Kategori
Sains

Planet Kerdil yang Tinggal di Tata Surya

Planet Kerdil yang Tinggal di Tata Surya

Planet Kerdil yang Tinggal di Tata Surya, – Planet kerdil selain Pluto memang benar-benar ada. Hal ini memang sudah diteliti sejak dulu. Ternyata beberapa planet kerdil tersebut berada di kawasan tata surya Bima Sakti. Penemuan ini pun tidak hanya berjumlah satu, kurang lebih ada 5 planet.

Tapi Anda tenang aja, meski sudah turun pangkat, Pluto enggak akan pernah kesepian kok! Selain Pluto, Tata Surya kita juga memiliki beberapa benda langit yang juga dikategorikan sebagai planet kerdil, apa aja?

1. Ceres

Dikutip http://poker88asia.info, Kebanyakan dari kita mungkin mengenal Ceres sebagai asteroid di Tata Surya. Tapi tahukah Anda , kalau Ceres juga memiliki pangkat dobel sebagai planet kerdil? Dibandingkan dengan Pluto yang berada jauh dibelakang, Ceres merupakan planet kerdil terdekat dari Bumi.

Ceres sendiri tinggal di sabuk asteroid yang ada diantara Mars dan Jupiter yang hanya berjarak sekitar 414 juta km dari matahari. Dan berbeda dari tetangga asteroid lainnya, Ceres memiliki bentuk hampir bulat layaknya planet. Namun untuk ukuran, Ceres hanya memiliki diameter 950 km dan massa 0,015 persen dari massa Bumi.

Karena ukurannya itu, para ahli kemudian sepakat menjadikan Ceres sebagai planet kerdil untuk menemani Pluto.

2. Eris

Kalau ada yang bertanya, siapa biang kerok dalam penurunan pangkat Pluto, maka Eris adalah jawabannya. Eris ditemukan pada tahun 2005, dan memiliki ukuran sekitar 2.300 sampai 2.400 km atau 27 persen lebih besar dari Pluto. Bukan hanya itu, Eris juga memiliki satelit alami yang bernama Dysmonia.

Dengan penemuan ini, para astronom terpaksa memilih satu di antara dua pilihan. Pertama menjadikan Eris sebagai planet kesepuluh, dan yang kedua meninjau ulang status Pluto. Pada akhirnya, para astronom lebih memilih mengorbankan Pluto dengan menjadikannya planet kerdil bersama Eris.

Pilihan ini diambil karena planet kerdil Eris memiliki orbit yang tidak menentu. Orbit Eris memang lebih besar dari Pluto, bahkan Eris membutuhkan 557 tahun untuk memutari matahari. Tapi di sisi lain, orbitnya juga memotong orbit Pluto bahkan Neptunus.

3. Pluto

Seperti yang Anda tahu, Pluto ditemukan oleh seorang gadis berusia 11 tahun, bernama Venetia Burney tahun 1930. Awalnya Pluto merupakan planet, tapi pada Agustus 2006, statusnya diturunkan jadi planet kerdil. Meski statusnya sudah turun, tapi jangan salah, Pluto juga memiliki satelit yang mengitarinya.

Bukan satu, melainkan lima satelit yaitu Charon, Nix, Hydra, Styx, dan Kerberos. Dengan diameter sekitar 2.370 km dan jarak 5,9 miliar km, dulu Pluto merupakan planet terkecil dan terjauh dari matahari. Saking jauhnya, cahaya matahari bahkan membutuhkan waktu 5,5 jam untuk bisa sampai ke Pluto.

4. Makemake

Ceres bukan satu-satunya planet kerdil yang tinggal di sabuk Kuiper. Selain Ceres, planet kerdil Makemake juga tinggal di perbatasan Jupiter dan Mars. Makemake pertama kali ditemukan pada 31 Maret 2005 lalu. Yang unik dari planet kerdil satu ini adalah namanya.

Beda dengan kebiasaan para astronom yang menggunakan nama para dewa Romawi atau Yunani Kuno, nama Makemake sendiri diambil dari nama dewa kesuburan dalam kepercayaan suku Rapa Nui yang merupakan suku asli pulau Paskah.

Faktanya, Makemake memang ditemukan beberapa hari setelah Paskah yang membuatnya cocok dengan nama tersebut.

5. Haumea

Setelah Ceres, Eris, Pluto, dan Makemake, kita juga memiliki Haumea yang menjadi planet kerdil kelima sekaligus planet kerdil terakhir di Tata Surya. Haumea pertama kali ditemukan tahun 2003 lalu di sabuk Kuiper bersama dengan dua satelit alaminya, namun statusnya sebagai planet kerdil baru diresmikan pada tahun 2008 lalu.

Berbeda dengan planet kerdil lain di Tata Surya, Haumea tidak berbentuk bulat atau hampir bulat seperti Ceres. Alih-alih bulat, planet kerdil ini memiliki bentuk seperti cerutu. Selain itu Haumea juga merupakan salah satu benda langit besar yang berputar paling cepat di Tata Surya kita.

Tata Surya kita bukan hanya dihuni oleh matahari dan planet-planet besar, melainkan juga benda langit lainnya, termasuk planet kerdil. Planet kerdil sendiri adalah benda langit yang berputar mengelilingi matahari, memiliki gravitasinya sendiri, namun bukan satelit dari planet lain.

Kategori
Sains

Fakta Sains tentang Kelahiran dan Kematian Bintang

Fakta Sains tentang Kelahiran dan Kematian Bintang

Fakta Sains tentang Kelahiran dan Kematian Bintang, – Analisa baru pada isotop besi dalam meteorit yang dilakukan ilmuwan baru-baru ini mengungkap bagaimana kelahiran Bumi di tata surya ini. Pada masa-masa awal tata surya, ternyata bayi Bumi membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat untuk terbentuk.

Nah, salah satu objek alam semesta yang sangat unik dan bisa kita pelajari adalah bintang. Apa itu bintang? Bagaimana proses kelahiran dan kematian bintang di alam semesta?

Yuk, kita sama-sama belajar mengenai bintang, objek angkasa yang berkelap-kelip.

1. Apa itu bintang?

Dilansir https://christian-mommies.com, Seperti dicatat dalam laman NASA, bintang dapat diartikan sebagai objek astronomi yang mewakili elemen penyusun dasar dari berbagai gugusan semesta seperti tata surya dan galaksi. Karena sifatnya sebagai penyusun gugusan semesta, bintang juga berjumlah sangat banyak dengan berbagai macam ukuran, sifat, jenis, dan karakternya.

Bintang terbesar dalam tata surya kita adalah Matahari. Karena ukurannya yang cukup masif, hal tersebut cukup untuk membentuk massa dan kekuatan gravitasi untuk menjaga planet-planet di sekitarnya supaya tetap bergerak mengelilingi Matahari secara teratur.

Jika dinilai dari segi ukurannya, ada banyak bintang di alam semesta yang memiliki ukuran jauh lebih besar ketimbang Matahari.

Sifat dan karakter bintang sangat berbeda dengan planet, meskipun terkadang masih ada banyak orang yang menyamakan keduanya.

Perbedaan mendasarnya adalah pada kemampuan objek dalam memancarkan cahaya, seperti diulas dalam National Geographic. Bintang adalah objek angkasa yang dapat memancarkan cahayanya sendiri, sedangkan planet tidak.

Jika dilihat dari Bumi di malam hari, bintang dan planet juga memiliki ciri khas yang berbeda namun agak mirip. Bintang, jika dilihat di malam hari, cahayanya akan terlihat berkelap-kelip.

Sedangkan, cahaya planet akan terlihat statis (tidak berkelip) dan kabur. Nah, rupanya planet dapat memantulkan cahaya dari cahaya bintang di sekitarnya, misalnya Matahari.

