Kategori
Science Chemistry

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water

Bahan Kimia Berbahaya dalam Tap Water – Berdasarkan Tap Water Database, sebuah kompilasi dari 28 juta air yang diteliti di Amerika Serikat, sebagian besar mengandung bahan kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan.

Meski dinyatakan legal, kontaminasi zat tersebut erat kaitannya dengan masalah kesehatan, seperti kanker hingga keterbelakangan mental. Salah satu racun yang terdeteksi adalah hexavalent chromium, carcinogen yang populer berkat film Erin Brockovich.

Menurut data yang dihimpun oleh EWG, 77 persen Daftar 918Kiss air minum penduduk Amerika mengandung hexavalent chromium tinggi dibanding dengan batas aman yang diperkirakan oleh para ilmuwan.

Chloroform, hasil dari klorin dan desinfektan lain ditemukan pada 46 negara berbeda. Zat kimia tersebut dikaitkan dengan kanker dan gangguan perkembangan janin.

Tap water terasa praktis karena kita bisa meminum air langsung dari keran untuk menghilangkan rasa haus. Selain itu, tap water juga digemari karena kita tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk meminum air.

Namun, ternyata ada bahaya tersembunyi di balik tap water! Seberapa berbahaya dan apa akan mengganggu kesehatan kita?

1. Berpotensi mengandung fluoride

Alasan pertama yang harus dipertimbangkan adalah potensi kandungan fluoride di dalam tap water. Kandungan fluoride bisa membahayakan apabila dikonsumsi dalam jumlah besar.

Penelitian membuktikan bahwa fluoride dapat mengganggu fungsi normal sistem endokrin di tubuh. Alhasil, kelenjar tiroid kita akan bermasalah nantinya.

2. Bisa jadi, ada kandungan timbal di tap water!

Selain itu, timbal juga kerap ditemukan di dalam tap water. Timbal memiliki sifat yang sangat beracun dan membahayakan organ tubuh kita. Ada implikasi negatif akibat meminum air yang mengandung timbal, seperti menyebabkan autisme, tuli dan ketidakmampuan belajar pada janin yang dikandung oleh ibu hamil. Scary, isn’t it?

3. Waspadai kandungan arsenik di dalam tap water, ya!

Zat kimia berbahaya banyak ditemukan di tap water, salah satunya adalah arsenik. Penelitian menunjukkan bahwa keracunan arsenik bisa menyebabkan diare, sakit perut bahkan kematian. Selain itu, arsenik juga dikaitkan dengan kanker kulit, kanker paru-paru dan kanker kandung kemih. Duh, semakin ngeri!

4. Mengandung partikel plastik berukuran kecil

Dari 159 sampel tap water, 83 persen ditemukan mengandung partikel plastik, ungkap peneliti dari University of Minnesota dan State University of New York. Sampel tap water dikoleksi dari beberapa negara sekaligus, seperti di Kampala (Uganda), New Delhi (India), Jakarta (Indonesia), Quito (Ekuador) dan lain sebagainya, jelas laman Hindustan Times.

Mayoritas partikel yang ditemukan berukuran mulai dari 0,1-5 mm. Kisarannya adalah 0-57 partikel per liter air. Penelitian itu menyebut bahwa kepadatan plastik tertinggi ditemukan di Amerika Utara dan kepadatan terendah ditemukan di 7 negara di benua Eropa. Tentunya, partikel plastik ini bisa membahayakan kesehatan manusia!

5. Ada kandungan tembaga di dalam tap water?

Tahukah kamu bahwa tembaga juga ditemukan di dalam tap water? Keberadaan tembaga ini akibat partikel pipa yang mengelupas, lalu terbawa aliran air ke tap water yang kita minum.

Tingkat tembaga yang tinggi ditandai dari berubahnya warna pipa menjadi biru-hijau. Tembaga memiliki efek buruk bagi kesehatan, yakni dapat menyebabkan anemia, kerusakan hati dan ginjal, tegas laman Business Insider.

Nah, itulah bahan kimia berbahaya yang ditemukan di dalam tap water. Sayang sekali, padahal tap water sangat bermanfaat, ya!

Kategori
Science Chemistry

Kimia Berbahaya di dalam Tap Water

Ketahui Bahan Kimia Berbahaya yang Ditemukan di dalam Tap Water

Kimia Berbahaya di dalam Tap Water – Air keran di pemukiman, tak semua steril dari racun yang berbahaya bagi tubuh. EWG mengidentifikasi ada 250 penyuplai yang airnya terkontaminasi, 160 diantaranya digunakan tanpa batas.

