan sebagai terapi, karena punya potensi tinggi menyebabkan ketergantungan.

Baca Juga: Perubahan kimia yang terjadi pada benda disekitar kita

Lalu kenapa bisa otak memproduksi bahan kimia mirip dengan ganja?

Dilansir dari uclahealth.org, sudah hampir 30 tahun yang lalu peneliti menemukan bahwa otak memproduksi bahan kimia sejenis ganja, yang disebut endocannabinoid.

Dalam investigasi taksonomi mengungkapkan bahwa sistem endocannabinoid terbilang sangat tua, telah berkembang lebih dari 500 juta tahun yang lalu. Selain itu, bahan kimia ini bisa ditemukan di semua vertebrata, mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi, ikan, dan lainnya. Semuanya menghasilkan endocannabinoid.

Otak Manusia Memproduksi Bahan Kimia Ganja?

Diawal penelitian menunjukkan reseptor endocannabinoid cuma ada di otak dan saraf. Tapi para ilmuwan kemudian menemukan bahwa reseptor tersebut ada di seluruh tubuh, termasuk kulit, sel kekebalan, tulang, jaringan lemak, hati, pankreas, otot kerangka, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan saluran pencernaan.

Kita sekarang tahu sistem endocannabinoid terlibat dalam berbagai proses, termasuk rasa sakit, ingatan, suasana hati, nafsu makan, stres, tidur, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan fungsi reproduksi.

Endocannabinoid bisa dibilang merupakan salah satu molekul pemberi sinyal yang paling luas dan serbaguna yang dikenal manusia.

Daniele Piomelli, profesor farmakologi dan Direktur Pusat Penemuan Obat di Fakultas Kedokteran University of California, Irvine (UCI). Dan rekannya, telah menemukan bahwa endocannabinoid berperan penting dalam nyeri yang disebabkan oleh stres.

“Studi ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa bahan kimia seperti ganja alami di otak punya kaitan dengan penekanan rasa sakit,” ujar Piomelli.

Cannabinoid alami tubuh berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas. Seperti rasa sakit, kegelisahan dan nafsu makan, sehingga cannabinoid (kandungan aktif dalam ganja) menjadi target yang menarik untuk pengembangan obat.

Obat berbasis cannabinoid pun digunakan untuk mengurangi mual dan merangsang nafsu makan pada pasien kanker dan AIDS.

Baca Juga: Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains

Tes baru-baru ini juga menunjukkan cannabinoid efektif dalam membantu penanganan penderita sindrom Tourette dan beberapa gejala sklerosis.

Kategori
Sains

Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains

Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains dan Teknologi

Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains – Selain keuangan Anda gendut, dalam karir ini, orang berusaha memahami cara kerja dunia alami dan menemukan bagaimana pengetahuan itu dapat digunakan untuk memberi manfaat bagi umat manusia.

1. Ahli Biologi
Sebagai ahli biologi, Anda akan meneliti hewan dan tumbuhan, termasuk anatomi dan fisiologi dan bagaimana berbagai organisme berfungsi di lingkungan mereka. Anda akan menulis makalah dan melaporkan apa yang Anda temukan.

2. Arkeolog
Arkeolog belajar tentang sejarah dengan mempelajari situs dan artefak yang digunakan oleh orang di masa lalu. Anda akan merencanakan penggalian, memeriksa dan katalog artefak, dan menafsirkan data dari penemuan Anda.

3. Insinyur Sipil
Insinyur sipil bertanggung jawab untuk merencanakan, membangun, dan memelihara struktur vital dan infrastruktur seperti jalan, kereta api, sistem saluran pembuangan, jembatan, dan bendungan.

4. Astronom
Jika Anda tertarik dalam studi luar angkasa, Anda mungkin ingin menjadi astronom . Anda akan mengumpulkan data di planet, bulan, sistem bintang, dan lubang hitam dan mengembangkan teori tentang fenomena yang Anda pelajari.