Tidak diketahui ada berapa banyak jumlah bintang di alam semesta. Kemungkinan jumlahnya memang mustahil untuk dihitung mengingat luas alam semesta yang nyaris tanpa batas.

Bahkan, ilmuwan dan akademisi menganggap bahwa jumlah bintang bisa mendominasi di alam semesta, jauh lebih banyak ketimbang planet dan objek semesta lainnya.

2. Proses kelahiran bintang

Bintang yang ada di alam semesta mengawali hidupnya dengan proses kelahiran. Bagaimana sebuah bintang dilahirkan? Kelahiran sebuah bintang melibatkan reaksi fusi, yakni reaksi yang melibatkan atom-atom di bawah tekanan tertentu yang menyebabkan nukleusnya mengalami reaksi dahsyat.

Dengan kata lain, kelahiran bintang melibatkan sebuah reaksi termonuklir di bagian inti calon bintang. Meskipun ada reaksi dari partikel-partikel lainnya, namun jika tidak cukup kuat untuk membentuk reaksi fusi atau termonuklir, maka bintang tak akan terbentuk. Itu sebabnya gaya gravitasi menjadi kunci dari pembentukan bintang.

Gaya gravitasi akan menekan partikel atom dalam gumpalan gas sampai reaksi fusi terbentuk. Jika gravitasi cukup kuat untuk menekan gaya dari dalam dan luar secara seimbang, maka pembentukan bintang akan tetap stabil. Nah, dari mana partikel-pertikel pembentuk bintang berasal? Partikel tersebut berasal dari awan nebula.

Awan nebula merupakan kumpulan gas yang sangat masif dan berjarak beberapa tahun cahaya. Partikel-partikel dalam awan nebula dapat membentuk banyak bintang jika gaya gravitasi cukup untuk membentuk reaksi fusi atau termonuklir. Nah, Anda sudah paham bagaimana bintang itu terbentuk, ‘kan?

3. Berapa usia bintang?

Bintang di alam semesta bisa berusia sangat lama. Bahkan, ada banyak bintang purba yang usianya sangat tua nyaris menyamai usia alam semesta itu sendiri. Kebanyakan bintang di alam semesta berusia 1 – 10 miliar tahun dan banyak di antara mereka yang sudah mulai memasuki fase akhir dari kehidupannya.

Ada sedikit bintang yang usianya menyamai alam semesta, yakni lebih dari 13 miliar tahun. Bagaimana usia bintang didapatkan? Ditulis dalam Scientific American, para ilmuwan dan ahli astronomi dapat mengukur usia sekelompok bintang dalam sebuah gugusan tertentu. Mengukur usia sekelompok bintang jauh lebih mudah ketimbang mengukur usia satu buah bintang.

Hal tersebut dimungkinkan karena sekelompok bintang yang terdapat dalam sebuah gugusan yang sama biasanya memiliki usia yang sama pula. Dengan data, analisa, dan pengamatan sebuah bintang melalui teleskop luar angkasa, didapatkan angka-angka matematis untuk menyimpulkan berapa kira-kira usia kelompok bintang yang sedang diamati tersebut.

Bahkan, dengan teknologi penghitungan yang lebih baik, ilmuwan dapat memperoleh data dan diagram mengenai keberadaan bintang-bintang yang ada pada gugusan klaster tertentu. Data dan diagram tersebut didapatkan dari teleskop luar angkasa Hubble yang selama ini sudah sering digunakan untuk menangkap objek jauh di alam semesta.

4. Ada bintang yang usianya lebih tua ketimbang usia alam semesta. Benarkah?

Konon katanya ada sebuah bintang besar yang usianya lebih tua dari alam semesta itu sendiri. Bintang tersebut bernama Methuselah atau HD 140283. Nama Methuselah sendiri diambil dari Alkitab dan dianggap sebagai salah satu tokoh dengan usia terpanjang di Bumi, yakni 969 tahun.

Bintang Methuselah berada di Konstelasi Libra dan berjarak sekitar 190 tahun cahaya dari Bumi, seperti dicatat dalam laman Space. Pada tahun 2000 lalu, beberapa ilmuwan dan akademisi meneliti mengenai bintang tersebut menggunakan satelit Hipparcos milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Hasilnya sungguh mengejutkan karena bintang yang diamati tersebut memiliki usia 16 miliar tahun.

Bagaimana mungkin sebuah bintang besar dapat memiliki usia yang jauh lebih tua ketimbang alam semesta itu sendiri? Jika usia alam semesta adalah 13,8 miliar tahun, itu berarti ada selisih sebesar 2,2 miliar tahun dengan bintang Methuselah. Beberapa ilmuwan lainnya menyatakan bahwa selisih usia yang begitu jauh harus dihitung ulang karena tidak mungkin ada bintang yang jauh lebih tua dibanding dengan alam semesta.

Apalagi bintang tersebut juga mengandung helium, hidrogen, dan zat besi yang seharusnya partikel-partikel tersebut baru ada setelah alam semesta terbentuk. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa salah satu ketidakpastian penghitungan yang dilakukan di masa lalu ada pada letak dan jarak presisi dari bintang tersebut.

Selain itu, reaksi nuklir dan fusi yang terjadi pada bintang Methuselah di masa lalu juga kemungkinan tidak dihitung secara tepat. Penghitungan reaksi fusi yang terjadi pada bintang di masa lalu sangat penting untuk dipelajari guna mendapatkan patokan usia yang sesungguhnya. Studi terbaru menyatakan bahwa usia bintang Methuselah adalah 14 miliar tahun.

Bagaimanapun usia bintang Methuselah masih cukup terpaut jauh dengan usia alam semesta. Tapi ilmuwan tetap yakin bahwa usia yang sesungguhnya adalah sama dengan alam semesta itu sendiri dan adanya selisih usia dalam rentang yang cukup jauh bisa diakibatkan oleh ketidakakuratan data.

5. Proses kematian bintang

Bagaimana proses kematian dari bintang? Bintang dapat mati jika sudah kehabisan bahan bakar nuklirnya. Biasanya, bintang dengan massa yang sangat besar akan menghabiskan bahan bakarnya dengan cepat. Begitu bahan bakarnya habis, bintang tersebut meledak menjadi supernova.

Setelah bintang meledak menjadi ledakan supernova, zona tersebut akan ada sisa-sisa dari bintang hancur tersebut yang bernama bintang neutron (inti bintang yang runtuh). Jika massanya cukup besar, biasanya bintang mati akan membentuk sebuah black hole atau lubang hitam.

Itu sebabnya, lubang hitam memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat dan bahkan dapat mengisap cahaya. Bintang-bintang yang hanya berukuran Matahari biasanya hanya menjalani proses kematian yang biasa saja. Biasanya, bintang mati dengan ukuran kecil akan menjadi sebuah raksasa merah, yakni hasil dari penggabungan helium pada inti bintang. Inti dari bintang mati ukuran kecil akan tetap sebagai katai putih yang dapat bertahan miliaran tahun atau mungkin selamanya.

Namun, jika bintang mati tersebut memiliki ukuran massa puluhan atau bahkan jutaan kali Matahari, maka bintang tersebut akan menjadi sebuah ledakan supernova yang suatu saat akan menjadi lubang hitam dengan gaya gravitasi yang luar biasa masif. Proses kematian bintang alam semesta sudah terjadi sejak zaman purba dan ledakannya baru terlihat pada saat ini.

***

Itulah beberapa fakta sains mengenai kelahiran dan kematian dari bintang yang ada pada alam semesta. Semoga dapat menambah dan memperkaya wawasan Anda, ya!

Kategori
Sains

Jika Asteroid Menghantam Bumi Manusia Bisa Selamat?

Jika Asteroid Menghantam Bumi Manusia Bisa Selamat?

Jika Asteroid Menghantam Bumi Manusia Bisa Selamat? – Film-film fiksi ilmiah tentang asteroid yang bertabrakan dengan Bumi memang mengesankan.