Bagi kamu yang tinggal di kota-kota besar, tidaklah sulit untuk menemukan tap water di beberapa sudut kota. Tap water terasa praktis karena kita bisa meminum air langsung dari keran untuk menghilangkan rasa haus. Selain itu, tap water juga digemari karena kita tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun untuk meminum air.

Namun, ternyata ada bahaya tersembunyi di balik tap water! Seberapa berbahaya dan apa akan mengganggu kesehatan kita? Let’s find the answer here!

1. Terdapat kandungan klorin di dalamnya

Tahukah kamu bahwa klorin juga ditemukan di air dalam fasilitas tap water? Klorin memiliki efek negatif, seperti merusak fungsi normal sistem pernapasan, menyebabkan mual, muntah, koma bahkan kematian! Menurut US Council of Environmental Quality, risiko kanker akan meningkat hingga 93 persen pada orang yang meminum air dengan kandungan klorin di dalamnya.

2. Ada kemungkinan tap water mengandung merkuri

Beberapa penelitian menunjukkan adanya kandungan merkuri pada air di tap water. Sama seperti timbal, merkuri juga berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) menunjukkan bahwa merkuri bisa menyebabkan atrofi otot, sakit kepala, kecacatan kognitif dan ruam kulit.

3. Ada pula kandungan perklorat di dalamnya

Masih banyak lagi bahan kimia yang ditemukan di dalam tap water. Yakni perklorat, bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan roket, kembang api dan flare. Namun, akan membahayakan bila diminum oleh manusia karena bisa menyebabkan kerusakan tiroid, paru-paru, komplikasi organ dalam dan anemia aplastik.

4. Bisa jadi, mengandung berbagai zat radioaktif!

Waspadai, karena ditemukan zat radioaktif di dalam tap water! Zat ini antara lain adalah uranium, radium, thorium dan radon. Tap water yang mengandung radium ditemukan di Texas, AS. Padahal, paparan radium dalam jumlah tinggi bisa menyebabkan kanker tulang, kanker paru-paru, kulit, hati, ginjal, lambung dan tiroid, ungkap laman Business Insider. Wah, serem banget!

5. Berdasarkan penelitian, ada kandungan dioksin di tap water!

Terakhir, ditemukan kandungan dioksin pada fasilitas tap water. Ini adalah racun berbahaya yang dilepaskan selama proses pembakaran, seperti asap pada kebakaran hutan atau rokok. Dioksin memiliki pengaruh buruk bagi kesehatan manusia dan menyebabkan kerusakan sistem reproduksi, sistem saraf, endokrin dan sistem imun kita.

Nah, itulah beberapa bahan kimia berbahaya yang ditemukan di dalam tap water. Sayang sekali, padahal tap water sangat bermanfaat, ya!

Kategori
Kimia

Zat Berbahaya dalam Rokok

Zat Berbahaya dalam Rokok

Zat Berbahaya dalam Rokok – Rokok adalah gulungan tembakau yang dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung dengan panjang sekitar 8 – 10 cm. Rokok biasanya dihisap seseorang setelah dibakar ujungnya. Rokok ini dapat memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan jika mengkonsumsinya. Akan tetapi, dalam rokok terdapat kandungan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Adanya peringatan “dilarang merokok” yang terdapat dibungkus rokok merupakan himbauan agar dapat mengetahui bahaya rokok. Dengan adanya peringatan tersebut maka perlu diketahui dampak negatif atau bahaya dari rokok.

Terdapat sekitar 4000 bahan kimia yang terkandung dalam rokok. Ratusan merupakan zat beracun dan sekitar 70 di dalamnya bersifat kanker.

Bicara soal rokok, manusia dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni para perokok aktif dan orang-orang yang tidak merokok. Memang sering terjadi pro kontra terhadap penggunaan rokok ini.

Orang yang sudah kecanduan merokok, sulit sekali untuk menghentikan kebiasaannya. Namun bukan hal yang mustahil untuk menghentikan kebiasan merokok, selama perokok tersebut benar-benar ingin berhenti merokok, secara perlahan kebiasaan merokoknya akan menghilang.