5. Ilmuwan Atmosfer
Para ilmuwan atmosfer dan ahli meteorologi mempelajari pola iklim dan cuaca bumi dan bagaimana mereka memengaruhi orang dan populasi.

6. Cartographer
Cartographers menggabungkan keterampilan dalam geografi dan teknologi untuk merancang dan menghasilkan peta untuk digunakan oleh orang perorangan maupun oleh pemerintah, militer, dan organisasi yang terlibat dalam konservasi.

7. Insinyur Kimia
Sebagai insinyur kimia, Anda akan menggabungkan metodologi ilmiah dengan proses rekayasa untuk mengembangkan bahan kimia dan produk seperti bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Anda harus mematuhi peraturan lingkungan dan keamanan.

8. Kimiawan
Kimiawan mempelajari bahan kimia dan menghasilkan proses kimia baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Mereka dapat mengkhususkan diri dalam berbagai bidang kimia, termasuk kimia analitik, organik, anorganik, dan medis.

9. Aerospace Engineer
Sebagai seorang insinyur aerospace, Anda akan bertanggung jawab untuk merancang pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, sistem rudal, dan satelit. Para profesional ini cenderung bekerja untuk pemerintah atau secara komersial dalam penelitian dan desain atau manufaktur.

Kategori
Sains

Misteri Zaman Purba yang Belum Terungkapkan, Bagaimana Tanggapan Sains?

Misteri Zaman Purba

Misteri Zaman PurbaBumi sudah terbentuk sejak kisaran 4 hingga 4,6 miliar tahun yang lalu. Masa-masa setelahnya, zaman dimana Bumi masih dianggap sangat muda dan purba, ada banyak sekali kejadian yang barangkali tidak dapat dinalarkan oleh sains.

Baca juga : Gerhana Matahari Cincin Tidak Bisa saksikan di Jakarta

Jika saja ada mesin waktu, mungkin para ilmuwan dan ahli Bumi tak akan kesulitan dalam memprediksi apa yang telah terjadi di zaman purba. Namun, toh nyatanya hanya dengan jejak-jejak fosil dan karbon, sains dapat mengungkap sebagian besar dari kejadian-kejadian tersebut.

Nah, kira-kira kejadian apa saja ya yang masih menjadi misteri bagi sains hingga kini? Bagaimana tanggapan sains akan hal tersebut? Yuk, disimak!

Fase Diam Bumi

Seperti dicatat dalam laman Science Alert, Bumi pernah mengalami era atau waktu yang dinamakan Fase Diam. Para ilmuwan masih belum mengetahui dengan detail apa yang sebetulnya terjadi di masa tersebut.

Fase Diam adalah era atau fase yang terjadi di Bumi dan menjadi jeda selama 1 miliar tahun. Fase ini terjadi pada rentang 2,2 miliar tahun lalu dan berakhir sekitar 1 miliar setelahnya. Apa yang terjadi selama 1 miliar tahun tersebut? Sebuah penciptaan makhluk hidupkah?

Para ilmuwan dan ahli geologi hanya bisa memperkirakan bahwa Fase Diam merupakan kondisi di mana oksigen benar-benar melimpah di Bumi. Kala itu planet kita benar-benar dalam keadaan hening dan mungkin saja dalam era tersebut ada sebuah jawaban dari teka-teki tentang asal muasal kehidupan yang belum terungkap.

Zaman yang dinamakan Palaeoproterozoic tersebut menjadi sebuah zaman paling misterius di zaman purba. Bagi sains, ini merupakan teka-teki yang harus dipecahkan, meskipun mungkin membutuhkan waktu yang sangat lama.

Dari rentang sepanjang 1 miliar tahun tersebut, Fase Diam benar-benar terjadi pada rentang 100 hingga 200 juta tahun. Hal ini terjadi karena aktivitas vulkanik juga diam dan seolah sedang menunggu sesuatu. Apa yang terjadi sebenarnya? Entahlah. Sampai saat ini sains masih mencari jawabannya.