Berbagai berita tentang asteroid yang nyaris mendekati Bumi kita juga selalu membuat penasaran. Apa yang sebenarnya terjadi jika asteroid menabrak Bumi?

Dilansir https://christian-mommies.com, Kira-kira apa yang akan terjadi pada kehidupan kita jika Bumi ditabrak oleh asteroid besar? Bisakah kita selamat? Berikut ini gambarannya menurut sains!

1. Salah satu asteroid terbesar di tata surya berdiameter 939 kilometer

Asteroid, benda langit yang disebut sebagai planet minor ini memiliki besar dan berat yang beragam. Biasanya sebuah batuan langit bisa disebut asteroid jika mereka memiliki diameter minimal 1 meter. Sementara yang terbesar bisa mencapai 939 kilometer. Ialah Ceres yang berada di sabuk asteroid tata surya.

Jika asteroid berukuran kecil memasuki atmosfer, dampak yang mereka berikan tidaklah besar. Sebab batuan tersebut akan terbakar di udara dan tampak seperti meteor dari Bumi. Namun bagaimana dengan asteroid yang berukuran besar?

2. Hantaman asteroid bisa menghasilkan ledakan seperti bom atom

Salah satu asteroid besar yang berada di dekat Bumi adalah 1997XF11. Ia berukuran sekitar 700 meter hingga 1,4 kilometer. Jaraknya pun tak jauh, yaitu sekitar 930 ribu kilometer dari planet kita. Banyak ilmuwan yang memprediksi bahwa asteroid ini akan melintas dekat pada tahun 2028 mendatang dengan kecepatan 48.300 kilometer per jam.

Mari kita berandai-andai, apa yang sekiranya akan terjadi jika 1997XF11 menghantam Bumi? Ada beberapa skenario yang mungkin terjadi. Pertama, ketika asteroid tersebut terpecah berkeping-keping saat bergesekan dengan atmosfer.

Jika hal ini yang terjadi, satu keping dari 1997XF11 diprediksi berukuran sekitar satu rumah (3-5 meter) saat mendarat di daratan. Dengan kecepatannya, puing asteroid ini bisa menghasilkan ledakan berkekuatan 20 kiloton. Ini setara dengan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima pada 1945.

Semua bangunan yang berada dalam radius 800 meter pasti akan hancur. Makhluk hidup yang ada di sekitarnya kemungkinan besar akan mati. Tak hanya itu, Semua benda berbahan kayu dalam radius 2,4 kilometer juga akan hangus tak bersisa.

3. Hantaman asteroid yang setara bom nuklir akan membuat satu wilayah menjadi kota mati

Lalu bagaimana jika puing asteroid yang sampai ke Bumi lebih besar dari itu? Misalnya 60 meter atau lebih. Tentu kerusakan yang dihasilkan jauh lebih besar.

Menurut laporan laman How Stuff Works, asteroid sebesar itu mampu menghasilkan ledakan berkekuatan 25 hingga 50 megaton. Ini setara dengan ledakan bom nuklir, lho.

Seluruh wilayah yang terkena hantaman tersebut pasti akan hancur dan berubah menjadi kota mati seperti Chernobyl. Untungnya, tidak ada zat toksin yang dibawa oleh asteroid. Namun kerusakan akan sulit diperbaiki karena tekstur tanah tak lagi sama dengan sebelumnya.

4. Jika asteroid yang jatuh berukuran 1 kilometer, ledakannya bisa 10 juta kali lipat bom atom

Sekarang kita sampai ke kemungkinan paling buruk, yaitu ketika asteroid tidak terpecah saat sampai di daratan. Benda langit berukuran kurang lebih 1 kilometer tersebut mampu menghasilkan ledakan yang mencapai 1 juta megaton.

Ledakan 10 juta kali lebih kuat daripada bom atom tersebut mampu membumihanguskan wilayah hingga 300 kilometer dari titik radius. Jadi, jika asteroid jatuh di Jakarta, setidaknya seluruh wilayah Jawa Barat hingga sebagian Jawa Tengah hancur karenanya.

Tak perlu tanya bagaimana nasib manusia. Jelas, kemungkinan besar seluruh makhluk hidup yang berada di radius tersebut mati atau terkena cedera berat akibat ledakan yang sungguh hebat.

Bukan hanya itu, wilayah yang terkena hantaman asteroid juga akan menjadi kawah sehingga sulit untuk mengembalikannya ke kondisi semula.

5. Tak menghancurkan dunia, namun dampaknya bisa dirasakan lintas negara

Walaupun tidak sampai menghancurkan seisi dunia, dampak dari jatuhnya asteroid cukup besar, lho. Debu yang ditimbulkannya bisa menutupi atmosfer sehingga langit di area sekitar dan negara tetangga menjadi gelap.

Angin yang ditimbulkan oleh ledakan juga bisa dirasakan oleh area yang berada di sekitar ledakan. Angin tersebut juga membawa debu, pecahan kaca, pasir, dan batuan yang berbahaya untuk pernapasan.

Ancaman lain dari hantaman asteroid adalah radiasi termal yang berbahaya untuk manusia. Ini sempat terjadi di tahun 1908, ketika asteroid menabrak hutan di Siberia.

6. Bagaimana jika asteroid jatuh di lautan?

Itu tadi kemungkinan yang akan terjadi jika asteroid jatuh di daratan. Lalu bagaimana jika benda langit tersebut jatuh tepat di lautan? Apakah kerusakan yang ditimbulkan seburuk sebelumnya?

Jawabannya bisa iya dan bisa tidak, tergantung pada seberapa jauh letak ledakan dari permukiman manusia. Sebab saat asteroid jatuh di lautan, ia menghasilkan gelombang tinggi yang akan menimbulkan tsunami. Besar dari gelombang tersebut bergantung pada ukuran dan kecepatan asteroid.

Bukan hanya itu, asteroid yang jatuh di lautan juga berpotensi melepaskan uap air yang masif ke atmosfer. Gas tersebut sama buruknya dengan karbon dioksida dalam merusak atmosfer.

7. Untungnya, kemungkinan Bumi dihantam asteroid cukup kecil

Memang benar bahwa jumlah asteroid di sekitar Bumi tidak terhitung. Namun menurut NASA, 90 persennya berukuran kecil, yaitu dengan diameter kurang dari 1 kilometer.

Asteroid tersebut tidak akan memberikan dampak besar jika masuk ke wilayah atmosfer Bumi. Sebab mereka akan terbakar sebelum menyentuh daratan.

Walaupun begitu, Anda tidak boleh menghiraukan 10 persen lainnya. Mereka berukuran cukup besar untuk menghantam dan mendarat di Bumi. Jadi kemungkinan terjadinya bencana karena benda langit tersebut masih ada dan sulit untuk diprediksi.

8. Dengan teknologi baru, tabrakan asteroid dapat diidentifikasi atau bahkan dicegah

Kabar baik berikutnya adalah kita hidup di saat teknologi sudah berkembang sangat pesat. Berbekal hal itu dan pengetahuan akan alam semesta, para ilmuwan dan organisasi yang menekuni antariksa secara rutin memindai area sekitar Bumi. Tujuannya adalah mengidentifikasi benda langit yang berpotensi menabrak planet kita.

Saat ada asteroid yang mencurigakan, para ilmuwan akan memprediksi seberapa besar kerusakan yang akan disebabkannya, berapa waktu yang kita miliki, dan langkah mitigasi apa yang bisa dilakukan. Dengan mempersiapkan diri, kerusakan yang mungkin terjadi bisa diminimalkan.