Bisa juga dengan meminta bantuan para ahli untuk membantu perokok menghentikan kebiasaan tersebut. Seperti yang kita ketahui, rokok memiliki kandungan yang dianggap dapat membahayakan kesehatan manusia.

Tidak hanya bagi perokok, orang-orang yang berada di sekitar orang yang merokok juga bisa terkena dampaknya sebagai perokok pasif. Hal inilah yang menciptakan terjadinya pro kontra mengenai rokok.

Karbon Monoksida

Karbon Monoksida dalam rokok dapat mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara permanen sehingga dapat menghalangi pergerakan oksigen ke tubuh. Hal tersebut dapat membuat tubuh cepat lelah. Zat ini sering ditemukan pada asap dari kenalpot mobil atau motor.

Gas Oksidan

Gas Oksidan dalam rokok ini dapat bereaksi dengan oksigen. Adanya gas oksidan pada tubuh mampu lebih meningkatkan resiko stroke serta serangan jantung akibat penggumpalan darah.

Benzene

Zat ini sering dikaitkan dengan berbagai macam jenis kanker seperti kanker ginjal dan leukemia. Zat benzene dalam rokok ini seperti halnya zat yang ditambahkan ke dalam bahan bakar minyak yang dapat merusak sel pada tingkat genetik.

Tar

Kandungan Tar dalam rokok ketika seseorang sedang merokok maka kandungan ini kan ikut terhisap. Zat Tar ini akan mengendap pada paru-paru dan berdampak negatif pada kinerja lapisan pada paru-paru. Padahal lapisan tersebut bertugas untuk membersihkan kuman dan hal lainnya dari paru-paru.

Nikotin

Ketika zat nikotin masuk ke dalam tubuh seseorang, zat tersebut dapat mengurangi kadar oksigen yang masuk ke dalam darah. Zat ini mengakibatkan kecanduan bagi para pemakainya serta dapat mempercepat detak jantung, menaikkan tekanan darah, merusak pembuluh darah dan mempercepat pembekuan darah yang dapat memicu serangan jantung.

Kategori
Sains

Konsep Metode Ilmiah Pengertian dan Langkah-Langkahnya

Konsep Metode Ilmiah Pengertian dan Langkah-Langkahnya

Konsep Metode Ilmiah Pengertian dan Langkah-Langkahnya – Saat kita ingin menemukan jawaban atas permasalahan sains, yang kita perlukan ialah sebuah langkah-langkah dalam metode ilmiah.

Pengertian Metode Ilmiah

Ilmu kimia menjawab banyak permasalahan berlandaskan eksperimen dan penalaran akal sehat. Eksperimen yang dilakukan harus sistematis dan logis.

Langkah awal suatu penelitian ialah melakukan perencanaan. Perencanaan ini sangat penting untuk keberhasilan suatu eksperimen.

Merumuskan Masalah

Penelitian dimulai dengan merumuskan masalah. Dalam kajian ilmiah, masalah didefinisikan untuk sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan.

Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan ilmiah yang bersifat terbuka yang memungkinkan adanya jawaban yang beragam. Rumusan pertanyaan ini perlu dicari jawabannya melalui eksperimen.

Menemukan Hipotesis

Setelah berhasil merumuskan, teman-teman bisa mengajukan jawaban sementara atas pertanyaan, yang bernama lain hipotesis. Hipotesis itu harus logis dan diajukan berdasarkan fakta lho ya.

Menetapkan Variabel Penelitian

Variabel percobaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat/bergantung dan variabel tetap.

Menetapkan Prosedur Kerja

Prosedur kerja merupakan langkah-langkah kerja yang terperinci dan runtut. Urutan langkah kerja ini dibuat ringkas namun dapat menggambarkan secara tepat pekerjaan yang harus dilakukan.

Mengumpulkan data

Setiap gejala yang terjadi dalam percobaan harus dicatat saat itu juga. Dengan begitu, teman-teman dapat memperoleh data yang lebih akurat. Selanjutnya, kalian perlu mengorganisasi untuk memudahkan dalam menganalisis dan mengumpulkan hasil percobaan.

Mengolah dan Menganalisis Data

Tabel dan grafik merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk menyusun dan menganalisis data. Tabel dan grafik ini menampilkan bagaimana variabel terikat berubah sebagai respon terhadap perubahan variabel bebas. Analisis data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer untuk pengolahan data.

Membuat Kesimpulan

Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian.