Dari Mana Kehidupan Biologi Berasal?

Teori evolusi memang dapat menjelaskan secara detail mengenai spesiasi dan keragaman makhluk hidup di Bumi. Namun, rupanya sains masih kesulitan menentukan dari mana datangnya kehidupan mula-mula di Bumi.

Ilmuwan memiliki jejak fosil yang menguatkan bahwa awal mula kehidupan di Bumi adalah berupa mikrob atau mikroorganisme kecil yang telah ada 500 juta hingga 2 miliar tahun lalu, seperti ditulis dalam National Geographic.

Dari mikrob tersebut, kehidupan berevolusi makin kompleks dan akhirnya muncul banyak filum dan spesies, tentunya ini terjadi dalam rentang ratusan juta hingga miliaran tahun. Namun tetap saja, dari mana mikrob tersebut bisa ada dan siapa yang memunculkan mikrob itu, sains masih kesulitan melacak jawabannya.

Bahkan, jurnal sains dalam Live Science pernah mencatat bahwa kehidupan di Bumi sudah ada pada 3 miliar tahun lalu, jauh sebelum terjadinya Fase Diam. Bukti-bukti ini ditemukan pada batuan Greenland yang diteliti oleh ilmuwan. Batuan tersebut mengandung fosil cyanobacteria, yakni sejenis mikroorganisme purba yang ada di permukaan Bumi.

Dari mana mikroorganisme tersebut bisa ada di Bumi? Tidak ada yang tahu pasti. Jika Bumi pernah mengalami tumburan dahsyat dengan batuan angkasa, mungkin saja mikroorganisme ada dari luar angkasa. Namun ini pun juga masih buram alias tidak dapat dijawab dengan pasti.

Apakah Homo Sapiens penyebab Punahnya Neanderthal?

Neanderthal adalah kerabat dekat dari manusia modern atau homo sapiens. Secara fisik, Neanderthal terlihat lebih pendek dan berkulit cerah. Bahkan, diyakini jika Neanderthal adalah genus homo yang lebih cerdas dibandingkan dengan homo sapiens purba.

Namun, mengapa Neanderthal punah? Teka-teki dan pertanyaan ini sulit untuk dijawab. Ada pada kisaran waktu 30 hingga 50 ribu tahun lalu, Neanderthal akhirnya punah karena sebab yang misterius.

Laman Nature mencatat bahwa hilangnya Neanderthal merupakan salah satu kepunahan paling menyedihkan yang pernah ada. Bahkan, kepunahan ini disebut sebagai kepunahan sejati, karena pada dasarnya mereka juga manusia–setidaknya, kerabat paling dekat dengan manusia.

Neanderthal sangat berbeda dengan genus homo lainnya, berbeda pula dengan primata pada umumnya. Dari semua jenis primata, hanya Neanderthal yang dapat dikatakan benar-benar mirip dengan manusia homo sapiens.

Mereka berbudaya, berkerabat, memiliki sistem sosial, memiliki akal budi, dan kehidupan mereka juga kompleks mirip dengan manusia modern. Jika kepunahan mereka adalah benar akibat pembantaian yang dilakukan oleh homo sapiens, ini berarti nenek moyang kita adalah generasi pembantai yang mengakibatkan kepunahan dari saudaranya sendiri.

Terkesan jahat? Ya, tentu saja. Tapi itulah kehidupan keras di zaman purba. Bahkan homo cerdas sekelas Neanderthal pun harus punah akibat kalah bersaing dengan saudaranya sendiri, homo sapiens.

Itulah beberapa kejadian atau era zaman purba yang dianggap masih misteri hingga kini. Namun, sains tetap akan mencari jawabannya secara logis berdasarkan data-data empiris. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kamu, ya!