Opsi lain untuk mencegah tabrakan asteroid bisa dilakukan dengan mengalihkan arah gerak benda langit tersebut. Berikutnya, NASA juga bisa mengirimkan pesawat tanpa awak untuk menabraknya terlebih dahulu agar tidak sampai ke Bumi. Dua opsi terakhir adalah menembakkan sinar laser atau nuklir untuk menghancurkan asteroid.

Kategori
Sains

Satelit Pertama Penjelajah Ruang Angkasa!

Satelit Pertama Penjelajah Ruang Angkasa!

Satelit Pertama Penjelajah Ruang Angkasa! – Teknologi yang diciptakan tersebut adalah alat yang mampu menjelajahi ruang angkasa bernama satelit. Uni Sovietlah sang pemula pencapaian teknologi ini.

Amerika Serikat akhirnya dapat menyusul kesuksesan yang dicapai oleh Uni Soviet. Pada 1958, tepatnya 31 Januari, satelit pertama Amerika Serikat diluncurkan ke ruang angkasa bernama Explorer.

Lantas, apa yang sebenarnya yang bisa dilakukan oleh Sputnik 1?

1. Sputnik 1 adalah satelit sederhana, tapi menjadi tonggak sejarah

Dikutip http://ratutogel.com, Satelit Sputnik 1 adalah dua belahan logam seperti “mangkok” setebal dua milimeter yang ditangkupkan. Agar rapat, digunakan baut sebanyak 36 untuk menyatukan dua belahan “mangkok” itu.

Karenanya, bentuk satelit Sputnik 1 berbentuk bola. Menurut Mike Wall dari laman Space, diameternya hanya 58 sentimeter dan beratnya hanya 83,6 kilogram.

Satelit berbentuk bola itu dilengkapi dengan antena yang nantinya digunakan untuk memancarkan sinyal radio yang dapat ditangkap di Bumi.

Ia lewat di atas langit Amerika Utara beberapa kali dalam sehari. Warga di Amerika yang memiliki perangkat khusus penangkap sinyal radio, bahkan yang amatir sekalipun, mampu mendengar sinyal yang dikirimkan oleh Sputnik.

2. Sinyal yang dikirimkan oleh Sputnik 1

Sputnik terbang dan sampai di Orbit Bumi rendah. Kecepatan satelit tersebut dalam mengorbit adalah 29 ribu kilometer per jam. Sputnik 1 membutuhkan waktu sekitar 96,2 menit untuk setiap orbit.

Di dalam satelit berbentuk bola itu, ada radio transmiter yang sinyalnya ditransmisikan pada 20.005 dan 40.002 MHz melalui antena yang dipasang di luar. Semua operator radio seluruh dunia bisa memantau sinyal yang dipancarkan oleh Sputnik.

Suara dari sinyal yang dipancarkan itu terdengar seperti, “Bip … bip … bip.” Rekaman suara satelit tersebut bisa didengarkan di laman Wikipedia yang dikemas dalam format .ogg.

Baterai perak dan seng yang ada dalam satelit Sputnik mampu membuatnya mengorbit dan mengirim sinyal selama 22 hari.

Ketika baterai pemancar habis, pada 26 Oktober 1957, operator di bumi kehilangan kontak. Pada awal Januari 1958, satelit itu jatuh ke bumi dan terbakar ketika melewati atmosfer.

3. Sputnik 1 diluncurkan dengan roket yang bernama R-7 Semyorka

Meskipun terkesan sederhana, satelit Sputnik 1 membuat sebagian masyarakat Amerika ketakutan. Mereka menganggap jika bisa menerbangkan satelit, berarti Uni Soviet juga bisa membuat sebuah roket antarbenua.

Anatoly Zak menulis pada laman Popular Mechanics bahwa Sputnik bukanlah objek utama yang difokuskan oleh pemerintah Uni Soviet, tetapi roket atau misil balistik yang digunakan untuk membawa roket tersebutlah yang paling penting.

Roket yang dibuat untuk membawa Sputnik 1 adalah R-7 Semyorka yang dirancang oleh Sergei Korolev. Roket pembawa satelit, yang juga bisa berfungsi sebagai misil balistik antarbenua tersebut, menjadi tonggak dasar perkembangan roket atau misil selanjutnya bagi Uni Soviet.

4. Suksesnya Uni Soviet menciptakan Krisis Sputnik

Masyarakat Barat memasuki masa-masa kecemasan dan ketakutan dengan keberhasilan yang dicapai oleh kecanggihan teknologi Uni Soviet.

Bahkan, suara, “Bip … bip … bip,” ketika terdengar di langit Amerika, pernah disiarkan radio NBC ke publik dengan penuh kekaguman.

Masyarakat Barat ketakutan dan cemas jika roket atau misil pembawa satelit bisa juga membawa hulu ledak nuklir yang bisa diluncurkan dari Eropa Timur ke Amerika Utara.

Presiden Amerika Serikat yang saat itu dijabat oleh Eisenhower masih memegang prinsip “kebebasan luar angkasa”, yakni gagasan bahwa luar angkasa adalah milik semua negara.

Namun di balik itu, sebenarnya Eisenhower dan belasan orang para peneliti dari intelijen, angkatan udara dan kontraktor terpercaya sedang membuat satelit mata-mata. Saking sangat rahasianya, yang mengetahui hal tersebut hanya beberapa orang saja.

Satelit mata-mata yang dikembangkan itu bernama CORONA dan tujuannya adalah untuk melakukan pengintaian dan mengirim informasi lokasi setiap roket atau misil milik Uni Soviet berada.

5. Satelit Sputnik menjadi titik awal perlombaan antariksa

Empat bulan setelah Uni Soviet sukses meluncurkan Sputnik, Amerika kemudian menyusul dengan menciptakan teknologi tandingan berupa satelit bernama Explorer. Satelit Explorer meluncur ke luar angkasa pada 31 Januari 1958.

Pada 6 Desember 1958, para ilmuwan dan teknisi Amerika Serikat melakukan pengebutan pengerjaan roket. Mulai pada saat itu, semua stasiun televisi dan radio di seluruh Amerika Serikat menyiarkan roket yang dikembangkan bernama Vanguard, yang akan membawa satelit Amerika ke antariksa.

Roket itu kemudian membawa satelit Explorer ke antariksa. Menurut laman Space, satelit Explorer milik Amerika Serikat mampu bertahan mengirim sinyal ke bumi selama empat bulan.

Explorer kehilangan kontak dengan bumi pada 23 Mei 1958 karena kehabisan baterai. Meskipun satelit tersebut kehabisan baterai, namun masih tetap bertahan di luar angkasa dan baru jatuh ke bumi pada 31 Maret 1970.

Pada 63 tahun lalu, sejak pertama kali Uni Soviet meluncurkan satelit, Space Race atau perlombaan antariksa antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dimulai.

Negara-negara di dunia kemudian mulai mengenal dan mengembangkan misil untuk mengantarkan satelitnya masing-masing. Teknologi untuk menembus antariksa masih dianggap sebagai teknologi paling canggih dengan biaya yang sangat mahal.

Semoga saja dalam tahun-tahun mendatang, Indonesia juga bakal bisa memiliki roket sendiri untuk menerbangkan satelit buatan sendiri. Dengan begitu, Indonesia tidak perlu menumpang roket orang lain untuk mengantarkan satelitnya.

Kategori
Sains

Fakta Menarik Mengenai Matahari

Fakta Menarik Mengenai Matahari

Fakta Menarik Mengenai Matahari, – Matahari adalah benda antariksa yang sangat menarik, sekaligus menakutkan dan misterius. Di Tata Surya kita, Matahari adalah obyek paling besar.

Tapi tahukah Anda? kalau ada ada banyak hal menarik yang bisa kita pelajari dari Matahari kita. Selain berwarna kuning, ternyata Matahari juga memiliki banyak warna, loh. Penasaran kan apa saja fakta menarik dari sang Surya kita? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Matahari itu adalah bintang

Dlansir https://christian-mommies.com, Jika selama ini Anda berpikir kalau bintang hanya dapat dilihat pada malam hari saja, eitss. Faktanya Matahari merupakan bintang juga di alam semesta ini. Mengapa Matahari disebut bintang? Bintang merupakan objek luar angkasa yang memancarkan cahayanya sendiri.