Mengkomunikasikan Hasil Penelitian

Kenapa harus mengkomunikasikan penelitian? Sosialisasi hasil penelitian penting dilakukan agar hasil penelitian teman-teman diketahui pihak lain. Bagaimanakah cara mengomunikasikan suatu hasil penelitian? Suatu hasil penelitian dapat dikomunikasikan melalui dua cara, yaitu tertulis dan lisan.

Kategori
Kimia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia

Zat Paling Mematikan Bagi Manusia – Ilmu pengetahuan seperti ilmu kimia telah memberikan kita banyak pengetahuan yang sangat berharga.

Dengan mempelajari kimia, kita bisa mengenal unsur-unsur dan senyawa kimia sekaligus memanfaatkannya sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit.

Tapi di balik itu, ternyata ada beragam zat kimia yang sangat berbahaya jika kamu terpapar olehnya. Ini dia 5 zat yang paling mematikan bagi manusia.

  • Botulinum Toxin A

Racun Botulinum, yang juga dikenal sebagai Clostridium Botulinum, dikenal sebagai zat paling mematikan di dunia. Hanya 1 gram dari zat ini dapat membunuh 14.000 manusia jika ditelan atau 8,3 juta manusia apabila disuntikkan! Daftar IDN Poker 99

Botulinum mengacaukan komunikasi antara sel saraf dan sel otot, kemudian secara bertahap melumpuhkan korban dan akhirnya terjadi kegagalan sistem pernafasan.

Namun, botulinum dalam dosis yang sangat kecil dapat digunakan untuk mengobati kejang otot dan keringat berlebihan dan melumpuhkan otot yang menyebabkan keriput.

  • Ricin

Ditemukan dalam minyak jarak, ricin adalah zat protein beracun yang menimbulkan kerusakan pada ribosom, pembangun protein pada sel.

Hasilnya adalah kerusakan parah pada organ-organ penting tubuh. Hanya satu miligram ricin cukup untuk membunuh orang dewasa jika dihirup atau tertelan, menyebabkan banyak negara menyelidiki penggunaannya sebagai senjata biologis.

  • Sianida

Baik dihirup atau tertelan, sianida adalah salah satu zat beracun dengan aksi tercepat yang diketahui, membuat korbannya mati dalam hitungan menit.

Gas hidrogen sianida dan natrium padat atau potasium sianida sangat beracun, mencegah sel-sel tubuh menggunakan oksigen dan membuat jantung dan otak berhenti bekerja.

Beberapa biji buah juga mengandung sianida dan sejumlah kecil hidrogen sianida ditemukan dalam asap knalpot kendaraan.

  • Asbestos

Asbestos adalah nama yang diberikan pada beberapa mineral berbeda yang memiliki satu ciri umum: ikatan kristal yang berserat. Dapat ditemukan dengan harga yang terjangkau, asbestos merupakan bahan bangunan yang populer sampai efek mematikannya terungkap.

Apabila terhirup berkali-kali, serat asbestos dapat menumpuk di paru-paru dan menyebabkan penyakit mematikan seperti asbestosis, radang paru-paru, dan kanker.

Berbeda dengan zat – zat lainnya, Asbestos dapat memakan waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun untuk membunuh seseorang. Meskipun begitu, zat ini tetaplah sangat mematikan dan membuatnya sebagai “racun lambat” yang paling mengerikan bagi manusia.

  • Karbon Monoksida

Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat beracun yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar organik yang tidak sempurna, seperti batubara, diesel, kayu dan lain – lain. Ini adalah salah satu gas beracun utama yang ditemukan di dalam asap kendaraan.

Zat ini mempengaruhi kapasitas pembawa oksigen dalam darah dengan mengikat protein hemoglobin. Jika seseorang terkena paparan dengan konsentrasi karbon monoksida 1,28%, korban akan kehilangan kesadaran setelah 2-3 kali nafas dan mati dalam waktu kurang dari 3 menit.

Kategori
Kimia

Kimia Berbahaya dalam Vape

Kimia Berbahaya dalam Vape

Kimia Berbahaya dalam Vape – Penny Lukito Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut akan segera mengusulkan larangan penggunaan vape atau rokok elektrik. Hal ini bisa diwujudkan salah satunya melalui revisi PP Nomor 109 tahun 2012.

