Kategori
Uncategorized

Anjing Berwarna Biru Di temukan Dekat Pabrik Kimia di Rusia

Anjing Berwarna Biru Di temukan Dekat Pabrik Kimia di Rusia

ini wujud anjing berbulu biru yang gegerkan rusia - Anjing Berwarna Biru Di temukan Dekat Pabrik Kimia di Rusia

Di lansir dari jeoleuro.com, ada sekelompok anjing liar dengan bulu berwarna biru cerah yang telah menarik perhatian warga internet Rusia beberapa hari ini. Foto-foto anjing yang berkeliaran di antara salju di kota Dzerzhinsk yang berjarak 370 kilometer di timur Moskow itu memicu reaksi yang beragam di media sosial.

Beberapa orang membandingkan anjing tersebut dengan karakter kartun dan film. Sementara yang lain menyatakan kemarahannya bahwa kesehatan hewan menggemaskan tersebut bisa saja dalam keadaan terancam bahaya.

1. Anjing-anjing itu mungkin telah terpapar bahan kimia di pabrik terlantar di dekatnya

Di kutip dari michael-kors-outlet.us.org/, banyak anjing liar yang sering terlihat berkeliaran di dekat bangunan pabrik yang sudah terbengkalai tersebut. Di mana pabrik yang terbengkalai tersebut masih menyimpan bahan kimia. Seperti tembaga sulfat, ungkap Audrey Mislivets mantan manajer pabrik bahan kimia yang sudah bangkrut itu. Pabrik tersebut dulu saat masih beroperasi di ketahui memproduksi kaca plexiglass dan asam hidrosianat, membuat bulu anjing-anjing liar tersebut berwarna biru mencolok.

2. Untungnya anjing-anjing itu tidak memiliki komplikasi kesehatan, selain bulu mereka yang jadi berwarna biru

Meskipun pabrik di tutup enam tahun lalu, beberapa bangunan masih menyimpan bahan kimia seperti tembaga sulfat. Yang saat ini menjadi dugaan bahwa mungkin bahan-bahan tersebut lah yang tidak sengaja mengenai tubuh anjing, sehingga bulu mereka berubah menjadi biru.

Aktivis hak-hak hewan Rusia pun ikut terlibat dan berhasil membawa tujuh anjing itu ke dokter hewan terdekat. Untungnya anjing-anjing itu tidak memiliki komplikasi kesehatan apa pun, selain bulu mereka yang berubah jadi berwarna biru.

Anjing-anjing itu telah di beri makan dengan baik dan tampak sehat. Dua dari anjing tersebut sekarang telah di padopsi dan sisanya akan tetap di pusat kesehatan hewan selama seminggu.

Foto-foto anjing biru itu memicu kontroversi dari badan amal hewan. Humane Society International mengatakan bahwa mereka mungkin menderita iritasi kulit dan pendarahan internal akibat paparan bahan kimia beracun atau berbahaya. Organisasi ini memiliki 12 juta anggota secara global. Mereka telah meminta pihak berwenang di seluruh Rusia untuk menerapkan program sterilisasi dan vaksinasi untuk melindungi kesejahteraan anjing liar seperti ini.

Kategori
Sains

Dua Fakta yang Jarang Di ketahui tentang ‘Zaman Es Kecil’, Apa Saja?

Dua Fakta yang Jarang Di ketahui tentang ‘Zaman Es Kecil’, Apa Saja?

300px Pieter Bruegel the Elder   Hunters in the Snow %28Winter%29   Google Art Project - Dua Fakta yang Jarang Di ketahui tentang 'Zaman Es Kecil', Apa Saja?

Kalian semua pasti pernah mendengar tentang zaman es yang terjadi pada jutaan sampai puluhan ribu tahun yang lalu. Sayangnya, hanya sedikit yang tahu tentang “little ice age” atau “zaman es kecil” yang terjadi beberapa abad lalu. Singkatnya, zaman es kecil adalah periode dingin yang berlangsung setelah “Periode Hangat” di Abad Pertengahan.

Melansir dari jeoleuro.com, istilah ini di perkenalkan oleh François E. Matthes pada tahun 1939. Hampir sama dengan zaman es, perubahan iklim yang fenomenal ini menyebabkan penurunan suhu di seluruh dunia. Pada saat itu, sungai dan laut membeku, orang-orang mati kelaparan, serta perluasan gletser menghancurkan beberapa kota yang ada di utara bumi.

Artikel ini akan membahas beberapa fakta tentang periode waktu yang jarang di dengar ini. Di kutip dari canadagooseoutletcheap.us.com/, berikut ini penjabarannya.

1. Penyebab utamanya masih belum di ketahui

pertama menurut Environmental History Resources, zaman es kecil berlangsung selama lebih dari 500 tahun (sekitar 1300 sampai 1850). Selama masa ini, ada dua periode yang sangat dingin, yang satu berlangsung dari 1300 hingga akhir 1400-an, dan yang lainnya mulai dari 1645 hingga pertengahan 1800-an.

Selama periode ini, suhu musim dingin rata-rata di Eropa dan Amerika Utara menjadi sekitar 2 derajat Celsius, jauh lebih dingin daripada suhu rata-rata di masa sekarang ini. Cuaca dingin itu sampai membuat Laut Baltik membeku dan es dari Arktik meluas ke wilayah yang ada di sekitarnya.

Selama 310 tahun, tidak ada kapal yang bisa berlayar ke Greenland. Banyak sungai besar di Eropa dan Amerika Utara juga membeku dengan hujan salju lebat yang berlangsung hingga musim semi. Bahkan, periode ini sampai membuat rakyat Inggris mengadakan “pameran es” di Sungai Thames selama musim dingin.

Ada banyak teori berbeda tentang pemicu zaman es kecil. Beberapa ilmuwan menyebut kurangnya bintik matahari selama periode ini, yang dalam prosesnya mengurangi radiasi matahari. Sehingga membuat suhu permukaan bumi menjadi lebih dingin.

Yang lain mengklaim kalau serangkaian letusan gunung berapi besar-besaran pada saat itu menjadi penyebabnya. Mereka berpendapat kalau letusan gunung berapi membuat partikel kecil yang di sebut aerosol memasuki udara. Aerosol ini memantulkan kembali radiasi matahari dari atmosfer bumi ke luar angkasa.

Sebenarnya, masih ada banyak teori tentang terjadinya zaman es kecil. Jika mengingat para ilmuwan dan sejarawan masih terus memperdebatkannya hingga hari ini.

2. Gletser yang meluas menghancurkan kota-kota di utara bumi

yang kedua saat iklim semakin mendingin, salah satu efek paling signifikan yang terjadi adalah peningkatan gletser. Tentunya, hal ini sangat kontras dengan iklim yang memanas saat ini. Yang justru menyebabkan pencairan gletser di seluruh dunia.

Selama zaman es kecil, sebagian gletser juga muncul di daerah Mediterania. Yang justru biasanya hangat termasuk Albania, Spanyol, Yunani, Turki, dan bahkan Maroko. Ada bukti kalau peningkatan gletser di wilayah Pegunungan Alpen dan Skandinavia benar-benar menghancurkan kota-kota yang ada di sana.