Bintang memancarkan cahayanya sendiri karena adanya proses reaksi fusi di dalam intinya, proses yang sangat ekstrem ini ‘memaksa’ empat atom hidrogen bersatu untuk menjadi satu atom helium. Jadi, Matahari adalah satu-satunya bintang di siang hari!

2. Bukan bola api, melainkan bola plasma

Pernahkah Anda memikirkan bagaimana bisa Matahari ‘terbakar’ di ruang angkasa yang di mana tentunya kita tahu kalau di sana tidak ada udara untuk api dapat menyala? Lebih baik jangan dipikirkan lagi, deh.

Matahari bukanlah bola api melainkan bola gas dalam bentuk plasma yang sangat panas, komposisinya kebanyakan terdiri dari 70 persen hidrogen dan 28 persen helium. Suhu permukaan Matahari sendiri mencapai 5.778 derajat celcius.

3. Pernah dianggap mengelilingi Bumi

Pada zaman dulu orang-orang masih percaya bahwa Matahari mengelilingi Bumi, dengan kata lain Bumi adalah pusat orbit Matahari.

Masa-masa itu dimulai ketika dua orang cerdas dari bangsa Yunani kuno bernama Plato dan Aristoteles pada abad ke-4 SM memperkenalkan pemikiran geosentrisme.

Dalam astronomi geosentris adalah suatu model yang menggambarkan kalau Bumi adalah pusat dari alam semesta. Matahari, Bulan beserta planet-planet semuanya mengelilingi Bumi dalam bentuk lingkaran.

Meskipun begitu, kita sangatlah beruntung dengan para ilmuwan-ilmuwan hebat pada masa lalu seperti Aristarchus of Samos, Johannes Kepler dan Sir Issac Newton yang telah membuktikan secara ilmiah kalau Bumi itu bukanlah pusat alam semesta.

4. Cahaya butuh 8 menit untuk sampai ke Matahari

Satu-satunya hal tercepat di alam semesta yang diketahui hingga saat ini adalah cahaya, para saintis biasanya lebih suka menyebutnya “foton” atau partikel cahaya. Saking cepatnya cahaya ini, bahkan kita bisa mengunjungi Bulan hanya dalam waktu 1.3 detik saja.

Berapa kecepatannya? Yaitu sekitar 299 792 458 m/s, bulatkan saja menjadi 300 juta m/s. Dengan jarak Bumi-Matahari 1 SA (Satuan Astronomi) atau 149.6 juta kilometer, cahaya dapat menempuh jarak sebesar itu hanya dalam waktu 8.3 detik.

Wahana antariksa nirawak tercepat buatan manusia saat ini adalah Parker Solar Probe yang memiliki kecepatan rata-rata 192.222 m/s, butuh waktu lebih dari 1 minggu untuk pergi ke Matahari dari Bumi.

5. Evolusi menjadi raksasa merah

Untuk saat ini Matahari masih menyimpan stok energi untuk reaksi fusinya setidaknya untuk 5 miliar tahun ke depan. Saat ini Matahari sedang berada pada fase stabil.

Komposisi utamanya adalah hidrogen yang suatu saat nanti Matahari akan kehabisan komposisinya. Saat itu terjadi, lapisan terluar Matahari mulai mengembang luar biasa.

Lapisan terluarnya akan membesar bahkan kemungkinan dapat mencapai orbit Bumi. Ada kemungkinan kehidupan di Bumi saat itu sudah punah akibat panas yang luar biasa. Bisa dikatakan Matahari adalah monster bagi Bumi kita di kemudian hari.

6. Butuh 230 juta tahun untuk mengelilingi galaksi

Setiap bintang yang kita lihat dengan mata telanjang di langit malam merupakan bintang-bintang yang berada pada sebuah galaksi bernama Bima Sakti atau Milky Way. Bintang-bintang ini memiliki waktu orbit dan jarak ke pusat galaksi yang berbeda-beda.

Matahari kita membutuhkan waktu 230 juta tahun untuk menyelesaikan orbitnya, sedangkan jaraknya sendiri dari pusat galaksi itu sekitar 25.000 tahun cahaya. Matahari sendiri berada pada salah satu lengan galaksi yang bernama Orion.

7. Matahari memiliki banyak warna

Alasan mengapa Matahari terlihat putih di siang bolong lalu terlihat jingga kekuningan saat terbit maupun terbenam adalah karena Matahari memancarkan seluruh spektrum pada cahaya tampak. Mulai dari panjang gelombang 400 – 700 nanometer.

Atmosfer juga berperan terhadap perubahan warna pada Matahari. Saat di pagi hari cahaya Matahari harus melalui atmosfer yang tebal untuk sampai ke mata kita, sehingga hanya spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang tinggi (merah – kuning) saja yang dapat sampai ke mata kita.

Jika Matahari sudah berada di atas kepala maka semua spektrum cahaya tampak dapat mengenai mata kita sekaligus, pencampuran dari merah, jingga, kuning, hijau, biru dan ungu membuat Matahari tampak berwarna putih.

8. Iklim Bumi bergantung pada matahari

Matahari adalah energi kehidupan kita di Bumi, cahayanya dimanfaatkan oleh banyak makhluk hidup di Bumi terutama tumbuh-tumbuhan.

Tidak hanya itu, perannya sangatlah penting terhadap perubahan iklim. Menurut NASA Matahari memiliki peran penting terhadap perubahan cuaca, iklim, arus laut bahkan pembentukan aurora juga dipengaruhi oleh angin Matahari.

***

Itulah beberapa fakta menarik dari sang surya kita, Bumi hanyalah budak dari Matahari yang tanpanya tentunya tidak mungkin ada kehidupan seperti sekarang ini. Matahari akan terus bersinar setidaknya untuk 5 miliar tahun ke depan.

Kategori
Sains

Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar Angkasa

Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar Angkasa

Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar Angkasa, – Kita terbiasa menilai sesuatu dari apa yang kita lihat. Termasuk, saat menilai tentang Bumi.

Banyak dari kita mungkin berpikir, bahwa Bumi sudah mulai rusak. Entah karena bencana alam, atau akibat dari ulah manusianya sendiri.

Tapi meski ada banyak bagian Bumi yang rusak, nyatanya planet ini masih tetap indah, atau setidaknya itulah yang dirasakan oleh para astronaut NASA yang berada di International Space Station atau stasiun luar angkasa.

1. Mengelilingi Bumi setiap 90 menit sekali

66b17c3d5c22440b8cd24d005b210314 fb8c88b08435a04ec915394c14476dbf - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaDilansir http://thesunshineundergroundofficial.com, Salah satunya pada 10 Agustus 2019 lalu, stasiun luar angkasa melewati Pulau Sulawesi tepat di saat matahari baru saja terbit. T

idak ingin menikmatinya sendiri, astronaut NASA pun memotret apa yang dia lihat, dan mempostingnya di akun instagram @nasa untuk berbagi pemandangan indah yang dilihatnya.

2. Astronaut NASA juga memamerkan indahnya Kepulauan Bahama di Amerika Utara

img 20200928 153302 fcab15e31e4dfe16c95b76a343f635e4 - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaBagi para astronaut NASA, Kepulauan Bahama merupakan salah satu daerah yang paling sulit dilupakan.

Dari foto ini, kamu bisa melihat indahnya Bahama lengkap dengan awan putih dan lautnya yang biru. Saking indahnya, enggak heran kalau para astronaut susah move on dari tempat ini.