Penny mengungkapkan, ada beberapa fakta ilmiah yang sudah ditemukan BPOM sekaligus menjadi dasar usulan pelarangan. Ditemukan beberapa kimia mulai dari nikotin, propilen glikol, perisa, logam, karbonil, tobacco specific nitrosamines (TSNAs), hingga diethylene glycol (DEG).

Mari kita cek dampak buruk dari bahan kimia tersebut!

1. Nikotin

Nikotin adalah zat kimia yang bisa ditemukan dalam berbagai produk tembakau. Menurut analisa studi yang dipublikasi dalam Indian Journal of Medical and Paediatric Oncology paparannya secara langsung dapat menyebabkan iritasi, sensasi terbakar di mulut dan tenggorokan, mual, hingga meningkatkan metabolisme tubuh. Berbagai studi juga melihat efek nikotin terhadap otak bisa menyebabkan kanker dan kecanduan.

2. Propilen glikol

Dikutip dari situs resmi BPOM, propilen glikol adalah senyawa kimia yang diizinkan dipakai sebagai bahan tambahan pangan (BTP). Hanya saja penggunaannya harus sesuai dengan aturan asupan harian yang dapat diterima atau acceptable daily intake (ADI).

Menurut Healthline propilen glikol punya kadar toksisitas rendah oleh karena itu banyak dipakai di makanan hingga kosmetik. Namun bila dikonsumsi di luar batas wajar, laporan yang dipublikasi dalam jurnal Investigative Medicine High Impact Case Reports 2015 menyebut senyawa kimia ini dapat menyebabkan gagal ginjal.

3. Perisa

Tidak dijelaskan pasti perisa apa yang ditemukan oleh BPOM dalam produk vape yang ditelitinya. Namun ada laporan dalam penelitian lain di jurnal Scientific Reports 2019 bahwa perasa dalam vape bisa memengaruhi sel epitel di paru-paru.

“Studi baru kami menunjukkan bahwa bahan kimia ini dapat merusak silia, garis pertahanan pertama di paru-paru dengan mengubah ekspresi gen yang terkait dengan produksi dan fungsi silia,” jelas professor genetika lingkungan dan patofisiologi, Quan Lu dikutip dari Daily Mail.

4. Tobacco specific nitrosamine

Tobacco-specific nitrosamines dalam laporan di jurnal Carcinogenesis 1988 dideskripsikan sebagai kelompok senyawa karsinogen (penyebab kanker) yang ada di produk tembakau. Senyawa ini dihasilkan oleh nikotin dan alkaloid dari tembakau.

5. Karbonil

Karbonil adalah senyawa yang dihasilkan ketika liquid vape dipanaskan berubah menjadi uap. Menurut peneliti di Masonic Cancer Center, University of Minnesota, senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan pada DNA. Hal yang sama disebut peneliti juga bisa ditemukan pada perokok biasa.

6. Diethylene glycol

Diethylene glycol atau DEG adalah senyawa tidak berwarna, tidak berbau, yang memiliki rasa manis. Biasanya senyawa ini dipakai pada cairan antibeku, oli rem, rokok, hingga obat-obatan. Bila dikonsumsi sembarangan DEG dapat menyebabkan keracunan yang bisa berujung pada gagal ginjal.

Kategori
Kimia

Otak Manusia Ternyata Bisa Produksi Bahan Kimia Seperti Ganja

Ganja atau Marijuana merupakan salah satu psikotropika, yang masuk dalam narkoba golongan satu. Artinya, di Indonesia ganja hanya boleh digunakan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, bukan sebagai terapi, karena punya potensi tinggi menyebabkan ketergantungan.

Baca Juga: Perubahan kimia yang terjadi pada benda disekitar kita

Lalu kenapa bisa otak memproduksi bahan kimia mirip dengan ganja?

Dilansir dari uclahealth.org, sudah hampir 30 tahun yang lalu peneliti menemukan bahwa otak memproduksi bahan kimia sejenis ganja, yang disebut endocannabinoid.

Dalam investigasi taksonomi mengungkapkan bahwa sistem endocannabinoid terbilang sangat tua, telah berkembang lebih dari 500 juta tahun yang lalu. Selain itu, bahan kimia ini bisa ditemukan di semua vertebrata, mulai dari mamalia, burung, reptil, amfibi, ikan, dan lainnya. Semuanya menghasilkan endocannabinoid.

Otak Manusia Memproduksi Bahan Kimia Ganja?