3. Saat melintasi Jepang, ISS juga sempat mengabadikan potret letusan Gunung Raikoke pada 22 Juni 2019

7109f1ef67b947889a46c32b479a0be2 137b7137a51f69a32db0d91988965c0d - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaGunung Raikoke terletak di Jepang, tepatnya di Pulau Kuril. Nama Raikoke sendiri dalam bahasa Jepang berarti mulut neraka.

Kenyataannya, letusan terakhir gunung ini berhasil menyemburkan abu, dan gas hingga ketinggian 17.000 meter yang membuatnya pantas mendapatkan julukan sebagai mulut neraka.

4. ISS bahkan memotret penampakan Badai Trami dari luar angkasa

18decedc53914573b4b10ed2ee28de4a f2c0e2444ceee70ffcdc8cd396ab3fb8 - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaBagi penduduk Bumi, badai adalah bencana yang mengerikan. Tapi siapa sangka jika penampakan badai bisa terlihat menakjubkan jika dipotret dari luar angkasa?

Foto ini diambil oleh astronaut Alexander Gerst pada bulan September 2018, dan memperlihatkan penampakan Badai Trami menuju ke Jepang, dan Taiwan setelah menghantam Filipina.

Akibat terjangan badai ini, transportasi di Jepang terganggu, membuat 380 ribu warga terpaksa mengungsi, dan menyebabkan kerugian mencapai ¥ 306 miliar.

5. Dan sebuah sungai berdarah di Madagaskar Utara

e24b7fb5b1694a5184a0ac3ba096e8fd ba56cb89a82d10c9560a057b1d71b00f - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaSaat melewati Madagaskar Utara, astronaut NASA berhasil memotret penampakan Sungai Betsiboka atau yang juga dikenal dengan nama sungai berdarah.

Disebut sungai berdarah, karena air di sungai ini sering kali berubah warna menjadi merah. Tentu saja warna merah yang muncul bukan karena darah, melainkan karena tanah merah cerah yang terbawa arus air saat hujan lebat turun.

6. Gurun Sahara ternyata juga memiliki satu mata yang mengerikan

98893d793b01420f92fcdf255a31d8eb 13b0965382a30447ac0329fc9bbf154d - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaTerletak di Mauritania Barat, tempat yang dikenal dengan nama Eye of The Sahara ini sebenarnya merupakan struktur unik yang membentuk lingkar sempurna dengan diameter 40 kilometer.

Awalnya para ahli beranggapan jika struktur ini merupakan hasil tabrakan dari meteor yang jatuh ke Bumi. Tapi setelah ditelusuri, nyatanya Eye of The Sahara terbentuk dari aktivitas geologis ketika Benua Pangaea mulai terpisah 100 juta tahun yang lalu.

Lantas kenapa tempat ini disebut Eye of The Sahara? Ini karena jika dilihat dari luar angkasa, tempat ini terlihat seperti satu mata biru di tengah luasnya Gurun Sahara.

7. Bukan cuma indah dilihat dari Bumi, aurora juga terlihat sangat menawan dari luar angkasa

68604a95cebd4ab2b9fc8914e1f19814 9777a916ed904fb23aad8471b46dbb7f - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaJika biasanya manusia perlu melihat ke atas untuk menyaksikan aurora, para astronaut NASA yang berada 350 km di atas permukaan Bumi justru harus melihat ke bawah untuk menyaksikan tarian cahaya ini.

Aurora sendiri tercipta dari tabrakan antara elektron matahari dengan atmosfer Bumi kita. Foto di atas merupakan foto aurora Australis yang diambil saat stasiun luar angkasa melintasi Samudra Hindia di sebelah barat Australia.

8. Terakhir, ada potret sungai Rusia saat musim dingin. Saking indahnya, tempat ini terlihat mirip seperti lukisan lho!

e8c21b3743f34b21843639c934adf9eb fa56459f64d6c25528880682e31bb350 - Potret Memesona Bumi dari Stasiun Luar AngkasaRusia merupakan salah satu negara terdingin di dunia. Apalagi kalau musim dingin sudah tiba, sungai pun akan membeku.

Sungai Dnieper ini misalnya, udara yang mencapai minus derajat membuat sungai yang bermuara ke Laut Hitam ini membeku, dan terlihat menakjubkan jika dilihat dari stasiun luar angkasa.

***

Itu dia potret memesona Bumi dari stasiun luar angkasa. Keren banget ya?

Kategori
Science Chemistry

Dexa Award Science Scholarship Cari Calon Saintis Penemu Obat COVID-19

Dexa Award Science Scholarship Cari Calon Saintis Penemu Obat COVID-19

Dexa Award Science Scholarship Cari Calon Saintis Penemu Obat COVID-19 – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan, era baru saat ini bisa menjadi peluang menciptakan riset dan inovasi mendukung Indonesia maju dan mandiri terutama PADA sektor kesehatan.

Menurut Bambang, selama masa ini riset vaksin dan pengobatan COVID-19 yang efektif akan terus kembangkan.

Melansikan dari https://andersonplanes.com/ ” Sinilah saintis sebagai harapan bangsa berkontribusi melalui perkembangan riset dan penelitian, yang bermanfaat untuk mencapai kemandirian bangsa agar kita tidak terus menerus bergantung pada produk impor,” ujar Bambang dalam Virtual Ceremony Dexa Award Science Scholarship 2020, dari Youtube Dexan TV, Rabu (17/9).

1. Indonesia butuh banyak peneliti

Bambang mengungkapkan, Indonesia butuh banyak peneliti, inovator, dan orang-orang yang mau menciptakan solusi untuk tantangan bangsa pada masa depan.

“Mari kita gunakan ilmu pengetahuan yang miliki untuk berkontribusi bagi negara kita, Anda sebagai penerus bangsa pada bidang penelitian, memegang peranan penting untuk mendorong Indonesia menjadi negara maju dan mandiri, terutama pada sektor kesehatan,” tegasnya.

2. Sains adalah dasar bertumbuh

“Sulit sekali membayangkan pada masa depan tanpa sains dan inovasi. Karena itu, Dexa Award Science Scholarship ini untuk mendukung peningkatan inovasi pada sektor farmasi dan kesehatan,” katanya.

3. Dexa Group percepat penemuan dan perbaikan proses

Saat pandemik COVID-19, setiap laboratorium research and development, dan unit produksi Dexa Group bekerja mempercepat penemuan dan perbaikan proses.

Dexa Group telah memproduksi hydroxychloroquine, azithromycin, dan chloroquine, yang telah terdonasikan sejak awal April 2020. Selain itu, juga memberikan prioritas pada tindakan pencegahan dengan memperbanyak produk Stimuno sebagai fitofarmaka jaga sistem imun manusia.

“Berbagai produk-produk seperti Lycoxy dan Seloxy mengandung kadar vitamin C dan Zinc dalam jumlah tinggi, kita tidak melupakan bahwa penyakit-penyakit lain perlu tetap teliti seperti kormobid onkologi, d’iabetes, hipertensi, dan sebagainya,” papar Ferry.

4. Dexa Award Science Scholarship untuk mencari calon-calon saintis temukan obat COVID-19

Ketua Dewan Juri Dexa Award Science Scholarship 2020 Raymond Tjandrawinata mengemukakann, Dexa Award Science Scholarship ini mencari calon-calon saintis yang mau berinovasi menemukan obat untuk masa depan, khususnya bagi pasien COVID-19.

Menurut ia, Indonesia tidak akan maju tanpa melakukan riset, tidak mempunyai produk-produk yang berasal dari Tanah Air, tidak akan maju jika hanya impor.

“Para saintis dari finalis Dexa Award Science Scholarship tidak berhenti ke sini, tetapi harus memberikan kontribusi melalui riset yang dilakukan. Tanpa memproduksi sendiri dengan dalam negeri kita tidak akan menjadi negara modern,” tegas Molecular Pharmacologist Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences Dexa Group tersebut.

Kategori
Sains Science Chemistry

5 Tips Rapi, Bebas Beres-Beres Seumur Hidup dengan KonMari Method

5 Tips Rapi, Bebas Beres-Beres Seumur Hidup dengan KonMari Method

5 Tips Rapi, Bebas Beres-Beres Seumur Hidup dengan KonMari Method – Sudah pernah dengar KonMarie Method? KonMarie Method merupakan cara bersih-bersih yang tepat agar kita tidak perlu lagi beberes seumur hidup! Metode ini tertemukan oleh penulis terkenal Marie Kondo yang jelaskan dalam bukunya The Life-Changing Magic of Tidying Up. Lalu bagaimana cara melakukannya?

1. Pahami kenapa kamu gak bisa menjaga kerapian rumah

Kesalahan yang paling umum dalam beres-beres rumah adalah memiliki terlalu banyak barang dan terus menambah barang. Untuk membuat rumah yang rapi, hendaknya hanya menyimpan barang yang pada butuhkan. Jangan menambah barang tanpa mengurangi barang yang sudah termiliki, tumpukan barang berlebihan semakin lama mengurangi kapasitas rumah

2. Pilah kembali barang

Melansirkan dari https://thewilderness.biz/ Pililah kembali barang yang kamu butuhkan sesuai kategori. Misalnya saat akan mengeluarkan pakaian, keluarkanlah pakaian dan kumpulkan pada satu tempat, jangan sampai ada yang kelewatan. Hal ini juga berlaku untuk membereskan barang lain seperti buku, foto-foto bahkan peralatan dapur! Singkirkan barang yang gak terbutuhkan.

3. Simpan yang bikin bahagia, donasikan dan buang yang lainnya

Tanyakan pada diri sendiri, apakah barang ini membuatku bahagia? Jika tidak maka donasikan atau buang barang tersebut. Pastikan tersiplin memilih barang ya, jangan simpan barang karena sayang terbuang atau karena suatu saat akan butuh padahal selama ini jarang tersentuh

4. Tentukan tempat meletakkan barang

Setelah menyimpan barang yang hanya membuatmu bahagia, tentukan mana barang ini akan letakkan dan jangan pernah memindahkannya. Apabila hendak memakai sesuatu, langsung kembalikan lagi barang tersebut ke tempatnya. Dengan melakukan hal ini kamu gak akan repot beres-beres dan berbenah rumah!

5. D’isiplin dan jangan menambah barang dengan fungsi yang sama

Belilah yang benar-benar terbutuhkan dan jangan menyimpan barang dengan fungsi yang sama. Apabila ingin menambah barang dengan fungsi yang sudah kamu miliki, pastikan untuk mendonasikan atau membuang barang yang telah kamu miliki sebelumnya.

Misalnya ketika beli satu kaos, maka donasikan kaos yang telah kamu miliki, jangan mengulang kesalahan dengan menyimpan barang secara berlebihan.

Nah, itu dia 5 metode KonMari yang bisa Anda terapkan agar bebas beres – beres seumur hidup, mudah kan? Langkah pertama adalah merelakan barang yang selama ini jarang kamu pakai!

Kategori
Sains

Tahap Reaksi Tubuh saat di Luar Angkasa

Tahap Reaksi Tubuh saat di Luar Angkasa

Tahap Reaksi Tubuh saat di Luar Angkasa, – Dalam film Guardians of the Galaxy, karakter Chris Pratt, Star-Lord, ditunjukkan mampu bertahan hidup selama beberapa saat di luar angkasa tanpa baju astronot.

Hal serupa juga muncul dalam sekuel film tersebut yang menunjukkan salah satu karakter sempat membawa Star-Lord ke luar angkasa tanpa baju astronot sebelum mati.

Dilansir dari laman http://dotdotdot.me, Rupanya kenyataan tidak semanis apa yang kamu saksikan di film-film. Luar angkasa adalah tempat asing yang sangat berbahaya untuk manusia. Kamu tidak bisa hidup tanpa baju astronaut.

Lalu bagaimana jika tubuh kita terekspos tanpa baju khusus tersebut? Berikut ini reaksi tubuh yang akan kamu alami.

1. Suhu di luar angkasa sangat dingin

Ketika tubuhmu terekspos ruang hampa, yang pertama kali kamu rasakan adalah hawa dingin yang menusuk. Suhu tersebut bukanlah hal yang akan membunuhmu. Sebagai gantinya, panas akan keluar dari tubuhmu. Ini akan memengaruhi mata, paru-paru, dan mulutmu. Air di dalam tubuh akan menguap dengan cepat dan membuatmu kedinginan.

2. Kamu akan mengidap kanker kulit secara instan

Sinar ultraviolet dari matahari berkontribusi besar dalam memicu kanker kulit. Namun di Bumi masih ada lapisan ozon yang melindungi kita sehingga efeknya dapat diminimalisasi. Lalu apa yang terjadi jika tubuh tidak terlindungi di luar angkasa? Kulitmu akan terbakar secara cepat sehingga kanker kulit pun menjalar hanya dalam hitungan detik.

3. Mata akan buta saat melihat matahari

Melihat matahari dari Bumi saja sudah membuat mata silau, apalagi jika kamu berada di luar angkasa. Matahari bisa menyebabkan kerusakan mata jika kita menatapnya secara langsung selama satu setengah menit dari Bumi. Sedangkan di luar angkasa, matahari hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk membutakan mata.

4. Kamu akan mengembang

Setelah tiga hal sebelumnya, keadaan akan bertambah buruk. Tubuhmu akan mengembang karena mengalami ebullism. Bagaimana caranya? Darah kita mengandung nitrogen. Gas tersebut akan berubah menjadi gelembung yang sangat banyak. Tubuhmu akan benar-benar mengembang sebagai hasilnya.

5. Otak akan berhenti dalam 15 detik

Otakmu akan mengalami kerusakan yang parah akibat tekanan udara yang berbeda di ruang hampa. Semua oksigen yang tersimpan di dalam otak akan habis sehingga kamu akan kehilangan kesadaran. Proses ini terjadi hanya dalam 15 detik.

6. Paru-parumu kemungkinan akan pecah

Seolah berhentinya otak belum cukup untuk membuatmu menderita, kamu akan kehilangan udara di dalam paru-paru secara perlahan. Ini terjadi karena tekanan atmosferik dalam paru-paru yang kuat. Cukup kuat untuk membuatnya pecah.

7. Oksigen di dalam pembuluh darah juga habis

Tidak adanya oksigen untuk bernapas akan membuat semua persediaan udara tersebut keluar dari dalam pembuluh darah. Proses ini disebut juga dengan hypoxia. Akibatnya, organ dalammu akan mengalami kerusakan juga.

8. Darah akan mendidih

Hingga tahap ini kamu baru melewati satu setengah menit terekspos di ruang hampa. Apa lagi yang akan terjadi selanjutnya? Tahap selanjutnya adalah darahmu akan mendidih. Namun jangan membayangkan mendidih seperti air yang dimasak ya.

Ini terjadi karena tekanan dari luar tubuhmu turun secara drastis, sehingga kamu memerlukan panas untuk menjaga aliran darah tetap berjalan. Sayangnya usaha tersebut malah membuat darahmu menguap menjadi gas.

Gimana, sangat menyeramkan kan? Semua proses tersebut terjadi kurang dari dua menit. Tentunya tidak ada manusia yang bisa selamat ketika berada di ruang hampa tanpa perlindungan apapun.

Kategori
Sains

Istilah Sains yang Berhubungan dengan Gravitasi

Istilah Sains yang Berhubungan dengan Gravitasi

Istilah Sains yang Berhubungan dengan Gravitasi, – Apakah kamu suka membaca atau menonton tayangan sains tentang astronomi?