Diawal penelitian menunjukkan reseptor endocannabinoid cuma ada di otak dan saraf. Tapi para ilmuwan kemudian menemukan bahwa reseptor tersebut ada di seluruh tubuh, termasuk kulit, sel kekebalan, tulang, jaringan lemak, hati, pankreas, otot kerangka, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan saluran pencernaan.

Kita sekarang tahu sistem endocannabinoid terlibat dalam berbagai proses, termasuk rasa sakit, ingatan, suasana hati, nafsu makan, stres, tidur, metabolisme, fungsi kekebalan tubuh, dan fungsi reproduksi.

Endocannabinoid bisa dibilang merupakan salah satu molekul pemberi sinyal yang paling luas dan serbaguna yang dikenal manusia.

Daniele Piomelli, profesor farmakologi dan Direktur Pusat Penemuan Obat di Fakultas Kedokteran University of California, Irvine (UCI). Dan rekannya, telah menemukan bahwa endocannabinoid berperan penting dalam nyeri yang disebabkan oleh stres.

“Studi ini menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa bahan kimia seperti ganja alami di otak punya kaitan dengan penekanan rasa sakit,” ujar Piomelli.

Cannabinoid alami tubuh berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas. Seperti rasa sakit, kegelisahan dan nafsu makan, sehingga cannabinoid (kandungan aktif dalam ganja) menjadi target yang menarik untuk pengembangan obat.

Obat berbasis cannabinoid pun digunakan untuk mengurangi mual dan merangsang nafsu makan pada pasien kanker dan AIDS.

Baca Juga: Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains

Tes baru-baru ini juga menunjukkan cannabinoid efektif dalam membantu penanganan penderita sindrom Tourette dan beberapa gejala sklerosis.

Kategori
Kimia

Perubahan kimia yang terjadi pada benda disekitar kita

Zat kimia yang sering kita ketemui

Perubahan kimia yang terjadi pada benda disekitar kita – Tidak banyak yang menyadari bahwa banyak hal yang terjadi di alam semesta ini akibat dari perubahan kimia.

Perubahan kimia ialah sebuah proses perubahan pada zat yang merupakan molekul kimia penyusunnya.

Sehingga terkadang menyebabkan perubahan fisik dan memicu munculnya zat baru. Karena itulah sifat perubahan kimia adalah tidak dapat diubah.

Lantaran adanya perubahan fisik dan molekul penyusunnya, perubahan kimia jelas berbeda dengan perubahan fisika. Pada umumnya perubahan kimia yang terjadi di alam sekitar ini disebabkan oleh proses pengaratan, pembakaran, fermentasi, pemasakan, pengenziman hingga pembusukan.

Ciri-Ciri Perubahan Kimia

Ada beberapa ciri-ciri perubahan kimia yang bisa diamati. Ciri-ciri ini menjadai unsur perbedaan perubahan kimia dan perubahan fisika. Berikut merupakan ciri-ciri perubahan kimia selengkapnya.

  • Terbentuk zat baru yang dihasilkan
  • Selain perubahan fisik, juga terjadi perubahan susunan molekulnya
  • Sifat partikel zat berbeda dengan sebelumnya
  • Bersifat ireversibel atau tidak dapat kembali ke bentuk sebelumnya
  • Bisa terjadi karena proses pembakaran, pengaratan, pembusukan, pemasakan dan pengenziman

Perubahan kimia yang terjadi pada benda disekitar kita

Besi Berkarat

Proses besi yang berkarat adalah salah satu bentuk perubahan kimia yang paling banyak terjadi di alam sekitar, seperti pagar besi depan rumah yang berkarat. Proses terbentuknya karat ini dalam perubahan kimia disebut sebagai oksidasi besi. Di mana rumus kimia besi (Fe) akan teroksidasi menjadi Fe2O3, sehingga fisik besi menjadi berubah dan berwarna kuning kecoklatan serta jauh lebih rapuh.

Kayu yang terbakar

Meskipun sederhana, sebetulnya kayu yang terbakar adalah perubahan kimia karena terjadinya pembakaran benda organik. Benda organik disebut juga sebagai hidrokarbon (CxHy) di mana seharusnya saat proses pembakaran sempurna, akan bereaksi dengan oksigen (O2) dan menghasilkan uap air (H2O) serta karbondioksida (CO2). Tetapi tidak ada yang namanya pembakaran sempurna sehingga hasilnya adalah abu karbon.

Metabolisme Makanan di Dalam Tubuh

Proses metabolisme makanan di dalam tubuh adalah sebuah perubahan kimia. Di mana makanan dan minuman ini melewati proses metabolisme yang sangat panjang sehingga membuat unsur kimia penyusunnya jadi pecah. Unsur kimia yang pecah itulah menjadi nutrisi dan diserap ke dalam tubuh. Misalkan saja nasi yang awalnya berupa pati/amilum alias karbohidrat kompleks (C6H10O5)n) akhirnya menjadi glukosa (C6H12O6).

Kembang Api yang Meledak

Ledakan warna-warni yang muncul saat kembang api meledak itu merupakan kombinasi berbagai unsur kimia seperti natrium (Na) yang berwarna kuning, barium (Ba) yang berwarna hijau sampai tembaga (Cu) yang berwarna biru. Warna-warni tersebut muncul saat atom mengalami eksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi kembali lagi ke tingkat energi dasar (ground state).

Kategori
Sains

Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains

Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains dan Teknologi

Jenis-Jenis Profesi Dibidang Sains – Selain keuangan Anda gendut, dalam karir ini, orang berusaha memahami cara kerja dunia alami dan menemukan bagaimana pengetahuan itu dapat digunakan untuk memberi manfaat bagi umat manusia.

1. Ahli Biologi
Sebagai ahli biologi, Anda akan meneliti hewan dan tumbuhan, termasuk anatomi dan fisiologi dan bagaimana berbagai organisme berfungsi di lingkungan mereka. Anda akan menulis makalah dan melaporkan apa yang Anda temukan.

2. Arkeolog
Arkeolog belajar tentang sejarah dengan mempelajari situs dan artefak yang digunakan oleh orang di masa lalu. Anda akan merencanakan penggalian, memeriksa dan katalog artefak, dan menafsirkan data dari penemuan Anda.

3. Insinyur Sipil
Insinyur sipil bertanggung jawab untuk merencanakan, membangun, dan memelihara struktur vital dan infrastruktur seperti jalan, kereta api, sistem saluran pembuangan, jembatan, dan bendungan.

4. Astronom
Jika Anda tertarik dalam studi luar angkasa, Anda mungkin ingin menjadi astronom . Anda akan mengumpulkan data di planet, bulan, sistem bintang, dan lubang hitam dan mengembangkan teori tentang fenomena yang Anda pelajari.

5. Ilmuwan Atmosfer
Para ilmuwan atmosfer dan ahli meteorologi mempelajari pola iklim dan cuaca bumi dan bagaimana mereka memengaruhi orang dan populasi.

6. Cartographer
Cartographers menggabungkan keterampilan dalam geografi dan teknologi untuk merancang dan menghasilkan peta untuk digunakan oleh orang perorangan maupun oleh pemerintah, militer, dan organisasi yang terlibat dalam konservasi.

7. Insinyur Kimia
Sebagai insinyur kimia, Anda akan menggabungkan metodologi ilmiah dengan proses rekayasa untuk mengembangkan bahan kimia dan produk seperti bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Anda harus mematuhi peraturan lingkungan dan keamanan.

8. Kimiawan
Kimiawan mempelajari bahan kimia dan menghasilkan proses kimia baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Mereka dapat mengkhususkan diri dalam berbagai bidang kimia, termasuk kimia analitik, organik, anorganik, dan medis.

9. Aerospace Engineer
Sebagai seorang insinyur aerospace, Anda akan bertanggung jawab untuk merancang pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, sistem rudal, dan satelit. Para profesional ini cenderung bekerja untuk pemerintah atau secara komersial dalam penelitian dan desain atau manufaktur.

Kategori
Kimia

Pekerjaan Berprospek Cerah di Bidang Sains

Inilah Pekerjaan Berprospek Cerah di Bidang Sains

mempelajari pelajaran kimia 1060x702 - Pekerjaan Berprospek Cerah di Bidang Sains

Pekerjaan Berprospek Cerah di Bidang Sains – Bayangkan sebuah dunia tanpa ilmuwan. Penyakit-penyakit akan merajalela, tidak akan ada kemajuan teknologi seperti yang kita nikmati saat ini, dan lingkungan akan menjadi kacau. Mereka yang bekerja di bidang sains sangatlah penting peranannya untuk komunitas dan dunia tempat kita tinggal sekarang, karena mereka lah yang berkontribusi terhadap kenyamanan yang kita nikmati saat ini.