Jika ya, pasti kamu sering mendengar tentang istilah-istilah astronomi yang familier, seperti kecepatan cahaya, Ledakan Dahsyat, gravitasi, lubang hitam, dan lubang cacing.

Seperti dikutip https://mamiya-usa.com, Gravitasi juga membuat kita dapat berada di permukaan Bumi tanpa hambatan karena pada dasarnya gaya gravitasi akan menarik objek kecil kepada objek yang lebih besar.

Bayangkan jika Bumi tidak memiliki gravitasi, pastinya kita semua akan melayang di udara, bahkan akan memengaruhi kesehatan kita.

1. Massa benda

Mungkin masih ada banyak orang yang menggunakan istilah massa sebagai pengganti berat sebuah benda. Namun, anggapan tersebut rupanya sangat keliru. Pasalnya, massa dan berat itu sangat berbeda.

Massa dapat diartikan sebagai sifat dan isi dari sebuah objek atau partikel dan itu akan selalu sama di mana pun.

Nah, konsep dan hakikatnya sudah sangat berbeda dengan berat, bukan? Sementara, berat merupakan suatu ukuran yang dihasilkan akibat pengaruh gaya tarik gravitasi terhadap sebuah objek atau partikel.

Setiap objek yang kamu lihat, seperti meja, kursi, batu, dan apa pun itu, pasti memiliki massa. Objek dan partikel yang memiliki massa juga pasti memiliki gaya gravitasinya masing-masing.

Jadi, bukan hanya planet yang memiliki gaya gravitasi, melainkan semua objek benda yang dapat kamu lihat pun juga memiliki gaya gravitasinya masing-masing. Perhitungan massa juga berbeda dengan berat.

Jika beratmu di Bumi 100 kg, misalnya, di Bulan beratmu hanya 16 kg. Hal ini dapat terjadi karena berat manusia dipengaruhi oleh besarnya gravitasi sebuah planet.

Secara sederhana, massa tubuh berarti segala sesuatu yang ada di tubuh kita, mulai dari cairan, organ tubuh, kerangka tubuh, dan lain sebagainya.

Nah, bagaimana? Sudah paham dengan istilah massa, bukan? Di sini, kamu juga mengetahui bahwa ternyata massa dan berat adalah dua hal yang sangat berbeda.

2. Relativitas

Pernah mendengar tentang relativitas? Atau mungkin kamu pernah membaca mengenai relativitas? Ya, teori relativitas adalah sebuah teori yang dulu pernah digagas oleh Albert Einstein.

Dalam teorinya tersebut, ia menyatakan bahwa semua hukum fisika di alam akan berlaku sama di mana pun dan kapan pun.

Terus, apa hubungannya antara relativitas dengan gravitasi? Space dalam lamannya menjelaskan bahwa relativitas berkaitan erat dengan gravitasi dan akan memengaruhi keaadan ruang dan waktu yang ada.

Ini menarik mengingat gagasan Isaac Newton mengenai hukum gravitasi tidak memasukkan lengkungan ruang waktu sebagai variabelnya.

Sepintas, relativitas hanya bersifat imajiner. Namun, saat ini sudah ada banyak teknologi yang menggunakan relativitas sebagai landasan dasarnya.

Mulai dari GPS, satelit, transportasi, hingga nuklir, semuanya menggunakan dasar-dasar relativitas yang dulu pernah digagas oleh Einstein.

3. Lubang hitam

Lubang hitam atau black hole adalah istilah sains yang merujuk pada sebuah lubang masif di alam semesta yang memiliki kekuatan gravitasi yang sangat besar.

Saking kuatnya gravitasi tersebut, cahaya bahkan juga akan tertarik ke dalam lubang hitam. Hingga saat ini, sebetulnya ilmuwan masih belum dapat menjelaskan lubang hitam secara detail.

Laman NASA mencatat bahwa ada banyak lubang hitam yang tersebar di alam semesta. Ada yang berukuran sangat kecil, ada juga yang ukurannya sangat besar hingga tampak dominan di tengah galaksi.

Namun perlu diingat bahwa lubang hitam yang berukuran kecil pun memiliki massa yang sangat masif dan dapat menarik objek-objek di sekitarnya.

Mengapa lubang hitam memiliki gaya gravitasi yang sangat kuat? Ilmuwan memperkirakan hal tersebut dapat terjadi karena lubang hitam dulunya merupakan bekas dari kematian bintang besar yang akhirnya menimbulkan sebuah kekuatan tarik menarik yang luar biasa besar.

Lubang hitam yang berukuran besar biasanya memiliki massa yang sangat besar, diperkirakan bisa mencapai 4 juta kali massa Matahari kita. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana lubang hitam dapat menarik dan mengisap segala objek luar angkasa di sekitarnya.

Sayangnya, hingga kini ilmuwan belum mengetahui dengan pasti apa yang ada di dalam lubang hitam tersebut.

4. Dilatasi waktu

Pada dasarnya, dilatasi merupakan transformasi atau perubahan geometri (ilmu ukur) yang didapatkan dari hasil penghitungan pada skala tertentu.

Lantas, bagaimana dengan dilatasi waktu? Secara sederhana, dilatasi waktu dapat diartikan sebagai perubahan jeda yang terjadi antara satu zona dengan zona lainnya akibat pengaruh gravitasi.

Seperti ditulis dalam Scientific American, istilah dilatasi waktu memang sudah dapat dibuktikan melalui rumusan relativitas Einstein dan hasilnya dapat dikalkulasi dengan teknologi saat ini.

Contoh dari dilatasi waktu adalah perubahan waktu relatif antara waktu Bumi dengan waktu di luar angkasa.

Seorang astronaut yang telah lama bekerja di luar angkasa sejatinya memiliki usia yang lebih lambat (muda) dibandingkan dengan usia manusia di Bumi.

Namun, perbedaan atau jeda waktu tersebut sangatlah kecil, yakni hanya dalam hitungan mikro detik. Perbedaan mendasar ini diakibatkan oleh gaya gravitasi yang dialami oleh manusia.

Jadi, Einstein lagi-lagi membuktikan bahwa meskipun selalu berlaku sama di mana saja, hukum fisika tersebut juga akan bersifat relatif dari sudut pandang orang lain.

Sampai di sini, tentunya kamu sudah lebih mengerti mengenai bagaimana gravitasi itu dapat memengaruhi kita, bukan?

5. Gaya

Pada akhirnya, pembahasan sampai pada hakikat dari gravitasi itu sendiri, yakni gaya. Dalam dunia sains, terutama fisika, gaya dapat diartikan sebagai interaksi yang bersifat keseluruhan dari sebuah objek fisik dan berakibat pada perubahan dari objek tersebut.

Perubahan dapat berupa perpindahan (gerakan), tekanan, maupun perubahan-perubahan lainnya yang dapat diamati secara empiris.

Macam-macam gaya dalam fisika adalah gaya gravitasi, gaya magnet, gaya listrik, gaya pegas, gaya gesek, dan lain sebagainya. Di alam semesta, gravitasi diklasifikasikan sebagai salah satu gaya fundamental terbesar di alam.

Keempat gaya fundamental itu adalah gaya inti kuat, gaya inti lemah, gaya elektromagnetik, dan gaya gravitasi.

Keempat gaya fundamental tersebut membentuk sebuah kekuatan besar yang akhirnya dapat memunculkan alam semesta melalui Big Bang atau Ledakan Besar.

Ada beberapa klaim mengenai gaya fundamental kelima, namun klaim tersebut tidak valid dan sudah disanggah oleh banyak ilmuwan dunia.

***

Itulah beberapa istilah sains yang berkaitan erat dengan gravitasi. Nah, bagaimana? Ternyata, mempelajari fisika dengan cara yang sederhana cukup menarik, bukan? Semoga dapat memperkaya wawasan kamu, ya!