Kamu merasa terpanggil untuk berkarir di bidang sains? Sebelumnya ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan berkuliah di jurusan ilmu kehidupan atau fisika yang mempelajari tentang organisme-organisme hidup serta bidang-bidang studi seperti biologi, biokimia, mikrobiologi, zoologi dan ekologi.

Jurusan-jurusan sains menawarkan prospek kerja yang bagus setelah kelulusan apa sajakah itu..

1. AHLI BIOKIMIA ATAU BIOFISIK

Biokimia dan biofisik mempelajari proses kimia, biologi dan fisika dari organisme hidup. Untuk dapat bekerja di bidang ini, kamu perlu memiliki gelar bachelor/sarjana di bidang biokimia, biologi, kimia, atau fisika. Jika kamu ingin bekerja di bidang penelitian dan pengembangan, kamu perlu memiliki gelar doktoral/S3.

Gaji rata-rata per tahun dari seorang ahli biokimia dan biofisik adalah $82,180 sesuai dengan data dari data Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika 2016, yang menambahkan bahwa setidaknya akan ada penambahan 3,600 lowongan pekerjaan baru di bidang ini di antara tahun 2016-2026.

2. AHLI KIMIA

Kimia mempelajari bahan kimia dan bagaimana mereka dapat dimanfaatkan untuk hidup. Kamu akan memerlukan gelar master atau Ph.D. Kimia untuk kebanyakan pekerjaan. Sebenarnya juga tersedia lowongan kerja yang hanya membutuhkan gelar sarjana, tetapi  pilihannya sangat terbatas.

Gaji rata-rata per tahun dari seorang ahli kimia adalah $73,740 di tahun 2016. Jumlah lowongan pekerjaaan diprediksikan akan meningkat sekitar 6% dari 2016 – 2026. Semakin tinggi gelar yang kamu miliki, semakin bagus prospek kerjamu.

3. KONSERVASIONIS

Konservasionis membantu tuan tanah dan pemerintah melindungi sumber daya alam seperti tanah dan air. Untuk bisa bekerja did bidang ini, kamu perlu memiliki gelar sarjana dari jurusan seperti ekologi, manajemen sumber daya alam, agrikultur, biologi atau ilmu lingkungan.

Menurut data tahun 2016, Gaji rata-rata per tahun dari seorang konservasionis adalah $61,810. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika memprediksikan bahwa lowongan kerja di bidang ini akan terus bertambah banyak hingga tahun 2026 seperti karir bidang sains pada umumnya.

4. ILMUWAN LINGKUNGAN

Ilmuwan Lingkungan mengidentifikasi, mengurangi dan membasmi polutan-polutan dan bahaya lainnya yang mengancam lingkungan dan kesehatan populasi. Kamu bisa mendapatkan pekerjaan tingkat pemula dengan gelar S1 jurusan ilmu lingkungan, biologi, teknik, kimia atau fisika. Jika kamu ingin posisi kerja yang lebih tinggi, kamu memerlukan gelar master.

Gaji rata-rata per tahun dari seorang ilmuwan lingkungan adalah $68,910 menurut data 2016. Perkembangan karir di lowongan ini diprediksikan lebih cepat daripada lowongan sains lainnya hingga tahun 2026.

5. ILMU LINGKUNGAN DAN TEKNISI PERLINDUNGAN

Ilmu Lingkungan dan Teknisi Perlindungan kadang disebut sebagai teknisi lingkungan. Mereka memonitor lingkungan dan menginvestigasi sumber-sumber polusi dan bekerja di bawah supervise ilmuwan lingkungan. Jika tertarik untuk berkarir di bidang ini, kamu perlu memiliki gelar associate degree (setara diploma) atau sertifikat ilmu terapan atau teknologi yang berhubungan dengan sains. Tetapi kebanyakan pekerjaan mensyaratkan gelar sarjana dari jurusan kimia atau biologi.

Menurut data tahun 2016, gaji rata-rata per tahun dari seorang teknisi lingkungan adalah $44,190. Perkembangan karir di lowongan ini diprediksikan lebih cepat daripada lowongan sains lainnya hingga tahun 2026. Hal yang sama juga berlaku untuk ilmuwan lingkungan.